Sinopsis C- Drama : Reset Episode 10 part 1

 



Original Network : Tencent Video

Dikantor polisi. Para keluarga korban ledakan bus berkumpul dan menangis. Termasuk Ibu Lu. Tapi anehnya, Ayah Lu sama sekali tidak menangis, karena dia menemukan sesuatu yang membuatnya percaya bahwa anak nya, Lu Di, masih hidup. Dan saat menemukan petunjuk tentang anaknya, Ayah Lu langsung ingin pergi dan mencari anaknya. Tapi Polisi Xiao menahannya agar jangan pergi dulu.


Tepat disaat itu, Polisi Zhang lewat. Dan diapun bertanya ada apa. Lalu Ayah Lu menjawab bahwa anaknya, Lu Di, masih hidup dan baik- baik saja. Dia yakin, karena dia melihat gps yang dipasang diperangkat elektronik Lu Di bergerak. Dan Polisi Zhang pun melihat ponsel Ayah Lu.

Lihat. Setelah dia meninggalkan Kota Anime, dia terus bergerak, kata Ayah Lu dengan bersemangat.

Kota anime, gumam Polisi Zhang, terpikir sesuatu.

Li Shiqing mengikuti Xiao Heyun. Ternyata Xiao Heyun berniat untuk pergi ke rumah temannya.

Polisi Zhang dan para polisi mengikuti gps di tablet Lu Di.

Ketika Xiao Heyun datang ke rumahnya, Liu Peng langsung berniat untuk menelpon polisi dan melaporkan Xiao Heyun. Dengan panik, Xiao Heyun menghentikannya. Lalu dia menjelaskan bahwa benar dia menusuk seseorang, tapi bukan dia yang mengembom bus 45. Dan alasan dia datang ke tempat Liu Peng, karena dia ingin Liu Peng menghapus semua referensi tentang dirinya dari game mereka yang barusaja dirilis.

Xiao Heyun, bisakah kamu tidak begitu egois? Kamu ingin menghapus permainan kami dan kami harus melakukannya?! bentak Liu Peng, menolak.


Aku salah menjawab kekerasan dengan kekerasan. Aku minta maaf. Maaf. Sekarang kamu dapat mengubahnya sesukamu, kan?! balas Xiao Heyun.

Maafkan aku. Maaf, balas Liu Peng dengan tidak tulus. Kami meminta kamu untuk mengubah permainan saat game itu ditolak karena memiliki unsur berdarah dan penuh kekerasan, tapi kamu tidak melakukannya. Dan sekarang game ini hampir mati. Jika aku tidak keluar setiap hari menghasilkan uang, apakah kamu akan bisa berdiri disini untuk berbicara seperti itu?! balas Liu Peng, marah. Karena menurutnya Xiao Heyun, terlalu egois.


Kalian sangat penting bagiku. Itulah sebabnya aku tidak ingin kamu tertangkap. Usir saja aku dan kalian bisa terus melanjutkan game itu, kata Xiao Heyun, menjelaskan dengan agak putus asa. Aku akui, aku tidak bertanggung jawab dan egois. Tapi ada beberapa hal yang tidak kamu pahami sampai kamu mengalaminya, keluhnya, stress harus bagaimana menceritakannya.

Para polisi sampai ditempat Liu Peng.



Dengan tulus, Liu Peng menyarankan Xiao Heyun untuk segera menyerahkan diri kepada polisi. Dan Xiao Heyun tidak perlu khawatir, karena mereka akan tetap menjadi saudara.

Aku tahu. Aku akan menyerahkan diri, kata Xiao Heyun dengan lemah. Lalu dia pergi bersama Li Shiqing.


Tepat ketika Xiao Heyun pergi, polisi sampai ditempat Liu Peng.

Ketika polisi memeriksa tempat Liu Peng, dan mereka tidak bisa menemukan Xiao Heyun dan Li Shiqing. Mereka membawa Liu Peng sebagai saksi untuk ikut bersama mereka. Dan Liu Peng mengikuti mereka.


Lalu Polisi Zhang yang terakhir keluar dari dalam rumah, dia menemukan tablet milik Lu Di yang ditinggalkan ditempat Liu Peng.


Xiao Heyun dan Li Shiqing duduk didekat tepi pantai. Disana Li Shiqing mulai mengantuk, tapi dia berusaha untuk tidak tertidur. Karena dia mau menemani Xiao Heyun sampai akhir.

Apakah kamu benar- benar akan menyerahkan diri? tanya Li Shiqing, memastikan.

Iya, jawab Xiao Heyun dengan jujur. Tapi aku ingin menunggu sampai kamu tertidur. Jika ini benar- benar Loop terakhir, ini akan menjadi saat terakhir kebebasanku, jelasnya, sudah pasrah.



Mata Li Shiqing mulai terasa sangat berat. Jadi supaya bisa tetap terjaga, maka Li Shiqing pun berjalan ke dalam laut. Tapi karena saking ngantuknya, dia hampir saja terjatuh. Melihat itu, dengan khawatir, dia berlari mendekati Li Shiqing dan menahan tubuhnya dengan tangannya yang terluka.

Apakah tanganmu baik- baik saja? tanya Li Shiqing, langsung memeriksa tangan Xiao Heyun yang terluka. Lalu mereka berdua sama- sama terdiam sambil menatap satu sama lain.




Li Shiqing kemudian bersandar pada Xiao Heyun dan tertidur. Dengan perhatian, Xiao Heyun memeluknya serta menjaganya.

Setelah Li Shiqing sudah benar- benar jatuh tertidur, Xiao Heyun mengendongnya dan pergi ke tempat yang memiliki cctv. Disana dia memperlihatkan dirinya.

***


Xiao Heyun bermimpi. Dia keluar dari dalam mobil polisi dengan mengenakan pakaian penjara dan tangan serta kaki diborgol. Lalu dia mendengar suara terikan Li Shiqing yang memanggil- manggil namanya. Dan diapun mencari darimana asal suara Li Shiqing tersebut.

Xiao Heyun masuk ke dalam bus. Dia merobek plastik yang menghalanginya. Lalu dia teringat semua kejadian yang terjadi di Loop sebelumnya.

***


Apa yang salah denganmu? Apakah kamu baik- baik saja? tanya Li Shiqing, khawatir. Karena Xiao Heyun lama baru terbangun.

Saat aku bangun kali ini, aku merasa lelah, jawab Xiao Heyun, lemas.

Mendengar itu, Li Shiqing mengenggam tangan Xiao Heyun dengan erat.


Setelah agak mendingan, Xiao Heyun menceritakan kepada Li Shiqing bahwa di Loop sebelumnya, dia menyerahkan dirinya kepada polisi. Setelah polisi membawa mereka ke dalam mobil, dia merasa mengantuk dan tertidur. Mengetahui itu, Li Shiqing merasa lega, karena itu artinya Xiao Heyun tidak terlalu menderita di Loop sebelumnya.


Didalam Loop kali ini, Xiao Heyun dan Li Shiqing bisa dengan yakin menyimpulkan bahwa mereka akan terus masuk ke dalam Loop. Satu- satunya cara untuk menghentikan Loop ini adalah menyelematkan setiap orang didalam bus.

Minta semua orang untuk turun dipemberhentian berikutnya, ini adalah kesempatan terakhir kita, tapi wanita ini terlalu waspada. Jika kita mendekati mereka secara verbal satu persatu, itu terlalu berisiko, gumam Xiao Heyun. Kemudian dia terpikir suatu ide bagus. Lalu dia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu.

Mengetik, kata Li Shiqing, menebak dengan benar ide Xiao Heyun.

Iya, jawab Xiao Heyun, membenarkan. Kita tidak punya banyak waktu, mari kita lakukan bersama, jelasnya. Dan Li Shiqing pun mengeluarkan hpnya dan mulai mengetik juga disana.

Pada saat mengetik, Li Shiqing teringat sesuatu. Yaitu bagaimana caranya memberitahu si supir bus. Dan Xiao Heyun memutuskan agar tunggu sampai semua penumpang turun dulu dari bus, lalu dia dan si supir akan menjadi yang terakhir pergi. Karena jika mereka semua turun, termasuk si supir bus, maka resikonya akan terlalu besar.

Tapi…” gumam Li Shiqing, ragu.

Kita kehabisan waktu. Apa kita akan melakukannya? sela Xiao Heyun.


Karena sudah tidak ada waktu lagi, maka Li Shiqing pun mendengarkan rencana Xiao Heyun. Mereka berdua mendekati para penumpang satu persatu, dan berbicara kepada mereka bahwa mereka ada mengadakan acara offline dihalte selanjutnya, jadi apakah mereka tertarik untuk ikut. Mereka berdua menanyakan hal tersebut sambil menunjukkan ponsel mereka kepada para penumpang.

Aku seorang polisi. Saat kamu ,melihat teks ini, tetap tenang. Ada bom dibus, tepat dibawah wanita berjas abu- abu itu, kamu harus turun dihalte berikutnya. Wanita itu memiliki pisau, jangan berinteraksi dengan yang lain. Jika kamu mengerti, silahkan mengangguk.


Ketika sudah  mendekati para penumpang satu persatu, Li Shiqing sengaja mendekati Tao Yinghong supaya dia tidak curiga. Dia mengatakan hal yang sama seperti kepada para penumpang yang lain sambil menunjukkan ponselnya. Tapi kali ini diponselnya, tidak ada tulisan teks yang mereka ketik, melainkan foto- foto acara yang rencananya akan diadakan. Melihat foto itu, kecurigaan Tao Yinghong pun menghilang.


Setelah memberitahu semua penumpang, Li Shiqing berniat untuk memberitahu si supir bus juga. Tapi Xiao Heyun langsung menghentikanya.

Pak supir, ini halte Yanjiang East Road ya, kata Xiao Heyun, berpura- pura bertanya. Lalu dia menggelengkan kepala kepada Li Shiqing agar jangan bertindak gegabah.


Tepat ketika bus berhenti dihalte, Li Shiqing langsung keluar duluan dari pintu depan dan menahan Lu Di yang ingin masuk ke dalam bus. Para penumpang yang lain juga buru-buru ikut keluar melalui pintu belakang.

Melihat ada yang tidak beres, Tao Yinghong pun langsung menarik platuk bomnya. Dan bus pun meledak.

***


Xiao Heyun terbangun dan merasa sangat tidak nyaman. Menyadari itu, Li Shiqing menanyai ada apa. Dan Xiao Heyun menjawab tidak apa.

Jika kita dapat meminta dua orang menahannya ketika kita tiba diperhentian Yanjing East Road, maka kamu bisa pergi dan mengambil pot (bom) itu dan mengeluarkannya dari bus, gumam Xiao Heyun, memikirkan rencana baru.

Li Shiqing diam dan berpikir. Lalu dia teringat bahwa diLoop yang telah berlalu, Jiao ada membantu mereka. Terakhir kali Jiao membantu, ketika Xiao Heyun mengambil pisau, disaat itu hanya Jiao yang berani untuk maju dan menghentikannya. Jadi Li Shiqing berpendapat bahwa mereka bisa meminta bantuan Jiao. Tapi mereka tidak bisa berhenti begitu saja dihalte selanjutnya, yaitu halte Yanjing East Road, karena ada banyak orang disana. Dan Xiao Heyun diam, berpikir.



Gimana bila begini, kita tunggu sampai bus naik ke jembatan, aku akan pergi dan mengambil pot. Lalu aku akan membuangnya ke sungai. Ini harusnya menjadi pilihan paling aman, kata Li Shiqing, berpendapat.

Artinya kamu harus menyakinkan si supir bus untuk berhenti, kemudian kamu ambil potnya. Kamu yakin bisa melakukannya? tanya Xiao Heyun, ragu.

Kita masih membutuhkan uluran tangan, gumam Li Shiqing, berpikir.

Uluran tangan, gumam Xiao Heyun, berpikir juga.

Setelah berpikir selama sejenak, Li Shiqing teringat satu orang yang bisa membantu mereka. Yaitu Lu Di.


Sebelum bus mendekati halte. Xiao Heyun terlebih dahulu mendekati Jiao untuk meminta bantuannya. Dia menggunakan cara lama untuk berkomunikasi, yaitu dengan menulis pesan teks di ponselnya dan menunjukkan nya kepad Jiao.

Aku seorang polisi. Ketika kamu melihat teks ini, tetap tenang. Ada bom dibus, tepat dibawah wanita berjas abu- abu itu. Dia punya pisau, aku butuh bantuanmu untuk menahannya. Seseorang akan menghapus bom tersebut. Mengangguk jika kamu mengerti.


Membaca pesan itu, Jiao diam. Dan melihat reaksinya, Xiao Heyun merasa kecewa, karena ini tidak seperti yang dia pikirkan. Dia mengira Jiao akan bersedia untuk membantu. Dan disaat Xiao Heyun merasa putus asa, Jiao menarik bajunya dengan pelan.

Anak muda, panggil Jiao dengan gugup. Apakah kamu menganggap ini sebagai samaria yang baik? tanyanya. Dan walau merasa agak bingung, Xiao Heyun mengangguk. Jika aku membantumu?

Ya, jawab Xiao Heyun.




Ketika bus sampai dihalte Yanjiang East Road, Xiao Heyun memberikan kode kepada Li Shiqing untuk bersiap.

Saat Lu Di masuk ke dalam bus, Xiao Heyun menghentikannya dan berbisik dengan pelan. Lu. Rasul kucing. Penakluk asma. Seseorang yang dipilih oleh cahaya, katanya. Dan mendengar itu, Lu Di tertegun serta menatap Xiao Heyun dengan heran.

Dengan fokus, Li Shiqing memperhatikan reaksi Lu Di.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Xiao Heyun langsung menarik Lu Di untuk duduk bersamanya. Lalu dia menunjukkan pesan teks, seperti yang ditunjukkannya kepada Jiao barusan.

Kamu siapa? Apa yang sedang coba kamu lakukan? tanya Lu Di, bersikap waspada. Dan Li Shiqing serta Xiao Heyun langsung saling menatap satu sama lain selama sesaat.

Aku seorang polisi. Aku membutuhkan bantuanmu,kata Xiao Heyun dengan agak canggung, karena harus berbohong.

Apakah kamu memiliki kredensial? balas Lu Di, bertanya.


Mendengar pertanyaan Lu Di itu, Xiao Heyun merasa bingung harus membuktikkan bagaimana bahwa dia adalah seorang polisi. Karena itu bohong. Jadi akhirnya, diapun membongkar semua rahasia Lu Di yang diketahuinya. Seperti ada kucing didalam tas Lu Di, password apatermen Lu Di adalah 666666. Namun setelah mendengar itu, Lu Di sangat yakin kalau Xiao Heyun pasti bukanlah polisi. Dan Xiao Heyun merasa putus asa harus bagaimana.

Aku tidak peduli lagi, karena kamu memanggil namaku dan juga tahu rahasia terdalam ku, aku bersedia bekerja sama denganmu, kata Lu Di, membuat Xiao Heyun dan Li Shiqing kembali merasa bersemangat. Beritahu aku, apa yang harus aku lakukan? tanyanya.

Post a Comment

Previous Post Next Post