Sinopsis Lakorn : Remember 15 (2022) Episode 1 part 3

 


Original Network : viuTV

Bozo datang dan memanggil Mac. Lalu ketika Mac keluar dari tenda, Bew muncul dari belakangnya dan langsung memukulinya.


Mendengar keributan yang terjadi diluar, setiap orang keluar dari tenda. Lalu Dan menarik Bew serta menghentikannya.

Aku tak tahan lagi dengan si brengsek ini! kata Bew, penuh emosi.

Bew, jangan sakiti Mac, mohon Nest sambil menangis.


Bew mengancam, jika Mac tidak mengatakannya, maka dia akan menginjak Mac sampai mati disini. Tanpa rasa takut, Mac tertawa. Dia mempersilahkan Bew untuk melakukannya, sama seperti Bew membunuh Lyla. Mendengar itu, setiap orang merasa tertegun.

Kau bilang apa? keluh Bew. Lalu dia menendang Mac.


Ketika Bew mulai memukuli Mac dan tidak mau berhenti sama sekali. Ken tidak tahan lagi dan menghentikannya agar tidak menggila. Lalu Nest berlari mendekati Mac. Dengan lembut, Nest menyentuh wajah Mac dan menanyai, apakah dia baik- baik saja.

Jangan sembarangan menyakiti orang! kata Ken, menasehati Bew. Dibelakang nya, Gel terus menariknya sebagai tanda jangan berdebat dengan Bew.

Lalu apa, Ken? balas Bew, sambil menarik kerah baju Ken.

Jika Mac sungguh pelakunya, ketahuilah, dia bahkan tak lebih buruk darimu, kata Ken sambil menatap Bew dengan berani.

Katakan jika kau berani. Ayo! tantang Bew, tidak takut. Aku mau yang lain tahu tentangmu juga, desisnya.



Plato tidak tahan lagi. Dia memohon agar Bew berhenti membicarakan tentang kejadian lima tahun lalu. Dia ingin mereka semua berpisah dan jangan bertemu lagi mulai dari sekarang.

Itu mungkin sulit, kata Bozo. Lalu dia menunjukkan isi ransel Mac. Didalam ransel Mac, terdapat pisau, parang, dan senjata tajam lannya.

Melihat itu, setiap orang, termasuk Nest, merasa terkejut.



Bozo, Bew, Dan, mereka bertiga mengurung Mac disatu tenda tersendiri. Lalu Bew memberitahu semuanya bahwa dia sudah membuat keputusan, yaitu mereka akan meninggalkan Mac disini besok. Namun Nest tidak setuju, dan dia memohon agar jangan tinggalkan Mac disini. Sonar juga tidak setuju, dia menganggap kalau hal tersebut agak berlebihan.

Kau tak lihat apa yang Mac lakukan? Tinggalkan dia disini dan biarkan polis menanganinya, kata Gel, berpendapat. Dan Sonar pun terdiam.

Bew kemudian memperingatkan setiap orang supaya jangan ada yang membantu Mac. Lalu dia menyuruh Bozo untuk mengawasi Mac. Setelah itu, semuanya bubar dan kembali ke tenda masing- masing.


Didalam tenda. Sonar serta Mind menghibur Nest agar jangan khawatir, karena mereka sudah meminta Lily untuk memeriksa luka Mac. Mereka seperti ini, karena Bew tidak mengizinkan Nest untuk menemui Mac.

Apa kita sungguh akan meninggalkannya disini? tanya Nest, khawatir.

Kami juga tak mau melakukan itu. Tapi kau lihat, Bew tak mau mendengarkan siapapun, jawab Mind.

Aku tak paham. Kenapa Mac menyimpan dendam sampai saat ini? tanya Sonar, ingin tahu. Dan Mind juga ingin tahu. Tapi sayangnya, Nest tidak tahu.

Sonar kemudian menenangkan Mind untuk jangan takut. Karena besok dia akan berbicara kepada Bew dan yang lainnya, supaya jangan meninggalkan Mac disini.


Tiba- tiba, terdengar suara jeritan Lily. Mendengar itu, setiap orang langsung keluar dari tenda masing- masing.

Mac memegang pisau dan menjadikan Lily sebagai sanderanya. Plato membantu Bozo yang terluka akibat Mac. Dan mencoba menenangkan Mac agar jangan menyakiti Lily, tapi Mac tidak seperti sudah gila dan tidak peduli lagi.

Aku tidak peduli lagi! Aku hanya mau kalian semua merasakan apa yang sudah kulalui dan perasaan Lyla saat dipaksa bunuh diri karena sikap kalian padanya! Apa kalian punya perasaan? Kalian brengsek, Lyla mati karena kalian! jerit Mac, dengan sikap gila.

Kau tahu bukan kami pelakunya! balas Dan.


Benarkah? tanya Mac, tertawa tidak percaya. Begitu menurutmu? Jika aku tak sengaja membunuh Lily, aku juga bukan pelakunya, ya?

Nest merasa tidak tahan lagi. Dia memohon agar Mac berhenti dan melepaskan Lily. Lalu dia berjanji, bila besok yang lainnya meninggalkan Mac, dia tetap akan bersama dengan Mac ditempat ini. Kemudian Dan ikut berjanji kepada Mac, jika Mac melepaskan Lily, maka dia jamin tak akan ada yang menyakiti Mac serta Mac bisa kembali bersama- sama dengan mereka besok.

Mendengar itu, Mac tersenyum. Berhenti berbohong! Kalian semua bersekongkol untuk merundungku! tuduhnya.

Apa hubungannya Lily dengan ini? tanya Dan, tidak mengerti.


Lalu, bagaimana dengan Lyla? Bagaimana dengan Lyla? teriak Mac, bertanya. Kalian selalu membantu. Bagaimana denganku? Siapa yang membantuku?! teriaknya. Lily adalah saudarinya Lyla. Haruskah kupertemukan dengan Lyla? tanyanya. Dan Lily menjerit ketakutan.

Suasana menjadi kacau serta tegang. Dan sangat ingin menyelamatkan Lily, tapi karena Mac sedang memegang pisau serta menyandera Lily, maka yang lainnya menghentikan Dan agar jangan bertindak impulsif.

Kalian harus tinggal disini dan membayar perbuatan kalian! tegas Mac. Lalu dia menyeret Lily dan membawanya ke dalam hutan.


Petir bergemuruh keras, membuat suasana semakin tidak nyaman.


Ditepi pantai. Mac yang sudah tidak menggila, dia memberitahu Lily untuk jangan takut. Lalu dia mengajukan pertanyaan, apa Lyla pernah mencintai dirinya. Mendengar pertanyaan itu, Lily menjawab bahwa menurutnya, Lyla sangat mencintai Mac.

Cinta? gumam Mac, tidak percaya. Jika dia mencintaiku, lalu kenapa memperlakukanku seperti itu? tanyanya.

Kurasa dia sebenarnya tak mau begitu. Tapi kau tahu bagaimana keluargaku, jawab Lily. Dan dengan sedih, Mac mengangguk sebagai tanda mengerti.


Mac merasa, apa mungkin ini karena dia tidak memiliki reputasi seperti Bew. Dan Lily menjawab tidak. Sebab Lyla banyak menceritakan tentang Mac, bahkan saat Lyla berkencan dengan Bew, Lyla tak terlihat bahagia, seperti saat Lyla bersama Mac. Setelah mengatakan itu, Lily meminta Mac untuk percaya padanya, karena dia adalah saudari Lyla.


Didekat tenda. Yang lainnya merasa cemas, karena Lily dibawa pergi oleh Mac. Lalu setelah menunggu cukup lama, Lily kembali. Dengan senang, Dan langsung menghampirinya serta menanyai, apakah Lily baik- baik saja. Lalu Lily menjawab iya, dia baik- baik saja.


Dimana Mac? tanya Bew.

Bew, jangan sakiti dia, pinta Lily. Dia membiarkanku pergi atas kemauannya sendiri. Kurasa dia mungkin menyadari perbuatannya, jelasnya.


Keesokan harinya. Mind duduk sendirian didekat pepohonan, lalu Bozo datang menghampirinya dan memberikannya sebotal minuman.

Disisi lain, Nest duduk sendirian dan menangis.


Setelah kita keluar dari sini, boleh aku menemuimu lagi? tanya Bozo, ingin dekat dengan Mind.

Bukankah kita sudah membicarakan ini? balas Mind. Dan Bozo pun terdiam.


Lily duduk sendirian ditepi pantai. Lalu Dan datang serta menghampirinya. Dengan perhatian, Dan menanyai, bagaimana keadaan Lily, apakah merasa lebih baik. Lalu Lily merespon dengan menganggukkan kepalanya. Melihat respon itu, Dan merasa senang serta lega.

Dan, bagaimana menurutmu? Jika Mac benar- benar mau menghancurkan semua orang, kenapa dia melepaskanku? tanya Lily, tidak mengerti.

Aku tak tahu. Tapi syukurlah, dia melepaskanmu, jawab Dan.


Lily kemudian mengungkapkan pikirannya. Dia tidak ingin Bew sampai meninggalkan Mac dipulau ini sendirian.Lalu Dan menenangkan Lily untuk jangan khawatir, karena dia akan bicara kepada Bew.


Kemudian Dan memeluk bahu Lily sambil menatapnya dengan lembut. Lalu secara perlahan dia mendekati Lily dan menciumnya.


Ketika Dan serta Lily sedang asyik bermesraan, Lily dikejutkan oleh sebuah tangan yang dia lihat terkubur didalam pasir.

Ada apa, Lily? tanya Dan, heran.

Dan! kata Lily sambil menunjukkan. Lalu dia mundur karena merasa ngeri, dan dia berlindung dibelakang Dan.


Dari dalam hutan, seorang wanita memperhatikan reaksi Dan serta Lily sambil tersenyum. Wanita itu tampak mirip dengan Lyla.

Post a Comment

Previous Post Next Post