Sinopsis Lakorn : Remember 15 (2022) Episode 4 part 2

 

Original Network : viuTV

Didalam hutan. Ken merasa stress saat memeriksa kalau mereka sudah kehabisan makanan. Lalu dia mulai berpikir, apakah mungkin geng Sonar tak bersalah, dan malahan mereka lah yang berada dalam bahaya.

Kita semua dalam bahaya. Walaupun kita semua bersama, Lily tetap mati, kata Gel, menyadari situasi sekarang dengan jelas. Mereka semua dalam bahaya.

Tidak perlu pedulikan mereka. Sonar itu seorang pembohong, jelas Fone.

@@@

Dikantor Guru. Tepat ketika Fone sudah selesai berbicara dengan Bu Guru dan ingin keluar. Sonar datang. Melihat sikap Sonar yang tampak penuh emosi, Fone merasa penasaran, ada apa. Jadi diapun tidak jadi keluar dari ruangan.

Sonar datang menemui Bu Guru, karena dia ingin bertanya sesuatu. Sebelumnya Bu Guru bilang bahwa dia diizinkan untuk ikut Olimpiade Matematika tahun ini, tapi kenapa tiba- tiba malah dibatalkan. Dan Bu Guru pun menjelaskan bahwa Sonar memang memenuhi syarat, tapi dia harus memilih orang yang paling cocok.

Kenapa Lyla lebih cocok daripadaku? tanya Sonar, menahan rasa kesalnya.

Cocok atau tidak, itu adalah keputusanku, jawab Bu Guru.


Jadi, gosip soal seali ini menerima suap ternyata benar? tanya Sonar dengan sinis.

Hei, Sonar! Beraninya kau menuduhku seperti itu! tegur Bu Guru, marah.

Apa ayah Lyla memberikan banyak uang padamu? tanya Sonar, tidak mau berhenti dan tidak merasa bersalah. Aku akan mengajukan keluhan kalau nominasinya tak adil!

@@@

Gel juga mengetahui kejadian itu. Karena sejak kejadian itu terungkap, sekolah tak lagi berpatisipasi dalam Olimpiade Matematika tahun itu. Juga karena kejadian dulu inilah, Gel jadi merasa kalau Sonar ternyata tak selugu yang orang kira. Karena Sonar mampu melakukan hal itu kepada sahabat sendiri. Apalagi kepada mereka.

Namun Plato dan Ken tidak setuju. Menurut mereka, hal dulu itu tak berhubungan dengan hal sekarang. Jadi Sonar belum tentu dalang dalam kejadian sekarang.


Itu karena kau tak paham, apa yang mampu dilakukan oleh orang- orang yang cemburu, kata Gel dengan serius.

Begini saja. Dugaan awal kita adalah pelakunya pasti mencintai Lyla hingga mau membalaskan kematiannya, kan? Tapi setelah kupikir lagi, Sonar sama sekali tak cocok dengan kriteria itu. Kenapa dia membunuh Mac dan Lily? tanya Plato sambil menjelaskan analisis nya. Ken dan aku juga tak pernah melakukan apapun pada Lyla, lanjutnya.

Kenapa kau membelanya? Aku sungguh tak paham, keluh Fone.


Pagi hari. Nest tidak sengaja melihat Mind sedang menuangkan sesuatu ke botol minuman, lalu mengocoknnya. Tapi dengan sikap biasa saja, dia kemudian berjalan mendekati Mind dan memanggilnya.

Apa kau menemukan Sonar? tanya Mind sambil menyimpan botol minumnya ke dalam tas. Lalu dia berdiri.

Tidak ada tanda- tanda dia, jawab Nest.

Disaat Mind mulai berpikir, apakah Sonar meninggalkan mereka. Sonar muncul dan melemparkan pisang kepada mereka.

Kau meninggalkanku selamam. Sekarang kau takut aku akan meninggalkanmu? tanya Sonar, menyindir. Dan Mind diam.

Melihat sikap Mind, Sonar yakin kalau Mind pasti berpikiran jahat lagi. Karena Mind selalu menciptakan keretakan diantara orang- orang. Lalu dia mulai memberitahu Nest mengenai hal buruk yang telah Mind katakan serta lakukan.


Dia bilang kau pengecut. Kau selalu pura- pura rentan dan itu menyebalkan. Dia mengurusmu dengan baik, karena mau terlihat baik di depan semua orang, kata Sonar, memberitahu Nest. Dia meminta bantuan finansial kepada sekolah. Kau tahu untuk apa itu? tanyanya pada Nest.


Tutup mulutmu! bentak Mind, panik.

Bantuan finansial untuk orang- orang dengan kebutuhan khusus. Dia selalu menirumu. Dia mendapatkan keuntungan darimu. Bukan itu saja. Dia memintanya setiap tahun. Akhirnya, dia ketahuan. Tapi pihak sekolah takut reputasi mereka akan hancur. Jadi, mereka merahasiakannya, jelas Sonar, membongkar kebusukan Mind.


Mind, apa itu benar? tanya Nest, tidak menduga.

Apa hubungan itu dengan masalah ini? balas Mind.

Tanpa mengatakan apapun, Nest mengambil tas Mind dan mengeledahnya. Lalu dia menemukan bubuk hijau didalam plastik. Dan itu adalah racun tikus. Melihat itu, Mind langsung menuduh kalau ini pasti ulah Sonar dan Sonar yang memasukkan itu ke dalam tasnya.

Kenapa kau melakukannya? tanya Mind. Dan Sonar hanya diam.


Tiba- tiba Mind merasa kepalanya sakit. Melihat itu, Sonar merasa panik dan heran, ada apa. Lalu dia mengira bahwa Mind pasti hanya pura- pura sakit. Tapi kemudian, Mind mulai muntah- muntah.

Mind! teriak Bozo, memanggil Mind dari kejauhan.

Mendengar suara Bozo, Sonar langsung menarik Nest untuk ikut pergi bersamanya dan pergi meninggalkan Mind sendirian.



Setelah berlari cukup jauh ke dalam hutan, Sonar dan Nest malah berpapasan dengan Bozo. Lalu ketika Bozo menanyai, dimana Mind. Sonar dan Nest hanya diam saja, karena mereka tidak bisa menjawab. Melihat itu, Bozo jadi curiga bahwa pasti ada sesuatu, jadi diapun mengeluarkan tongkat/pisau yang dibawanya. Dan hal itu mengejutkan Sonar dan Nest.

Nest, kau pergi dulu, kata Sonar, mendorong Nest untuk pergi. Tapi Nest tidak mau meninggalkan Sonar sendirian. Jika tetap bersama, kita tak akan selamat! jelas Sonar, mendorong Nest.

Post a Comment

Previous Post Next Post