Sinopsis Lakorn : Remember 15 (2022) Episode 4 part 3

 


Original Network : viuTV

Plato merasa pesimis. Dia bertanya- tanya, apakah mereka bisa pergi dari pulau ini. Dan dengan yakin, Ken menjawab tentu saja. Karena orang yang merencanakan semua ini, pasti juga tak mau terdampar dipulau ini selamanya.

Aku mau pulang, kata Plato dengan lemah. Sekarang semua orang mulai panaroid. Aku tak tahu harus apa lagi, gumamnya.

Dengarkan aku. Kita akan pergi dari pulau ini, kata Ken dengan sangat serius sambil menatap Plato. Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu. Paham?jelasnya.

Mendengar perkataan Ken yang penuh perhatian, Plato merasa sangat tersentuh. Dan secara perlahan dia mendekatkan wajahnya kepada Ken.

Fone dan Gel berjalan mengelilingi hutan sambil mengobrol. Gel menanyai, apakah Fone tahu apa yang mau Bew ungkapkan tentang Plato. Dan Fone menjawab bahwa tidak tahu.


Ahh!! teriak Fone sambil menarik tangan Gel.

Gel terkejut dan bingung, ada apa. Lalu saat dia mengikuti arah pandang Fone, dia melihat jasad Dan yang terkubur dan ditutupi dengan dedaunan.

Ketika bibir mereka berdua sudah dekat, Plato berhenti. Dia tidak jadi mencium Ken. Bukankah kita sudah berjanji untuk menyudahinya? gumamnya, pelan.


Tepat disaat itu, Fone dan Gel kembali.

Dengan panik, Ken berusaha menjelaskan kepada Gel. Tapi Gel tidak mau mendengarkan dan langsung menamparnya. Akhirnya dia tahu, apa yang ingin Bew ungkapkan tentang Ken dan Plato.

Gel, dengarkan aku, pinta Ken.

Apa kau mau aku tetap disini melihat kalian ciuman? Dasar brengsek! balas Gel, marah dan jijik. Lalu dia berjalan pergi.


Tanpa mengatakan apapun, Fone pergi mengikuti Gel.


Dimana Mind? Apa yang kau lakukan padanya? tanya Bozo dengan serius.

Aku tak melakukan apa- apa, jawab Sonar dengan gugup. Bozo, dengarkan aku. Mind bukan seperti yang kau kira, jelasnya. Dia menaruh racun tikus di air kami …”

Aku tak percaya! bentak Bozo. Mind bukan orang seperti itu. Jangan menuduhnya seperti itu! jelasnya.


Sonar sangat yakin bahwa Mind adalah pelaku dari semua ini. Juga Mind mungkin adalah orang yang telah membunuh Mac. Tapi Bozo tidak percaya, karena Mind menderita tumor otak.

Dia membodohimu! Dia menipu dan memanfaatkanmu, Bozo! Kau bahkan tak tahu betapa bodohnya dirimu! ejek Sonar. Mind adalah pembunuh! tegasnya.

Sonar! teriak Bozo, marah. Lalu dia menyerang Sonar.

Gel menangis sedih, karena ternyata Ken mengkhianatinya. Dan Fone menghiburnya agar tidak perlu kembali kepada Ken, dan mereka bisa bersama.

Apa kau tak marah pada Plato? tanya Gel, heran.

Aku tak peduli. Lagipula, dia tak peduli dengan kita, balas Fone, bersikap acuh. Jangan sedih, ya? Kaulah yang paling tangguh, hiburnya. Aku takkan meninggalkanmu. Kau gadis yang sangat tangguh. Aku mencintaimu, Gel, kata Fone, menyatakan cinta tanpa diduga. Aku selalu mau memberitahumu. Aku mencintaimu! jelasnya. Lalu dia memeluk Gel.

Mendengar pernyataan cinta dari Fone yang sangat tiba- tiba, Gel sangat terkejut, karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa Fone mencintainya. Jadi dia mendorong Fone dan meminta Fone untuk meninggalkannya sendirian.


Maafkan aku, mohon Fone. Tolong jangan marah padaku! Jangan marah! Kita bisa kembali seperti dulu. Apa kau bisa melupakan semua yang terjadi tadi? tanyanya, panik dan penuh harap.

Gel merasa agak jijik, karena sikap Fone. Jadi diapun mendorong Fone. Tanpa sengaja hal itu menyebabkan Fone terjatuh dan salah satu matanya tertusuk ranting. Melihat itu, Gel merasa terkejut dan takut. Lalu diapun langsung berlari pergi darisana.


Gel!” panggil Fone, putus asa dan sedih.


Tiba- tiba seorang gadis berseragam sekolah datang dan berdiri didepan Fone. Gadis tersebut adalah Lyla.

Post a Comment

Previous Post Next Post