Sinopsis Lakorn : Remember 15 (2022) Episode 4 part 1

 

Original Network : viuTV

Bozo masuk ke dalam hutan dan melihat Bew yang berlumuran darah serta jasad Dan. Melihat itu, dia sangat terkejut.


Bozo, biar kujelaskan, kata Bew dengan panik. Tapi dia tidak bisa berdiri, karena dia merasa sangat lemas.

Cepat sembunyikan jasad Dan dulu, kata Bozo, menyarankan.


Akibat ulah Fone yang tidak disengaja, leher Plato terluka parah. Dengan panik, Ken serta Sonar mencoba menghentikan pendarahan dilehernya. Serta mengobatinya. Sementara Fone sendiri, dia duduk diluar dan menangis karena merasa sangat bersalah, dan Gel berusaha untuk menghiburnya.

Aku tahu kau tak sengaja. Tenanglah, hibur Gel.

Aku membunuh Plato! gumam Fone, sedih dan takut.


Pendarahan dileher Plato tidak bisa berhenti. Plato merasa sangat kesakitan dan merintih.

Sonar menyuruh Ken untuk terus menekan luka Plato. Lalu dia mengambil pisau dan membakarnya dengan api. Ntah apa yang dia mau lakukan, tidak ada yang tahu. Jadi saat melihat itu, Fone merasa panik.


Mind memijit- mijit dahinya. Nest duduk disampingnya. Lalu Sonar yang telah selesai membantu Plato datang dan duduk didekat mereka. Sonar menjelaskan bahwa Plato sudah baik- baik saja, karena lukanya tidak terlalu dalam.

Sonar, panggil Mind. Apa yang membuatmu berpikir kalau Fone yang melakukannya? tanyanya, ingin tahu.

Aku tak tahu. Aku juga tak peduli, jawab Sonar, dengan sikap acuh.

Gel kembali dan duduk disebelah Fone. Dia memberitahu Fone bahwa Plato sudah lebih baik, jadi Fone tidak perlu cemas lagi. Namun Fone tetap merasa bersalah. Lalu Fone menebak bahwa semua ini adalah rencana Sonar, dan Sonar berusaha menyalahkan mereka.

Tapi apa alasan dia menyelamatkan Plato, kata Gel.

Aku mau pergi dari sini. Tempat ini menyebalkan, gumam Fone.

Haruskah kita kabur ke suatu tempat? tanya Gel, menyarankan. Aku juga tak tahu siapa yang melakukannya. Tapi menurutku tempat ini tak aman. Aku tak percaya siapapun selain kita, jelasnya. Dan Fone setuju.


Didalam tenda. Ken menemani Plato dan menjaganya dengan sangat baik. Ketika Plato bangun dan meminta air, dia langsung mengambilkan air dan menyuapinya. Tapi walaupun Ken sudah melakukan itu dengan selembut mungkin, namun Plato tetap merasa sakit.

Untungnya, lukanya tak dalam. Kau akan kesakitan jika lukanya lebih dalam, kata Ken, menghibur Plato.

Brengsek, keluh Plato dengan pelan dan lemas.

Fone dan Gel kemudian masuk ke tenda bersama- sama. Dengan rasa bersalah, Fone menangis dan meminta maaf kepada Plato. Dan dengan penuh pengertian, Plato memegang tangan Fone dan mengatakan bahwa dia baik- baik saja.

Ayo pergi dari sini, ajak Gel. Aku dan Fone sepakat, kalau Sonar dan teman-temannya tak bisa dipercaya. Aku tak nyaman berada didekat mereka, jelasnya.

Kemana tujuan kita? Plato terluka, balas Ken.

Setelah Bozo membantunya menutupi jasad Dan di dalam hutan, Bew mengacungkan kapak ditangannya dan menanyai, kenapa Bozo membantunya. Dengan tenang, Bozo menyuruh Bew menyingkirkan kapak itu darinya. Tapi Bew tidak mau, dia mau Bozo menjawab pertanyaannya terlebih dahulu.

Aku tak mau Mind mengetahuinya. Jika dia tahu, dia pasti akan membenciku. Lily juga sudah tiada. Satu- satunya yang tersisa adalah Sonar, kata Bozo, menjelaskan alasannya mau membantu Bew.

Apa itu artinya kau mau membungkam Sonar? tanya Bew, curiga. Dan Bozo hanya diam.

Melihat sikap Bozo, akhirnya Bew menurunkan kapaknya. Dan Bozo menghela nafas lega.


Nest menyatukan kembali kepala Mac dengan tubuh Mac yang berada didalam hutan. Dan Mind menemaninya. Lalu tiba- tiba Sonar datang dan bersikap panik.

Gel kabur! Dia mencuri barang- barang kita! Ayo! panggil Sonar. Lalu dia berlari duluan. Dan Nest serta Mind langsung mengikutinya.

Setelah memeriksa tasnya, Mind mengeluh. Karena geng Gel dan Fone mengambil semua makanan serta obat- obatannya. Dan Sonar merasa menyesal, karena telah membantu Plato sebelumnya.

Kemana saja kau? tanya Mind, kesal. Kenapa kau tak mengawasi tenda?

Aku pergi mencari Dan serta Bew. Aku tak tahu kemana mereka pergi, balas Sonar. Dia tidak menduga kalau geng Gel dan Fone akan mencuri barang mereka.


Mind tiba- tiba merasa kepalanya sangat sakit sekali. Melihat Mind tampak tidak sehat, Sonar merasa khawatir.

Aku baik- baik saja, kata Mind. Lalu dia menatap Sonar. Kita harus apa sekarang? tanyanya.

Ayo pergi, ajak Sonar. Memburu mereka, jelasnya.


Setelah berjalan cukup jauh, Mind menyarankan agar mereka kembali, tapi Sonar tidak setuju. Karena sekarang mereka tidak punya makanan.

Nest yang berjalan paling belakang, berhenti berjalan dan duduk, karena dia merasa sangat kelelahan. Melihat itu, akhirnya Sonar pun menyarankan supaya Mind menemani Nest, dan dia akan pergi sendirian untuk mencari geng Gel dan Fone. Namun Nest tidak setuju, karena sangat berbahaya sendirian.

Sial. Jadi, aku harus apa? keluh Sonar.

Karena Mind dan Nest tidak bisa lanjut berjalan lagi, maka Sonar pun berhenti. Mereka bertiga duduk dan beristirahat di dekat pembatuan sungai.

Jika Lyla masih hidup, dia mungkin akan mengeluh karena tak bisa mandi daripada mati karena dehidrasi, kata Sonar, teringat tentang Lyla. Jadi diapun membahas tentang Lyla.

Apa menurutmu Lyla masih hidup seperti kata Fone? tanya Nest.

Mungkin saja. Karna jasadnya tak pernah ditemukan, jawab Sonar.

Lyla yang malang, gumam Nest.


Mind agak malas membahas tentang Lyla. Menurutnya, Lyla tidak perlu mereka kasihani. Karena Lyla pun tidak peduli dengan mereka. Contohnya, mengenai Olimpiade Matematika, Lyla bilang tidak tak akan ikut, tapi akhirnya Lyla malah ikut.

Bukankah Lyla bilang kalau ayahnya yang memasukkan namanya? kata Nest, mengingatkan. Karena menurutnya kejadian itu bukan salah Lyla.

Kau sangat setia, komentar Mind, sinis.

Kenapa kau punya banyak masalah dengan Lyla? tanya Sonar, ingin tahu.

Tutup mulutmu. Aku tahu kalau …” balas Mind. Tapi Nest langsung menghentikannya.


Akhirnya Sonar, Mind, dan Nest, mereka bertiga berhenti membahas tentang Lyla. Kemudian Mind mengajak mereka berdua untuk kembali ke tenda, karena mereka juga tak akan bisa menemukan geng Gel dan Nest juga sudah tak sanggup.

Kau terus memanfaatkannya sebagai alasan karena takut melanjutkan, kan? keluh Sonar, kesal.

Alasan apa? Kau tak lihat apa? Apa kau bahkan peduli padanya? balas Mind dengan sikap keras.

Melihat Sonar dan Mind berdebat karenanya, Nest pun memberitahu Mind bahwa dirinya baik- baik saja. Dan dia bisa tidur diluar sini.

Tengah malam. Ketika Mind terbangun dan melihat Sonar masih tidur, dia bangun dan mendekati Nest serta membangunkannya. Lalu sebelum Nest sempat bersuara, Mind memberikan tanda supaya Nest jangan bersuara supaya Sonar tidak terbangun. Lalu dia membawa Nest ke tempat yang agak jauh dari Sonar.

@@@


Kejadian 1

Disekolah. Ketika Mind berjalan, dia tidak sengaja melihat Sonar mencabut foto penghargaan Lyla yang ditempel dimading.

Jam Istirahat. Ketika geng Lyla berjalan melewati mading, Nest menyadari kalau foto Lyla yang tertempel dimading hilang. Jadi diapun berhenti berjalan dan memberitahu Lyla.



Kurasa mereka mungkin iri padamu, kata Mind, berkomentar.

Itu pasti ulang orang bodoh, kata Sonar, ikut berkomentar. Dia bersikap seperti biasa, seperti bukan dia pelakunya. Mereka melakukan ini karena tak tahu cara mengalahkanmu, jelasnya. Mendengar itu, Mind melirik Sonar.

Abaikan saja mereka, kata Nest, menghibur Lyla.

Ya. Aku tak peduli. Aku tak punya waktu untuk orang seperti mereka. Ayo pergi, kata Lyla, bersikap acuh.

Aku akan minta OSIS untuk memasangnya lagi, hibur Sonar, bersikap seperti sahabat yang baik.



Kejadian 2

Dikamar mandi. Ketika Mind keluar dari bilik kamar mandi, dia tidak sengaja melihat Sonar dan Lyla yang sedang bertengkar.

Sonar marah kepada Lyla, karena Lily dirudung sangat parah, tapi Lyla malah bersikap tidak peduli dan tidak mau melindunginya. Sayangnya, walaupun Sonar marah, Lyla tetap bersikap tidak mau tahu dan tidak peduli.

Aku juga temanmu! Apa kau tak akan membantuku sama sekali? tanya Sonar.

Mungkin kalian layak mendapatkannya, balas Lyla, tidak peduli sama sekali. Dan mendengar itu, Sonar pun menamparnya.

@@@

Mind memberitahu Nest bahwa sebenarnya Sonar sangat membenci Lyla. Lalu dia juga curiga kepada Sonar, karena Sonar tampak terlalu tenang dan tidak takut sama sekali. Jadi dia merasa kalau ini adalah rencana Sonar.

Kenapa dia membunuh Mac dan Lily? tanya Nest, tidak percaya bahwa Sonar mencurigakan. Selain itu, dia bersama kita saat Lily tenggelam.

Entah bagaimana dia bisa melakukannya. Tapi coba pikirkan ucapannya, balas Mind. Sekarang dia menyuruh kita keluar dari tenda. Apa yang dia pikirkan? tanyanya.

Dia memikirkan Gel dan Fone yang hilang, jawab Nest. Dan dia merasa ini alasan yang masuk akal.



Walaupun alasan Sonar mengajak mereka meninggalkan tenda, didasarkan oleh alasan yang masuk akal, yaitu untuk mencari geng Gel dan Fone yang mencuri barang mereka. Tapi Mind tetap mencurigai Sonar. Karena ada beberapa hal yang tidak masuk akal menurutnya. Yaitu saat Sonar bilang bahwa dirinya pergi mencari Dan serta Bew. Untuk apa Sonar pergi mencari Dan serta Bew. Kepadahal sebelumnya, Sonar sendiri yang memberitahu mereka untuk waspada kepada Bew. Lalu mereka sudah menyuruh Sonar untuk berjaga ditenda, tapi kenapa barang mereka tetap bisa hilang dicuri. Juga benarkah geng Gel dan Fone yang telah mencuri barang mereka atau tidak.

Sebenarnya, Nest sama sekali tidak curiga kepada Sonar, tapi setelah mendengar analisis Mind. Dia jadi ragu dan tidak tahu harus perbuat apa.

Berhati- hari saja jika didekatnya, kata Mind, mengingatkan Nest.

Post a Comment

Previous Post Next Post