Friday, November 24, 2017

Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 4 – 1

0 comments


By : Hunan TV
Perawat memberitau bahwa kondisi adiknya Zifeng sudah stabil dan tidak dalam kondisi kritis lagi, jadi mereka bisa mengunjungin nya sekarang. Tapi sebelum itu, Zifeng diharuskan untuk membayar tagihan medisnya dulu, lalu setelah cairan infus milik Zichen telah habis, maka Zichen sudah bisa keluar.

Saking senangnya, Yiyi malah memakan makananan yang seharusnya ia berikan ke Zifeng tadi. Tapi Zifeng sama sekali tidak memikirkan itu dan segera pergi. Dan Yiyi sendiri pun segera mengikutinya.


Zifeng menemui adiknya yang masih belum sadarkan diri. Dan saat Zichen akhirnya bangun, Zifeng merasa sangat lega serta segera menanyakan keadaan adiknya itu.

“Kenapa kamu disini? Kompetisi mu gimana?” tanya Zichen lebih mencemaskan Zifeng.
“Aku kalah,” balas Zifeng.

Mendengar itu, Zichen segera marah dan menyuruh Zifeng untuk pergi. Yiyi yang berdiri disampingnya, mencoba untuk menenangkan Zichen dan memberitahunya bahwa walaupun Zifeng kembali sekarang, kompetisi telah berakhir.

Dengan perasaan sedih, Zichen berteriak dengan lemah menyuruh Zifeng untuk pergi dan menjauhinya, karena ia sama sekali tidak mau melihat Zifeng lagi, ia kecewa. Yiyi pun meminta Zifeng untuk pergi dulu. Jadi Zifeng pun keluar dari ruangan.

Yiyi membantu menlap air mata Zicheng dan ia juga meminta Zicheng untuk tidak menangis lagi serta berkata bahwa jika ia berada diposisi Zifeng, maka ia juga akan melakukan hal yang sama. Tapi dengan perasaan makin sedih, Zicheng bercerita bahwa Yiyi tidak tau apa-apa. Ini bukan hanya sebuah kompetisi, tapi ini adalah kesempatan bagi kakaknya.

“Karena penyakitku, kakakku menjadi seorang petinju. Setiap hari aku melihatnya pulang dengan terbungkus memar. Apa kamu tahu betapa sakitnya hatiku?” cerita Zichen.

Suatu hari, Zichen memasakkan sup hangat untuk kakaknya, tapi saat kakaknya pulang. Kakaknya terlihat sangat kesakitan, wajahnya penuh dengan memar, dan bahkan untuk berjalan saja ia terlihat kesakitan.

Tapi dengan senyum, Zifeng memberikan uang hadiah miliknya untuk dipakai membayar biaya pengobatan Zicheng. Melihat uang sebanyak itu, Zichen merasa heran, tapi dengan tenang Zifeng memberitahu bahwa lawannya kali ini kuat, sehingga ia bisa mendapatkan banyak uang.
“Kak, aku minta maaf. Aku sangat menyesal. Aku akan berhenti menemui dokter. Tolong berhentilah bertinju,” kata Zichen dengan sedih dan sangat menyesal. Tapi Zifeng dengan penuh perhatian, menenangkan adiknya itu untuk jangan bersedih.
“Kakak ku hanya lebih tua, dua menit dariku. Hanya karena dua menit itu, aku dibiarkan menjadi beban keluarga kita. Akhirnya aku masuk kesekolah kedokteran dan mendapat beasiswa penuh. Kakak berhenti bertinju. Tapi sekarang aku menjadi beban bagi kakak lagi. Aku tidak mau.. tidak mau,” lanjut Zicheng bercerita.

Tanpa sengaja Zichen melihat kertas tagihan biaya rumah sakit dan ketika itu ia segera mencabut selang infus ditangannya. Tapi Yiyi menghentikan dan memarahi Zichen serta meminta Zichen untuk makan kenyang dan hidup sehat, jangan mengecewakan keluarganya. Jika Zichen benar-benar ingin membantu keluarganya.

“Dengarkan aku, saat kamu keluar. Minta maaflah pada kakakmu, ya?” kata Yiyi sebelum meninggalkan Zichen untuk beristirahat. Dan pada saat itu, Zichen mulai menangis kembali sendirian.
Sambil menunggu Yiyi keluar, Zifeng mengambil bambu kecil didekatnya dan berlatih. Tepat ketika itu Yiyi keluar dan menyemangati Zifeng yang terlihat sedih. Karena untuk Zifeng bisa mengalahkan Erhao saja, itu sudah luar biasa. Apalagi saat orang lain tau bahwa Zifeng hanya berlatih kurang dari sebulan saja untuk dapat mengalahkan Erhao, maka pasti mereka akan marah dan meludahkan darah mereka.
Zifeng pun berterima kasih kepada Yiyi yang telah memberitahukan kelemahan Erhao kepadanya  tadi. Tapi tiba-tiba Yiyi merasa sedih dan menyesal mendengar itu, jadi ia pun meminta Zifeng untuk tidak membicarakan itu lagi. Karena awalnya ia tidak pernah menyangka bahwa Zifeng akan mengalahkan Erhao.

Saat Hu tiba, Yiyi pun segera pamit untuk pergi. Dan dengan rendah hati, saat Zifeng mengucapkan terima kasih padanya, Yiyi tersenyum pada mereka dan menyuruh mereka untuk tidak berterima kasih.

Hu segera menggoda Zifeng dan ketika itu Zifeng tersadar bahwa ia lupa menanyakan nama Yiyi lagi. Tapi Hu menyebutkan bahwa Zifeng tidak perlu khawatir, karena jika memang mereka bertakdir, maka mereka pasti akan bertemu lagi.
Petugas administrasi memberitahu Zifeng bahwa semua biaya adiknya telah dibayarkan sampai lunas oleh seorang gadis yang barusan bersama Zifeng.
Didalam mobil Yiyi merasa sangat bangga pada dirinya sendiri, katanya,”Seseorang benar-benar merasa baik, setelah melakukan perbuatan baik.”

Ditempat lain, Erhao berhasil memenangin kompetisi tersebut. Tapi Kang yang merasa heran bagaimana bisa seorang pemula mengalahkan Erhao, padahal ia aja tidak bisa. Maka Kang pun mulai merasa bersemangat untuk dapat melawan pemula itu.

Mereka berdiri keatas panggung bertingkat dan menerima medali kemenangan.
Seorang pria memberitahu pada muridnya bahwa masih banyak orang hebat yang tidak terduga, seperti Erhao, Kang, dan juga pria misterius, Zifeng.
Erhao akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal disini. Karena awalnya ia telah meremehkan orang-orang disini, ga taunya dia malah kalah. Jadi tidak peduli apapun, apakah suatu saat ia mejadi musuh atau tim dengan Zifeng. Ia sangat ingin dapat bertarung dengan Zifeng lagi.

Membaca berita diinternet, Zifeng merasa terkejut mengetahui bahwa Erhao bisa menang. Mendengar itu Zichen dan Hu menyemangati Zifeng untuk terus berlatih dan mencoba lagi tahun  depan.

Zifeng bersikap rendah hati, ia menggangap ini Cuma karena keberuntungannya saja. Tapi Zichen dan Hu tetap menyemangati Zifeng. Karena jika Zifeng bisa mengalahkan sang juara kali ini, maka jika ia terus berlatih, ia akan menjadi lebih hebat lagi.

Zhenyu dan Shaoqiang sama-sama mencoba untuk menghubungi Zifeng. Tapi sayang nya, nomor milik Zifeng yang tertulis di form dirinya, salah. Sehingga mereka berdua sama-sama tidak bisa menghubungin Zifeng.

Zhenyu dan Shaoqiang sama-sama protes kepada petugas kompetisi, yang ternyata telah salah menuliskan data, saat ia menerimanya. Sehingga kini mereka sama sekali tidak memiliki informasi apapun tentang Zifeng, nomor hp bahkan alamatnya.


Lalu mereka sama-sama menghubungin seseorang untuk menemukan keberadaan Leng Zifeng dan orang yang mengajarinya.

No comments:

Post a Comment