Tuesday, November 28, 2017

Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 5 – 1

0 comments


 By : Hunan TV
Zichen telah menunggui Zifeng untuk bersiap dan setelah itu dengan serius ia mengajari kakaknya belajar, sehingga nanti kakaknya bisa lulus untuk masuk ke universitas. Tapi sayangnya, Zifeng benar-benar tidak mengerti sama sekali, jadi ia pun mulai mengeluh bahwa lebih baik ia dipukuli oleh Tiger.


Mendengar pembicaraan kedua anaknya, Leng terlihat sedih. Ia naik keatas dan masuk kedalam kamarnya, lalu ia mengambil fotonya bersama istri dulu. Dan dengan sedih ia bertanya,”Xiao Hui, apa yang harus aku lakukan?”

Leng pun teringat akan perkataan sahabatnya Li (Papa Hu) kemarin. Dan mulai bertanya-tanya pada dirinya lagi, haruskah ia mengikuti saran dari sahabatnya, yaitu untuk membiarkan Zifeng yang kurang dalam belajar untuk mengikuti jejaknya dulu saja.


Pagi hari, saat anak-anaknya bahkan belum bangun. Leng sudah bersiap didapur, ia mengambil secangkir beras dan memasaknya dinapan begitu saja, tanpa air atau bumbu apapun. Hanya beras.


Dan ketika itu Zifeng keluar dari kamarnya, Leng langsung berbicara dengan anaknya itu. Leng merasa menyesal kepada Zifeng, karena telah membuat Zifeng sampai harus mengabaikan study nya itu, hanya demi agar dapat membantu membayarkan biaya perawatan Zichen. Leng juga mengakui bahwa Zifeng tidak terlalu cocok untuk belajar, tapi berkelahi tidak bisa menjadi karir seumur hidup untuknya.

“Sudah saatnya kamu belajar hal lain. Aku ingin mengajarkan teknik rahasia padamu, yaitu sesuatu yang telah dengan susah payah aku teliti dan kembangkan selama beberapa tahun,” jelas Leng.


Zifeng terlihat bingung dengan perkataan Ayahnya, tapi Leng langsung menjelaskan lagi bahwa teknik rahasianya itu adalah untuk meningkatkan kelincihan pergelangan tangan. Dan itu bisa saja menjadi sesuatu profesi untuk Zifeng, bahkan bisa memberikan Zifeng rasa pencapaian yang tinggi.

Setelah Zifeng setuju, Leng mengajaknya kedapur, lalu ia mulai melanjutkan memesak beras tadi. Dan hal itu membuat, Zifeng kebingungan, jadi ketika baru sebentar saja ia memasak beras itu, ia langsung mematikan api kompornya.

“Menyuruhmu belajar sama seperti menyuruh kamu untuk mati. Jadi belajarlah untuk memasak itu. Aku akan mengajari kamu resep unik yang berbeda, keterampilan memotong, dan kontrol api, yang telah aku perlajari dulu. Jika kamu berhasil membalik panci dengan baik, kamu akan memiliki nasi yang mantap untuk dimakan seumur hidup,” jelas Leng.

Leng menjadi tambah bingung dan mengira bahwa Ayahnya sedang ingin mengajarkan cara memasak yang benar kepadanya. Jadi ia pun pamit untuk bersiap-siap dan pergi bekerja. Tapi Ayahnya langsung menahannya dan mengingatkan bahwa mulai sekarang, ketika Leng telah selesai bekerja, ia harus pulang dan mempelajari cara membalik makanan yang ada diatas panci itu.

Leng benar-benar telah salah pamah mengenai maksud Ayahnya, jadi ia menyuruh Ayahnya untuk tidak perlu mencemaskan dirinya. Lalu setelah itu dengan cepat, Leng segera masuk kedalam kamarnya.

Melihat sikap anaknya itu, Leng jadi tambah khawatir akan masa depan anaknya nanti.



Tepat ketika itu, Li menelpon dan memberitahu Leng sebuah kabar baik. Yaitu ia bisa membeli gym tinju milik Boss Chen (Mantan pemilik gedung kompetisi tinju). Lalu Li juga mengajak Leng untuk bertemu dan mengobrolkan hal itu lebih lanjut nanti.

Saat akan makan siang, Zifeng melihat sebuah tempat kecil yang berisikan kacang kenari serta sebuah memo tempel kecil dari adiknya, Jangan lupa alasanmu berlatih anggar. Makanlah beberapa kenari untuk melengkapi otakmu. Kita akan belajar bahasa inggris malam ini.

Zifeng tersenyum membaca itu, lalu ia mulai mengingat alasan awalnya untuk berlatih anggar, yaitu karena ia melihat Erhao yang sedang bertarung. Dan dengan penuh bersemangat, Zifeng memakan kenari yang di berikan oleh Adiknya, lalu ia mulai menaiki hondanya menuju ke Universitas Zhenyu.


Disana Zifeng main langsung masuk kedalam kelas dan mengenalkan dirinya kepada mereka, berkata bahwa ia ingin bergabung dan masuk ke Zhenyu Universitas. Tapi mereka malah mengatai Zifeng, karena mereka salah paham, mengira bahwa Zifeng mau bergabung klub tinju bukan anggar.

Zifeng dengan penuh percaya diri menyebutkan dulu ia adalah raja petinju yang luar biasa, tapi dimasa depan nanti ia adalah seorang jenius anggar.


Seorang wanita disana (mungkin guru ya), mengira bahwa Zifeng merupakan mata-mata Aosheng Universitas. Dan tentu saja Zifeng segera menyangkal, lalu ia segera membungkuk dan meminta mereka untuk memberikan kesempatan padanya. Tapi mereka malah mengangkat Leng keluar dari Zhenyu Universitas serta mengusirnya untuk tidak pernah datang lagi.


Ditempat lain. Dikantor. Zhenyu masih bingung harus mencari Zifeng kemana. Tepat ketika itu, wanita dikelas tadi yang mengusir Zifeng keluar, datang untuk melaporkan hasil dari test tim B kepada Zhenyu. Dan ketika itu tanpa sengaja, wanita itu melihat biodata milik Zifeng yang ada diatas meja.

Zhenyu heran bagaimana wanita itu tau, jadi wanita itu menjelaskan bahwa sebelumnya Zifeng datang kedalam kelas, tapi kini ia telah mengusirnya. Dan dengan heran Zhenyu bertanya mengapa wanita itu mengusir Zifeng, lalu ia pun menyuruh wanita itu segera pergi dan membawa kembali Zifeng.


Didojo. Li menjelaskan dengan rinci segala biaya sewa selama enam bulan serta semua peralatan didalam klub dan dengan senang ia juga memberitahu Leng bahwa Zifeng bisa mulai bertinju lagi. Mendengar itu Leng pun merasa sangat berterima kasih kepada Lin yang telah banyak membantunya.

Tapi Li sama sekali tidak masalah, karena ia sendiri telah menganggap Leng sebagai saudaranya sendiri. Lagian Zifeng adalah merk emas yang bergerak ditahap pertarungan tinju.


Tepat ketika itu, Shaoqiang mengunjungi dojo Li dan menanyakan tentang keberadaan Zifeng. Karena ia ingin sekali dapat merekrut Zifeng untuk masuk ke sekolah anggarnya. Tapi saat itu Li mengingat kemarahan Leng padanya, jadi dengan tegas ia menolak dan menyuruh Shaoqiang untuk pergi.

Sayangnya, saat itu Zhaoqiang dan Li berbicara didekat gerbang masuk. Sedangkan Leng berada didalam dojo. Sehingga Zhaoqiang dan Leng tidak bertemu. Dan saat Leng bertanya, Li tidak menjawab dengan jujur, ia malah mengatakan bahwa itu adalah seorang agen real estat. Lalu Li juga meminta Leng untuk tidak sembarang mengangkat telpon dari orang asing atau membuka pintu rumahnya juga.

Di Zhenyu Universitas. Wanita itu (Pelatih), ia menanyakan kepada murid-muridanya apakah mereka telah menemui Zifeng, tapi sayangnya tidak. Jadi ia menyuruh mereka untuk mencari lagi. Mendengar itu murid-muridnya pun heran dan bertanya siapa sebenarnya Leng Zifeng.

“Ke siapa aku harus tanya? Aku juga ingin tau siapa dia. Sudahlah. Cari aja dia,” balas Pelatih.

Dimall. Yiyi dan Mamanya belanja bersama. Saat itu dengan lancar sekali, Yiyi mulai mengambil satu persatu snack makanan dari rak pajangan yang ia lewati, sehingga Mama pun mulai mengomeli dia. Dan saat Yiyi melihat bahwa Mama juga ikut mengambil, ia pun segera mengeluh bahwa Mamanya juga sama.

Mama pun segera menjelaskan bahwa ia mengambil itu untuk diberikan pada Wushuang nanti, karena Wushuang suka sekali lupa untuk makan, jadi kalau ia tidak menyiapkan beberapa untuknya nanti, bisa-bisa Wushuang malah menjadi dewa abadi lagi (Dewa tidak perlu makan).

Mendengar itu Yiyi tambah mengeluh dan agak ngambek. Jadi demi menenangkan anaknya itu, Mama pun menawarkan bahwa Yiyi boleh membeli apapun. Jadi dengan senang Yiyi segera mengajak Mamanya untuk belanja lagi.


Saat mereka berdua baru saja keluar dari mall, mereka malah bertemu dengan Perempuan yang pernah dikalahkan oleh Wushuang (baca ep.1) lagi. Jadi Yiyi segera berbisik mengajak Mamanya untuk berlari bersama dengan kencang.

Dan tanpa diberi aba-aba, mereka melemparkan semua belanjaan mereka kepada mereka dan segera berlari-lari dengan kencang untuk menghindari kejaran mereka.


Tepat ketika itu, saat Mama sedang berlari, ia kebetulan berpapasan dengan Zifeng. Dan dengan tatapan terpesona Zifeng menyebut Mama dengan sebutan ‘Gadis Cantik’

Dan pada saat yang hampir bersamaan, Yiyi juga sedang berlari, tapi tanpa sengaja ia malah menabrak Zifeng. Jadi Zifeng pun segera menolongnya.

Mama merasa heran karena Yiyi tidak lagi berlari, jadi ia pun kembali untuk menghampiri anaknya. Dan tepat lagi-lagi, ketika itu orang-orang yang mengejar Yiyi dan Mama melihat mereka, jadi Zifeng segera bertarung untuk menolong mereka.

Setelah selesai bertarung, Zifeng heran melihat Yiyi yang menatapnya dengan sangat bersemangat, jadi ia pun bertanya. Tanpa diduga Yiyi malah menjawab,”Bukan hanya kau yang memikirkanmu, seluruh keluargaku.”

Zifeng tambah heran, menurutnya jawaban Yiyi terlalu dibesar-besarkan. Bahkan Mama juga merasa seperti itu.

“Yo, cece, begitu muda dan cantik banget. Anda begitu kuat ya,” puji Zifeng kepada Mama. Jadi dengan malu-malu, Mama memuji Zifeng yang sangat pandai berbicara. Dan melihat itu, Yiyi juga ikut mengatakan bahwa Zifeng sangat pandai membuat Mamannya bahagia.


Saat itu, orang yang telah dikalahkan oleh Zifeng tadi, bangkit dan akan menyerang Zifeng dari belakang. Tapi dengan sigap, setelah melihat penunjuk dari Mama, Zifeng segera berbalik dan mneyerang orang itu lagi, sehingga mereka ketakutan dan pergi dari sana.

“Jangan seenaknya memanggilku Mama. Kamu menghancurkan reputasi ku,” bisik Mama pelan kepada Yiyi anaknya itu sambil melihat Zifeng dengan terpesona.

“Aku merasa kasihan pada Papaku selama tiga detik,” balas Yiyi.


Mama segera mendekati Zifeng dan memuji kehebatannya. Lalu Yiyi pun memperkenalkan dirinya dan memberitahu kepada Mamanya bahwa Zifeng adalah orang yang dicari-cari oleh Papanya. Dan mereka pun menawarkan Zifeng untuk masuk ke Universitas Zhenyu.


Dengan sangat gembira. Zifeng melompat kegirangan, karena akhirnya ia berhasil.

No comments:

Post a Comment