Sunday, November 26, 2017

Sinopsis K-Drama : Avengers Social Club Episode 3 - 1

0 comments


 Images by TVN
Soo Gyum berusaha untuk membuat kesepakatan bersama Jung Hye, yaitu jika Jung Hye mau bekerjama sama dengannya untuk membalas dendam, maka ia akan pergi dari rumahnya ini tahun depan. Tapi Jung Hye sama sekali tidak setuju dan menyuruh Soo Gyum untuk keluar dari rumahnya sekarang juga, jika ia memang ingin keluar.
Soo Gyum merasa buruk dengan kedua orang tuanya yang tidak menginginkan dia dan membuang dia sesuka mereka, bahkan sekarang mereka yang memutuskan cara hidupnya. Maka dari itu, Soo Gyum merasa sangat ingin membalas dendam dan memotong hubungan nya dengan kedua orang tuanya itu. Lalu sampai ia lulus, ia akan berpura-pura menjadi anak yang baik dan setelah cukup umur, ia akan pergi. Tapi Jung Hye tidak mau, karena menurutnya, ia dan Soo Gyum tidak memiliki hubungan apapun serta persoalan ini bukanlah hal yang mudah, ini adalah masalah orang dewasa.
Merasa frustasi dan marah mungkin, Soo Gyum mengejar Jung Hye yang mau pergi begitu saja. Dan berkata dengan keras, katanya,”Apa kamu menyuruhku untuk tetap diam sampai aku dewasa? Aku tidak bisa.”

Tepat ketika itu Byung Soo pulang dan melihat mereka sedang bersama, lalu iapun bertepuk tangan dengan senang, menyadarkan mereka berdua. Lalu Byung Soo pun memberikan oleh-oleh yang dibelinya kepada mereka berdua. Untuk  Soo Gyum, ia memberikan Tablet.

Dan untuk Jung Hye ia memberikan kalung, tapi saat Jung Hye melihatnya, ia berkata bahwa itu adalah anting. Maka Byung Soo membalas bahwa itu adalah anting. Tapi Jung Hye membalas bahwa itu benar kalung. Lalu ia pun pergi ke kamarnya.
Didalam kamar, Jung Hye mulai memikirkan semuanya. Dan ketika itu, ia melihat kotak musik miliknya terbuka.

Dicafe biasa, Jung Hye bertemu dengan geng balas dendamnya. Ia menceritakan segalanya tentang perkataan Soo Gyum yang ingin bergabung bersama dengan mereka. Tapi mereka berdua menolak, karena walaupun Soo Gyum bisa berguna untuk mereka, tapi tetap saja dia masih seorang anak kecil. Dan jika mereka pura-pura membantunya, itu sama aja dengan mereka memanfaatkan anak kecil.

Do Hee menanyakan pada Jung Hye, seperti apa sebenarnya Soo Gyum itu. Tapi Jung Hye tidak terlalu yakin dan bertanya haruskah ia menyelidikinya.
Disekolah. So Yeon sedang sibuk mengepeli tangga sekolah dan Soo Gyum berdiri dibelakang nya serta
menyindir dia untuk jangan mendorongnya. Mendegar itu So Yeon tidak terima dan membalas bahwa (Hee Soo) dia sendiri yang jatuh.

“Kamu melihatnya, tapi kamu pergi, kan? Yah, jika nanti tidak ada yang tau dan sesuatu yang buruk menimpanya, maka seseorang akan dituduh atas kasus kematiannya,” balas Soo Gyum.

So Yeon menyangkal bahwa ia tidak bersalah, karena Hee Soo terjatuh sendiri jadi ga mungkin bisa disebut pembunuhan. Mendengar itu, Soo Gyum pun pergi.

Tepat ketika itu, dari jendela Soo Gyum melihat anak-anak nakal itu masih saja terus mengolok-ngolok Hee Soo. Bahkan mereka sampai mengejek Hee Soo karena sudah tidak punya Ayah, juga Ibunya yang seorang penjual ikan. Mendengar itu Hee Soo pun mulai menjadi emosi.

Melihat hal tersebut, Soo Gyum mengambil ember yang dibawa So Yeon dengan alasan ingin membantunya. Lalu dengan sengaja Soo Gyum membuang air bekas pel tersebut dari jendela, sehingga mengenai anak-anak nakal itu. Setelah itu, ia mengembalikan ember itu, tapi baru saja akan pergi, ia seperti teringat sesuatu dan ia segera mengambil ember dan pel yang dipegang So Yeon.
Tidak terima akan hal itu, anak-anak nakal itu naik kelantai 3 dan mencari siapa pelaku yang telah berani menyiram mereka. Dan ketika itu, So Yeon berbohong bahwa Soo Gyum lewat lurus kedepan, padahal sebenarnya Soo Gyum ada didekat tangga.

Setelah anak-anak nakal itu pergi, Soo Gyum keluar dari balik tangga dan mendekati So Yeon, berbisik didekat So Yeon, katanya,”Daripada menjadi pelakunya, akan lebih baik memnjadi kaki tangan. Mendengar itu, So Yeon segera merebut barangnya dari Soo Gyum.
Do Hee mengembalikan uang yang diberikan oleh Jung Hye kemarin kepada anaknya, jika tidak mereka tidak bisa maju bersama. Menurut Do Hee, jika seseorang terjebak oleh uang, orang itu bisa berubah menjadi monster dalam sedetik.

Jung Hye terlihat ragu menerima itu kembali. Jadi Mi Sook membantu Do Hee dan memaksa Jung Hye untuk mengambil itu kembali. Dengan agak ngambek, Jung Hye mengambil kembali uangnya dan dengan polos juga bertanya apa lain kali ia tidak boleh memberikan Hee Soo uang jajan.

Do Hee pun tertawa dan menyuruh Jung Hye untuk membelikan nya ramen saja, itu sudah cukup. Tapi si polos Jung Hye malah bertanya apakah 500 ribu boleh. Me ndengar itu pun mereka jadi tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Bahkan Mi Sook terlihat agak ragu,”Kita bertiga kedepannya akan baik-baik saja, kan?” tanyanya. Tapi mereka hanya diam.
Disekolah, saat Soo Gyum ingin bolos jam pelajaran terakhir. Tiba-tiba Hee Soo datang kekelasnya lagi menemui Soo Gyum untuk mengucapkan terima kasih. Tapi karena sudah bosan dengan roti, Soo Gyum mengajak Hee Soo untuk bertanding dengannya.
Berdua. Soo Gyum dan Hee Soo bermain game di game  center serta terus saja saling bertanding untuk melihat nilai siapa paling tinggi, siapa paling hebat.
Saat berada ditoko Do Hee, lagi seperti biasa Jung Hye terlihat seperti sangat menyukai kopi instant disana. Disana setelah berpikir lama, Jung Hye memutuskan untuk tidak memasukan Soo Gyum kedalam klub mereka.

Tepat ketika itu, Hee Soo datang kesana bersama dengan Soo Gyum dan memperkenalakan Soo Gyum kepada Ibunya sebagai penyelematnya saat ia terjatuh dari tangga dulu. Tapi Jung Hye terlihat seperti pura-pura tidak mengenal Soo Gyum, begitu pun dengan Soo Gyum, karena ia melihat Jung Hye diam.
Do Hee memperlakukan Soo Gyum dengan baik, ia mengambilkan kursi untuknya dan meletakan itu pas disamping Jung Hye. Pada saat itu Jung Hye berdiri dan pamit pada mereka, tapi sebelum itu, ia memberikan uang jajan kepada Hee Soo.

Melihat itu Soo Gyum berteriak mengucapkan hati-hati dijalan kepada Jung Hye.

Saat pulang Soo Gyum berteriak untuk memberitahu Jung Hye, lalu ia pergi kedapur dan menanyakan kepada pembantunya, apakah ia Jung Hye telah makan. Dan setelah ia mendengar bahwa Jung Hye belum makan, Soo Gyum menyuruh pembantu itu pulang.

Jung Hye mencium wangi makanan yang sangat enak. Tapi ia masih saja terus berpikir, apakah jika Soo Gyum bergabung, ia akan berkhianat atau tidak.

Pada saat itu, Soo Gyum datang membawa rame seafood (bahan yang ia beli ditoko ikan Ibu Hee Soo tadi) untuk Jung Hye. Lalu ia menanyakan tentang kesepakatan mereka. Tapi Jung Hye segera memotong nya bahwa mereka tidak pernah membuat kesepakatan apapun.

“Kalau begitu tidak usah buat kesepakatan. Kita jadi lebih dekat aja yuk,” kata Soo Gyum.
Jung Hye tersenyum mendegar itu, lalu katanya,”Baiklah. Ayo buat kesepakatan. Aku akan sabar dan menunggu sampai tahun depan, jadi kamu tidak harus melakukan itu, menjadi lebih dekat,” balasnya.
Hee Kyung pulang kerumah dan mengabarkan dengan gembira bahwa akhirnya ia berhasil mendapatkan pekerjaan. Yaitu sebagai guru olahraga kontrak disekolah Hee Soo. Mendengar itu Do Hee merasa gembira sangat bersama dengan putrinya.

Tapi Hee Soo hanya duduk dan melihat itu Ibu serta kakaknya melompat-lompat.

Dirumah, Mi Sook mengetok pintu kamar So Yeon dan memanggilnya, tapi ia tidak berada disana. Jadi dengan segera Mi Sook masuk kedalam dan membersihkan kamar So Yeon, tempat tidurnya, lemari, bahkan seragam anaknya. Lalu saat ia mengingat kata anaknya dulu, ia tampak agak sedih.
Diam-diam saat kamar gelap dan tampak sepi, Soo Gyum masuk dan menyentuh kotak musik milik Jung Hye. Tapi tiba-tiba saja Jung Hye masuk dan menayalakan lampu, lalu ia memarahi Soo Gyum yang telah berani masuk kekamarnya, bahkan juga memegang barang miliknya.

Soo Gyum berusaha untuk membela diri, tapi Jung Hye segera menyuruh nya keluar dengan tegas. Dan saat Jung Hye melihat bawah mainan miliknya yang telah rusak saat itu, ternyata saat ini sudah benar/baik. Jung Hye terlihat kaget.

Dikamarnya, Soo Gyum melihat jarinya yang terluka. Karena ternyata saat malam-malam, Soo Gyum berusaha untuk memperbaiki mainan milik Jung Hye itu, jadi tanpa sengaja ia melukai jarinya sendiri.

Saat pagi hari, Do Hee mengingatkan putrinya Hee Kyung untuk bekerja dengan baik. Ditempat lain, pagi-pagi sekali, ternyata Soo Gyum sudah berangkat sekolah duluan. Dan saat itu, dengan sedih Jung Hye memandang kearah bangku Soo Gyum biasanya.
Disekolah, saat Hee Kyung masuk dan memperkenalkan dirinya kepada kepala sekolah serta menjabat tangannya. Kepala sekolah itu malah tampak genit dan tidak mau melepaskan tangan Hee Kyung, bahkan ia juga memegang-megang lengan Hee Kyung dari atas ke bawah.

Sebenarnya Hee Kyung tampak risih, tapi ia tetap tersenyum dan berusaha berpikir positif.

Hee Kyung pulang dengan lemas, sebelum ia masuk kedalam rumah, ia duduk diluar sebentar. Dan saat ia masuk, Ibu dan adiknya segera menyambutnya dengan perayaan hari pertamanya  bekerja. Melihat itu Hee Kyung tampak sedih.

Bahkan saat adiknya memberikan seragam olahraga baru padanya, Hee Kyung malah menangis dan berkata bahwa mungkin saja ia akan dipecat.
Saat sedang makan bersama dengan para guru dan kepsek. Si kepala sekolah itu terus menyentuh paha Hee Kyung, walaupun Hee Kyung telah berusahan menyingkirkan tangannya berkali-kali. Jadi dengan sengaja, Hee Kyung sengaja menyenggol mangkuk berisi kuah panas dan mengenai si Kepala Sekolah itu.

Mendengar cerita itu Do Hee dan Hee Soo merasa kesal, tapi karena Hee Kyung menghentikan mereka serta karena mereka tidak tau alamat si Kepala Sekolah. Do Hee tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mendesah kesal.
Jung Hye pergi ke kamar Soo Gyum, tapi ia terlihat ragu untuk mengetok dan membuka pintu itu. Tiba-tiba saja ia mendapatkan sms dari Do Hee, begitu juga dengan Mi Sook.

Ditempat lain, dibar. Para suami dan kepala sekolah saling bertemu. Dan saat si kepala sekolah mengatakan bahwa istri hanya sebagai hiasan saja, mereka berdua malah tertawa keras serta menyetujui hal itu.

Lalu Kepalas Sekolah juga menawarkan bantuannya kepada Prof. Baek untuk membantu dia dalam pencalonannya. Jadi Prof. Baek untuk memintanya untuk melakukan acara pertemuan orang tua murid. Dan ia pun menyanggupi itu.
Ditempat lain, dihalte bus. Do Hee bertemu dengan para istri dan menceritakan masalahnya, tapi sayangnya, ia tidak bisa menuntut si Kepala Sekolah, karena dari keterangan Hee Kyung mereka tidak mungkin bisa menyelesaikan itu dengan legal, bahkan mereka juga tidak punya bukti.
Jadi Jung Hye menyarankan agar mereka merayunya dan mengambil bukti, tapi karena Kepsal Sekolah mengenal mereka berdua, maka Do Hee yang harus melakukan itu. Dan ketika Do Hee membayangkan hal itu, ia merasa tidak akan berhasil, karena tidak mungkin si Kepsek mau dengannya.
Mi Sook menyarankan agar mereka mengumpulkan para siswa, tapi tampaknya itu sangat sulit. Jadi Jung Hye menimpali agar mereka memotong si Kepsek, tapi itu bukan cara mereka dan itu juga tidak bisa.


Akhirnya Jung Hye menyuruh mereka berdua untuk memikirkan rencana milik mereka masing-masing dan setelah itu mereka akan kumpul kembali serta mendiskusikan nya bersama.

No comments:

Post a Comment