Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 6 – 1



 By : Hunan TV
Zifeng membuka surat yang diterimanya, lalu dengan sangat gembira ia berteriak dan menujukan itu kepada Hu dan adiknya.

Selamat. Anda telah diterima didepartemen anggar sekolah kita. Silahkan melapor ke sekolah kita pada tanggal 15 September dengan pemberitahuan penerimaan ini.

Sebelum hari keberangkatan, seperti biasa Hu sebagai perekam dan Zifeng sebagai tokoh utama. Melalui video itu, Zifeng memberitahu semua penggemarnya bahwa ia akan pergi belajar keluar negeri dan meminta mereka untuk tetap mendukung dojo Hu. Bahkan Zifeng sempat bercanda dan menyebutkan bahwa ia pergi bukan karena ia memiliki anak, tapi memang mau berlatih.


Dihari H. Zifeng telah menyiapkan barang milik nya dan memasukan itu semua kedalam taxi yang akan mengatarnya. Tapi sebelum ia pergi, Papa Leng memberitahu, agar sesampainya Zifeng di Bangkok, ia harus menghubungin mereka.

Zifeng terlihat bersalah dan susah untuk menjawab, maka Zichen mengambil alih dan menjawab bahwa mereka masih bisa menghubungin Zifeng melalui WeChat nanti, kalau mereka rindu.

Setelah itu Zifeng masuk kedalam taksi dan pergi. Didalam taksi ia menyuruh supir taksi itu untuk pergi ke Universitas Zhenyu, bukannya Bandara.

Dengan perasaan senang, Zifeng masuk kedalam gedung asrama nya, lalu ke kamarnya dan memeriksa isi ruangan. Lalu dengan tersenyum puas, ia merasa bahwa kamarnya tidak terlalu buruk dan juga memliki lingkungan yang bersih. Setelah itu ia pun naik keatas tempat tidur tingkatnya dan mulai bersantai.


Pada saat itu, Hu masuk kedalam kamar dengan membawa koper serta tasnya. Dan saat ia melihat bahwa seseorang sudah tiba duluan disana, ia pun menyapa,”Halo. Aku Li Hu, jurusan manajemen olahraga. Libra. Golongan darah B.”

Mendengar itu Zifeng tambah semangat dan ikut memperkenalkan dirinya sendiri. Tapi lalu mereka tertawa bersama dan Zifeng pun menanyakan alasan Hu bisa berada disana.

Hu menjelaskan bahwa ketika ia membantu Zifeng memeriksa file Universitas Zhenyu, ia melihat ada jurusan untuk manajemen olahraga, jadi ia pun juga ikut mendaftar.

Zifeng mendekati Hu dan memegang bahunya dengan kuat sekali, sehingga Hu pun merasa kesakitan dan berteriak untuk meminta pergantian kamar. Tapi Zifeng menghentikannya, lalu mulai bertanya-tanya lagi alasan Hu masuk kesana, jadi Hu pun menjelaskan alasannya.


Zifeng menyuruh Hu untuk mengurusi ruangan yang masih kosong itu, juga ia bahkan menyuruh Hu yang gila kebersihan untuk menanganin kebersihan dikamar mereka nanti. Lalu Zifeng menepuk bahu Hu dan membuat Hu tersenyum kepadanya.

“Hidup bahagia disini. Belajarlah dengan  baik ya,” balas Hu sambil menepuk bahu Zifeng juga, lalu ia pun berteriak,”Bibi asrama, aku minta pergatian ruangan.”

Lagi-lagi Zifeng menghentikannya, lalu menahan Hu dan mengelitik nya, bercanda. Lalu mereka berdua pun tertawa dengan senang.

Ditempat lain. Leng merasa heran saat ia tidak bisa menemukan tas pedang milik Zifeng, dikamar anaknya itu.

“Aneh. Dimana tas pedang milik Zifeng ya?”


Dikantin. Zifeng dan Hu sedang mengantri untuk mengambil makanan mereka, tapi tiba-tiba Zifeng mendengar orang-orang yang mengosip tentangnya, yang merupakang seorang penerima beasiswa khusus. Tapi Zifeng tidak mau memperdulikan itu dan duduk bersama Hu untuk makan.

Ada sedang makan, dua orang pria yang pernah mengusirnya dulu (baca ep 5) mendekatinya dan memperkenalkan diri mereka sebagai bagian tim saber, lebih tepatnya mereka adalah pemain cadangan tim A.

Pertama Tian Zhi yang biasa dipanggil Xia Tian atau Zhi Zhi. Dan yang kedua Meng Tianghan. Mereka berdua meminta maaf akan kelakuan mereka tempo hari itu dan apabila Zifeng ada masalah, mereka akan siap untuk membantu.

Mereka berdua lebih berani mendekat, seorang duduk disamping Zifeng dan seorang lagi menggeser Hu, agar bisa berhadapan dengan Zifeng. Lalu mereka pun menanyakan cara Zifeng mengalahkan Erhao waktu itu, yang tentu saja Zifeng jawab dengan jujur, yaitu dengan cara berlatih Death Waltz dari video.

Tapi mereka sama sekali tidak mempercayainya, sedangkan Hu tertawa disamping mereka.
Seorang pria berkaus putih menghampiri meja mereka juga, katanya,”Tim B adalah tim B. Apa nya yang cadangan untuk Tim A? Pergi!”

Mendengar itu kedua orang itu pun pergi dari meja Zifeng dengan sedikit menggerutu.


Pria itu menyuruh Zifeng untuk tidak berbaur dengan mereka tadi, karena itu bisa menarik Zifen turun kebawah. Lalu ia mengenalkan dirinya, Si Shuo atau dipanggil juga Ah Suo, ia merupakan bagian dari barisan awal tim saber.

“Sebenarnya tidak masalah. Tingkatku tidak tinggi, jadi bahkan kalau aku terseret lebih rendah, itu tidak akan bertambah buruk,” kata Zifeng menrendah. Tapi Ah Suo itu langsung membalas bahwa jika Zifeng yang bisa mengalahkan Erhao seperti itu, maka mereka pasti hanya merangkak dilantai.


Ah Suo itu membawa Zifeng ke meja lain dan memperkenalkan nya kepada anggota tim A. jadi Zifeng memperkenalkan dirinya, begitu juga dengan Nan Ming yang sedang makan dimeja itu.

Pada saat itu, Hu yang penasaran ikut mendekat dan mendengar bahwa Ah Suo meminta Zifeng untuk menantang Erhao lagi, sebagai rasangan optimal untuk memotivasi mereka.

“Itu.. kak, aku rasa itu tidak benar. Ziao Feng baru saja tiba disini,” kata Hu menjawab, apa yang seharusnya dijawab oleh Zifeng. Lalu ia mengajak Zifeng agak menjauh dan mengingatkan Zifeng,”Apa kamu bodoh? Mereka jelas menggali lubang untuk dilompati. Apa kamu tidak tahu bagaimana kamu bisa menang?”

Zifeng tidak perduli, karena sebagai petinju, ia tidak akan takut bila harus menghadapi tantangan. Lalu ia berbalik dan meng-oke kan permintaan Ah Suo.

Setelah itu Ah Suo tampak tersenyum, begitu pun dengan Nan Ming yang memberikan kode agar Ah Suo menyebarkan berita itu.

Ternyata Ah Suo pergi menemui Erhao dan menyebutkan bahwa dikantin tadi, Zifeng menyatakan pernyataan dengan berani untuk berduel dengan Erhao, yaitu Duel kematian.

Erhao tentu saja senang mendengar tantangan itu. Tapi lain dengan Wushuang yang merasa bahwa itu salah.

“Kamu hebat ya, bahkan kamu memikirkan strategi untuk mendapatkan dua harimau bertarung. Membiarkan Zifeng dan Erhao. Dengan cara ini, kamu bisa mengintimidasi Zifeng atau memberi peringatan kepada Erhao. Keduanya bagus untuk kita,” kata Ah Suo dengan semangat kepada Nan Ming

Nan Ming membenarkan semuanya dan berkata bahwa mereka harus memberikan kedua pemula itu beberapa pelajaran, sehingga mereka tidak akan memperlakukan kita yang lebih lama dengan tidak hormat.

Di waktu H, pertarungan. Wushuang meminta Erhao untuk melupakan kompetisi itu,”Bukankah kamu bilang belum waktunya untuk membunuh Leng Zifeng?”

Walaupun seperti itu, menurut Erhao jika orang lain tidak memprovokasi atau menyinggung nya, maka ia tidak akan seperti ini. Jadi karena Zifeng yang menantang duluan, maka ia terima.

Wushuang tetap berusaha untuk membujuk Erhao, tapi Erhao tetap teguh, karena jika ia menolak, makan mereka akan bergosip bahwa ia takut.


Kompetisi pun dimulai. Tapi tidak seperti sebelumnya, kali ini Erhao tidak panik saat diserang menggunakan gaya Death Waltz, sehingga ia pun berhasil menang melawan Zifeng. Dengan skor 08-00.

Saat telah selesai, Erhao menanyakan penyesalan Zifeng karena telah  berani menantangnya, tapi Zifeng sama sekali tidak merasa menyesal. Hal itu membuat Erhao mengatai Zifeng yang bahkan tidak akan bisa mengalahkan tim B.

“Kamu tunggu aja. Aku akan mengalahkan mu suatu hari nanti,” kata Zifeng tidak terima. Tapi Erhao malah mengetawainya.

“Tunggu? Aku tidak akan pernah berhenti menunggumu. Bahkan jika kamu berlatih selama 5 tahun, 10 tahun, kita akan selalu memiliki perbedaan 15 tahun. Jika kamu mau mengalahkanku, maka buatlah setiap hari 1 minggu atahu 1 bulan untuk latihan. Hanya dengan cara ini kamu bisa memiliki kesempatan,” balas Erhao.


Setelah itu Erhao mengumunkan pertandingan telah selesai. Tapi Zifeng menghentikan dan membalas Erhao lagi, sehingga Erhao pun berbalik dan memberikan pedangnya, lalu ia mengumunkan bahwa mulai hari ini Zifeng yang akan membersihkan semua peralatan anggar mereka.

Semua orang tentu senang dan bertepuk tangan untuk itu. sedangkan Zifeng terlihat sedih, pikirnya,”Sebelumnya, kemanapun aku pergi, aku membawa tepuk tangan dan sorotan. Tapi sekarang..”


Zifeng mulai membersihkan seluruh ruangan dan pada saat itu Wushuang menemuinya. Wushuang menanyakan apakah Zifeng telah selesai membersihkan pedang, tapi dengan malas Zifeng membalas bahwa seorang anak membiarkan orang tuanya mengusap pantatnya setelah dari kamar mandi, tapi kali ini mereka semua sudah dewasa, jadi harus lakuin sendiri.
Wushuang menghentikan Zifeng yang akan pergi menggunakan kata-kata. Wushuang mengatai bahwa semua hal ada aturannya, begitupun dengan tempat ini. Lalu ia juga menyebutkan bahwa setiap pertengahan bulan akan ada evaluasi, pada saat itu jika Zifeng bisa, ia tidak perlu membersihkan pedang lagi. Hal ini Wushuang katakan sebagai penggemar petir.

Mendengar itu akhirnya Zifeng sadar,”Baiklah. Petir tidak akan mengecewakan penggemarnya.”

Lalu mereka berdua pun saling tersenyum.


Zifeng pun memulai melakukan tugasnya dan membersihkan pedang satu persatu. Pada saat itu Yiyi datang menemuinya, sehingga Zifeng terlihat agak senang.

Yiyi duduk dan membantu Zifeng untuk membersihkan pedang. Lalu Zifeng juga mulai bercerita bahwa saat ia datang semua memanggilnya Kakak Zifeng, tapi setelah mereka tau ia masih awam, semua pergi lebih cepat dari pukulannya.

Mendengar itu Yiyi tertawa dan menyemangati Zifeng, setelah itu ia memberi tahu bahwa ia sengaja datang menemui Zifeng, sebelum keberangkatan nya keluar negeri, akhir pekan ini.

Dikamarnya Zifeng meratap sedih mengetahui bahwa Yiyi akan segera pergi akhir pekan ini ke Inggris. Hu yang melihat itu, menyuruh Zifeng untuk menerimannya aja, lalu ia pun menyuapi makanan nya kepada Zifeng.



Hu berusaha untuk menyemangati Zifeng, tapi Zifeng tetap saja mengulang perkataannya bahwa Yiyi akan pergi akhir pekan ini. Dan mendengar itu, Hu tidak tahan lagi dan mengambil kertas untuk menyumbat telinganya, lalu mulai makan lagi.
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 6 – 1"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN