Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis C-Movie : Duckweed - 4 End



By : Bona Film Group

Hari H pernikahan mama dan papanya atau Zheng dan Hua. Keadaan sangat ramai, para tamu juga mulai banyak berdatangan. Tapi Zheng heran dan bertanya mengapa Liu Yi belum datang juga, tapi Lang pun tidak tau juga, jadi ia mengajak mereka untuk masuk dan memulai acara.


Ditempat lain, Liu Yi bersiap memakai perlengkapannya, persis dengan apa yang dipakai oleh Zheng dulu, yaitu dua pedang yang diletakan dibelakang punggung.

Setelah itu sambil membawa tali panjang dan ia mulai berjalan dengan penuh karisma. Sesampainya diatas atap gedung, ia menurunkan talinya, lalu perlahan turun menggunakan itu.

“Semuanya, teman dan keluarga! Terima kasih sudah mau datang ke pernikahan Zheng dan Hua. Hari ini aka menjadi hari yang tidak terlupakan, seumur hidupku. Aku tidak menyangka bisa menjadi saksi untuk cinta mereka,” kata Lang memberikan kata-kata sambutan diatas panggung.

Dibelakang para tamu, Zheng mendekatkan wajahnya untuk mencium Hua, tapi dengan segera Hua menepisnya dan menyuruh Zheng untuk jangan merusak make-upnya.

Diatas panggung, Lang masih sibuk bercerita kepada para tamu. Sehingga melihat itu, Hua menjadi heran,”Ini hari kita. Mengapa malah dia yang melakukan semuanya sendiri?” tanya Hua.

Mendengar itu, Zheng terlihat biasa saja, karena menurutnya Lang memang begitu.

“Hua. Dia adalah wanita tercantik didunia. Aku tidak pernah membayangkan.. aku bisa punya kesempatan.. untuk melihatnya dengan mataku sendiri. Seorang wanita .. seorang wanita yang fotonya blur semua didalam albumku. Tapi hari ini dia berdiri didepanku begitu dekat,” cerita Lang dengan perasaan haru, lanjutnya juga,”Siapa yang tau seperti apa masa depan? Jadi Zheng semangati Hua. Setiap detik, setiap menit, setiap hari. Hidup seperti sebuah mimpi. Secepat kilat.”


Ditempat lain, Liu Yi mengedor jendela ruangan Bos. Jadi anak buah bos membukakan jendela itu baginya, lalu membawa dia kepada Bos.

Bos pun menanyakan apa yang Liu Yi lakukan disini, jadi dengan tegas ia menunjuk bos dan berkata,”Kalian mematahkan kaku Bosku Zheng. Ingat?”

“Tentu.” Balas si Bos tenang.

“Hari ini adalah hari pernikahannya. Jadi aku akan mematahkan kakimu atau kalau kamu tidak mau, ikut aku dan minta maaf.”

Bos menyuruh Liu Yi pergi, bahkan ia mengatakan bahwa Liu Yi bukan pria jahat, tapi bodoh. Mendengar itu Liu Yi tidak terima, “Huang Ziqiang! Hari ini kakimu, akan menjadi hadiah pernikahanku untuknya.”

Liu Yi lalu mengeluarkan pedangnya dengan kesusahan, lalu mulai mendekat kearah Ziqiang untuk menyerangnya, tapi sebelum ia sempat melakukan apapun …

Zheng dan Hua berdiri diatas panggung, lalu sementara mereka berdansa. Lang mulai bernyanyi.

Pedang ditangan Liu Yi terjatuh, karena ternyata pada saat itu Ziqiang menusuk nya menggunakan ujung payung. Jadi dengan tatapan marah, Liu Yi berkata,”Kamu bajingan. Disana akan ada mata yang memperhatika kamu dari kubur..”

Ziqiang membuka payungnya.

Zheng bernyanyi untuk Hua dengan bantuan Lang yang memegang mic untuknya. Lalu setelah itu, Zheng mencium Hua didepan semua orang.

Liu Yi jatuh terbaring dilantai. Dan Ziqiang pun memberitahu anak buahnya,”Aku berpikir akan sembunyi lagi di Hong Kong.”

Zheng, Hua, dan Lang saling berpelukan dengan bahagia. Sedangkan Liu Yi berdarah dan masih terbaring dilantai.

Anjingnya duduk menunggu didepan pintu dalam keadaan kehujanan, menanti tuannya. Lalu terlihat kilas balik dari hidup Liu Yi, saat ia menonton tv sendirian dirumah. Saat ia berkumpul bersama mereka. Saat ia melihat motor milik Zheng dan mencobanya, tapi malah menabrak.

Saat ia mulai berlatih sendirian siang dan malam. Saat ia bersama dengan wanita yang ia cintai. Saat ia bersama dengan Zheng dan Lang ditempat karaoke. Saat ia melihat Zheng dan Lang yang berjalan menjauh.

Zheng dan Lang mengunjungi Liu Yi yang telah meninggal dan ditutupi dengan kain putih. Lalu setelah itu, mereka bersiap-siap dan mengunjungi tempat Ziqiang, tapi sayangnya disana kosong.

Jadi mereka segera bersiap menaiki mobil dan pada saat itu Lang menawarkan diri untuk menyetir. Dan ketika mereka sedang sibuk mencari dimana kunci mobil, Luo Li datang dan menyerahkan kunci mobil tersebut kepada mereka.


“Ini adalah lokasi Huang. Pergilah. Dapatkan dia sebelum ia berhasil pergi ke Hong Kong.” Kata Luo Li memberitahu mereka sambil memberikan secarik kertas. Setelah itu ia memperingati mereka untuk tetap hidup.

Dengan cepat Lang mengendarai mobil itu, tapi Zheng yang tidak terbiasa menjadi sedikit ketakutan melihat cara mengemudi Lang, yang begitu cepat dan agak berbahaya. Apalagi saat mereka melewati gang-gang kecil.

Mereka berhasil menemukan Ziqiang, tapi para anak buahnya mulai bergerak untuk menyerang mereka. Sedangkan Ziqiang sendiri berbalik dan pergi. Maka dengan terpaksa, Zheng dan Lang harus menghabiskan mereka dulu supaya bisa menyusul Ziqiang.

Tapi sayangnya anak buah Ziqiang terlalu banyak dan tidak peduli sebanyak apa orang yang telah mereka kalahkan. Mereka akan terus berdatangan menyerah Zheng dan Lang.

Pada saat itu Lang tanpa sengaja hampir terjatuh dari lantai tiga, tapi ia berhasil bertahan karena ia sempat memegang tembok pinggir. Tapi ketika itu Ziqiang yang melihat hal tersebut, dengan sengaja mengambil botol dan memukul tangan Lang, sehingga Lang merasa sangat kesakitan, tapi Lang masih mampu bertahan.



Melihat itu, Ziqiang mengambil sebuah pisau. Tapi dari belakang Zheng muncul dan menangkap Ziqiang, lalu ia dengan sengaja menjatuhkan dirinya bersama dengan Ziqiang.

Tapi untungnya, Zheng terjatuh dilantai kedua yang tidak terlalu jauh dari lantai tiga. Sedangkan Ziqiang terjatuh kelantai pertama dan meninggal.

Melihat Zheng tidak sadar, Lang berteriak memanggil namanya. Tapi karena tangan sebelahnya terluka, jadi Zheng tidak lagi mampu bertahan dan jatuh kelantai dua juga.

Pada saat itu Zheng terbangun sambil mengeluh kesakitan, juga bahwa ia mungkin akan dihukum dipenjara.

“Enam tahun.” Kata Lang.

Ketika itu Hua datang dan menghampiri mereka dengan khawatir, tapi Zheng menyuruh Hua untuk mendengarkan nya dulu, lalu ia menjelaskan bahwa ia telah menyiapkan uang untuk perlengkapan anak mereka nantinya.

Pada Lang, Zheng meminta nya untuk menjaga Hua dan anaknya nanti, saat ia berada dalam penjara. Tapi baru beberapa saat, Zheng segera melarat perkataannya dan menyuruh Lang untuk tidak menjaga istrinya, hanya anaknya saja.


Zheng benar dihukum enam tahun. Lalu dikamarnya, Lang mengenang semua pertemuannya bersama dengan Ayahnya sendiri. Saat ia pertama kali diselamatkan Ayahnya. Saat ia pergi menonton bioskop bersama Mama dan Papanya. Dan sebagainya.

Lang menenami Hua yang sedang melahirkan anaknya dirumah sakit. Lalu ketika itu telah selesai dan saat ia memegang tangan anak itu, lorong dirumah sakit bergerak dengan cepat seperti kereta.

Dan Lang terbangun dalam keadaan terbaring diranjang rumah sakit.


Ketika melihat kesamping, Lang melihat Ayahnya yang sedang makan bubur. Dan saat Ayahnya melihat dia, Ayahnya tersenyum. Lalu Lang melipat kedua tangannya dan menggerak-gerakannya, itu adalah tanda dari Zhengtai geng.

Dan ketika melihat itu, Ayahnya juga melakukan hal yang sama.

Dalam mobil ketika Lang menyetir sambil membawa Zheng dizaman dulu. Zheng berkata padanya,”Lang, kamu menyetir seperti seorang pro. Kamu tidak begitu buruk. Aku lahir untuk mengemudi. Bagaimana dengan kamu?” tanya Zheng.

Lang hanya tersenyum,”Aku mengerti, pa.”

---


Zheng dan Lang berada ditempat karaoke, lalau semua wanita disana menyanyi untuk mereka. Dan ketika itu saat lagu telah habis, Zheng memanggil istrinya.

Dengan penuh kepercayaan, semua orang memandang Hua yang tampak elegan. Lalu Hua mengenalkan Lang dan Xu Zhengtai, pacarnya. Hua juga memberitahu semua orang bahwa ia dan Zhengtai akan menikah.

Setelah itu semua orang tampak ikut berbahagia dan dengan bangga Zhengtai berdiri untuk menyapa, tapi Hua segera menarik kerah bajunya untuk duduk kembali. Setelah itu Hua menyuruh semua orang untuk kembali bekerja.


“Lang, ini pekerjaan Hua ditempat ini. Dia seperti seorang mommy disini. Kamu tidak tau, kan? Panggil dia ‘mommy’.” Kata Zheng bangga mengenalkan Hua kepada Lang.

Mendengar itu Lang sangat senang dan segera memanggil Hua ‘mommy’, lalu memeluknya. Tentu saja Zheng tidak terima dan menyuruh Zheng bahwa itu sudah cukup, tapi Lang tetap tidak mau melepaskan pelukannya pada Hua. Jadi Zheng mencoba melepaskan Lang dengan paksa.

Begitu juga dengan Hua yang berusaha membujuk Lang untuk melepaskannya.
--


Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis C-Movie : Duckweed - 4 End"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN