Wednesday, December 27, 2017

Sinopsis K-Drama : Avengers Social Club Episode 7 - 1

0 comments


 Images by : TVN
Menyadari bunyi hp Jung Hye yang berasal dari dalam ember, maka Byung Soo segera mengambil itu.

Ditempat lain, Do Hee dan Soo Gyum bersembunyi dibalik mobil. Sedangkan Mi Sook sengaja menyapa suaminya, lalu beralasan bahwa ia mengambil obat untuk Prof. Baek.

Tapi belum mereka pergi, Prof. Baek merasa aneh,”Apa itu?” tanyanya.

Byung Soo malah tidak sadar sama sekali dan mengatai Jung Hye yang ternyata punya sisi bodoh juga. Tapi karena itu, Jung Hye jadi gampang beralasan, yaitu bahwa ia belakangan ini memang pelupa.

Jung Hye lalu merebut ponselnya dan berjalan masuk ke kamar.

Kembali keparkiran, Do Hee dan Soo Gyum yang sadar Prof. baek mendekat, segera berpindah sembunyi. Dari awalnya disamping mobil, mereka berjalan jongkok kebelakang mobil.

Lalu setelah aman, Mi Sook yang melihat mereka segera memberi kode. Dan mengajak Prof. Baek untuk masuk.


Ditaman mereka membahas semua rencana mereka yang ternyata berakhir sia-sia, tapi pada saat itu Do Hee tanpa sengaja melihat bekas kebiruan dipergelangan tangan Mi Sook, sehingga mereka pun merasa marah dan kesal. Tapi Mi Sook masih saja mengatakan tidak apa-apa.

“Yah! Kalau orang itu minum obat herbal dan menjadi lebih kuat dan dia memukumu lagi..” kata Do Hee kesal, tapi tiba-tiba ia terhenti dan seperti teringat akan sesuatu.

Do Hee segera berbisik kepada mereka, dengan saling berpelukan dan membentuk lingkaran kecil. Bahkan sampai orang yang lewat pun, melihat mereka dengan tatapan aneh. Apalagi ketika mereka mulai melompat-lompat kecil.

Bertiga, Do Hee, Jung Hye, dan Mi Sook. Mereka mendatangin sebuah toko pengobatan, lalu disana dengan tampang sedih, Do Hee menceritakan keluhannya,”Biasanya aku sudah puas meski hanya dengan hal kecil dan menghabiskan waktu yang nyaman dengan keluarga dan kenalanku. Tapi ada kalanya wajah yang tidak ku kenal muncul, tidak ada yang bisa dipercaya, dan rasanya semua orang merendahkanku. Jadi aku mengatasinya dengan marah! Begitulah, aku tidak bisa mengendalikannya!”


Mendengar keluhan itu, Dokter itu bertanya kepada mereka berdua tentang Do Hee ini. Jadi dengan Jung Hye bercerita dengan mencampurkan kenyataan dan karangan,”Dia berlari kemobil dan menyiram air ke orang asing. Bahkan ia memaki dengan baik.”

Mi Sook juga ikut menambahkan,”Masalahnya kalau alkohol terlibat didalamnya, maka semuanya bertambah buruk. Dia melempar barang-barang dan bahkan memukul.”

Mendengar itu Dokter itu pun membuatkan sebuah obat untuk agar Do Hee bisa mengendalikan emosinya, tapi sebelum dokter itu membuat obatnya Mi Sook bertanya untuk memastikan bahwa orang lain juga bisa meminum obat itu.

Dokter itu pun menyuruh mereka jangan khawatir, karena obat itu tidak akan menganggu kesehatan. Lalu ia menjelaskan bahwa obatnya berguna untuk membersihkan, jadi alkohol serta daging akan menjadi tidak menarik sementara waktu.

Didalam mobil, mereka mulai menyusun rencana, yaitu dengan menukarkan obat dari Byung Soo dengan obat yang mereka beli ini. Walaupun Do Hee tidak tau apakah ini aman, tapi ia menyaran kan Mi Sook untuk mencoba dulu saja.

Lalu saat Jung Hye juga ikut mencatat perkataan Do Hee, untuk agar obatnya diminum pagi dan malam, maka mereka pun menjadi heran dan memandanginnya. “Kita juga harus tetap melakukan proyek kampaye untuk mendukung mereka. Supaya mereka tidak curiga,” jelas Jung Hye.

Besok harinya, paket obat mereka pun telah datang. Jadi didalam rumah, Mi Sook pun menjadi sibuk menyusun dan menukar obat-obatan untuk suaminya itu.

Setelah itu ia teringat perkataan Do Hee, kalau begitu obat yang kamu tukar, kamu makanlah. Karena itu maka Mi Sook pun memakan obat yang ditukarnya.


Saat malam, Mi Sook membawa bingkisan berisi obat herbal dari Byung Soo yang telah ditukarnya itu. Lalu ia pun memberikan kepada suaminya itu untuk diminum.

Dan tanpa rasa curiga, Prof. Baek segera meminum obat itu.

Keesokan harinya, Prof. Baek mengeluh bahwa ia merasa badannya terasa aneh pagi ini. Awalnya setelah mendengar itu, Mi Sook hampir saja keceplosan, tapi saat sadar ia langsung membenarkan perkataannya.

Lalu Mi Sook memberikan daging kepada suaminya itu, dengan alasan bahwa Prof. Baek harus banyak makan biar jadi kuat untuk kampaye. Setelah itu dengan was-was ia menunggu reaksi suaminya itu.

“Apa kamu tidak punya pakis asin?” tanya Prof. Baek, saat ia merasa bahwa daging terasa kurang enak.



Disekolah, Soo Gyum seperti biasa bersikap perhatian pada Seo Yeon, tapi saat itu Jung Wook yang melihat itu segera mengatainya. Maka Soo Gyum pun bertanya pada Seo Yeon,”Kamu tidak suka?”

Mendengar itu Seo Yeon hanya memalingkan wajahnya, tapi tidak menjawab. Setelah itu Soo Gyum pun mendekat kearah Jung Wook,”Untukmu, yang terbaik adalah jangan membuka mulutmu,” katanya sambil mengarahkan es ditangan Jung Wook kemulut Jung Wook sendiri.


Jung Wook pun merasa kesal, tapi temannya segera menahan dia. Setelah itu Seo Yeon pun ikut pergi, saat teman-temannya menyebut Soo Gyum suka padanya.

“Rencana B harus dijalankan,” kata Jung Hye.

Ternyata Jung Hye mengajak Byung Soo ke tempat yoga pasangan, begitu juga dengan Mi Sook yang mengajak Prof. Baek. Jadi mereka pun berkumpul dalam satu ruangan dengan alasan agar Prof. Baek yang sibuk kampaye dan kelelahan bisa merasa lebih nyaman.

Awalnya yoga yang mereka lakukan adalah yoga pasangan biasa. Tapi setelah itu selesai, Jung Hye meminta mereka untuk tidak keluar terlebih dahulu, karena ada meditasi dari guru yang benar-benar terkenal. Lalu mereka beralasan bahwa politisi tinggi aja mengikuti meditasi itu, sehingga pikirannya menjadi tenang.

Setelah itu lampu dimatikan, lalu Do Hee masuk kedalam ruangan, tapi ia menyuruh mereka untuk tidak boleh berbalik. Lalu Do Hee menyuruh agar mereka mengulangin perkataannya juga.

Sambil berjalan perlahan, Do Hee memukul bahu Byung Soo dengan keras beberapa kali, hingga ia merasa kesakitan. Sedangkan Jung Hye tertawa. Begitu juga dengan Prof.  Baek. Setelah itu Do Hee pun keluar dari ruangan secara perlahan.

Saat malam hari, perubahan Prof. Baek mulai makin tampak. Karena pada saat itu, Mi Sook melihat Prof. Baek yang sedang menonton TV sambil menangis. Jadi karena itu tentu saja, Mi Sook merasa sangat senang, jadi ia pun juga langsung memberitahukan perubahan itu kepada anggot Bukja Club yang lain.

Mi Sook : Dia menangis! Rencana kita pasti memiliki pengaruh.

Do Hee : Proyek kelahiran kembali kandidar Baek Young Pyo harus dilanjutkan.

Jung Hye : Proyek dukungan juga dilanjutkan.

Diruang makan, Jung Hye memberikan minuman kesehatan kepada Byung Soo, begitu pun untuk dirinya sendiri. Setelah itu, Byung Soo bertanya apakah Jung Hye tidak memberikan itu kepada Soo Gyum juga, karena bagaimanapun saat ini mereka sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk menjadi keluarga.

Jung Hye pun naik keatas untuk memberikan minuman itu, tapi sebelum ia mengetuk pintu, ia berencana untuk minum sedikit. Sayangnya, ketika itu Soo Gyum pas membuka pintu, lalu memandang Jung Hye dengan heran, apalagi saat Jung Hye memberikan minuman itu kepadanya.

“Apa ada rencana rahasian yang tidak aku ketahui?” tanya Soo Gyum.

“Ini bagian dari rencana pendukung.”

Byung Soo yang berada dilantai bawah hanya tersenyum ketika, ia mendengar Soo Gyum berkata terima kasih dengan keras. Lalu ketika Jung Hye turun, ia memujinya.

“Apa mereka berdua bisa jadi akrab?” tanya Byung Soo pada dirinya sendiri, setelah Jung Hye berjalan menjauh.

Keesokan harinya, Jung Hye juga masih berusaha untuk menjadi Ibu yang baik bagi Soo Gyum. Bahkan ia sampai mencari digoogle.

Sering-seringlah memuji. Jadi keesokan harinya saat Soo Gyum berangkat, Jung Hye memuji penampilan Soo Gyum. Tapi tentu saja Soo Gyum heran dan membalas bahwa tiap hari ia selalu pakai seragam ini.

Pilihlah cemilan yang baik. Malamnya Jung Hye mengupas apel untuk Soo Gyum, tapi karena tidak biasa, maka Jung Hye agak kesusahan. Jadi akhirnya Soo Gyum lah yang mengupas.

“Apa ada yang tidak bisa kamu lakukan?” tanya Jung Hye bingung, melihat kelihaian Soo Gyum.
Bicaralah dengan bangga sebagai orang tua. Jung Hye pun bicara dengan bangga, memuji Soo Gyum yang melakukan segalanya dengan baik. Tapi itu malah membuat Soo Gyum merasa canggung, jadi ia meminta Jung Hye untuk santai saja.

Lalu setelah selesai mengupas, Soo Gyum pun hanya memakan kulit apel hasil kupasan Jung Hye yang sebelumnya, yang masih memiliki banyak daging. Setelah itu ia bangkit dan pergi.

Keeesokan harinya saat mendengar Do Hee yang bertanya mau masak apa nanti malam untuk anak-anaknya. Jung Hye pun segera memujinya,”Unnie benar-benar Ibu yang baik.”

Mendengar itu Do Hee memuji Mi Sook yang lebih baik daripadanya. Lalu karena itu Mi Sook mulai bercerita,”Karena aku tidak pernah menjalani hidup sebagai anak, apa itu sebabnya sulit sekali menjadi Ibu? Aku terkadang berpikir begitu.”

“Eh, tidak ada rumus menjadi seorang Ibu. Kalau kamu mengikuti takdirmu, maka kamu akan jadi seorang Ibu dan hidup menjadi seorang Ibu,” balas Do Hee.

Mendengar itu, Jung Hye yang malah menjadi sedih. Tapi Mi Sook segera menyemangatinya bahwa Jung Hye telah menjadi Ibu yang baik.


Malam harinya, Jung hye pun mulai memasak ramen instan. Lalu setelah itu ia sajikan dan makan bersama dengan Soo Gyum. Tapi saat tutup panci dibuka, Soo Gyum terkejut melihat daun bawang utuh yang belum dipotong. Masalahnya, dengan polos Jung Hye bilang bahwa ia baca kalau kita menaruh daun bawang maka akan lebih enak.

Mengabaikan daun bawang itu, Soo Gyum mencoba rasa ramen itu. Setelah itu dengan senang mereka pun mulai makan bersama.

Byung Soo yang baru pulang dan melihat itu, ia tampak sedih atau heran.


Byung Soo masuk kedalam kamar Soo Gyum dan mengajaknya untuk bermain game, tapi karena masih belajar, maka Soo Gyum pun menolak.

Karena itu Byung Soo merasa heran, lalu ia menghubungin seseorang untuk mengikuti mereka. Lalu keesokan harinya, sekretaris Byung Soo memberikan foto Do Hee dan Mi Sook yang sedang berkumpul bersama mereka.


Ibu Soo Gyum bangun dengan semangat, lalu ia pun mulai memakan mie cupnya. Setelah itu ia pergi kesekolah untuk menemui anaknya, tapi sebelum ia sempat memanggil ia melihat Jung Hye yang telah datang untuk menjemput Soo Gyum, jadi ia bersembunyi.

Sedangkan para anak nakal yang melihat itu berpikir lain. Ia berpikir bahwa Jung Hye tidak mungkin Ibu Soo Gyum serta menganggap Soo Gyum sebagai Wonjo Gyoje (Anak muda bayaran). Jadi Jung Wook pun menfoto mereka.

Tapi saat Jung Wook memberitahu hal itu kepada Seo Yeon yang lewat. Seo Yeon malah tidak peduli dan tetap berjalan pergi begitu saja.


Ditempat lain, sekretaris Byung Soo memberikan foto Jung Hye yang menjemput Soo Gyum.

Saat perjalanan pulang, Seo Yeon kaget saat tanpa sengaja ia melihat Soo Gyum dan Ibunya sedang berada di café. Disana ia melihat Soo Gyum memegang kepala Ibunya.

Temannya yang berada disebelah, malah bilang,”Tapi, sunbae (Soo Gyum), dia benar-benar memanfaatkan penampilannya untuk mendapatkan yang diinginkannya. Kamu, jauhilah dia, ya.”

Do Hee dan Jung Hye pun menghampiri Mi Sook dan Soo Gyum yang ternyata sedang asyik mencabut uban. Lalu ketika mereka bertiga sedang asyik melakukan sesuatu, yaitu mengubah nama penelpon masuk dari Do Hee menjadi TIDAK PERNAH MEMAAFKAN.

Soo Gyum sadar bahwa ada yang sedang memotret mereka dari jauh, tapi ia tidak terlalu yakin, jadi ia hanya diam.


Dimeja lain, yang tidak jauh dari situ. Ibu Soo Gyum ternyata juga ikut memotret mereka, tapi saat itu ia seperti tersadar, ketika dikantor polisi dulu. Saat polisi memberitahu bahwa, Soo Gyum telah dijemput Ibu dan bibi2nya.


Didalam lift, Byung Soo bertemu dengan adik iparnya. Lalu mereka pun mulai saling mengata-ngatai dan menyindir, tapi Byung Soo malah kalah, walau begitu ia tetap tertawa seolah-olah baik.


“Membicarakan orang lain itu mudah. Presdir Kim Jung Yun juga merasa khawatir. Kakak Ipar (Jung Hye) kan masih muda dan anaknya sudah besar, kalau orang suka bergosip, maka itu bisa menjadi masalah perusahaan juga.”

No comments:

Post a Comment