Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis C-Drama : Die Now (Episode 2 : Percobaan) part 2





Network: Sohu TV



Dilayar muncul pentunjuk mengenai game yang akan mereka mainkan.

49 bujursangkar membentuk 1 bujursangkar ukuran besar. Dibagi menjadi maksimal 6 bagian, lalu buat kembali menjadi satu persegi panjang lebar. Bentuk hanya boleh memiliki 48 bujursangkar kecil.



“Kalau kita salah menjawab, bisa berbahaya. Selesaikan dalam 20 menit, kalau tidak kau akan gagal. Semua anggota akan dieliminasi,” kata Liu Yi membaca penjelasan yang ada.




Ketika itu, sebuah kertas muncul diatas meja. Dan melihat itu, Xia Chi menjadi teringat tentang teka-teki yang dikirim terakhir kali oleh Ji Lu. Lalu Xia Chi pun menjadi bertanya-tanya dalam dirinya sendiri.




Shi Kuan merasa itu mustahil untuk mengatur bujursangkar berukuran 7x7 atau 49 bujursangkar menjadi 48. Bahkan mereka tidak boleh melipat atau menggunakan pensil.

“Kukira ini permainan pertempuran. Tidak aku kira akan bermain teka-teki seperti ini. Kalau tidak ada batas, bujur sangkar ekstranya bisa kita lipat saja,” kata Liu Yi menyarankan.





“Tidak. Lihat ini. Setiap bujur sangkar ada lubang-lubangnya. Akan sulit untuk memaksa bagian lain untuk masuk. Juga semua garis tengahnya ada titik-titik. Bagaimana bisa dibentuk kembali?” balas Shi Kuan.

Xia Chi hanya diam selagi mereka berdua saling berbicara. Lalu karena sudah pusing berpikir, maka Shi Kuan mengambil gunting dan menggunting kertas tersebut. Dan menyadari hal itu, Xia Chi segera memperingatinya agar tidak menggunting. Tapi sayangnya, ia terlambat mengingatkan.




Pada saat Shi Kuan telah menggunting, muncul sebuah garis merah vertikal kearah mereka. Dan ketika melihat itu, dengan cepat Xia Chi menarik Shi Kuan agar menjauh. Setelah itu kertas yang telah digunting menyatu kembali.




Shi Kuan menyadari itulah konsekuensi bahaya yang dsebutkan sebelumnya, kalau mereka salah menjawab. Tapi dengan tenang, Liu Yi menganggap itu tidak masalah, karena ruangan mereka masih sangat besar walaupun dibatasin seperti itu.




Tetap dengan sikap tenang, tapi waspada. Xia Chi mendekat pada garis merah tersebut dan menyentuhkan lengan bajunya pada garis tersebut. Dan pada saat itu, bajunya menjadi sedikit terbakar.

Untung saja, Shi Kuan segera sadar dengan apa itu dan menarik Xia Chi menjauh. “Ini laser kualitas senjata. Jangan sentuh.”




Shi Kuan dengan gegabah mulai berpikir bahwa mereka benar-benar harus menyelesaikan teka-teki itu, jadi ia mengambil kertas itu. Dan dengan lebih gegabah, Liu Yi menarik kertas tersebut dari Shi Kuan, sehingga tanpa sengaja kertas itu robek.

Dan sebuah garis horizontal muncul diatas kepala mereka.




Untung saja dengan cepat, mereka semua cepat menunduk, sehingga mereka semua bisa selamat. Tapi sayangnya, kertas tersebut jatuh di balik garis vertikal sebelumnya.

Jadi karena itu merupakan kesalahan Liu Yi, maka Shi Kuan pun memaksa Liu Yi yang ketakutan untuk mengambil kertas tersebut. Dan pada saat itu, suara GM yang penuh canda terdengar.




Pertamanya mereka semua heran, tapi saat Xia Chi memperhatikan layar dibelakangnya. Ia sadar bahwa waktu mereka sudah mau berlalu 5 menit. Dan ketika itu, sebuah garis vertikal baru muncul.

Untungnya lagi, Xia Chi berhasil menyadari hal itu dan menarik Liu Yi menjauh. sehingga Liu Yi tidak terluka, hanya saja rambutnya menjadi sedikit terbakar.





Akhirnya saat menyadari situasi yang ada, mereka semua menjadi panik. Dan karena itu dengan kasar, Shi Kuan lalu menarik Liu Yi untuk kembali mengambil kertas tersebut.

Xia Chi tanpa banyak bicara dan berani, ia kembali mengambil kertas tersebut dengan sangat berhati-hati.



Dengan cepat, Xia Chi berpikir serius, karena kali ini mereka tidak memiliki waktu lagi. Jadi mereka harus secepatnya menyelesaikan persoalan ini.




Setelah berpikir, Xia Chi menyadari gimana caranya membuat 49 bujursangkar menjadi 48. Lalu ia mengambil gunting dan mau menggunting. Tapi Shi Kuan yang tidak percaya menahan Xia Chi.

“Anak SD saja tahu kalau 7x7 = 49. Bukan 48,” kata Shi Kuan marah.

Xia Chi tetap ingin menggunting, tapi Shi Kuan malah menarik kertasnya. Dan ketika itu, suara GM terdengar, ternyata waktu telah mau berlalu 5 menit lagi.



Lalu setelah itu, sebuah garis vertikal muncul diatas mereka. Sehingga kali ini mereka terjebak dan tidak bisa berdiri lagi. Yang mereka bisa saat ini hanyalah telungkup dilantai.

Situasi menjadi tambah rumit dan sulit, sehingga Shi Kuan yang panik mulai marah-marah. Dan Liu Yi tampak mau menangis. Sedangkan Xia Chi tetap tenang.




Bukannya belajar dari kesalahan sebelumnya, Shi Kuan yang panik malah dengan gegabah memotong kertas menggunakan pisau silet. Sehingga muncul garis horizontal didepan mereka. Dan kali ini mereka benar-benar terjebak.

“Percaya padaku,” kata Xia Chi dengan tegas.





Mendengar itu, Liu Yi memberanikan diri mengambil kertas, lalu menyerahkan pada Xia Chi. Setelah itu ia berdoa, sementara Xia Chi dengan sangat fokus mulai menggunting.

Dan akhirnya, ia berhasil menyelesaikan permainan.





Permainan ini tentang membagai secara diagonal (Miring). Satu potongan diagonal dan empat potongan lurus akan membuat lima bagian. Dengan begitu area dari tengah bujursangkar dibagikan untuk baris kedua. Jadi akan ada 48 bujursangkar.




Setiap orang menjadi lega dan senang, lalu terdengar suara GM. Ding Dong! Aku tahu kau tidak akan mengecawakan aku.





Setelah itu semua garis laser merah yang ada menghilang. Sehingga mereka semua bisa berdiri kembali. Lalu Shi Kuan memuji keahlian Xia Chi yang bisa memikirkan hal seperti itu.

Pintu ke level selanjutnya pun terbuka. Dan bersama mereka melewatinya.
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis C-Drama : Die Now (Episode 2 : Percobaan) part 2"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN