Thursday, May 3, 2018

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 12 - 5

0 comments


Company name : Citizen Kane

Dirumah sakit. Trai melakukan terapi fisik dengan ditemani seorang bodyguard yang berdiri agak jauh dan terus memperhatikannya. Hingga akhirnya, Trai pun menjadi sangat kesal dan bosan diawasi serta dipandangin terus.



Nee yang mau menjenguk Trai juga sama. Ia ditemanin dan diawasi oleh Ping, karena perintah Krit yang menyuruh Ping untuk menjaga Nee. Sehingga Nee pun merasa sangat kesal dan terus protes, tapi Ping tetap mengikutinya.



Nee berpura- pura ingin melakukan pengecekan kesehatan. Sementara Trai, setelah ia selesai melakukan terapi fisik, ia masuk kedalam kamar ganti, lalu dengan sengaja menjatuhkan koinnya.



Trai meminta bodyguard itu untuk tolong, memungutkan koin keberuntungan nya. Dan setelah bodyguard itu mengambilnya, lalu masuk kedalam kamar ganti, ia menjadi terkejut karena Trai telah menghilang.

Buru-buru bodyguard itu pun berlari untuk mencari Trai. Dan mengetahui itu, Trai keluar dari bersembunyiannya. Ternyata ia berada dikamar ganti yang sebelah lagi.



Krit serta Yada menunggu hasil pemeriksaan dengan cemas dan ketika dokter memberitahukan hasilnya. Mereka berdua menjadi sangat senang. Yada hamil 10 minggu.

“Da. Kita akan punya anak. Kamu dengar?” tanya Krit dengan bahagia.



Dan Yada tersenyum, mengiyakan. Lalu dengan sedikit manja, Krit memeluk Yada, tapi Yada menolak, karena dokter yang ada dihadapan mereka. Tapi akhirnya Yada pun menerima dan membiarkan Krit memeluknya, bahkan dengan senang hati ia membalas pelukan Krit.



Diluar ruangan. Ditempat yang teduh. Yada dan Krit makan siang bersama, tapi Yada tampak tidak berselera sama sekali, ketika melihat makanan dan minuman yang disediakan baginya. Salad dan jus sayuran.

Saking hambarnya makanan itu, Yada pun mengambil garam, tapi Krit menahannya karena Yada tidak boleh makan yang asin. Yada lalu mengambil merica, tapi lagi- lagi Krit menahannya karena bayi mereka bisa bersin.

“Ini hambar! Aku akan mati jika aku harus tinggal sehari lagi disini!” keluh Yada.



Krit menaruh telunjuk dibibirnya, tanda agar Yada diam.”Wanita hamil tidak seharusnya mengatakan kata sial seperti itu.”

Ketika Yada terus mengeluh, maka Krit pun menyuapi makanannya kepada Yada. Sehingga Yada pun kembali senang dan gembira.

“Kamu bisa pergi dari sini kapanpun. Aku akan melakukan apa yang kamu mau,” kata Krit.

“Kamu yakin? Kamu akan melakukan apa yang ku mau?” tanya Yada, memastikan.



Di gym. Yada mulai berlari diatas (mm.. ga tau apa namanya -.-) alat untuk olahraga lari ditemanin oleh Krit yang khawatiran. Saat Yada menyetel kecepatan alat itu, sedikit cepat, pasti Krit langsung menguranginnya. Terus seperti itu.

Tapi Yada sama sekali tidak tampak kesal, malahan ia tampak senang oleh perhatian yang Krit berikan padanya.



Saat Yada ingin mengangkat barbel yang kecil, Krit menahannya dan tidak mengizinkan Yada untuk melakukan itu karena berbahaya. Dan disaat Yada mau duduk, dengan khawatir Krit menahannya serta menyuruh agar Yada duduk dengan pelan- pelan.

Sehingga Yada pun menjadi sangat jengkel dengan sikap Krit. Tapi akhirnya, Yada pun tetap tampak senang, karena Krit perhatian padanya.



Ditaman. Wanita tadi mengajak Yada serta Krit untuk bergabung dan menari bersama dengan para Ibu hamil lainnya. Tapi Yada merasa aneh, karena ini bukan seperti dirinya.

“Tenang. Tenang. Ini bagus untuk bayi,” jelas Krit. Sehingga Yada pun bergabung dengan terpaksa, lalu secara perlahan ia melangkah mundur ingin pergi. Tapi krit menahannya.




Kesal dengan sikap Krit, maka Yada pun menginjak kaki Krit, sehingga Krit pun berteriak kesakitan dan mengejutkan semua orang. Lalu mungkin karena dipandangin oleh mereka semua, Krit pun menjadi malu sendiri dan ia merangkul Yada untuk pergi.



Dirumah sakit. Setelah selesai pemeriksaan, Nee memperhatikan ke sekeliling nya dan saat ia tidak melihat Ping, ia merasa sangat lega. Tapi ga taunya, Ping muncul dan membuatnya menjadi kaget.

Ketika Ping mengikutinya lagi, maka Nee pun menyuruh nya untuk menunggu diluar saja, karena ia belum selesai melakukan pemeriksaan.


Tepat disaat Ping pergi, seorang perawat dan pasien dikursi roda melewatinya. Dan mendapatkan ide, Nee segera menghampiri mereka dan meminta tolong kepada mereka.



Nee bertukar pakaian dengan si pasien dan perawat itu mendorong kursi rodanya dari belakang. Dan akhirnya, Nee pun berhasilpergi melewati Ping dan menipunya.



Trai yang juga telah berhasil menipu bodyguardnya berkeliling mencari Nee. Dan sambil berlari kencang, Nee juga mencari Trai. Lalu akhirnya mereka pun berhasil bertemu.

“Lihat kita,” kata Nee, tertawa, melihat penampilan mereka yang mirip.

“Aku ingin tertawa tapi aku tidak bisa,” balas Trai.



Pas disaat itu, Ping muncul, begitu juga dengan bodyguard Trai. Sehingga menyadari itu, Trai langsung menarik tangan Nee untuk berlari bersamanya. Sedangkan Ping dan Bodyguard Trai, tanpa sengaja bertabrakan.



Nee khawatir dengan kondisi Trai, tapi Trai tidak peduli dengan kondisinya karena demi Nee ia akan berani untuk melawan. Berdua mereka terus berlari bersama, menaiki tangga darurat.



Disaat Trai sadar bahwa bodyguarnya serta Ping mengejar mereka dari belakang. maka untuk mengelabui dua orang itu, Trai dengan sengaja membuka pintu dan lalu menarik Nee untuk terus berlari keatas. Sehingga Ping dan bodyguar itu tertipu, mereka mengira bahwa Nee dan Trai melarikan diri lewat pintu itu.




Dilantai 11. Hydro Therapy. Trai bersiul dengan senang, karena saat ini mereka sedang berada dikolam renang dan itu berarti ada cewek yang memakai baju renang.

“Tertarik untuk berenang denganku?” goda Trai.

“Geez,” balas Nee.



Dikelas Yoga. Demi menemani istri tercinta, maka Krit pun ikut melakukan Yoga. Disana ia tampak sangat kesusahan karena harus mengangkat kakinya. Dan akhirnya ia pun menyerah.



Pose kedua. Merentangkan kaki. Yada tampak biasa saja melakukan itu, sementara Krit merasa kesusahan dan kesulitan. Sehingga guru yoga pun mendekati Krit untuk mengajarkannya. Dan melihat itu, Yada tersenyum.

“Dia seorang pemula,” jelas Yada sambil tertawa kecil.

“Oh pemula. Okay ayo coba,” kata guru Yoga, tidak masalah.




“Aku pikir, aku tidak cocok untuk pose ini,” balas Krit. Dan lalu ia meminta Yada agar mereka pergi saja dengan beralasan bahwa Yada pasti capek.

“Aku tidak capek sama sekali. Pose ini bagus untuk rahim,” kata Yada sambil mengetawai Krit.

“Dan siapa bilang aku punya rahim?” tanya Krit polos.

Tapi sambil masih tertawa, Yada tidak peduli. Jadi dengan terpaksa maka Krit pun melakukannya dan tanpa sengaja celana nya yang ketat malah robek. Sehingga krit pun menjadi malu sendiri.

No comments:

Post a Comment