Friday, June 1, 2018

Sinopsis Lakorn : Rang Mai Hua Jai Derm Episode 07-2

6 comments


Images by : ONE HD 31
Tip sedang sibuk menyusun list barang-barang yang akan diberikan ke biksu minggu depan dalam rangka ulang tahun dr. Cha. Tip juga meminta Tan untuk jangan lupa memanggil biksu ke rumah dan juga beritahu Lan untuk melakukan persiapan. Setiap tahunnya, Lan selalu memainkan piano untuk dr. Cha di hari ulang tahun. Tip kemudian tersadar, Lan kan sedang amnesia, apa dia masih ingat cara bermain piano?
Tan memberitahu Nalan mengenai ulang tahun dr. Cha minggu depan. Pat mendengarnya dan mempunyai ide lain untuk ulang tahun dr. Cha.  Tan mengingatkan kalau setiap tahunnya, mereka selalu mengadakan acara ulang tahun dr. Cha dengan cara yang sama. Ibunya (Tip) akan menyumbang barang-barang ke biksu dan mereka akan membawa biksu dari kuil untuk berdoa. Kemudian di sore hari, dr. Cha dan Nalan akan makan bersama, setelah itu Khun Lan akan bermain piano, dan  kemudian dr. Cha akan meniup lilin.
"Sangat membosankan," keluh Nalan. Dia kemudian memikirkan sesuatu. "Bagaimana jika tahun ini kita melakukan sesuatu yang spesial untuk Ayah? Tan, kamu kumpulkan semua orang sekarang, kita akan rapat. Kumpulkan di dapur."
Semua sudah berkumpul di dapur. Ada Tan, Tip, Jan, satpam dan pembantu lainnya. Pat memberitahukan rencanannya.
"Para biksu akan berdoa di rumah pada pagi hari sama seperti biasanya. Kemudian, sore harinya, kita akan mengadakan kejutan. Dan aku pikir, sebaiknya kita juga mengundang para teman baik Ayah. Tetapi, aku tidak tahu bagaimana mencari mereka," ujar Pat.
Jan mememberitahu kalau dia tahu siapa teman  dekat dr. Cha di rumah sakit. Tip juga memberitahu kalau dia tahu teman dekat dr. Cha dari kecil. Pat senang mendengarnya dan menyuruh Jan dan Tip untuk menghubungi para tamu.
Tip sedikit merasa ragu karena mereka belum pernah membuat pesta seperti ini. Pat menenangkannya, dia yang akan menyiapkan semuanya. Dia ahli mengenai hal seperti ini.

Tip dan Tan bicara berdua. Tip merasa aneh, karena dulu, Khun Lan selalu mengikuti saja. Dia selalu melakukan apa saja yang di suruh tanpa komentar. Tetapi, tahun ini, Khun Lan mengatur semuanya sendiri dan bahkan dapat membagikan tugas. Bukankah itu aneh? Tan membenarkan. Dia juga merasa aneg dengan perkataan Khun Lan yang tadi bilang, dia ahli mengurus hal seperti ini. Emang sejak kapan Khun Lan pernah mengatur event atau pesta? Mereka berdua merasa bingung. Tetapi, Tip tetap bersyukur dengan perubahan Nalan, karena dia merasa Nalan menjadi sehat dan terasa hidup. Tan tidak berpendapat demikian, dia tetap merasa Khun Lan tidak seperti Khun Lan.
Tan pergi menemui dokter Nithi, dokter yang mengoperasi Lan waktu itu. Dia datang untuk bertanya apa mungkin setelah operasi jantung, seseorang bisa mengalami amnesia dan berubah kepribadiannya? dr. Nithi menjelaskan kalau operasi jantung, tidak ada hubungannya dengan amnesia.
dr. Cha lewat saat itu dan melihat Tan. Dia segera memanggilnya dan menyuruh Tan untuk bertanya padanya. Dia menyuruh Tan untuk ikut ke ruangannya dan jangan mengganggu dr. Nithi.
Diruangannya, dr. Cha memarahi Tan. Tan menjelaskan kalau dia merasa ada yang aneh dengan Khun Lan, tidak seperti Khun Lan yang selama ini di kenalnya.
"Kamu tidak perlu tahu," marah dr. Cha.
"Apa maksudnya, dokter?"
"Tan. Bahkan aku sendiri, tidak mau mencari jawaban untuk sesuatu lagi. Mungkin lebih baik untuk menerimanya, itu mungkin bisa membuat kita lebih bahagia."
Tan makin bingung mendengar perkataan dokter. Dokter hanya bisa menjawab, "Suatu hari, jika kamu memang mau tahu, kamu akan bisa menemukannya."
Esok hari,
Pat menikmati makanan di kantin bersama dengan Tan. Tan heran melihat selera makanan Pat yang jadi menyukai makanan pedas padahal sebelumnya enggak. Pat gugup dan beralasan kalau itu karena makanan di kantin terasa enak dan lagipula makanan itu tidak pedas. Pat kemudian pamit pergi dulu karena Win ada rapat hari ini dan dia harus ikut.
Tan makin heran, kenapa Lan memanggil Win dengan nama, bukan GM.
Saat Pat mau keluar dari kantin, seorang wanita dengan sengaja menabraknya dan menumpahkan kuah makanan yang berwarna merah ke baju Pat. Dia meminta maaf dan berkata tidak sengaja. Pat mengerti dan dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan pakaiannya. Dia benar-benar bingung sekarang bagaimana mau ke rapat bersama Win? Tidak mungkin pakai baju yang sudah kotor.
Wanita yang menabrak Pat tadi, menghubungi Kaew dan memberitahu dia sudah melakukannya sesuai perintah. Kaew memujinya dan berjanji akan memberikan kenaikan jabatan di akhir tahun ini.
Win bersiap pergi rapat. Tapi Lan belum juga muncul. Kaew menemuinya dan memberitahukan kalau Lan tidak bisa pergi ke rapat dengan Win. Karena seseorang melapor padanya kalau Nalan mengalami insiden di kantin, dan bajunya kotor semua. Dan dia berbohong kalau sudah mencoba menghubungi Nalan tetapi tidak di angkat. Jadi, agar pekerjaan dapat berjalan lancar, dia memutuskan untuk menemani Win pergi ke rapat. Win menyetujui saja. Kaew tersenyum penuh kemenangan.
Win sudah mau masuk ke mobil. Tetapi, tiba-tiba Nalan muncul. Kaew heran melihat baju Nalan yang sudah di ganti dan darimana dapat gantinya? Pat jadi curiga dengan pertanyaan Kaew dan dapat menduga kalau itu perbuatan Kaew. Kaew berusaha mengalihkan dengan bertanya pertanyaan lain.
"Kau bilang kau alergi dengan bahan seragam hotel, terus kenapa kau bisa menggunakannya hari ini?"
"Seragam untuk bagian akuntan hotel menggunakan bahan yang berbeda. Dan dia tidak alergi dengan bahan itu," jelas Pat.
Win menegur mereka yang terus bicara. Dia menyuruh Lan untuk segera masuk mobil atau mereka akan terlambat.
"Kau sudah naik jabatan jadi manajer. Jadi, jangan coba mencuri pekerjaan sekretaris dariku," peringati Lan dan merebut berkas dari tangan Kaew dan masuk ke mobil Win.
Rapat sudah selesai. Peserta rapat memuji presentasi Nalan yang sangat bagus dan membuat mereka mau bekerja sama dengan hotel Avista. Pat senang mendengarnya dan meminta Win untuk memujinya. Tetapi, Win malah tidak mengatakan apapun, dia hanya ingin bertanya beberapa hal pada Lan. Pat tidak masalah.
Mereka duduk berdua di cafe. Win bertanya apa pekerjaan orang tua Lan? Pat berbohong kalau orang tua nya menjalani bisnis di bidang kesehatan. Win menebak apa itu jualan obat? Dan Pat membenarkan, sesuatu seperti itu.
Win lanjut bertanya, kenapa di kolom status karyawan, Lan tidak memilih apa dia masih single atau sudah menikah? Pat beralasan kalau dia lupa dan mungkin melewati pertanyaan itu. Pat berusaha mengalihkan dengan menggoda Win yang membaca resume karyawannya.
Win dengan tegas mengatakan kalau dia tidak punya perasaan apapun untuk Lan, jadi jangan pernah berharap.
Malam hari,
Win di rumahnya memikirkan kenapa Lan tidak bekerja untuk perusahaan keluarganya? Kenapa harus bekerja di hotel? Dan kenapa Lan menyembunyikan statusnya yang masih single atau sudah menikah.
Joon menginap lagi di rumah Lan. Besok adalah ulang tahun dr. Cha. Pee lagi-lagi datang ke kamar Lan dan meminta tidur bersama karena dia kesepian. Joon tiba-tiba muncul lagi dan menawari Pee untuk tidur bertiga bersama mereka.
Pee kesal melihat Joon dan memarahinya. Joon jadi kesal karena di perlakukan kasar terus, dia jadi mengeluarkan suara pria-nya. Pee jadi takut juga.
Joon menjelaskan kalau dia menginap karena besok pagi harus siap-siap untuk langsung menyiapkan pesta. Pesta ulang tahun dr. Cha. Dan Pee baru tahu hal itu.
Esok hari,
Pat membawa dr. Cha ke restoran Joon. dr. Cha merasa heran dan memberitahu Pat untuk merayakan ulang tahunnya seperti biasa saja dirumah. Pat menjelaskan kalau dia hanya ingin mengganti suasana. dr. Cha berterimakasih.
Pat mengajak dr. Cha masuk ke halaman belakang restoran. Dan di belakang, sudah banyak yang menunggu dan memberi ucapan selamat. dr. Cha benar-benar terkejut dan juga merasa senang. Pat mengucapkan selamat ulang tahun. dr. Cha sangat bahagia mendengarnya. Kejutan pesta sukses.
Pee ada di sana juga. Dan dia merasa kesal dengan pesta tersebut karena Lan terlihat sangat dekat dengan dr. Cha.
Pat berbicara berdua dengan dr. Cha. dr. Cha memuji dekorasi pesta yang sangat bagus. Tan juga ada di sana dan menguping pembicaraan mereka.
"Biasanya, Nalan menyusun pesta ku di rumah dan memainkan piano sebagai hadiah ulang tahun."
"Sayang sekali. Aku tidak bisa main piano."
"Tidak apa-apa. Aku merasa terimakasih saja tidak cukup. Terimakasih karena sudah menyusun kejutan pesta ulang tahun untukku hari ini."
"Aku melakukan ini sebagai rasa terimakasih dan juga aku melakukannya atas nama Khun Nalan."
Tan heran melihat pembicaraan mereka. Kenapa mereka bicara seolah - olah Khun Nalan adalah orang lain.
Joon melihat Tan. Dan dia pura-pura tersandung supaya bisa memeluk Tan. Tan melepaskan pelukan Joon dan memberitahu kalau dia pernah belajar Muay-Thai. Joon jadi takut Tan akan meninjunya (hahaha). Tan tersenyum dan bahkan memanggil Joon dengan sebutan 'paman'. Joon jadi kesal, kan harusnya dia di panggil 'kakak.'
Joon menemui Pat. Pat berterimakasih pada Joon untuk bantuannya menyiapkan pesta. Setelah itu, dia mulai curhat lagi, kenapa Win masih tidak tertarik padanya padahal dia sudah selalu mencoba menggoda Win.
Joon memberikan nasihat. Win itu tidak tertarik pada Lan karena Lan terlalu agressive. Dia menyuruh Pat untuk memikirkan alasan kenapa Win dulu bisa jatuh cinta pada Pat dan menikahinya?
"Win pernah bilang kalau aku berbeda dari wanita lain. Aku tidak mengikutinya, dan membiarkannya bebas. Dan aku tidak mengganggunya. Hal itu membuatnya tertarik padaku," jelas Pat. Dan dia tersadar. Dia sudah memiliki cara untuk mendapatkan Win. Dia akan bersikap diam, sulit di dekati dan tidak akan mengikuti Win. Dia akan menjadi new Nalan.
Malam hari,
Tan menemui Tip lagi dan menceritakan perubahan Nalan. Tip menegaskan kalau Khun Lan adalah Khun Lan. Tan masih tidak percaya, dia memberitahukan pembicaraan dokter dengan Khun Lan yang dia dengar di pesta tadi. Tip malah memarahinya karena sudah menguping pembicaraan boss mereka. Pokoknya, Khun Lan tetap Khun Lan, dan dia berubah semakin baik, sehat dan tidak mudah di pengaruhi Pee lagi. Tip mengusir Tan keluar dari kamarnya.
Setelah Tan keluar, Tip juga memikirkan perubahan Lan.
Biksu datang dan mendoakan dr. Cha. dr. Cha berdoa kalau dia sudah ikhlas melepaskan Lan, dan berharap, di kesempatan kehidupan selanjutnya, Lan bisa terlahir menjadi anaknya lagi.



6 comments: