Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Korean Drama - 30 BUT 17 Episode 01-02 (Part 2)



Sinopsis Korean Drama - 30 BUT 17 Episode 01-02 (Part 2)
Images by : SBS
Pagi-pagi, Woo Jin sudah di video call oleh Kang Hee Soo yang meminta Woo Jin untuk pulang ke Korea. Hee Soo saja kaget melihat penampilan Woo Jin yang tidak terawat. Dia meminta Woo Jin untuk pulang karena sudah terlalu lama cuti, Woo Jin baru bekerja 6 bulan tetapi sudah meminta cuti 6 bulan. Hee Soo memperingatinya untuk pulang ke Korea di bulan Juli, atau dia akan memecat Woo Jin. Setelah itu, dia langsung memutuskan video call.
Kemudian, Woo Jin di video call lagi, kali ini yang menelpon adalah kakaknya, Gong Hyun Jung. Hyun Jung sampai kaget melihat penampilan Woo Jin yang tidak terawat. Hyun Jung menelpon untuk memberitahu kalau dia akan melakukan pelayanan medis jangka panjang dengan suaminya selama setahun ke Afrika. Dan karena itu, dia menitipkan anaknya, Chan, ke rumah Woo Jin dan dia meminta Woo Jin untuk segera pulang ke Korea. Woo Jin jelas keberatan dan menolak hal tersebut. Hyun Jung tidak peduli, dia menyuruh Woo Jin untuk tidak khawatir karena dia sudah mempekerjakan wanita yang akan mengurus Woo Jin dan Chan. Woo Jin terus menolak.
“Biar ku perjelas. Tempat itu rumah orang tua kita, bukan? Secara teknis, kamu hidup dari orang tua kita,” ujar Hyun Jung.
Woo Jin akhirnya setuju membiarkan Chan tinggal bersamanya. Tetapi, dia menolak untuk memakai pembantu. Hyun Jung tidak mau mendengarkan protesnya dan memutuskan telepon. Woo Jin hanya bisa menghela nafas kesal.
Woo Jin menghampiri anjing-nya, Deok Gu. Dia membelai anjingnya dan memberitahu kalau mereka akan pulang ke Seoul di musim panas nanti. Dan dia juga sudah merindukan keponakannya, Chan.
Yoo Chan dan teman-temannya sedang melakukan latihan mendayung kayak di sepanjang sungai. Setelah itu, mereka mendengarkan arahan pelatih. Pelatih meminta Chan untuk menang di pertandingan nanti dan pimpin tim dengan baik.

Setelah pelatih pergi, Chan memegangi dadanya sebelah kanan. Temannya, Han Deok Su dan Dong Hae Beom, jelas heran melihat tingkahnya tersebut. Chan memberitahu kalau dia merasakan jantungnya membara. Deok Su memandangnya dan memberitahu kalau jantung itu letaknya sebelah kiri. Hae Beom malah berujar sejak kapan posisi jantung berpindah? Dan Chan sibuk memegang dada sebelah kanannya. Deok Su sampai kesal karena teman-temannya sangat bodoh. Untunglah, Chan mengajak mereka makan sundae dan hal itu membuat Deok Su dan Hae Beom bersorak kegirangan.
Hyun Jung menghubungi Chan dan memberitahu perjalanan bisnisnya dan juga mengenai Woo Jin yang akan pulang di bulan Juli. Chan sangat senang mendengarnya, karena dia sudah merindukan paman Woo Jin-nya.

Seo Ri menjalani terapi di rumah sakit untuk memulihkan otot-ototnya yang kaku. Dia berlatih berjalan dan bahkan melatih kekuatan tangannya menggenggam. Latihan itu terasa sangat sulit tetapi Seo Ri tidak menyerah.
Seo Ri juga terus bertanya mengenai kabar temannya, No Su Mi pada perawat perawat yang takut memberitahu kebenarannya, berbohong bahwa dia sudah mencari nama Su Mi tetapi tidak ada kabar, jadi dia rasa kecelakaan yang di alami Su Mi tidak parah. Seo Ri sangat lega dan senang mendengarnya.
Dia kemudian berlatih lagi, hari demi hari. Bulan demi bulan. Dia sudah mulai bisa berjalan sedikit demi sedikit.
Suatu hari, Seo Ri bertanya kepada perawat kenapa paman dan bibi-nya tidak pernah datang untuk melihatnya, padahal perawat selalu bilang kalau paman dan bibinya akan segera datang. Perawat gugup dan berbohong kalau paman dan bibi Seo Ri memang akan datang dan bahkan mereka memintanya untuk meneruskan pengobatan Seo Ri.
“Aku harus minta mereka membawakan violin-ku. Izinkan aku bicara langsung dengan pamanku,” pinta Seo Ri.
Untunglah saat itu, terapis datang dan perawat itu segera kabur keluar. Saat sudah diluar, perawat itu mengeluh pada dirinya sendiri, bagaimana dia akan memberitahu Seo Ri kebenarannya?

Seo Ri sudah mulai lancar berjalan. Tetapi, saat dia menatap dirinya di cermin, Seo Ri tetap merasa ketakutan dan asing dengan wajah tersebut. Dia masih tidak terbiasa dengan dirinya sendiri bahkan dengan suaranya yang juga sudah berubah.
Woo Jin berada dalam pesawat dan akan pulang ke Korea. Dia juga membawa anjingnya Deok Gu. Salah seorang penumpang tertarik dengan Deok Gu, dan bertanya berapa usia Deok Gu pada Woo Jin. Tetapi, Woo Jin dengan cuek menjawab kalau dia tidak tahu, dan segera memakai penutup wajah. Penumpang itu jelas saja mengira kalau Woo Jin mengabaikannya.
Saat sudah sampai bandara, Woo Jin memakai handsfree padahal dia sedang tidak mendengarkan apapun.
Dan lebih anehnya lagi, dia tiba-tiba saja mengukur tong sampah yang ada di bandara. Ahjumma pembersih jelas saja merasa aneh dengan tingkah Woo Jin. Dia bahkan juga mengukur semua benda yang ada di bandara.
Seo Ri terbangun dari tidur siangnya dan di sampingnya sudah ada nenek yang merupakan seorang pasien juga. Nenek itu mengikat rambut Seo Ri menjadi kuncir dua dan juga mencoret muka Seo Ri. Seorang perawat kemudian masuk dan membawa nenek itu keluar dari kamar Seo Ri.
Perawat itu memberitahu kalau nenek itu begitu gembira karena tidak tahu apa-apa.
“Aku sudah mendatangi banyak pusat rehabilitasi dan biasa melihat orang tua di tinggalkan,” ujar perawat relawan tersebut.
“Apa maksudmu, ‘di tinggalkan’?”
Seo Ri berada di kamar mandi. Dia menyalankan keran air dan menatap kosong ke arah cermin.
Seo Ri teringat saat orang tua-nya meninggal, dan pamannya datang dan meminta Seo Ri untuk tidak menangis. Mulai sekarang Seo Ri akan tinggal bersama mereka. Bibi Seo Ri bahkan memberikan seorang anjing yang mirip seperti Deok Gu dan Seo Ri memberi nama anjing itu Fang.
Seo Ri juga ingat saat dia melakukan permainan violin dan pama serta bibinya datang dan memberikan semangat padanya.
Seo Ri mengingat ucapan perawat kalau paman dan bibinya akan segera datang, tetapi dia juga teringat ucapan perawat relawan yang memberitahu kalau semua pasien di sini, sudah di tinggalkan oleh keluarga mereka.
Seo Ri berusaha mengenyahkan pikiran itu. Dia berusaha yakin kalau paman dan bibi-nya pasti akan datang menjemputnya.
Seorang wanita, Jennifer, pembantu di rumah Woo Jin yang dibilang oleh Hyun Jung, sedang dalam perjalanan pulang usai berbelanja. Saat itu, Woo Jin berjalan di belakangnya sambil memainkan meteran (alat ukur). Jennifer yang belum pernah bertemu dengan Woo Jin, jelas mengira kalau Woo Jin mengikutinya dan hendak melakukan 'sesuatu'. Karena itu, Jennifer segera menghajar Woo Jin dengan daun bawang yang di beli-nya.
Di rumah sakit tempat Seo Ri di rawat sedang di adakan acara di taman. Seo Ri pergi ke taman untuk berjalan-jalan sekaligus melihat acara tersebut. Kebetulan dia melihat perawat yang biasa bicara dengannya, jadi Seo Ri menyapanya, tetapi perawat itu malah seperti menghindari Seo Ri. Seo Ri jelas jadi curiga. Nenek yang waktu itu ke kamar Seo Ri, memberikan Seo Ri sebuah cardigan dan memakaikannya untuk Seo Ri, setelah itu dia segera berlari pergi.
Seo Ri hendak kembali ke kamar-nya karena acara sudah selesai. Dan tanpa sengaja, dia mendengar kalau penyelenggara acara akan pergi lagi ke Rumah Sakit Hyein dan Pusat Medis Chaebeom. Seo Ri terkejut karena Rumah Sakit Hyein ada di dekat tempat tinggalnya.
Jennifer dan Woo Jin sudah berada di dalam rumah. Woo Jin sedang mengompres luka-nya, sementara Jennifer dengan gaya kaku-nya meminta maaf karena kesalah pahamannya. Jennifer bicara dengan sangat kaku. Woo Jin sampai capek dan memberitahu kalau dia akan pergi keluar terlebih dahulu, jadi dia meminta Jeniffer untuk menyambut keponakannya yang akan segera datang.
Jennifer kemudian melihat Deok Gu dan Woo Jin memberitahu kalau Deok Gu tidak akan mengganggu dan mungkin akan tidur seharian.
"Jika Anda tidak keberatan, boleh kutanya berapa usianya?" tanya Jennifer.
"Aku tidak tahu usia persisnya, karena kami tidak mengurus dia sejak kecil. Aku akan mengurus dia juga, jadi, fokus saja mengurus keponakanku," jawab Woo Jin.
Saat sudah diluar rumah, Woo Jin kembali memasang handsfree nya padahal dia tidak mendengarkan apapun.
Penyelenggara acara tiba di RS Hye In, dan segera membuka mobil boks dan mengeluarkan alat perform mereka. Dan ternyata, Seo Ri ada di dalam mobil boks tersebut, bersembunyi di sebuah topeng patung besar. Dia segera keluar diam-diam dari mobil boks yang tidak di kunci.

Untuk pertama kalinya, Seo Ri keluar dan melihat jalanan. Dia tentu tercengang melihat gedung-gedung pencakar langit dan juga nama jalanan yang dulu tidak ada. Dia juga heran melihat orang-orang yang lewat memegang ponsel.
Hee Soo menaiki motor gede menuju rumah Woo Jin, kebetulan dia melihat Woo Jin, jadi mengikutinya.

Woo Jin melewati taman dan melihat kursi taman yang unik, jadi dia segera mengukurnya padahal di sana sedang ada siswi SMA yang sedang duduk. Kursi itu jelas ketakutan mengira Woo Jin hendak mengukur kakinya. Gadis itu melempari Woo Jin dengan tas-nya dan berteriak menyebut Woo Jin orang mesum. Seo Ri kebetulan lewat sana dan melihat hal itu, dia merasa takut dan segera cepat-cepat pergi dari sana.
Gadis itu terus menyerang Woo Jin tetapi Woo Jin tetap cuek dan terus mengukur. Hee Soo melihatnya dan menghentikan gadis tersebut. Dia memberitahu kalau Woo Jin bukan orang mesum tetapi orang yang gila pekerjaan. Gadis itu semakin emosi mengira Woo Jin gila pekerjaan menjadi orang mesum. Hee Soo berusaha menenangkan gadis tersebut.
Hee Soo dan Woo Jin sudah berada di kantor. Hee Soo memarahi Woo Jin karena tidak berusaha menjelaskan kepada gadis SMA tadi, harusnya Woo Jin memberitahu kalau Woo Jin adalah desainer dan punya kebiasaan mengukur karena membuat replika. Tetapi, Woo Jin mengabaikannya dan sibuk membuat replika rumah dan perabotannya. Hee Soo sampai kesal karena di abaikan. Dan Woo Jin dengan tenangnya pamit pulang. Hee Soo berteriak mengingatkan Woo Jin untuk datang bekerja besok dan juga potong rambut atau dia akan membotaki-nya.
Seo Ri berusaha mencari rumah paman dan bibinya. Walau kebingungan, dia terus berjalan untuk menemukan rumah tersebut. Dan kemudian dia tiba di depan rumah yang mirip seperti rumah tempat tinggalnya bersama paman dan bibinya. Seo Ri jelas sangat senang.
Dia menekan bel pintu rumah tersebut. Tetapi, yang menjawab suaranya terdengar asing, bukan suara bibinya. Seo Ri memberitahu kalau dia adalah keponakan pemilk rumah. Dan orang di dalam segera membukakan pintu.
Seo Ri masuk ke dalam rumah tersebut. Dan Jennifer menyambutnya. Seo Ri kaget dan memberitahu kalau dia adalah keponakan pemilik rumah. Jennifer salah paham, mengira Seo Ri adalah keponakan yang dimaksud oleh Woo Jin, jadi dia mengundang Seo Ri masuk.
"Aku adalah pengurus rumah. Paman Anda memberitahuku bahwa Anda akan segera datang. Dia sedang pergi keluar sebentar," beritahu Jennifer.
"Pamanku sungguh memberitahumu bahwa dia akan segera datang?" tanya Seo Ri senang. "Astaga, aku salah sangka. Sudah ku duga. Tidak mungkin pamanku akan menelantarkanku."
"Tapi, karena Anda keponakannya, kukira Anda akan lebih muda."
"Masalahnya adalah usiaku 17 tahun belum lama ini. Tapi, aku tiba-tiba berusia 30 tahun. Karena itu aku tampak tua," jelas Seo Ri.
Jennifer mengira kalau Seo Ri sedang bicara asal, jadi dia mempersilahkan Seo Ri untuk segera masuk ke dalam rumah. Di rumah, Deok Gu berlari menyambut Seo Ri. Seo Ri mengenali anjing itu sebagai Fang dan memeluk Fang dengan senang. Jennifer heran karena tadi kata Woo Jin anjing itu akan tidur seharian. Sementara, Seo Ri semakin yakin kalau dia tiba di rumah yang benar karena ada Fang.
Jennifer kemudian pergi membuat jus untuk Seo Ri. Dan saat dia kembali ke ruang tamu, Seo Ri sudah tertidur. Jadi, Jennifer menggendong Seo Ri ala gedongan putri dan membawanya ke kamar.
Chan mentraktir teman-temannya makan. Dia juga memberitahu akan tinggal di rumah pamannya mulai hari ini.  Dan ada hal yang lucu, ahjussi kedai mengira Deok Su adalah ayah dari Chan dan Hae Beom. Deok Su menangis dan memberitahu ahjussi kalau usianya baru 19 tahun.

Chan dan teman-temannya pulang sambil bercanda. Kebetulan mereka melewati tempat parkiran sepeda. Ada orang yang mengambil sepeda dengan kasar dan membuat sepeda lainnya terjatuh seperti efek domino. Chan segera berlai menghalangi sepeda yang terjatuh dengan tubuhnya. Teman-temannya jelas panik. Dan ternyata, Chan melakukan hal itu untuk menyelamatkan anak ayam yang ada di sana. Dan Chan bahkan hendak membawa pulang anak ayam itu untuk merawatnya.
Woo Jin pulang ke rumah dan Jennifer menyambutnya. Jennifer memberitahu kalau keponakan Woo Jin sudah tiba, dan ketiduran jadi dia menggendongnya dan membawanya ke kamar. Woo Jin jelas kaget karena Jennifer bisa kuat menggendong keponakannya (yang dia kira Chan) di tambah lagi Jennifer memberitahu kalau dia menggendong dengan gendongan ala putri. Jennifer memberitahu kalau keponakan Woo Jin sangat ringan.
"Omong-omong, Anda lebih tua berapa tahun dari ...," tanya Jennifer.
"Aku 11 tahun lebih tua."
Jennifer jadi bingung, "11 tahun lebih tua? Bukan setahun lebih tua?"
"Bukan. 11 tahun lebih tua."
Woo Jin kemudian naik ke kamar dan berteriak memanggil Chan. Tetapi, Seo Ri tetap tidur dengan nyenyak. Lampu kamar dalam keadaan mati.

Chan tiba di rumah dan menekan bel. Kebetulan, Jennifer sedang menyalakan blender jadi tidak mendengar suara bel. Chan melihat pintu yang tidak terkunci dan memilih langsung masuk. Kebetulan lagi, Jennifer pergi ke kamar mandi, dan Chan memutuskan langsung naik ke lantai atas mencari orang.
Woo Jin memanggil Chan tetapi Chan tidak kunjung bangun. Woo Jin akhirnya berkata akan membangunkan Chan sama seperti cara dulu. Woo Jin naik ke atas tempat tidur.
Dan dia mencium pipi Chan dan membuat bunyi.
Tepat saat Chan, masuk ke kamar dan menyalakan lampu.
Seo Ri terbangun karena ciuman tersebut. Dan berteriak kaget karena dia mengenali wajah Woo Jin sebagai orang mesum di taman tadi.
Woo Jin juga kaget karena ada orang asing di rumahnya. Chan pun ikut kaget melihat pamannya di pukul Seo Ri. Mereka bertiga kebingungan.
Seo Ri mengklaim bahwa ini rumahnya dan kenapa mereka masuk ke dalam? Chan dan Woo Jin balas berteriak kalau ini rumah mereka.
Tepat saat itu Jennifer masuk membawa jus.
"Siapa mereka?" tanya Seo Ri.
"Siapa wanita ini?" tanya Woo Jin.
"Ahjumma, kau siapa?" tanya Chan.
"Siapa yang bertanya?" tanya Jennifer lagi melihat Chan.
"Aku keponakannya," beritahu Chan.
"Aku yang keponakannya," balas Seo Ri.
"Benar. Dia keponakannya," jawab Jennifer.
"Bukan, dialah keponakanku, " beritahu Woo Jin dan menunjuk ke Chan.
Jelas saja semua kebingungan.
"Terkadang hal yang sangat kecil dan sepele mengguncangkan hidup kita dengan kekuatan lebih kuat daripada yang kita kira," narasi Woo Jin.
Dan kemudian, Hae Beom dan Deok Su muncul.
"Seperti halnya pertemuan yang tidak di sengaja pada suatu hari dalam 30 tahun hidupku membuat kehidupanku dan kehidupannya sangat berguncang."

Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis Korean Drama - 30 BUT 17 Episode 01-02 (Part 2)"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN