Sunday, July 8, 2018

SINOPSIS LAKORN : RANG MAI HUA JAI DERM EPISODE 16-1

0 comments


Images by : ONE HD 31

Jan pergi ke rumah dr. Cha. Dia sudah menceritakan semuanya kepada Tan dan Tip. Tip jelas marah mendengar Jan menjadi selingkuhan Pee. Dia memukul Jan dan memarahinya karena sudah sangat bodoh. Jan menangis dan memohon agar Tip memaafkannya. Tan sendiri menahan Tip agar tidak memukul Jan lagi.
"P'Jan, kau yakin Pee tidak tahu kau sudah menghapus rekaman itu?"
"Aku rasa dia tidak tahu. Karena saat aku pergi, semua terlihat normal."
"Baguslah karena kau berusaha melakukannya. Jika tidak, aku pasti tidak akan membiarkanmu hidup," marah Tip.
Malam hari,
Wit berlari memanggil Pee yang ada di kamar Jan. Dia mengajak Pee untuk segera kabur karena polisi ada di depan rumah. Pee terkejut dan menyadari kalau Jan pasti sudah mengkhianatinya. Pee benar-benar marah. Dia segera kabur dari rumah itu lewat jalan belakang dan tidak lupa dia juga membawa pistol dan ponsel-nya.
Kaew pulang ke rumah dengan membawa Pee dan Wit. Tante jelas kaget melihat Kaew membawa para pria. Kaew menyuruh tante untuk tidak berisik, Pee dan Wit hanya akan menginap satu malam. Tante tidak peduli, asal mereka membayar uang menginap. Dan Pee segera memberikan uang.
"Tante, ingat jangan besar mulut dan memberitahu orang-orang. Atau aku tidak bisa menjamin keselamatanmu," ancam Kaew.
Tante terkejut mendengar ancaman Kaew di tambah lagi dia melihat Pee membawa pistol.
Pee memeriksa ponselnya dan ternyata rekamannya sudah di hapus. Wit langsung mengomeli Pee yang tidak percaya padanya, dia kan sudah bilang bahwa Jan pasti akan mengkhianati mereka. Kaew menyuruh mereka untuk tidak ribut dan lebih baik bekerja sama dengannya.
"Kerja sama apa lagi? Aku sekarang sudah menjadi buronan," marah Pee.
"Aku tahu. Tapi rencanaku tidak membutuhkan kalian untuk menunjukkan diri. Jika rencana ini berhasil, kita akan menang," ujar Kaew.
"Rencana apa?"
"Membunuh Nalan."
Wit jelas tidak setuju. Itu rencana yang sangat berbahaya. Tetapi, Pee menyuruh Wit untuk diam. Dia mau tahu apa maksud dari rencana Kaew.
"Jika Nalan mati, aku akan mendapatkan kembali pacarku. Dan kau, bukankah kau bilang dr. Cha melakukan sesuatu yang salah? Jika dia masuk ke penjara, kau akan menjadi satu-satunya ahli waris Nalan. Kita tidak akan mengambil setengah harta mereka. Aku rasa, kau akan mendapatkan semua hartanya," jelas Kaew.
"Pee, pikirkan baik-baik hal ini," pinta Wit.
Tetapi Pee tidak mendengarkannya. Dia tertarik dengan rencana Kaew.
Di rumah Win,
Win bermimpi bertemu dengan Khun Lan dan Pat.
"Khun Pat dalam bahaya," beritahu Khun Lan. "Percaya padaku, Khun Pat dalam bahayar."
Dan Win terbangun dari mimpinya tersebut. Pat juga terbangun dan bertanya ada apa? Win memberitahu kalau dia bermimpi bertemu Khun Lan yang memberitahukan kalau Pat dalam bahaya. Win takut, dia akan kehilangan Pat lagi. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi Pat. Pat juga berjanji pada Win kalau dia tidak akan pernah pergi lagi.
Esok hari,
Kaew pergi ke sekolah Boat. Dia datang untuk menjemput Boat karena nenek Boat kecelakaan. Win yang memerintahkannya dan mereka harus cepat ke Bangkok sekarang juga. Guru yang bertugas, karena sudah sering melihat Kaew menjemput Boat dan mendengar suara Kaew yang penuh kecemasan,  setuju mengizinkan Kaew masuk ke lingkungan sekolah dan menjemput Boat. Tapi, sebelum itu, dia menyuruh Kaew mengisi buku tamu.

Setelah mendapatkan Boat, Kaew menghubungi Nalan. Dia memberitahu kalau Boat sekarang ada bersamanya. Boat sudah tertidur karena dia memberikan obat tidur. Pat jelas panik dan bertanya apa mau Kaew.
"Aku ingin bicara denganmu. Khun Kawin tidak boleh tahu mengenai hal ini. Jika kau menginginkan ayahnya, maka cobalah menjadi heroine. Datang dan jemput Boat sendiri."
"Baik. Kemana aku harus pergi?"
Usai bicara dengan Nalan, Kaew masuk ke dalam mobil dan memberikan Boat minuman. Boat tanpa curiga meminum minuman tersebut dan bertanya kepada Kaew, mau kemana mereka? Dia mau segera menemui nenek karena khawatir. Dan tidak lama kemudian, Boat tertidur. Kaew tersenyum sinis melihatnya.
Win kembali ke ruangannya dan heran karena Pat tidak ada di mejanya. Dia meminta salah seorang pegawai untuk pergi ke security dan tanyakan pada mereka Nalan kemana.
Pegawai tersebut melapor kalau security bilang Khun Nalan pergi dari hotel dengan mobil beberapa saat yang lalu.
Win jadi khawatir mendengarnya. Dia pergi ke dapur dan menemui Nudee. Dia bertanya apa Nudee tahu Pat kemana? Dia tidak bisa menghubunginya. Nudee juga tidak tahu dan menyuruh Win untuk mencoba bertanya ke Noojoon. Dia menelpon Noojoon tapi Noojoon juga tidak tahu kemana Pat. Win tambah cemas. Dia teringat mimpinya semalam.
Pat menemui Kaew di sebuah jalan sepi dekat hutan. Dia marah karena Kaew sudah bertindak kelewatan dengan melibatkan Boat. Pat juga berjanji akan meninggalkan Win jika Kaew melepaskan Boat.
"Sudah terlalu terlambat, Nalan. Aku sudah memutuskan untuk membuatmu menghilang dari sisi Win."
Dan Pee muncul di belakang Kaew. Pat kaget melihatnya dan berusaha kabur ke mobilnya. Tetapi, Wit sudah menanti di belakangnya dan menahannya. Kaew menyuruh Nalan untuk tidak macam-macam atau Boat akan mati.
"Jangan lakukan apapun pada Boat. Win pasti akan tahu kau ada di balik ini semua karena kau orang yang menjemput Boat dari sekolah."
"Aku bisa berbohong kalau kau yang menipuku untuk membawa Boat dan kau mencoba membunuh kami berdua. Tapi, aku berhasil bebas, jadi kau dan Boat meninggal dalam kecelakaan mobil."
"Kau mau membunuhku dan Boat?"
"Ya. Siapapun yang menghalangi jalanku, akan ku lenyapkan. Pergilah ke neraka, Nalan."
Dan Pee segera menyerang Nalan dan membiusnya. Setelah itu, dia menghancurkan ponsel Nalan agar mereka tidak terlacak. Dia juga menyuruh Wit untuk mematikan GPS mobil Kaew agar mereka tidak terlacak.
Mereka tiba di pondok kecil dekat hutan. Nalan dan tersadar dan meminta Kaew agar melepaskannya dan Boat. Dia berjanji tidak akan melaporkan dan menceritakan perbuatan Kaew ini. Kaew menyuruh Nalan untuk memohon pada suaminya, bukan dia. Pat memohon Pee untuk menolongnya, dia akan memberikan apapun yang Pee inginkan. Tetapi, Pee tidak mau lagi, dia hanya mau membuat dr. Cha untuk hidup menderita selamanya. Dia juga memberitahu kalau dia tidak pernah mencintai Nalan, jadi sebaiknya Nalan pergi ke neraka, agar semua orang bisa bahagia.
Setelah itu mereka keluar pondok dan mengunci pintu.
Pee menyuruh Wit untuk berjaga di depan pondok. Dia dan Wit akan pergi membeli makanan dulu. Mereka akan membunuh Nalan dan Boat di malam hari. Karena jika bunuh sekarang, dengan cara membunuh Nalan dan Boat kemudian melempar tubuh mereka ke jurang dengan mobil Nalan, maka akan ada asap dan suara keras. Dan di khawatirkan akan ada orang yang lewat dan melihat hal tersebut. Tapi, jika mereka melakukannya di malam hari, saat jalan sudah sunyi, maka sampai 10 tahun lagi pun, tidak akan ada yang menemukan mayat mereka. Kaew senang mendengar penjelasan tersebut. Tetapi, dia menolak ikut dengan Pee, dia menyuruuh Wit yang pergi dengan Pee. Bagaimanapun, dia takut Pee akan melukainya.
Win mencoba menghubungi Kaew tetapi tidak bisa. Dia semakin cemas ditambah GPS di mobil Nalan tidak menyala. Tan merasa kalau Kaew pasti tidak melakukannya sendiri. Dan Joon serta Nudee menduga kalau Peesama juga terlibat. Mereka tambah panik, apa yang akan terjadi pada P'Pat dan Boat sekarang?
Tiba-tiba, Win teringat sesuatu. Boat selalu menggunakan jam tangan yang bisa di gunakan untuk menelpon.
Boat sudah tersadar. Dia heran karena berada dalam pondok. Pat menjelaskan kalau mereka di culik dan dalam keadaan bahaya.Boat tentu ketakutan. Pat meminta Boat untuk tidak takut, dia pasti akan menyelamatkan Boat.

No comments:

Post a Comment