Monday, September 17, 2018

Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 26

2 comments


Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 26

Images by : MBC

sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com

Ji Hyun menenggalamkan dirinya di bathub kamar mandi. Sesaat, dia bangun dengan nafas terengah. Dia mencoba menguatkan dirinya untuk tidak menangis. Tidak menyerah. Tetap kuat dan bertahan.

--

Ji Hyun menemui detektif dan menjelaskan yang terjadi hari itu. Seseorang mencoba membunuhnya, tetapi dia tidak tahu siapa itu. Dan Soo Ho tewas karena menyelamatkannya. Detektif malah bertanya curiga, kenapa Ji Hyun awalnya tidak memberitahu dan mengatakan lupa? Ji Hyun menjawab dengan tegas kalau dia baru teringat.

Dan Chae A yang ada di depan memberikan instruksi pada dir. Yeo. Interogasi Ji Hyun sudah selesai dan segera siarkan.


Penyiaran mengenai pengakuan Ji Hyun di kantor polisi mengenai hari kematian Soo Ho, membuat public menjadi curiga dan menebak-nebak siapa yang mencoba membunuh Ji Hyun.

Berita itu di dengar oleh Min Seok yang berada di rumah. Dia menerima telepon dari Chae A, dan meminta Min Seok untuk melalui interogasi, beritahu semuanya. Dan cari tahu pelakunya bersama-sama. Dia percaya pada Min Seok.

Karyawan CEO Cheon melaporkan berita yang tersebar pada CEO Cheon.

“Jika dia bertanggung jawab atas perbuatannya, dia juga bisa bertanggung jawab atas perbuatan orang lain. Bukankah Pengacara Shin seperti itu?”

--


Min Seok di interogasi karena dari rekaman CCTV, terlihat kalau Min Seok pergi ke TKP. Awalnya Min Seok mencoba menjawab dengan tenang. Tetapi, detektif memperlihatkan foto Min Seok saat pacaran dengan Ji Hyun dulu. Dia membuat spekulasi bahwa mungkin Min Seok hendak membunuh Ji Hyun karena merasa marah dan terkhianati karena Ji Hyun menikah dengan Soo Ho. Min Seok menghela nafas kesal.

Interogasi selesai. Min Seok kembali ke mobil dan memukul mobilnya dengan kesal. Dia kemudian melihat surat Soo Ho yang di berikan Ji Hyun dan membacanya.

Kepada Pengacara Shin. Karena kematianku makin dekat, aku pun mencoba berpikir dari sudut pandangmu. Aku bahkan mencoba menyelidiki latar belakangmu. Dengan seorang ayah yang mengidap demensia dan ibu yang terus membanting tulang, meski berasal dari keluarga miskin, kamu bisa mencapai posisimu sekarang karena kepintaran dan kemampuanmu. Kuanggap kamu amat luar biasa. Setidaknya pada awalnya, kamu punya rasa keadilan. Kudengar kamu pernah melawan Grup W juga. Meski pada akhirnya, kami merekrutmu. Walau aku sudah berusaha berpikir dari sudut pandangmu, keputusanku sangat berbeda dengan keputusanmu.Semua orang berhak mengetahui kebenarannya. Meski kebenaran itu kejam dan menyakitkan. Kamu tidak berhak memaksa orang menyerah sebelum orang itu bahkan sempat mulai berjuang. Seseorang yang meyakini pemikiran mereka yang terbaik cenderung berada dalam bahaya. Kamu akan bertanggung jawab atas semua perbuatanmu. Hal itu akan kembali kepadamu seperti sebuah bumerang. Begitulah cara kerja dunia kita. Belum terlambat mengungkap kebenaran dan berjuang melawan dunia. Jangan menghindar dan melarikan diri. Hanya itulah caramu bisa menghormati hidupmu dan wanita yang dahulu kamu cintai.

Min Seok pulang dalam keadaan kalut. Dia membeli banyak soju dan minum di pinggir jalan. Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di dekatnya dan menculiknya.

--

Ji Hyun bangun dari tidurnya. Dia terlihat tidak mempunyai semangat hidup sama sekali. Dengan langkah lunglai, dia keluar dari kamar dan melihat akuarium kura-kura yang telah di pindahkannya ke ruang tengah. Dia memberi makan kura-kura tersebut. Matanya tampak redup. Dia merasa sangat kesepian di rumah besar tersebut.

Ji Hyun datang ke restoran. Semua karyawan terkejut melihatnya. Ji Hyun memberitahu kalau dia datang untuk makan dan mengajak semuanya makan bersama. Chae A ikut makan bersama mereka.

Para karyawan masih berduka atas kematian Soo Ho. Mereka merasa sedih dan prihatin, apalagi ternyata selama ini Soo Ho telah sakit tetapi menyembunyikan hal tersebut.

--


Min Seok tersadar. Dan ternyata, dia di culik oleh Tn. Nam. Min Seok dapat menduga kalau tn. Nam adalah orang yang telah membunuh Soo Ho. Dan benar, memang dia yang melakukannya. Tetapi, dia juga tidak menyangka kalau Soo Ho akan melompat ke laut untuk menolong Ji Hyun.

“Min Seok, jika kamu bertanggung jawab dan mengaku, semua ini akan segera selesai. Kami akan mengumpulkan semua pengacara dari Grup W agar kamu tidak perlu berlama-lama dalam kekacauan ini. Lalu Pimpinan akan paham dan memaafkanmu.”

“Pikirmu kamu bisa selamat? Cheon Soo Ho tewas karena kamu. Posisi kita berdua akan sama.”

“Min Seok. Jika kamu tidak membiarkan semua ini menjadi berlarut-larut, keadaannya tidak akan begini. Kamu hendak membunuh Seol Ji Hyeon. Lalu, Cheon Soo Ho mencoba menyelamatkannya. Kami punya buktinya. Darah ini akan membuktikan kamu berada di perahu itu. Berhenti memikirkan diri sendiri dan prioritaskan keluargamu. Ayahmu butuh diobati,” ujar Tn. Nam dan melukai tangan Min Seok dengan pisau.

--

Chae A memberitahu Ji Hyun kalau tiba-tiba Min Seok sulit di hubungi. Dan karena itu, kepolisian sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan surat perintah. Ji Hyun merasa kalau Min Seok tidak mungkin kabur, karena itu dia ingin melacak posisi terakhir Min Seok dari sinyal ponsel Min Seok.

Mereka berdua pergi ke kantor polisi dan meminta penyelidikan terbuka. Tetapi, detektif menolak karena tidak ada surat perintah. Detektif bahkan tidak mau mendengarkan pendapat Chae A dan Ji Hyun bahwa kemungkinan Min Seok di culik.

Chae A akhirnya memilih untuk pergi dengan Ji Hyun.

--

Min Seok setuju untuk mengakui kalau semua adalah rencananya. tn. Nam sangat senang dan memuji keputusan Min Seok. Dia kemudian membuka ikatan tangan Min Seok dan menyuruh Min Seok menulis surat permintaan maaf karena sudah mempunyai rencana membunuh Ji Hyun. Surat itu sebagai jaminan kalau Min Seok tidak akan berubah pikiran.

Min Seok mulai menulis.

--


Dir. Yeo memanggil Chae A dan Ji Hyun. Dia memberitahu kalau ada sebuah mobil yang terekam di TKP selain mobil Min Seok. Chae A memperhatikan mobil itu dan dari mobil itu keluar tn. Nam Dae Cheol. Dia mengenali tn. Nam. Dan mobil yang sama terekam di hari Min Seok menghilang.

--


Min Seok selesai menulis surat. tn. Nam mendekat untuk melihatnya, tetapi Min Seok menyerang dan kabur. Jelas saja dia kalah, sudah banyak anak buah tn. Nam yang mengepungnya.

--

Chae A, Ji Hyun dan dir. Yeo menuju ke tempat terakhir mobil yang menculik Min Seok terekam. Mereka juga sudah menghubungi polisi.

Mereka tiba di rumah kosong bersamaan dengan detektif. Mereka segera menggeledah rumah itu. Ji Hyun melihat ada sebuah mobil yang terparkir, dan Min Seok berada di dalamnya dalam keadaan tidak tersadar.

Ji Hyun meraih batu yang ada di dekat sana dan memecahkan jendela mobil. Setelah itu, dia menarik Min Seok keluar dari mobil yang di penuhi asap briket. Ji Hyun berteriak meminta agar Min Seok sadar.

--

Min Seok di bawa ke rumah sakit. Dia selamat. Tetapi, detektif memborgol tangannya di ranjang.

“Kamu sudah siuman, jadi, bisa memahami situasinya? Pak Shin. Anda ditangkap atas percobaan pembunuhan. Kami menemukan darah Anda di perahu itu,” ujar detektif.

“Mereka menculikku dan membuatnya seperti bunuh diri,” beritahu Min Seok.

“Anda mencoba bunuh diri karena hampir ditangkap polisi. Bukankah begitu kesepakatannya? Agar ayah Anda bisa menjalani operasi. Jadi, kamu mau mengaku?” ujar detektif itu.

Detektif telah di perintahkan untuk membuat Min Seok bersalah.

--


Min Seok akhirnya di tahan. Chae A dan Ji Hyun mengunjunginya di penjara. Ji Hyun meminta Min Seok untuk jujur dan memberitahu semuanya agar dia bisa membantu Min Seok.

“Maaf. Aku pelakunya. Aku mencoba membunuhmu,” ujar Min Seok. “Itulah yang terjadi.”

--

Chae A dan Ji Hyun berdiskusi usai menjenguk Min Seok. Chae A yakin kalau Min Seok telah di ancam. Dan Ji Hyun yakin kalau Min Seok di ancam oleh CEO Cheon.

--

Ji Hyun menemui CEO Cheon saat CEO Cheon masih melakukan rapat. CEO Cheon kesal melihatnya dan menyelesaikan rapat.

“Anda akan bertindak sejauh apa? Sejauh apa Anda akan bertindak demi menutupi satu insiden itu? Soo Ho sudah tidak ada di dunia. Anda tidak perlu menyembunyikannya lagi. Jika Anda berkata jujur sejak awal, situasinya tidak akan seperti ini. Soo Ho tidak akan mati seperti itu,” ujar Ji Hyun.

"Jika Anda tidak memaksa untuk menikahkan… Jika kamu tetap bungkam sejak awal, Soo Ho tidak akan mati begitu. Semuanya salahmu. Semuanya kesalahanmu,” tekan CEO Cheon.

“Baguslah. Kini aku tahu persis Anda seperti apa. Anda masih ingin aku lenyap? Maka salah satu dari kita harus mati agar semua ini berakhir. Atau kita berdua.”

--

Min Seok di bawa oleh mobil detektif. Tetapi, dia malah di suruh turun di tengah jalan. Min Seok jelas heran. Detektif menggiringnya ke arah hutan. Dan di sana ada tn. Nam.

“Kita harus mengakhirinya sekarang demi ayahmu. Mari akhiri semuanya,” ujar tn. Nam.

Dan anehnya, detektif membuka borgol di tangan Min Seok. Min Seok segera kabur dan detektif menembaknya. Meleset. Min Seok lari lagi. tn. Nam tertawa melihat Min Seok yang berlari ketakutan.

--

Ji Hyun pulang ke rumah. Dia menguatkan dirinya untuk membaca surat yang Soo Ho tinggalkan untuknya.

Seol Ji Hyun. Orang penuh rasa syukur yang membuat umur pendekku berarti. Satu-satunya orang yang membuatku ingin hidup lebih lama. Gadis menawan yang membuatku menyadari cara hidup dan mati yang sepantasnya. Berkat kamu, aku bisa merasakan momen paling bahagia dalam hidupku selagi bersiap untuk mati. Kuharap kamu tidak terlalu lama meratapi kepergianku. Nanti aku merasa terlalu bersalah. Jangan biarkan kematianku menghentikanmu melakukan hal yang sedang kamu usahakan. Hal itu akan menyempurnakan hidupku dan juga kematianku. Jika membuka pianonya, kamu akan menemukan jam tangan pemberian adikmu. Pikirkan jam tangan itu dan sukseslah dalam setiap hal yang kamu lakukan. Kamu bisa. Dari suamimu, Cheon Soo Ho.

Ji Hyun membuka piano di ruang tamu. Dan benar, dia menemukan jam tangan hadiah Ji Eun untuknya. Jam tangan yang waktu itu dia buang, dan dia ganti dengan jam tangan baru. Ternyata, Soo Ho tidak membuangnya dan menyimpan jam itu.

Ji Hyun menangis sedih mengingat semua kenangannya dengan Soo Ho.


Bel rumah Ji Hyun berbunyi. Min Seok. Dia datang dengan mengenakan topi dan pakaian hitam. Ji Hyun jelas kaget melihat Min Seok ada di depan pintu padahal seharusnya dia ada di penjara. Min Seok memberitahu kalau dia kabur, dan memohon agar di izinkan masuk.

Dengan ragu, Ji Hyun membuka pintu dan mengizinkannya masuk.

“Semuanya karena aku. Ayahku meninggal. Aku bahkan tidak bisa ke pemakamannya karena ada polisi yang berjaga di sana. Jika ditangkap sekarang, aku tidak akan bisa keluar lagi. Aku pasti sedang dihukum. Aku mendapat balasan atas perbuatanku dahulu. Akan kuberi tahu segalanya. Dari awal sampai akhir. Akan kuberi tahu juga alasan kematian ibumu. Akan kukatakan segalanya. Pasti sulit bagimu, tapi bisa tolong dengarkan aku?” ujar Min Seok sambil menangis dan berlutut di depan Ji Hyun.

Ji Hyun hanya menatapnya dengan dingin.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini di k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


2 comments:

  1. Aktingnya seohyun sih bagus, tpi jdi kurang semangat, soalnya udh vak ada so hoo... 😭😭😭

    ReplyDelete