Sunday, September 16, 2018

Sinopsis Lakorn : Game Sanaeha Episode 6 - part 5

4 comments

Network : Channel 3

Pen mengirimkan fotonya yang memakai baju kelinci kepada Wutta. Dan dia menanyakan pendapat Wutta mengenai pakaian barunya. Dan dengan singkat, Wutta membalas bahwa itu pakaian yang bagus, tapi saat ini dia punya pekerjaan yang harus dilakukan, jadi dia sibuk.



Dan membaca balasan Wutta itu, Pen pun menjadi kesal, karena biasanya saat dia melakukan ini, itu akan memberikan dampak,  tapi kini Wutta malah begitu bekerja keras. Kemudian Pen pun memeriksa IG nya dan tanpa sengaja dia melihat sebuah siaran langsung.

Disiaran itu. Tampak Nok yang sedang sibuk melihat foto dan memilih pakaian mana yang bagus. Dan kemudian saat Nai lewat, Nok menanyakan pendapat Nai. Lalu Nai balas bertanya dan Nok memberitahu, kemudian Nai memberitahukan pendapatnya terhadap pilihan Nok. Melihat siaran itu, Pen pun tersenyum seperti sedang memikirkan sebuah rencana.



Ditempat acara. Nai serta Nok sedang sibuk berdiskusi dengan orang- orang. Dan tepat disaat itu, Khae dan Thorsaeng tiba. Lalu saat melihat Nai, Khae mau mendekati Nai, tapi Thorsaeng menahan. Namun Khae tetap bersikeras untuk menghampiri Nai.

Dan pas disaat itu, Wat yang melihat kedatangan Khae, dia memanggil Khae, sehingga Khae berhenti berjalan dan tidak jadi menghampiri Nai.



Dengan sopan. Wat memberikan salam kepada Thorsaeng. Lalu mereka saling mengobrol. Kemudian Nok yang menyadari hal itu, dia berdiri dari duduknya dan memandangin dengan tajam ke arah Thorsaeng. Dan dengan berani, Thorsaeng balas memandangin Nok dengan tajam juga.



Tepat disaat itu, Nart serta Wutta tiba disana juga. Dan ketika melihat kedatangan Wutta, Khae langsung nampak terkejut, tapi dia tidak mengatakan apapun. Kemudian Wat yang tidak tahu mengenai hubungan mereka, dia memperkenalkan Khae kepada Wutta. Dan seperti pura- pura tidak mengenal, Wutta menyapa dan mengulurkan tangannya kepada Khae.

Namun Khae tidak membalas uluran tangan Wutta. Dia memandangin kearah Nai sesaat, lalu dia melipat tangan nya dan balas menyapa Wutta. Dan karena itu, maka Wutta menarik tangannya kembali.



Diruangan pemotretan. Khae mulai berpose untuk pemotretan. Dan dengan seksama, Wutta memperhatikan khae serta tersenyum. Lalu menyadari hal itu, Khae pun menjadi tidak nyaman. Dan setelah selesai mengambil beberapa foto, Khae dipersilahkan untuk istirahat. Jadi Khae pun pergi dari tempat itu ke dalam ruangannya.



Nok yang masih berada disana. Dia memperhatikan semua foto hasil pemotretan Khae yang tampak bagus sambil mendiskusikan itu dengan mereka semuua yang ada disana. Dan tepat disaat itu, Pen datang serta menyapa mereka semua dan melihat itu, mereka menjadi terkejut.

“Pen akan menyiarkannya di Fanspage milik Pen. Fanclub ku memiliki ratusan fans,” kata Pen dengan ramah, menawarkan bantuan untuk mereka.

“Tapi itu akan lebih baik jika kamu tidak menganggu kamu,” balas Nok, menolak tawaran Pen.

“Oh, menganggu apanya! Kita ada dipihak yang sama. Apapun yang aku bisa, aku akan membantu,” balas Pen dengan sikap pura- pura ramah.



Nok kemudian meminta Wat untuk menemui Khae yang pergi tadi. Dan mengerti maksud Nok, maka Wat pun pergi dari sana untuk menemui Khae. Kemudian setelah Wat pergi, Nok berdiri dan Nai mengikuti. Sementara Wutta serta Nart hanya diam dan memperhatikan saja.

“Aku bisa memberitahu perbedaan antara akrab dan orang yang mencoba menyamakan diri dengan kami. Jika kamu menyiarkannya secara langsung, itu juga tidak akan membantu apapun. Karena fanclub mu bukanlah customer grup kami. Itu tidak ada dilevel yang sama. Jangan habiskan waktumu, lebih baik kamu melakukan yang lain,” kata Nok dengan tegas.



Pen tidak terima dan kemudian dia mengatai Nai yang juga sama seperti dirinya. Dan Nai mengingatkan Pen untuk tidak menyalahkan orang lain, karena itu tidak akan membuat Pen tampak baik, jadi lebih baik Pen pulang dan tidak membuat keributan.

“Tidak perlu memberitahuku. Lebih baik ingatkan dirimu sendiri, Nai. Apa kamu lupa betapa dia tidak menyukai kamu. Berhati- hatilah karena dia mengambil kesempatan darimu,” kata Pen.

“Tarik kembali kata- katamu sekarang, Pen. Nok bukan orang yang seperti itu. Nok tidak akan pernah berkhianat. Jika dia tahu siapa yang baik dengannya,” balas Nai sambil menunjuk Pen menggunakan jari telunjuknya.



Pen kembali mengatai Nok bahwa pada akhirnya Nok akan mengambil keuntungan dari Nai. Dan medengar itu, Nak pun menjadi kesal dan membalas bahwa itu benar.

“Aku tidak bermain dengan orang yang tidak berguna. Dan orang seperti Luckanai. Jika itu sampah, maka itu adalah bahan daur ulang kelas A yang pantas di daur ulang menjadi hal yang berharga,” balas Nok sambil memeluk lengan Nai dengan erat. “Jadi aku tidak malu bersama dengannya. Dia membuatku mengubah pikiranku. Dan beberapa orang yang hanyalah sampah beracun, itu lah yang harusnya kita buang ,” kata Nok, menyindir Pen.



“Apa kamu pikir bahwa kamu lebih tinggi daripada orang lain, hah? Baiklah. Aku akan memberitahu ini padamu. Pasti nya kamu tidak tahu kan…” kata Pen sambil tersenyum memandang ke arah Wutta.
Dan menyadari maksud Pen itu, maka Nart langsung berbicara dan mengajak Pen untuk keluar. Namun karena Pen tidak mau keluar, maka dia menyuruh penjaga membawa Pen secara paksa. Dan kemudian Wutta pun ikut keluar bersama Nart.



Lalu setelah mereka semua pergi, Nai mengucapkan terima kasih kepada Nok. Dan Nok membalas bahwa apa yang dikatakan nya tadi itu adalah jujur.



Diluar. Wutta mendorong Pen hingga jatuh. Dan ketika Pen ingin berdiri, Wutta kembali mendorong Pen. Lalu Wutta memarahi Pen, dia mengatakan bahwa dirinya tidak sebodoh Dokter (Wes) yang Pen tipu. Dan dengan tenang Pen membalas bahwa itu kan benar kalau Wutta dan dia pernah tidur bersama.


“Ada banyak cara untuk membuat Nok tidak tahu. Aku akan menghilangkan orang yang menyebabkan itu. Menghilangkannya dari dunia,” ancam Wutta, lalu dia pergi meninggalkan Pen. Dan dengan kesal, Pen hanya bisa diam dan menahan emosinya.



Saat kembali ke dalam gedung. Wutta memuji Nart yang telah melakukannya dengan baik. Dan Nart membalas bahwa dia melakukan itu untuk dirinya sendiri, karena jika perusahaan berjalan baik, maka karyawan akan tetap stabil. Mendengar itu, dengan percaya diri, Wutta tersenyum dan mendekati Nart.

Dan Nart pun mengatai serta memperingati Wutta. Lalu dengan kesal, Wutta pun pergi dari sana.



Tepat ketika Wutta telah pergi, Nai muncul. Dan dia menanyakan kepada Nart mengenai maksud perkataan Nart barusan yaitu, jika perusahaan berjalan baik, maka karyawan akan tetap stabil. Serta apa yang sebenarnya SJ inginkan dari Green Dream. Dan Nart membalas bahwa itu bukan apa-apa.

Nai lalu mengingatkan tentang hubungan baik mereka berdua yang telah terjalin sejak lama. Dan Nart membalas bahwa dia bisa membedakan antara persahabatan dan karyawan yang setia.

“Aku berharap, kesetiaanmu digunakan untuk jalan yang benar,” kata Nai.

“Pastinya!” balas Nart. Dan kemudian, Nai pergi.




Direstoran. Dengan suara keras, Wutta menanyakan kepada Khae mengenai apa Wat belum mengetahui tentang hubungan Khae dan Nai di masa lalu. Dan mendengar itu, Khae pun menjadi sedikit panik, karena Wat sedang berdiri tidak jauh dari sana juga, Wat sedang mengobrol bersama beberapa karyawan lain. Lalu saat yakin, Wat tidak mendengar pertanyaan itu, Khae menjawab bahwa itu sudah lama dan dia meminta agar Wat tidak mengulang kembali hal lama.

Namun Wutta dengan sengaja, terus membicarakan tentang itu sambil memandang ke arah Wat. Dan ketika Wat melihat  ke arah mereka sambil tersenyum, Khae balas tersenyum. Lalu dengan tegas Khae membalas.

“Apa kamu tahu mengapa aku memilih Khun Wat? Karena orang sepertinya sangat murah hati dan rasional,” kata Khae.

“Terkadang, mereka rasional karena mereka tidak tahu kebenarannya. Apa yang kamu pikirkan jika cerita ini terungkap, bagaimana kamu akan berbiara?” balas Wutta, mengancam khae.



Pas disaat itu, Wat menghampiri mereka. Dan Khae pun menjadi terkejut. Apalagi ketika Wutta mengatakan kepada Wat bahwa saat ini mereka sedang membicarakan Wat. Namun untungnya, ternyata Wutta mengatakan bahwa apa yang mereka bicarakan yaitu mengenai apa yang Wat ingin pesan.

Lalu Nai serta Nok datang dan ikut bergabung untuk makan bersama mereka. Dan melihat kedatangan Nok, Wutta langsung bermulut manis dan memuji Nok. Kemudian Thorsaeng juga datang dan ikut bergabung, tapi ketika dia melihat Wutta, dia langsung terkejut dan menjatuhkan tasnya.




Lalu dengan sikap sopan, Wutta mengambilkan tas Thorsaeng yang terjatuh dan menyapa Thorsaeng. “Lama tidak bertemu,” kata Wutta.

“Apa kalian saling mengenal sebelumnya?” tanya Wat, mendengar itu.

“Oo.. Ibuku pernah bertemu Khun Wutta, saat acara sponsor Miss Contest sebelumnya,” jawab Khae, berbohong. Karena Thorsaeng tidak bisa menjawab. Lalu Wutta membenarkan kebohongan Khae. Dan melihat itu, Nok menjadi heran. Begitu juga dengan Nai, dia penasaran apa yang telah terjadi sebelum dia dan Nok datang, karena Khae tampak gugup.



Thorsaeng menarik tangan Khae dan terus mengatakan mati, mati, karena Wutta ada disini. Karena jika Wutta membongkar masa lalu antara Khae dan Nai, maka mereka akan berakhir. Lalu disaat itu, Nai datang dan mendekati mereka, dia menanyakan apa yang Wutta bicarakan pada Khae sebelumnya. Dan dengan sinis, Thorsaeng memperingatkan Nai untuk tidak mengganggu Khae serta menuduh Nai yang mau balas dendam.

“Jika aku begitu, maka kamu tidak akan menerima begitu banyak dari Khun Wat. Pikirkanlah itu,” balas Nai. Dan Khae pun memohon kepada Thorsaeng untuk membiarkan dia dan Nai bicara berdua. Tapi Thorsaeng tidak mau.

“Jika kamu tidak mau Khun Wat memutuskan kita, kamu harus membiarkan aku yang menanganinnya,” balas Khae, meminta kepada Thorsaeng. Dan akhirnya Thorsaeng pun setuju.



Direstoran. Ketika pelayan mengantarkan pesanan mereka, Wutta dengan sengaja mengatakan bahwa biasanya Khae menyukai mawar. Dan mendengar itu, Wat serta Nok langsung memandang dengan heran, karena Wutta berbicara seperti sangat mengenal Khae.

“Kami teman sekelas. Khae begitu terkenal sejak sekolah. Temanku sangat genit, tapi tidak ada yang bisa mendekati Khae. Karena Khae memiliki Nai yang menjaganya seperti bodyguard,” jelas Wutta dengan santai nya. Lalu dia makan.


Nok mencari keberadaan Nai, tapi tidak ada yang tahu dimana Khae. Kebetulan disaat itu, seorang karyawan menghampiri Thorsaeng dan menanyakan dimana Khae. Dan melihat keberadaan Nok disana, maka Thorsaeng mengatakan pada karyawan tersebut bahwa dia akan menghubungin Khae.
Namun mendengar itu, Nok menjadi agak curiga. Dan dia pergi keluar dari ruang pemotretan untuk mencari dimana Nai berada.



Didekat tangga. Tempat yang sepi. Disana Khae dan Nai mengobrol berdua mengenai masalah Wutta.

“Dia membicarakan tentang masa lalu kamu dan aku, ketika Khun Wat hanya berjarak beberapa meter,” jelas Khae dengan khawatir kepada Nai.

“Wutta hanya mengancam mu,” balas Nai.

“Tidak. Dia bukan hanya mengancam. Kapanpun dia merasa bahwa dia bisa mendapat manfaat dari berbicara keluar, maka dia akan melakukannya,” jelas Khae dengan tegas.

“Aku tidak takut. Aku tidak akan membiarkan orang seperti dia menganggu ku,” balas Nai.

“Jadi apa yang harus aku lakukan? Jika dia mengungkapkan nya, mungkin kamu akan kehilangan segala yang telah kamu dapatkan,” balas Khae dengan panik.


Nok berjalan menurunin tangga, mencari dimana Nai. Satu persatu lantai dicarinya dimana Nai, tapi tidak ketemu. Namun Nok tidak menyerah dan terus berjalan menurunin anak tangga, satu- persatu, lantai- perlantai.




Khae memegang tangan Nai dan mengatakan bahwa dia takut itu akan membuat Nai terlibat. Dan jika masa depan Nai hancur hanya karena ini, dia tidak bisa menerima nya dan tidak bisa membiarkan nya. Sesudah itu Khae memeluk Nai. Dan Nai membiarkan Khae memeluknya.

Tepat disaat itu. Nok yang berjalan menurunin anak tangga, tampak kaget.

4 comments:

  1. Makasih min...ditunggu kelanjutannya sampe tamat ya. Sya dah 2 kali nonton ini sampe tamat tp masih penasaran dgn sub indonesia atau sinopsisnya. Lakorn yang dibintangi james ji dan taew selain ini apa ya min??

    ReplyDelete
  2. Makasih banyak minnn, semoga lanjut terus yaaaa

    ReplyDelete
  3. Lanjut dong ep 7 😊😊😊 semangat kamunyaaa

    ReplyDelete