Sunday, September 2, 2018

Sinopsis Lakorn : Game Sanaeha Episode 4 - part 5

11 comments

Network : Channel 3



Didalam restoran. Nai memesankan makanan untuk Nok, karena Nok tidak mau memilih makanan nya sendiri. Dan Nai pun mengingatkan Nok untuk tidak menyalahkannya nanti.

“Apakah aku ada menyalahkan kamu di masa lalu?” tanya Nok.

“Hah… sering,” jawab Nai sambil tersenyum.



Tepat disaat itu, mereka berdua melihat kedatangan Pen dan Wes yang juga makan disana. Dan melihat itu, Nai pun ingin membatalkan pesanannya dan dia mengajak Nok untuk pergi ke restoran lain.

“Mengapa harus kita? Tetaplah disini. Bersenang- senang,” kata Nok. Lalu dia berdiri dan berjalan menghampiri meja dimana Wes dan Pen duduk. Dan karena cemas, maka Nai mengikuti Nok.



Melihat keberadaan Nok, Wes menjadi terkejut. Tapi Nok mengabaikan keterkejutan Wes. Dan dengan tenang Nok menanyakan pesanan Pen. Dia menyebutkan daftar hidangan yang ada, ‘Pembohong’ yang digoreng. ‘Bitch’ kari. ‘Kupu2 malam’ dalam saus pedas. Salad pedas ‘Berkulit tebal’. Dan salad sosis pedas.

“Tolong berhenti, Khun Nok,” kata Nai sambil menarik tangan Nok.

“Tidak. Aku tidak akan,” balas Nok sambil menepis tangan Nai yang memegangnya. Lalu Nok kembali menyindir Pen,” Pada level Khun Penny. Kamu harus menyertakan ‘Perempuan jalang’ goreng dengan bawang putih sebagai satu hidangan lagi,” kata Nok.


Mendengar hinaan Nok, Pen pun tidak sabar lagi dan bangkit dari duduknya. Dan Wes yang melihat itu ikut berdiri, dia mendekati Pen untuk menengahi biar tidak terjadi bertengkar.

“Apa kamu akan balas dendam denganku dimanapun?” tanya Pen dengan marah.

“Sama denganmu. Kamu terus mengigit keluargaku seperti Anjing,” balas Nok.

Mendengar itu, Pen pun bergerak mau menyerang Nok, tapi Wes menahan Pen untuk tidak melakukan itu. Dan Nai menarik tangan Nok, meminta agar Nok berhenti.



“Baiklah. Tapi aku ingin memberitahumu satu hal, P’Wes. Selain daftar hidangan favorit cewek ini. Jika kamu ingin membelikan bunga untuk nya, aku sarankan Buket anggrek besar, sebab Anggrek adalah tanaman parasit yang sangat indah.”

“Ayo. Khun Nok,” ajak Nai sambil menarik Nok untuk pergi dari sana.

Dan dengan kesal, Pen memberitahu Wes bahwa inilah alasannya mengapa dia begitu membenci Nok.



Wes berlari mendekati Nok yang mau keluar dari restoran, karena dia ingin menjelaskan. Tapi Nok menolak untuk mendengarkan penjelasan Wes sekarang, selama Wes masih terjebak dengan musuh nya seperti ini. Dan setelah mengatakan itu, Nok mengajak Nai untuk pergi.



Sesampainya dirumah. Nok sama sekali tidak masalah makan apapun saat ini, karena saat ini dia sedang dalam mood yang bagus, jadi apapun enak. Dan lalu Nai pun menawarkan diri untuk memasakan Mie untuk Nok.

“Tunggu! Tunggu! Tunggu!” kata Nok, menahan Nai.  “Itu kamu yang harusnya menunggu disini. Aku akan memasakan nya untukmu,” kata Nok, lalu mau berjalan pergi ke dapur.



“Tunggu. Biar aku panggil Aff, Aey untuk melakukan itu,” kata Nai, menghentikan Nok.

“Aku sudah bilang bahwa aku akan melakukan nya sendiri!” balas Nok dengan tegas.

“Apa suasana hati mu saat ini?” tanya Nai, menahan Nok lagi.

“Suasana yang bagus,” balas Nok, lalu pergi berjalan ke belakang.



Ketika melihat Nok pergi ke belakang. Vi menghampiri Nai dan memberitahu kan tentang rencana Wat. Dan kebetulan, disaat itu, Nok yang kembali ke ruang tamu untuk menanyakan rasa Mie yang Nai mau, mendengar pembicaraan mereka berdua.



Nok masuk ke dalam kamar dan mulai menangis dalam diam, karena Ayahnya tidak memperdulikan perasaannya.

Dia mengingat pembicaraan Nai dan Vi mengenai Wat yang ingin segera melamar Khae. Dan itu semua karena sejak Penny berbicara dengan wartawan. Lalu Khae menggunakan itu untuk memaikan permainan yang sulit, sehingga Wat menjadi khawatir, makanya Wat ingin segera menikahi Khae.

“Jika Khun Nok mengetahui tentang ini…” komentar Nai.

“Itu apa yang aku takutkan,” balas Vi dengan khawatir.



Di toko perhiasan. Thorsaeng memilih sebuah cincin berlian yang paling besar dan dia mengatakan kepada Wat bahwa cincin seperti ini paling cocok untuk Putrinya. Dan Wat setuju, lalu dia memberikan cincin tersebut kepada penjaga toko dan mengatakan bahwa dia ingin mengambil cincin yang ini.





Lalu setelah itu Thorsaeng dan Wat saling mengobrol. Dan dengan kode mata, Thorsaeng menunjuk pada sebuah kalung berlian besar yang dipajang di toko. Dan Wat menyadari hal itu, lalu dia menyarankan Thorsaeng untuk membelinya jika memang mau.

“Siapa yang akan membayar kan untuk ku?” tanya Thorsaeng sambil tertawa kecil.



Dikantor. Wat memperhatikan cincin yang dibelinya tadi. Dan ketika Nai masuk ke dalam ruangannya, Wat dengan segera menyimpan cincin tersebut.

“Aku ingin bicara denganmu,” kata Nai dengan serius. “Kamu akan melamar Khun Khae, kan?” tanya Nai.

“Ya. Aku tidak ingin membiarkan dia merasa tidak yakin lagi,” jawab Wat. Lalu ketika Nai hanya diam dengan wajah serius, Wat pun bertanya,”Mengapa? Tidakkah kamu setuju? Biasanya kamu, tidak pernah menentangku.”

Nai meminta agar Wat memberikan waktu untuk Nok lagi, karena saat ini Nok sudah mau mulai membuka pikirannya. Namun Wat tidak mau, karena menurutnya dia telah memberikan cukup waktu kepada  Nok  dan dia menanyakan kepada Nai, bagaimana bila Khae tidak bisa menunggu lagi.



Nai kembali ke dalam ruangannya sendiri dengan keadaan sangat kelelahan. Dan Nok yang melihat itu, memberikan segelas jus jeruk dingin untuk Nai. Lalu Nok menanyakan apa yang Nai bicarakan dengan Ayahnya sampai Nai tampak begitu stress begini. Dan Nai menjawab bahwa itu tentang pekerjaan.

“Pekerjaan apa?” tanya Nok.

“Itu hanya pekerjaan,” jawab Nai.


Lalu dengan alasan sakit kepala dan ingin menemui dokter, maka Nai izin untuk pulang duluan. Dan Nok menawarkan diri untuk menemanin Nai, karena mobil Nai kan belum selesai diperbaiki. Tapi sayangnya, ternyata mobil Nai telah siap di perbaiki dan telah diantarkan kembali. Sehingga karena itu, maka Nok pun kembali duduk dimejanya.



Ketika mobil Nai telah berjalan pergi, Nok dengan segera langsung mengikuti mobil Nai dari belakang, karena dia ingin tahu kemana Nai akan pergi. Dan Nai menyadari bahwa Nok sedang mengikutinya, sehingga dengan sengaja Nai mengemudi dengan cepat.


Dan disaat itu, karena saking cepatnya dan fokus pada mobil Nok. Maka ketika ada mobil yang ingin lewat, Nok tidak melihat itu dan menabrak mobil itu. Untung saja tidak terjadi sesuatu yang terlalu buruk. Namun karena itu, Nok pun kehilangan jejak Nai.



Nai menemui Khae untuk membicarakan tentang pernikahan antara Khae dan Wat. Nai meminta agar Khae tidak menerima lamaran Wat, jika Wat melamarnya nanti. Dan mendengar itu, Khae pun menjadi heran kenapa dia harus melakukan itu. Namun Nai tidak bisa menjawab dan hanya diam.

“Kamu tidak bisa menjawab aku. Mengapa kamu mau aku melakukan itu? Bahkan walaupun kamu sadar dengan baik bahwa Khun Wat dan aku sedang merencanakan masa depan kami, tapi kamu mencoba untuk menghentikannya. Apa yang kamu inginkan dariku?” tanya Khae. Tapi Nai kesulitan untuk menjawab dan hanya diam.



“Atau…” kata Khae sambil memegang tangan Nai. Dan lalu dia bertanya, “Apa kamu masih mencintaiku?”

“Apa yang kamu katakan, Khae?” balas Nai.

“Aku menyuarakan alasan mengapa kamu ingin aku untuk menolak Khun Thawat. Tidak ada alasan lain yang masuk akal, selain yang satu ini,” kata Khae. Lalu dia memeluk Nai dengan erat.

“Khae, lepaskan aku,” balas Nai sambil melepaskan Khae.



“Tidak! Kamu masih mencintai aku. Jika ini alasannya, aku akan melakukan seperti apa yang kamu minta. Bukan hanya itu, tapi aku akan memutuskan Khun Thawat,” kata Khae sambil kembali memeluk Nai.

“Cukup, Khae!” kata Nai sambil melepaskan Khae lagi. “Dengarkan aku. Masalah kita telah lama berakhir. Tidak mungkin bisa sama lagi. Apa yang mau aku tanyakan padamu hari ini. Itu benar, aku melakukan itu untuk orang yang aku cintai. Tapi itu bukan kamu.”

“Siapa itu? Orang yang kamu cintai?”

“Aku tidak perlu memberitahu kamu.”


“Jadi aku tidak perlu melakukan apapun yang kamu minta. Hanya ada satu cara untuk membuatku menolak Khun Thawat. Yaitu kamu harus kembali padaku. Kita harus menjadi kekasih lagi. Jika tidak, aku tidak mau. Tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan aku. Bahkan kamu, Luckanai,” kata Khae dengan tegas. Lalu dia pergi.



Dirumah. Digarasi. Nai bertemu dengan Wat yang mau pergi. Wat memberitahu Nai bahwa hari ini dia tidak bisa pergi ke kantor. Dan disaat itu tanpa sengaja, Nai melihat Wat memegang sebuah kotak cincin. Lalu Nai teringat akan pembicaraannya dengan Wat kemarin yang mau melamar Khae.

Dan ketika Wat telah pergi, Nai dengan cepat mengeluarkan hapenya dan menghubungin Khae.



Di toko. Khae yang sedang sibuk menyiapkan acara wawancaranya, tidak menyadari kalau hape nya berbunyi. Sedangkan Thorsaeng, dia sibuk memberikan pengarahan kepada MC acara tentang acara kejutan yang telah disiapkanya.


Dirumah. Nok dipasangin perban oleh Phai. Nok mengatakan bahwa lengan nya sakit dan dia menyuruh agar Aff dan Aey pergi memberitahu Nai untuk menunggunya, karena dia tidak bisa menyetir. Tapi tiba- tiba saja Nok mendengar suara mobil Nai yang mau pergi.

Dan mendengar itu, maka Nok pun langsung berlari keluar, tapi sayangnya mobil Nai telah keburu pergi. Lalu dengan buru- buru, Nok melepaskan perban yang dipakaikan ditangannya.


“Hari ini, aku tidak akan membiarkan kamu kabur!” gumam Nok. Lalu dia masuk ke dalam mobilnya sendiri dan mengikuti Nai.


Phai, Aff, dan Aey menjadi heran dengan Nok, karena sebelumnya Nok bilang lengannya terluka, tapi sekarang Nok malah tamapak baik- baik saja.



Diruang tunggu. Wat menunggu dengan gugup sambil mempehartikan cincin yang telah dipersiapkannya. Dan lalu Thorsaeng, masuk ke dalam ruangan dan dia memberitahu Wat bahwa ini sudah waktunya. Jadi Wat berdiri dan berjalan mengikuti Thorsaeng,.


Nai datang ke toko Khae. Tapi karena tempat parkir penuh, maka dia harus pergi untuk memakirkan mobilnya sedikit lebih jauh.



Khae memulai acara wawancaranya. Dan setelah memasuki sesi terakhir, MC memberitahu Khae bahwa ada seorang Pria yang ingin menemui Khae. Dan kemudian si MC mempersilahkan Wat untuk masuk. Lalu sambil tersenyum Wat berjalan mendekati Khae.



Wat memegang tangan Khae,” Aku minta maaf untuk membuatmu merasa tidak yakin selama ini. Tapi itu tidak akan terjadi lagi. Karena hari ini, aku akan membuat nya jelas. Pernikahan kita akan diadakan pada tanggal 14 bulan selanjutnya,” jelas Wat.

Setiap wartawan yang berada disana dan Thorsaeng. Mereka tersenyum melihat lamaran yang Wat lakukan kepada Khae.




Wat berlutut dihadapan Khae dan dia mengambil cincin yang telah disiapkannya. Lalu dia memegang tangan Khae dengan lembut,”Maukah kamu menikah denganku?” tanya Wat.

Dan tepat disaat itu, Khae melihat kedatangan Nai.

11 comments:

  1. Lanjut trus miiin..makin seruuuuu...

    ReplyDelete
  2. Semangat trus buat lanjutannya y selalu nunggu update sinopsis selanjutnya

    ReplyDelete
  3. ditunggu segera kelanjutannya.
    semangat min...

    ReplyDelete
  4. Makasih ya udah nulis sinopsis a...d tunggu next episode nya....I like it

    ReplyDelete
  5. Makasih ya udah nulis sinopsis a...d tunggu next episode nya....I like it

    ReplyDelete
  6. makin seru ,d tggu klnjutanya ya min,mksi da buat sinop nya....

    ReplyDelete
  7. Dtunggu kelanjutannya ya....😅😅😅😅

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Mm.. kurang tahu juga saya kak . Karena saya download yang sub english.

      Delete