Saturday, October 6, 2018

Sinopsis Korean Drama : The Smile Has Left Your Eyes Episode 01-4

3 comments

Sinopsis Korean Drama : Hundred Million Stars From the Sky Episode 01-4
The Smile Has Left Your Eyes
Images by : TvN
Moo Young memperbaiki gelang Seung Ah. Dan Seung Ah sangat senang.
“Kamu memperbaikinya. Apa itu? Apakah sepasang? Gelangnya,” tanya Hee Jun.
Moo Young tidak menjawab dan mereka mulai bercerita hal lain mengenai kuliah Hee Jun.
--
Setelah itu, Moo Young mengantar Seung Ah pulang ke rumah. Rumah Seung Ah sangat besar.
“Saat melihatku, kukira kamu akan menanyakan alasan kedatanganku,” ujar Seung Ah.
“Aku? Kenapa? Aku senang bertemu denganmu.”
“Kamu berbohong. Aku tidak sanggup meneleponmu walau tahu nomormu. Mungkin kamu akan menanyakan alasanku menelepon. Kamu tidak pernah memikirkanku, bukan?”
“Aku merindukanmu.”
Seung Ah terkejut bercampur senang mendengarnya.
“Bolehkah aku menyukaimu?” tanya Seung Ah.
“Kamu sudah punya pacar.”
“Woo Sang oppa adalah…” dan belum selesai Seung Ah bicara, Moo Young menciumnya.
--
Team det. Lee melaporkan pada det. Lee kalau mereka menemukan bukti kalau Choi Sang Hoon adalah kidal, dari foto dia bermain baseball. Mereka senang karena sudah dapat bukti mutlak dan tinggal menunggu hasil tes DNA.
“Orang yang membersihkan TKP tidak kidal. Lihatlah jejak darahnya. Orang yang mengayunkan senjatanya kidal, tapi arah gerakkan pel tidak kidal,” ujar Jin Kook.
Cho Rong segera melihat fotonya dan membenarkan, pelakunya tidak kidal.
“Pengguna tangan kanan menjangkau kanan lebih jauh dan pengguna tangan kiri menjangkau kiri lebih jauh. Makin jauh, makin lemah tekanannya. Kita harus menekan di sini dan mendorongnya,” jelas Jin Kook. “Komandan Lee. Coba lihat ini. Ada yang mencurigakan di TKP kemarin. Bola kristal salju di kabinet…”
Dan det. Lee malah membanting barang yang Jin Kook perlihatkan. Pangkat Jin Kook adalah opsir.
“Opsir Yoo. Aku berbicara denganmu baik-baik saat mereka tidak ada di sini. Di Jatanras regu 3, anggotanya aku dan mereka berempat. Kami berlima. Jadi, bekerjalah layaknya manajer seperti biasa. Misalnya mengurus kasus kehilangan skuter. Manajer Yoo.”
Nampak Jin Kook sangat tersinggung di rendahkan seperti itu, tetapi dia berusaha sabar.
--
Cho Rong berada di toilet. Dan sambil buang air kecil, dia menggosip dengan temannya mengenai det. Lee yang sangat tega pada Jin Kook. Dan dia masih penasaran dengan bola kristal yang hendak di jelaskan Jin Kook tadi. Rekannya, Hwang Gun, menyuruhnya untuk tidak mempedulikan hal itu. Cho Rong jadi penasaran kenapa det. Lee sangat membenci Jin Kook?
Dan di dalam bilik, Jin Kook mendengarkan pembicaraan mereka.
“Kenapa? Kamu kasihan karena dia diabaikan di usia itu? Dia tidak akan berguna, jadi, abaikan saja dia. Lagi pula Opsir Yoo akan dibebastugaskan dalam tiga bulan. Komandan Lee akan menghalalkan segala cara untuk merumahkan Opsir Yoo,” ujar Gyung Man.
--

Seung Ah terus melihat gelangnya dan tersenyum-senyum bahagia. Dia melihat gelangnya dan membandingkannya dengan gambar yang dia gambar sebelumnya. Dan sama persis, gelang itu sama seperti saat belum putus. Seung Ah kemudian teringat perkataan Hee Jun kalau sepertinya gelang itu sepasang.
Seung Ah kemudian teringat mengenai Hee Jun yang kesulitan membayar uang kuliah dan memutuskan untuk menelpon ke kampus Hee Jun.
--
Jin Kook memeriksa CCTV untuk mencari pencuri skuter. Cho Rong mengirim pesan padanya dan meminta Jin Kook memberitahunya ada apa dengan bola kristal? Dia sangat penasaran.
Dan mereka bertemu berdua di restoran.
--
Seung Ah bertemu dengan Moo Young.
“Apakah Hee Jun akan kembali berkuliah?” tanya Seung Ah.
“Tidak.”
“Aku ingin membantunya sedikit, bolehkah? Aku takut menyakiti harga dirinya,” ujar Seung Ah dan memberikan segepok uang.
“Akan kubujuk. Mungkin dia akan menerimanya demi uang kuliah,” ujar Moo Young dan hendak mengambil uang itu. Tetapi, Seung Ah menarik kembali uang itu, dan menerbangkannya.

“Pembohong. Tidak ada mahasiswa bernama Noh Hee Jun di jurusan ilmu komputer di Universitas Yeonggang.”
“Lucu sekali.”
“Lucu? Demi uang semata… Kamu tidak malu?”
“Mungkin bukan demi uang,” ujar Moo Young dan memberikan ponselnya yang sudah terhubung ke telepon. Setelah itu dia keluar dari mobil Seung Ah dan berjalan ke pembatas sungai.
“Universitas Yeonggang kampus Wonju, wadah intelektual untuk generasi mendatang,” ujar operator. Seung Ah terkejut, sudah salah.
Dan… di depan matanya, Moo Young melompat ke sungai. Seung Ah menjerit.
--

Jin Kook memperlihatkan foto TKP dan susunan bola kristal sambil menjelaskan. Ada 2 foto yang di perlihatkan Jin Kook, foto yang di ambil di TKP setelah kejadian dan foto yang di ambil korban bersama teman-temannya dan terlihat susunan bola kristal. “Perahu layar, Rudolph, manusia salju, bunga, dan malaikat. Di sini sama. Perahu layar, Rudolph, manusia salju, bunga, dan malaikat. Urutannya sama.”
“Lalu kenapa?”
“Berapa kali harus kukatakan? Noda darahnya hanya terdapat di lantai dan meja. Tapi saat kita ke sana, ada noda darah lain di dasar bola kristal salju. Bukan karena tepercik darah, tapi bola kristalnya memang berlumuran darah. Artinya, kabinetnya pernah jatuh dan dirapikan kembali oleh seseorang.”
“Baiklah, tampaknya aku mulai mengerti maksudmu. Tapi aku tidak paham letak janggalnya,” ujar Cho Rong, tetapi sesaat kemudian berteriak : “Aku paham! Maksudmu, seseorang menyeka semua darahnya dan menatanya kembali?”
“Akhirnya paham.”
“Astaga, tapi bagaimana urutannya bisa sama? Baris depannya pun sama, padahal ada puluhan bola kristal. Bagaimana mungkin?”
“Itu sebabnya menurutku ini janggal.”
“Apa-apaan ini? Mustahil pelakunya ingat semuanya dalam sekejap. Atau mungkin IQ pelakunya 1.000. Mungkin dia memotret rumahnya sebelum membunuh korban,” tebak Cho Rong.
“Itu tidak perlu. Hanya ada pajangan di sana. Apa masalahnya jika urutannya berbeda? Mereka pasti terburu-buru, tapi kenapa ditata secara runtut? Mungkin mereka menatanya secara runtut tanpa sadar. Itu tidak perlu, tapi kebetulan saja menatanya seperti ini.”
“Apakah mungkin ada yang bisa melakukannya secara kebetulan? Benarkah mereka ingat semuanya dalam sekejap?” tanya Cho Rong.
“Entahlah. Satu hal yang pasti, pelakunya orang aneh.”
--
 Dan…
Moo Young ternyata lompat ke sungai untuk memungut uang Seung Ah yang tadi di lempar dan berterbangan. Dia menghitungnya dan mengembalikannya pada Seung Ah dan memberitahu kalau uang itu kurang 8 lembar (what?!! Dia tahu uangnya berapa jumlahnya padahal Seung Ah hany menunjukkan gitu aja, nggak ada nyebut angka ataupun ngasih Moo Young untuk hitung).
Seung Ah menangis dan meminta maaf karena sudah asal bicara dan salah paham. Moo Young mencairkan suasana dengan berkata kalau Seung Ah menangis karena uangnya hilang 400 dollar? Apa dia harus mencarinya lagi?
Seung Ah memeluk Moo Young dan meminta maaf. Moo Young melihat Seung Ah tidak mengenakan gelangnya dan menduga Seung Ah membuangnya karena itu pemberian dari pembohong sepertinya. Seung Ah membantah hal itu dan memperlihatkan gelangnya.

“Aku ingin memberitahumu hal menarik. Gelangnya sama persis. Lihat? Kamu memperbaiki gelangnya persis seperti semula. Manik-maniknya lebih dari 20 butir. Bagaimana bisa?” tanya Seung Ah, dan memperlihatkan foto di ponselnya.
“Entahlah.”
“Sepertinya pacarku genius.”
“Pacar?”
“Ya, begitulah keinginanku,” ujar Seung Ah bahagia.
--
Jin Kook masih melihat foto dan susunan bola kristal itu, “Pelaku ingat semua yang dia lihat.”
--
Dan adegan beralih ke Moo Young bersama Seung Ah. Awalnya, Moo Young tersenyum, tetapi perlahan wajahnya berubah menjadi dingin.

##
Hello guys… kembali lagi dengan Chunov. Awalnya, aku nggak mau nulis sinopsis drama korea yang lagi on going bulan ini. Namun apa daya, aku tergoda dengan drama Jung So Min dan Seo In Guk ini^^
Menurut berita, ini drama di adaptasi dari dorama yang tayang di tahun 2002 dan populer. Kalau tahun 2002 itu aku masih SD kelas 2 kalau nggak salah, masih muda banget, jadi nggak tahu apa itu dorama. Taunya cuma doraemon, ninja hattori, shinchan, hamtaro, pokemon, power rangers, dll.
Untuk 2 episode awal, sangat menarik bagiku untuk di ikuti, apalagi semua petunjuk dan perjumpaan antara Yoo bersaudara dengan Moo Young. Aku belum ada nonton versi dorama-nya, dan tidak ada rencana mau nonton, karena takutnya kecewa.
Bagi para readers yang sudah nonton versi dorama, please jangan kasih spoiler apapun ya. Nanti mood nontonku jadi hilang. Hahahaha. Happy reading and watching (you can download or streaming). Dan tinggalkan komentar ya guys !!
Terimakasih,
Ps. Jangan tanya sinopsis game sanaeha di sinopsis ini ya, soalnya bukan aku yang nulis.

3 comments: