Sunday, October 7, 2018

Sinopsis Korean Drama : The Smile Has Left Your Eyes Episode 02-3

0 comments

Sinopsis Korean Drama : Hundred Million Stars From the Sky Episode 02-3
The Smile Has Left Your Eyes
Images by : TvN
Wanita yang bersama dengan Moo Young ternyata mengenali Cho Rong.
“Dia polisi yang kemarin menemuiku.”
“Yang datang karena mendiang temanmu?”
“Teman apanya? Dia bukan temanku. Sudah mati pun dia tetap merepotkan.”
--
Jin Kook buru-buru pulang karena Jin Kang meminta tolong mengambil blus-nya yang ada di dalam mesin cuci. Karena sibuk teleponan dengan Jin Kang, dia hampir menabrak seseorang, Moo Young yang melintas sambil membawa kucing.
Akhirnya, Moo Young berada di dalam mobil Jin Kook dan di antar pulang. Jin Kook melihat walkie talkie di dalam mobil dan berseru kagum.
“Maaf. Kucingku tiba-tiba melompat ke jalan. Dia pasti takut karena belum pernah disuntik.”
“Yang penting kamu tidak terluka. Aku terkejut sekali.”
“Tempo hari yang berada di pub di Itaewon adalah adikmu, bukan?”
“Bagaimana kamu tahu dia adikku?”
“Kebetulan saja,” jawab Moo Young.
Mereka kemudian berbincang santai sambil dalam perjalanan ke rumah Moo Young. Moo Young memuji Jin Kook yang sangat baik sebagai seorang polisi. Dia juga mengatakan kalau cita-citanya sewaktu kecil adalah menjadi polisi. Ayahnya dulu adalah polisi di Haesan.
Jin Kook terlihat terkejut mengetahui ayah Moo Young adalah polisi di Kepolisian Haesan. Sepertinya, ada sesuatu yang terjadi di Haesan di masa lalu. Moo Young melihat keterkejutan Jin Kook, dan bertanya, ada apa? Ada kenalan di Haesan? Jin Kook langsung membantah.
Akhirya, Moo Young tiba di gang rumahnya. Sebelum keluar dari mobil, Moo Young bertanya apa Jin Kook mempunyai pistol? Dan Jin Kook sedikit heran, dan entah menjawab bohong atau nggak, dia bilang kalau pistolnya tertinggal.
Moo Young kemudian bertanya apa Jin Kook pernah menembakkan pistol? Dan Jin Kook membenarkan, dia menembakkannya setahun sekali setiap uji coba.
“Bukan itu. Pernahkah kamu menembak seseorang?” tanya Moo Young.
“Menurutmu berapa polisi yang telah menembak penjahat sebelum pensiun?Kurang dari 10 persen.”
“Tapi kamu pernah menembakkannya,” ujar Moo Young dengan dingin.
“Tampaknya kamu tertarik dengan hal semacam itu,” balas Jin Kook dengan nada yang sama dinginnya.
“Ya, sangat tertarik. Sepertinya kamu pernah menembak seseorang. Aku hanya bercanda. Bagaimana nasib orang itu? Mati? Bagaimana rasanya saat ada yang mati karena kita?”
“Kamu sungguh ingin tahu? Rasanya segalanya berakhir,” jawab Jin Kook dengan nada penuh tekanan. “Bercanda. Itu hanya berandai- andai.”
“Menurutku bukan begitu rasanya.”
“Lalu bagaimana?”
“Rasanya akan sangat aneh. Pembunuh kerap mengaku merasa bagaikan dewa. Benarkah rasanya seperti itu?”
“Dewa? Dia hanya akan menjadi pembunuh. Setelah membunuh seseorang, kita akan menjadi pembunuh keji, bukan dewa,” timpal Jin Kook.
“Ya. Pembunuh. Tegas sekali.”
Dan usai itu, Jin Kook pamit keluar dari mobil. Sebelum pergi, Jin Kook menanyakan nama Moo Young. Dan Moo Young memberitahu : Kim Moo Young.
Jin Kook bertanya lagi, apa mereka pernah bertemu? Bertahun-tahun lalu? Dan Moo Young menjawab : “Mungkin tidak.”
Moo Young naik ke rumah atapnya.  Dia nampak memikirkan sesuatu.
Ponselnya berbunyi, dari Seung Ah.
--

Jin Kook menemui So Jung dan meminta tolong untuk membantu menyelidiki Kim Moo Young usia 30 tahun, dan dia juga memberikan alamat Moo Young. So Jung awalnya menolak, karena itu akan membuat seragamnya di lucuti. Tetapi, dia teman yang setia, jadi dia membantu diam-diam.
--
Seung Ah mengundang Moo Young ke ruang kerjanya. Dan nampak di sana ada beberapa foto Seung Ah dengan Jin Kang.
--

Woo Sang nampak tidak tenang selama bekerja. Dan akhirnya dia menelpon meminta data pembeli tembikar Seung Ah.
--

Jin Kang menelpon Seung Ah dan memberikan kabar gembira kalau mereka menang tender dengan Arts. Jadi, CEO Hwang ingin berterimakasih dan mengajak Seung Ah untuk makan. Seung Ah sedang bersama Moo Young dan terlihat mesra.
“Tidak, itu bukan berkat aku. Sebenarnya, aku belum menyerahkan dokumennya. Aku belum sempat menemui Woo Sang.”
“Begitukah? Baguslah. Sebenarnya, aku sungkan.”
“Aku mengerti.”
“Jangan beri tahu bosku. Kita minta dia mentraktir kita makan enak. Besok kamu senggang, bukan?”
Dan Seung Ah tidak bisa besok. Jin Kang teringat melihat Moo Young dengan wanita lain di bioskop, jadi dia memberitahukan hal itu pada Seung Ah.  
Ku kira di beritahu…

Ternyata tidak. Jin Kang hanya berkata kalau melihat Moo Young nonton sendirian dan tampak kesepian. Aneh, kenapa Jin Kang bohong?
--
Cho Rong memberitahu Jin Kook kalau Sang Hoon telah berhasil di bekuk. Dia di tangkap saat memakan kartu kredit di dekat Toronto. Jin Kook merasa ada yang aneh.
Jin Kook kembali melihat foto-foto Sang Hoon dan korban. Dia juga melihat foto rumah Sang Hoon dan TKP. Tampaknya, ada yang aneh.
--
Woo Sang ke rumah Seung Ah. Dan nampak sekali ibu Seung Ah menyukai Woo Sang karena Woo Sang adalah anak dari Grup NJ. Itu artinya dia kaya.
“Aku akan memberi tahu Ibu. Pergilah.”
“Siapa yang kamu kencani akhir-akhir ini? Kamu tahu kapan kamu terlihat paling manis? Saat kamu berpikir "Semua ini percuma. Aku berbeda." "Setidaknya aku tidak angkuh sepertimu." Saat ini. Manis sekali. Tapi kamu tidak bisa hidup tanpanya. Kita sama angkuhnya.”
“Masa bodoh dengan pendapatmu.”
“Aku membatalkannya. Kucabut izinku. Berpisahlah dengannya. Ayahku kembali pekan depan. Aku akan mengenalkanmu. Mari kita menikah.”
Oppa, aku bukan bonekamu. Aku manusia.”
“Manusia atau boneka, kamu tetap milikku. Berdandanlah, lalu turun.”
  Seung Ah menangis begitu Woo Sang keluar dari kamarnya.


No comments:

Post a Comment