Saturday, October 6, 2018

Sinopsis Korean Drama : The Smile Has Left Your Eyes Episode 01-2

1 comments

Sinopsis Korean Drama : Hundred Million Stars From the Sky Episode 01-2
The Smile Has Left Your Eyes
Images by : TvN

Jin Kook menghampiri Seung Ah dan memberikan buket bunga yang di bawanya. Dia juga memuji semua karya guci yang Seung Ah buat sangat mengagumkan. Anehnya, wajah Seung Ah terlihat tidak nyaman mendengar pujian tersebut.
Jin Kook kemudian bertanya untuk memastikan, apa benar siap acara pameran akan di lanjutkan dengan pesta ulang tahun Seung Ah? Jin Kang membenarkan dan akan ada pertunjukan kembang api. Woo Sang yang mengaturnya.
Jin Kook merasa senang mendengar pacar Seung Ah yang sangat baik. Dan dia bertanya dengan menggoda, apa adiknya ini (Jing Kang) punya pacar? Seung Ah menjawab tidak tahu, kalau ada mungkin juga di sembunyikan dari Jin Kook. Jin Kook dan Jin Kang tertawa mendengarnya.

Woo Sang tiba di acara, dan Seung Ah langsung pamit untuk bicara dengan Woo Sang. Jin Kook sedikit heran melihat wajah Seung Ah yang berubah marah saat melihat Woo Sang.
Seung Ah membawa Woo Sang ke belakang, tempat nanti minum di sediakan. Mereka tidak menyadari kalau ada Moo Young di bawah meja yang sedang memasang pipa di tabung bir.

Seung Ah meminta Woo Sang untuk membatalkan sesi wawancara. Dia tidak bisa melakukan wawancaranya karena prof. Hong juga akan hadir. Dari pembicaraan mereka, terungkap kalau guci yang di pamerkan bukanlah karya Seung Ah, tetapi karya prof. Hong.
“Kamu menginginkan pameran solo. Tapi kamu kurang berbakat. Kamu sudah sepakat,” ingati Woo Sang.
“Aku tidak menyangka sebesar ini.”
“Pikirmu siapa yang menyarankannya? Hong Ji Won. Profesor wanita itu. Dia ingin menjualnya, jadi, aku membelinya. Apa salahnya? Kini, itu milikmu.”
Dan di tengah intens nya pembicaraan itu, Moo Young dengan tenang bangkit dari bawah meja usai memasang pipa bir. Dan hal itu jelas membuat Seung Ah dan Woo Sang kaget, mengetahui ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka.
Moo Young nampak tidak peduli pada mereka. Dia beranjak pergi. Dan jelas, Woo Sang tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja usai mendengar pembicaraan mereka. Dia mengeluarkan selembar cek dan memasukkannya ke kantong baju Moo Young.
“Kamu tahu artinya, Kim Moo Young?” tanya Woo Sang (dia tau namanya dari name tag yang ada di baju Moo Young. Ngerti kan, kenapa Woo Sang kasih cek? Itu uang tutup mulut).
Moo Young dengan tenang melihat cek yang Woo Sang berikan, cek 1.000.000 won. Dan Moo Young menjawab : “Ya.”

Woo Sang menerima telpon dari kantor, dan pamit pergi duluan sama Seung Ah karena harus bekerja. Seung Ah yang di tinggal sendiri, memutuskan untuk kembali ke acara pameran.
“Kamu sungguh tidak ingin melakukannya? Gelar wicara seniman itu. Jika kamu tidak mau, jangan lakukan. Itu mudah,” ujar Moo Young. Dan hal itu menghentikan langkah Seung Ah.
“Hei. Tepati janjimu.”
“Janji? Aku sudah berjanji, ya? Aku tidak akan menepati janjiku,” ujar Moo Young dan merobek cek yang Woo Sang berikan padanya.
“Kamu tidak akan menepatinya? Kenapa tiba-tiba… Katakan apa maumu.”
“Jangan melakukan gelar wicara. Sebenarnya kamu menginginkannya, ya? Itu wajar. Kamu berlagak dipaksa. Seolah-olah kamu berhasil dalam segala hal.”
“Bicara apa kamu? Apa aku tampak selemah itu hanya karena kamu mengetahui kesalahanku? Tahu apa kamu? Apa hakmu berkata… Kamu tidak perlu mengatakannya. Aku sudah merasa menyedihkan hingga serasa ingin mati. Tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah sampai sejauh ini. Kamu ingin aku berbuat apa?”
“Baiklah,” ujar Moo Young dan pergi. Tetapi, Seung Ah memanggilnya dan bertanya maksudnya. “Aku tahu kamu enggan mengikuti gelar wicara. Aku paham. Sudahlah.”
--
Seung Ah tidak kembali ke acara pameran. Dia malah duduk di tepi dermaga dan terlihat berpikir, memikirkan perkataan Moo Young yang menyuruhnya untuk tidak melakukan wawancara kalau tidak ingin. Juga perkataan Moo Young yang mengatakan kalau dia hanya berpura-pura tidak mau, seolah di paksa, padahal dia menginginkannya.
Jam 19.30
Para wartawan mulai gelisah karena Seung Ah tidak kunjung datang untuk melakukan wawancara. Sekretaris juga gelisah. Untungnya, tidak lama, Seung Ah datang. Semua orang langsung mengerubunginya.

Dan Moo Young, berjalan cepat melewati Seung Ah. Dan … prang!!! Guci pecah!
Moo Young dengan tenang berkata dia tidak sengaja dan meminta maaf. Semua langsung heboh. Sekretaris segera berteriak memanggil security dan Moo Young di seret keluar. Seung Ah, Jin Kook dan Jin Kang, heran melihatnya.
Pas sekali, Jin Kook menerima pesan dari Cho Rong yang melapor kalau peristiwa mahasiswi itu bukan bunuh diri, tapi pembunuhan yang di sengaja.
Acara pesta di lanjutkan. Jin Kook dan Jin Kang memesan minuman, dan ternyata Moo Young sudah ada di belakang meja melayani minuman pesanan. Moo Young memberikan minuman yang Jin Kang tanyakan tadi padanya, Jin Kang sedikit heran, tetapi tetap menerimanya.
Jin Kook dan Jin Kang menjauh dari meja. Dan Jin Kang bertanya pada Jin Kook, apa dia jelek? Jin Kook langsung membenarkan. Jin Kang jadi kesal karena kakaknya bilang begitu, dan Moo Young juga mengatakan hal yang sama. Jin Kook malah semakin menggoda Jin Kang yang jelek.
“Omong-omong, apa kita pernah bertemu dengannya? Maksud kakak, apa kita mengenalnya?” tanya Jin Kook.
“Dia yang tadi memecahkan guci.”

“Tidak. Sebelum itu.”
“Tidak, aku belum pernah bertemu dengan orang menyebalkan itu.”
Jin Kook tidak bertanya lagi, dan bertanya kapan kembang api di lakukan? Jin Kang melihat jam-nya dan berkata sebentar lagi, dia segera mengajak Jin Kook untuk mencari tempat melihat kembang api. Jin Kook melihat berkas di tangan Jin Kang yang dari tadi Jin Kang pegang, dan bertanya itu berkas apa? Kenapa selalu di bawa?
Dan Jin Kang baru teringat kalau dia harusnya mencari Woo Sang. Tapi, karena Woo Sang tidak ada, dia memutuskan untuk fokus menikmati pesta saja.

Seung Ah sepertinya mulai tertarik pada Moo Young. Dia terus memandangi Moo Young diam-diam, dan bahkan mengikuti Moo Young yang pergi keluar gedung, menuju atap. Pas sekali, Woo Sang baru datang setelah urusannya selesai, dan heran melihat Seung Ah keluar. Dia mengikuti Seung Ah.

Moo Young sadar kalau Seung Ah mengikutinya. Seung Ah dengan gugup bertanya, apa tadi Moo Young sengaja menjatuhkan guci? Kenapa?
“Karena kamu begitu cantik.”
Seung Ah terkejut mendengar jawaban Moo Young. Tetapi, di sisi lain, dia merasa senang mendengarnya. Tetapi, pembicaraan mereka harus berakhir karena terdengar suara Woo Sang mencarinya.
Moo Young menarik Seung Ah ke celah kecil untuk bersembunyi. Dan duar!!! Kembang api di ledakkan. Sangat indah. Semua orang menikmati kembang api tersebut.
Dan Seung Ah juga menikmatinya bersama dengan Moo Young. Mereka bersembunyi dari Woo Sang. Woo Sang mencoba menelpon Seung Ah, dan Moo Young mematikannya. Seung Ah tersenyum pada Moo Young. Dia tampaknya telah jatuh hati pada Moo Young.

Dan untuk lebih menjerat hati Seung Ah, dia memberikan gelang yang dikenakannya, dan memakaikannya ke pergelangan tangan Seung Ah. Moo Young berkata kalau itu adalah hadiah ulang tahun untuk Seung Ah. Usai mengatakan hal itu, dia pergi.


1 comment: