Thursday, October 11, 2018

Sinopsis Korean Drama : The Smile Has Left Your Eyes Episode 03-1

0 comments

Sinopsis Korean Drama : Hundred Million Stars From the Sky Episode 03-1
The Smile Has Left Your Eyes
Images by : TvN
Berita mengenai penangkapan Choi Sang Hoon telah di siarkan. Jin Kang melihat beritanya dari televisi di rumah dan merasa bangga melihat ada Cho Rong terekam kamera menggiring Sang Hoon.

Tetapi senyuman di wajahnya langsung hilang saat teringat ucapan Moo Young padanya saat di restoran, dimana Moo Young menyebutnya tidak menyukai Cho Rong. Jin Kook pulang dan Jin Kang langsung menarik Jin Kook untuk melihat Cho Rong di TV. Sayangnya, berita sudah selesai.
Jin Kang terus memuji Cho Rong yang berhasil menangkap penjahat. Jin Kook kesal juga karena adiknya hanya memuji Cho Rong, mengatakan kalau bukan Cho Rong yang menangkap pelaku tapi tim kejahatan dan polisi yang menangkap. Jin Kang malah bertanya balik, kenapa Jin Kook tidak terekam kamera? Jin Kook kesal dan mengalihkannya dengan mengomentari Jin Kang yang sangat berantakan dan meletakan barang sembarangan.
“Oppa juga begitu?” tanya Jin Kang tiba-tiba.
“Apa lagi sekarang?  Aku tidak melakukan apapun.”
“Apa kamu main mata pada gadis-gadis dan berpikir mereka kamu dapatkan? Apa kamu pergi ke bioskop dengan gadis lain meski kamu punya pacar? Apa setiap pria begitu?”
“Apa? Dia sudah punya pacar?  Bocah kecil itu,” emosi Jin Kook mengira kalau Jin Kang membicarakan Cho Rong.
“Ini bukan tentang Cho Rong.”
“Itu bukan Cho Rong? Lalu siapa?”
“Ada deh,” ujar Jin Kang tidak mau memberitahu. “Tidak perlu kepo. Dia brengsek,” umpat Jin Kang.
--
Moo Young pulang ke rumah atapnya, dan anehnya dia menendang cooler box bekas didepan rumahnya.
--

Sang Hoon di interogasi oleh detektif Hwang Gun. Hwang Gun menunjukkan foto Mi Yeon (korban) yang memegang trofi dan bertanya dimana Sang Hoon menyembunyikan trofi itu (trofi itu sepertinya alat kejahatan untuk membunuh Mi Yeon). Sang Hoon tampak lesu dan menjawab kalau trofi itu ada di kamar Mi Yeon.
“Tidak ada di kamar. Kenapa? Karena kamu membunuhnya dengan itu. Dengan trofi favorit pacarmu. Di mana kamu membuangnya?” tanya Hwang Gun lagi.
“Kamu tidak punya waktu, kan? Aku tidak melakukannya. Tidak membunuhnya. Kamu tidak punya waktu lagi. Kamu harus ke sana dan menangkap pembunuh sebenarnya. Tolong tangkap brengsek itu yang membunuh Mi Yeon,” mohon Sang Hoon.
Dan dari ruang sebelah, Jin Kook melihat interogasi tersebut. Cho Rong menemuinya dan mereka pergi keluar untuk berbincang. Cho Rong memberitahu kalau mereka sudah menginterogasi Sang Hoon semalaman dan tidak ada hasil. Jin Kook kemudian bertanya, bagaimana reaksi pertama Sang Hoon saat di beritahu kematian Mi Yeon.
“Pada awalnya, dia terus bertanya apa Mi Yeon benar-benar mati. Dia ingin memastikan apa benar-benar dia. Lalu, dia menangis selama tiga jam. Aku tidak tahu sulit untuk  membuatnya mengaku,” beritahu Cho Rong dengan kesal.
“Bagaimana dengan DNA di kuku Mi Yeon?”
“Itu sudah jelas. Mereka memang bertengkar, tapi tidak membunuhnya. Jadi, Choi Sang Hoon mengklaim Mi Yeon seharusnya ikut ke luar negeri bersamanya. Tapi akhir-akhir ini, mereka bertengkar. Hari itu, Mi Yeon bersikeras tidak mau ikut. Jadi terjadilah pertengkaran. Lalu dalam kemarahan, dia memilih pergi sendirian.”
“Tapi bagaimana jika surat perintah penangkapan dibatalkan karena dia tidak mengaku?”
“Astaga. Itu akan jadi rumit.”
Jin Kook kemudian bertanya pada Cho Rong, apa benar seharusnya Mi Yeon ikut dengan Sang Hoon keluar negeri? Cho Rong membenarkan karena sudah ada tiket yang di pesan atas nama mereka dari 2 bulan yang lalu. Tapi, Cho Rong merasa kalau Sang Hoon hanya berakting karena Sang Hoon kuliah jurusan akting.
Jin Kook tidak mau mendengar lebih lanjut, jadi dia mengalihkan Cho Rong dengan hal lain. Dia memberitahu kalau Jin Kang sangat senang melihat Cho Rong di berita. Cho Rong sangat senang mendengarnya dan ingin langsung menghubungi Jin Kang. Dia juga menyampaikan pada Jin Kook kalau So Jung sedang mencarinya.
--
Perusahaan tempat Jin Kang bekerja, “Design and Look” terpilih untuk mendesai produk Arts Brewery dan karena itu mereka di bawa berkeliling dan juga di tunjukkan cara membuat bir. Hal ini agar mereka bisa membuat desain dengan lebih baik.
CEO Jung membawa team Jin Kang ke pabrik dan memperkenalkan mereka kepada orang-orang yang bertugas di pabrik. Sebelum itu, CEO Jung memperkenalkan dulu kepada para pekerjanya kalau Design and Look terdiri dari Hwang Seon Hwa (CEO), Yoon Jin Kang (desainer) dan Lim So Yeon (asisten manager).
Sementara team Arts Brewery yang bekerja di pabrik terdiri dari Gil Hyung Joo (Ketua), Tony (manager), Yoo Jin (anggota termuda dan satu-satu nya wanita di team), Hee Jun dan Moo Young.
Dan tampak kalau Jin Kang menghindari tatapan mata dengan Moo Young.
--
Jin Kook menemui So Jung. Dia mengira kalau So Jung mengajak bertemu untuk makan bersama di kantin. So Jung mengatakan bukan itu, dia ingin makan di luar. Dia kemudian mengingatkan janji Jin Kook yang akan mentraktir-nya kopi saat mereka makan sushi kemarin, setelah dia mentraktirnya. Jin Kook malah mengeluh karena So Jung menagih hal itu padahal So Jung punya banyak uang.
“Apa kamu tidak bisa membantu sedikit saja? Kamu juga tidak punya anggota keluarga untuk diberi makan dan tidak suka belanja barang mewah. Lagian, tidak ada tempat untuk menghabiskan uang untukmu,” gerutu Jin Kook.
“Iya. Aku diceraikan oleh suamiku karena tidak bisa punya anak, jadi aku tidak punya suami ataupun anak. Puas?” marah So Jung. “Astaga. Terima kasih sudah mengingatkanku setelah aku coba melupakannya,” ujarnya dan beranjak pergi.
“Tunggu, tunggu. Kenapa pembicaraannya malah kesitu? Ayo. Ayo pergi sekarang. Ah ada apa sih? Aku memujimu, itu hal yang baik.”
“Apanya yang pujian?”
“Maksudku, toh kamu bahkan tidak tahu cara berdandan. Kamu juga tidak tertarik  dengan barang mewah. Kamu bahkan tidak perlu mendapat botox kayak orang-orang. Kamu selalu tidak berubah, tetap seperti ini.”
“Ya ampun. Berani-beraninya bicara begitu padaku? Gaun ini harganya 480 dolar. Kardigan ini 350 dolar. Sepatu ini 280 dolar meski diskon 30%. Manikur dan pedikurku seharga 100 dolar,” beritahu So Jung dengan kesal dan memamerkan semua barang yang digunakannya dari ujung kepala sambil ujung kaki. “Beraninya kamu berbicara tentang barang mahal padaku? Apa katamu? Botox? Orang-orang tidak pakai botox lagi. Mereka melakukan filler sekarang. Kenapa kamu berpikir aku tidak filler saat semua orang melakukannya? Sudah lama sejak keriputku muncul sampai kaki.”
“Kamu melakukannya?” tanya Jin Kook memastikan.
So Jung kesal mendengarnya dan memukul Jin Kook hingga ke sudut. “Tentu saja! Aku melakukannya. Aku melakukannya dua kali. Astaga. Kamu ingin digaruk dengan kuku 100 dolar? Kita lihat sedalam apa cakarannya.”
Jin Kook sampai ketakutan. Dan So Jung langsung pergi usai melampiaskan kekesalannya.
--
 
Cho Rong menelpon Jin Kang, dan Jin Kang meminta maaf tidak bisa makan siang dengan Cho Rong karena dia masih harus kerja. Cho Rong tidak mempermasalahkannya dan malah memamerkan mengenai dia yang menangkap Sang Hoon kemarin. Jin Kang langsung membahasnya dan membuat Cho Rong sangat senang.
Usai teleponan dengan Cho Rong, Jin Kang masuk ke dalam pabrik lagi untuk melihat proses pembuatan bir. Kebetulan, hanya ada Moo Young di sana, dan Moo Young langsung bertanya, apa benar Jin Kang desainer? Jin Kang menjawab dengan ketus kalau hal itu benar.
“Jika aku melihatmu mencurigakan sekali lagi, aku akan memberitahu Seung Ah,” peringati Jin Kang.
“Beritahu saja. Aku tidak peduli.”
“Apa kamu tidak tahu malu  atau terlalu percaya diri?”
“Aku yakin pada diriku,” ujar Moo Young dan tertawa.
“Kenapa tertawa? Apa aku lucu?”
“Ya. Mimik wajahmu lucu sekali. Pikirmu, ‘Lebih baik aku mati daripada kalah.’ Benar?”
“Tentu, untuk orang tertentu.
“Kamu merasa kalah? Padahal aku tidak merasa bertengkar,” balas Moo Young.
“Kamu merasa pandai bicara, ya? Kamu yakin bisa memanipulasi segalanya dengan ucapanmu dan semua akan menoleransimu. Aku sudah terbiasa. Ada keluargaku yang seperti itu. Aku tahu cara menangani orang sepertimu.”
“Bagaimana caranya?”
“Mengabaikan sepenuhnya. Kuperingatkan. Ini pembicaraan pribadi terakhir kita. Jangan bicara denganku,” tegas Jin Kang dan berlalu pergi.
Moo Young setuju dan lanjut bekerja. Dia membuka mesin penggiling beras dan mulai menggiling beras itu untuk di jadikan bir. Tapi, tidak berapa lama, dia berteriak, dan hal itu menghentikan langkah Jin Kang yang hendak pergi.
Dengan panik, Jin Kang kembali dan berusaha mematikan mesin tersebut. Sementara Moo Young terus mengerang kesakitan dan tangannya berada di dalam mesin. Jin Kang panik dan berusaha membantu Moo Young untuk mengeluarkan tangannya dari dalam mesin.
Tangan berhasil di keluarkan, dan ternyata tidak ada luka apapun.
“Kamu mengajakku bicara. Ini baru satu menit,” ujar Moo Young.
Dan Jin Kang jelas marah di permainkan seperti itu. “Kenapa bercanda seperti itu? Sungguh keterlaluan. Jangan berani bicara denganku lagi.”
Moo Young terkejut juga mendengar teriakan dan kemarahan Jin Kang.
--
Det. Lee mengarahkan team-nya untuk mewawancarai saksi dan Sang Hoon. Malam ini, mereka sudah harus mendapatkan pengakuan pelaku atau bukti baru. semuanya mengerti dan beranjak pergi.
Tetapi, Cho Rong tiba-tiba meminta bantuan Hwang Gun untuk menggantikannya meminta keterangan si tatto (itu sebutan Cho Rong untuk Yu Ri, karena di belakang telinga Yu Ri ada tatto). Hwang Gun menolak. Dan Cho Rong tidak bisa memaksa lagi.
Jin Kook mendengar pembicaraan itu dan dengan berbisik, bertanya pada Cho Rong, siapa itu tatto?
“Dia saksi yang sangat tidak sopan. Dia wanita di barisan belakang di foto yang selalu kamu lihat,” beritahu Cho Rong.
Dan Jin Kook melihat foto itu.
--
Cho Rong menemui Yu Ri dan Yu Ri menemuinya dengan ketus. Cho Rong langsung to the point memperlihatkan foto Mi Yeon yang memegang trofi. Dan wajah Yu Ri terlihat menegang, dia bertanya apa maksudnya dia di perlihatkan foto itu?
“Ini bukti penting. Jeong Mi Yeon dipukul dengan ini dan lukanya fatal. Kamu tahu Choi Sang Hoon sudah ditangkap?” jelas Cho Rong.
“Ya.”
“Ada dugaan? Di mana dia menyembunyikan ini?”
“Aku tidak tahu.”
Usai mengatakan hal itu, Yu Ri kembali masuk ke dalam rumahnya.
Di dalam rumah, Yu Ri terlihat sangat cemas. Dia kemudian melihat ke lantai rumahnya dan teringat sesuatu. Dia pernah menemukan trofi yang ada di foto, di lantai rumahnya. Hal itu membuat Yu Ri sangat takut dan langsung menelpon Moo Young.


No comments:

Post a Comment