Monday, January 14, 2019

Sinopsis Drama Korea : SKY Castle Episode 02-1

3 comments

Sinopsis Drama Korea : SKY Castle Episode 02-1
Images by : jTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN DAN KEJADIAN DI DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Di adakan pemakaman untuk Myung Joo. Semua penghuni SKY Castle menghadiri pemakaman itu. Anehnya, saat pemakaman sudah usai, Young Jae baru tiba. Suh Jin dan Jin Hee menyapanya, tapi Young Jae mengabaikan dan melewati mereka begitu saja.

Young Jae tiba di pemakaman ibunya, tapi dia tidak berani mendekat dan hanya melihat dari jauh. Ayahnya, Soo Chang, masih di arena pemakaman dan menangis tersedu-sedu di tengah guyuran hujan. tn. Park berusaha memintanya berdiri, tetapi Soo Chang mendorongnya.

Young Jae mendekat. Dia membuka topinya. Dan dia terduduk menangis sedih melihat makam ibunya. Dia menangis terisak-isak.
--
Tidak lama setelah pemakaman, Soo Chang memutuskan untuk pindah keluar dari SKY Castle. Dan terlihat kalau ada satu barang yang tertinggal tidak di bawa, sebuah tablet.


Suh Jin, Jin Hee dan Seung Hye berkumpul bersama. Mereka masih tidak menyangka kalau Myung Joo bunuh diri. Karena bagi mereka, tidak ada alasan bagi Myung Joo untuk bunuh diri. Seung Hye menduga mungkinkah Myung Joo depresi? Suh Jin tidak merasa demikian karena Myung Joo lah yang paling bahagia. Mereka bertiga saja sejujurnya iri padanya. Mereka membuat banyak dugaan, tapi merasa dugaan-dugaan itu tidak mungkin.
Jin Hee merasa kasihan pada Young Jae yang tadi tampak sangat shock. Soo Chang juga sedang di luar kota sebelumnya, dan kabar ini pasti sangat berat baginya. Seung Hye kemudian merasa penasaran, kenapa Soo Chan memutuskan pindah secara mendadak?
Tidak hanya pindah rumah, Soo Chang juga memutuskan untuk berhenti bekerja. tn. Park sampai mengejarnya dan bertanya alasan Soo Chang berhenti bekerja secara tiba-tiba?
“Maafkan aku. Aku memang seharusnya membantumu di promosikan sebagai direktur,” ujar Soo Chang. “Aku pergi.”

tn. Park masih membujuk Soo Chang untuk berpikir dengan akal sehat. Dia bertanya, apa yang akan terjadi pada Young Jae? Dan mendengar nama Young Jae, membuat ekspresi Soo Chang berubah marah.
--

tn. Woo memberitahu istrinya kalau Soo Chang berhenti kerja tiba-tiba. tn. Woo tidak mengerti alasan Soo Chang berhenti, karena walaupun mengalami shock berat, tapi selama ini Soo Chang selalu ingin menjadi presdir rumah sakit. Dan jika dia bertahan sedikit saja, dia pasti akan menjadi Presdir.
Jin Hee jadi merasa khawatir pada tn. Kang, karena kan tn. Kang bisa di bantu promosi menjadi direktur oleh Soo Chang.
“Riwayatnya sudah tamat. Dengan mundurnya Prof. Park, dia tidak akan bisa di promosikan. Dengan begitu, presdir akan menunjuk siapapun sesukanya untuk di posisi itu. Kamu pikir orang tua angkuh itu akan memilihnya?”  ujar Tn. Woo.
Dan saat para junior-nya menyapa, tn. Woo baru sadar kalau si tua angkuh yang di bicarakannya, ada di belakangnya. Dengan panik, tn. Woo langsung mematikan telepon dan memberi hormat pada Presdir.  
 --

Sementara itu, Jin Hee memberitahu Suh Jin mengenai Soo Chang yang berhenti berkerja dari rumah sakit. Suh Jin jelas kaget, kalau Soo Chang berhenti, bagaimana dia akan membiayai kuliah Young Jae? Mereka merasa benar-benar ada yang aneh. Bahkan saat Myung Joo pulang lebih cepat dari liburan mewah-nya, itu juga sudah terasa aneh.

Pembantu rumah Suh Jin masuk dan melapor pada Suh Jin kalau keluarga Soo Chang belum mengembalikan panci mereka. Suh Jin bingung, panci apa? Dan sesaat kemudian dia tersadar kalau di hari Myung Joo pulang itu, sore-nya dia sempat datang lagi untuk mengantarkan kimchi rebus dengan tulang iga yang di buatnya. Dia melakukan itu, sebagai rasa terimakasih karena telah membuatnya mengenal pelatih Kim.
Saat itu, Myung Joo terlihat gelisah. Myung Joo juga menerima telepon dan marah-marah meminta ibunya untuk tidak ikut campur. Saat itulah, Suh Jin melihat ada kantong obat apotek bertanggal 19 Desember.
Mengingat hal itu, Suh Jin merasa ada yang aneh. Dia bertanya pada Jin Hee untuk memastikan, bukankah Myung Joo terbang ke Inggris tanggal 19 Desember? Tapi, dia melihat kantong obat Myung Joo bertanggal 19 Desember, yang artinya, Myung Joo tidak pernah pergi berlayar. Tapi, kenapa dia tidak pergi dan bersikap seolah-olah pergi di hadapan mereka? Bahkan sampai memberikan oleh-oleh?
 Jin Hee menduga, apa mungkin Soo Chang selingkuh? Suh Jin merasa itu tidak mungkin. Tapi, walaupun ya, tidak mungkin Myung Joo bunuh diri karena hal itu. Myung Joo bukanlah orang yang akan bunuh diri dan meninggalkan Young Jae. Jin Hee tidak dapat memikirkan alasan lain. Begitu pula dengan Suh Jin.
--
Soo Chang bersama dengan tn. Park. Soo Chang dalam keadaan mabuk dan tampak penuh sedih. Dia bahkan menyebut Young Jae dengan sebutan : “Brengsek!” Tn. Park menasehati Soo Chang untuk tetap tegar demi Young Jae.
“Seharusnya, aku keluarkan nama anak itu dari akta keluarga,” ujar Soo Chang penuh penyesalan dan kemarahan. “Seharusnya, ku keluarkan. Dengan begitu aku tidak perlu merasakan semua ini.”
“Apa? Apa maksudmu?”
“Si brengsek itu bukan manusia. Percayalah, dia bukan manusia! Dia masih berani muncul di pemakaman setelah membunuh ibunya sendiri.”
“Membunuh? Maksudmu, istrimu tewas karena Young Jae?” kaget tn. Park. “Tapi Young Jae anak baik.”
“Kamu pikir dia baik?” tanya Soo Chang dan tertawa sinis. “Jika nilai di sekolahnya baik, mereka di anggap anak baik. Kamu di anggap baik, jika nilai pelajaranmu baik. Aku mau pergi.”
Tapi, Soo Chang benar-benar mabuk hingga terjatuh. Dia menangis histeris meluapkan kesedihan mendalamnya. tn. Park sampai kaget dan tidak tahu harus melakukan apa.
--
Seung Hye melihat patung ibu anak hadiah dari Myung Joo. Dan teringat sesuatu di hari kematian Myung Joo.
Flashback
Saat salju turun, Seung Hye mengajak Suh Joon dan Ki Joon keluar untuk menikmati salju. Suh Joon takut keluar karena dia masih harus menyelesaikan PR-nya. Tapi, Seung Hye menyuruhnya untuk tenang saja, mereka harus menikmati malam indah ini. Dia dan 2 anaknya tampak bersenang-senang dan tertawa riang menikmati salju yang turun. Tampak hubungan mereka sangat dekat.

Saat bermain dengan kedua putranya dan berlari-lari, saat itu, Seung Hye tanpa sengaja melihat ke arah jendela rumah Myung Joo. Dia melihat Soo Chang dan Myung Joo yang tampak bertengkar dan sepertinya Myung Joo di tampar. Mata Seung Hye sampai terbelalak melihat hal itu.
End
tn. Cha melihat Seung Hye yang melihat patung itu dan menyuruhnya untuk membuang patung itu. Baginya, menyimpan barang dari orang yang sudah mati akan membawa sial. Seung Hye memegang patung itu. Dan tn. Cha terus menggerutu kalau Young Jae tidak akan bisa sukses karena sudah kehilangan ibunya. Jalan sukses Young Jae sudah berakhir. Seung Hye tampak tidak menyukai perkataan suaminya itu.
--
Sementara itu, tn. Park yang sudah pulang bertanya apa hubungan Young Jae dan Myung Joo baik-baik saja? Suh Jin kan selalu bersama dengan Myung Joo, jadi pasti tahu.  Suh Jin bingung karena Young Jae selalu menuruti perkataan ibunya, jadi tidak ada masalah. Atau tn. Park tahu sesuatu? Apa mereka punya masalah?
“Lupakan saja. Tidak perlu ikut campur,” jawab tn. Park.
Suh Jin tambah penasaran.
--

Esok hari,
Ny. Kim datang bersama dengan guru Jo ke rumah Suh Jin dan mereka juga bertemu dengan Yeh Suh. Ny. Kim memberikan data guru yang akan mengajar Yeh Suh. Dan Yeh Suh sangat kagum melihat guru-guru itu, itu guru-guru terbaik di Daechi-dong. Ada juga guru yang merupakan alumni SMA Shinhwa atau pernah bekerja di sana.  Dan juga kegiatan belajar akan di lakukan di kantor-nya atau di rumah guru. Dan guru Jo yang akan datang untuk menjemput Yeh Suh.
Guru Jo kemudian memberikan list makanan yang bagus untuk siswa SMA. Suh Jin benar-benar kagum dengan pelayanan yang di berikan. Setelah itu, Ny. Kim meminta izin untuk melihat kamar Yeh Suh.


Mereka pergi ke kamar Yeh Suh. Dan ny. Kim mulai memberikan penilaian. Lokasi meja belajar yang membelakangi pintu sudah bagus. Penempatan meja utama dan lampu meja juga sudah baik karena menghadap ke utara, jadi tidak terlalu banyak matahari dengan begitu bisa membuat lebih konsentrasi saat belajar. Setelah itu, ada satu ruangan kecil yang di isi dengan meja belajar di dalamnya. Yeh Suh memberitahu kalau dia akan belajar di dalam ruangan itu jika dia tidak fokus belajar di luar, ruangan itu sudah seperti ruang belajar pribadi. Ny. Kim memberikan komentar : Good.

Setelah itu, ny. Kim meminta Suh Jin untuk mengganti meja belajar di dalam ruangan itu menjadi meja sekolah. Itu karena Yeh Suh harus belajar dengan lingkungan yang sama seperti saat sedang ujian. Setelah itu, dia meminta di pasang penghitung waktu di dinding yang mudah terlihat agar Yeh Suh bisa mengecek berapa lamanya menjawab pertanyaan.
Pertahankan kelembaban udara ruangan antara 20 hingga 23 derajat celcius. Dan juga, ganti lampu meja belajar. Dengan lampu meja khusus yang bisa di atur intensitas cahayanya. Setelah itu, jangan menggunakan kaca meja di meja belajarnya. Suhu kaca yang dingin akan membuat suhu tubuh rendah. Yeh Suh harus mengeluarkan energi untuk meningkatkan suhu tubuhnya. Buang semua lukisan yang tidak perlu yang ada di dinding dan gantung satu lukisan Mondrian. Lukisan itu akan meningkatkan konsentrasi dan juga akan membantunya otaknya berlatih.
Dan Suh Jin melakukan semua seperti yang di instruksikan.

Setelah itu, Suh Jin mengajak Ny. Kim makan bersama. Dia benar-benar senang telah memilih ny. Kim dan bahkan mengucapkan rasa terima kasihnya. Ny. Kim memberitahu kalau dia akan menemui Suh Jin seminggu sekali untuk memberikan laporan perkembangan Yeh Suh.
“Apa kamu sudah dengar yang terjadi pada ibu Young Jae?”
“Hubunganku dengan klien berakhir begitu mereka di terima. Begitu pula dengan Yeh Suh nantinya,” tegas Ny. Kim.
Suh Jin terdiam dan tidak membahas-nya lagi. Dia melanjutkan makanannya.

Ponsel ny. Kim berbunyi. Telepon dari Young Jae. Dan Ny. Kim langsung mematikannya. Dia kemudian bertanya pada Suh Jin, apa sudah menghubungi ibu Woo Joo? Suh Jin menjelaskan kalau dia sudah menelpon dan meninggalkan pesan, tapi tidak ada respon. Ny. Kim jadi sedikit penasaran kelihatannya.
--
tn. Woo memberitahu kabar heboh kepada tn. Park. Sekarang ini, Presdir Choi sedang mencari pengganti Prof. Park Soo Chang. Dan calonnya adalah professor purna waktu dan nantinya akan tinggal di SKY Castle. tn. Park benar-benar kaget dan penasaran siapa orangnya? Apa dia lulusan Universitas Johns Hopkins? (karena tn. Park sepertinya berharap dia yang akan di pilih untuk menggantikan posisi Soo Chang).
“Dia lulusan kampus kedokteran Universitas Moojin,” beritahu tn. Woo.
tn. Park langsung bingung karena tidak pernah mendengar nama kampus itu begitu pula dengan para juniornya. tn. Woo langsung memberitahu kalau itu kampus kedokteran di pinggiran kota.
“Yang lebih mengejutkan, dia tidak memiliki koneksi dengan dir. Choi atau semacamnya. Dia tidak punya bantuan koneksi.”
“Kenapa presdir merekrut seseorang seperti dia?” gumam tn. Park dengan menahan kesal.
--
Dan berita di rumah sakit itu, sudah di sampaikan oleh Jin Hee ke Suh Jin. Dari tn. Woo, Jin Hee menyampaikan ke Suh Jin kalau Presdir RS itu menyukai dokter pengganti posisi Soo Chang itu. Suh Jin bertanya dengan nada merendahkan, kenapa presdir itu bisa menyukai orang dari lulusan kampus pinggiran?
“Apa pentingnya dari kampus mana dia lulus? Yang penting, dokter itu harus bisa merawat pasiennya. Mereka bertanggung jawab dan memiliki kemampuan bedah yang baik. Semua hal itu rasanya lebih penting. Belakangan ini, keuntungan di anggap lebih penting daripada nyawa…,” komentar Seung Hye. Dan terlihat sekali kalau Jin Hee dan Suh Jin tidak menyukai komentarnya itu.
Dan Seung Hye kemudian menyadari kalau cangkir teh yang mereka gunakan adalah mereka yang telah berusia 260 tahun. Dia benar-benar kagum. Dan Suh Jin langsung dengan nada sok merendah padahal pamer memberitahu kalau itu adalah cangkir teh hadiah dari ibunya. Jin Hee memuji selera ibu Suh Jin yang sangat bagus. Sementara Seung Hye, dia ingin bertemu dengan ibu Suh Jin kapan-kapan. Dia bahkan bertanya kapan ibu Suh Jin ada rencana ke Korea?
“Mungkin saja jika kakakku ingin pulang. Ibuku terlalu menyanyangi putranya,” jawab Suh Jin.
“Apa kakakmu juga tinggal di Sidney?” 
“Dia seorang dokter gigi. Dokter gigi,” beritahu Jin Hee. “Kecerdasan Yeh Suh bukan hanya menurun dari ayahnya, kakeknya pernah menjadi presdir bank hipotek di Sidney. Pamannya seorang dokter gigi. Dan ibunya Pascasarjana Pendidikan di Universitas Sidney. Benar-benar gen egois.”
Suh Jin hanya tersenyum bangga. Sementara, Seung Hye diam saja (aku suka dengan Seung Hye, elegan dan misterius gitu kesannya).
--
Sebuah keluarga pindah ke SKY Castle. Itu adalah keluarga dokter pinggiran yang di pilih untuk menggantikan posisi Soo Chang. Keluarga Hwang Chi Young. Dan istrinya adalah Lee Sue Lim, serta mempunyai seorang putra, Hwang Woo Joo. Mereka benar-benar senang bisa tinggal di komplek mewah. Keluarga mereka tampak harmonis.

Kedatangan keluarga baru itu terlihat oleh Suh Jin, Jin Hee dan Seung Hye. Mereka penasaran ingin tahu bagaimana keluarga itu. dan Jin Hee bahkan penasaran apa keluarga itu tahu kalau rumah yang mereka tempati itu pernah ada yang mati? (Itu rumahnya keluarga Soo Chang, Myung Joo dan Young Jae). Suh Jin langsung menyuruh Jin Hee untuk berkata seperti itu. Jin Hee langsung diam, tampak sekali dia seperti bawahan Suh Jin.
Mereka terus melihat proses pindah keluarga tn. Hwang. Dan sedikit heran karena banyak sekali tanaman yang di bawa ke dalam rumah itu.

Sementara itu, tn. Hwang sibuk membereskan barang-barang mereka dan juga menata tanaman-tanaman mereka. Woo Joo kemudian memberitahu ibunya kalau dia menemukan tablet di dinding dan sepertinya bekas pemilik sebelumnya.
Sue Lim menerima tablet itu dan meletakkanya di meja dekat pintu.
--
tn. Park melewati ruangan Soo Chang dan melihat petugas mengganti plat nama di dinding dari Bedah Syaraf, Park Soo Chang menjadi Bedah Syaraf, Hwang Chi Young. tn. Park menghela nafas dan masuk melihat ruangan itu.



Di lantai ruangan itu, terlihat banyak botol soju kosong. Dia jga melihat ada tanaman di dekat jendela yang telah layu, jadi tn. Park mencabutnya dan membuangnya ke tong sampah. Dan saat itu, dia melihat ada sebuah sampah foto di dalam tong sampah. tn. Park memungutnya dan itu adalah  foto keluarga Soo Chang yang di remuk-remuk. tn. Park jadi teringat saat Soo Chang menyebut putranya sendiri bukan manusia. Dia teringat kemarahan Soo Chang terhadap Young Jae.
Chi Young masuk ke dalam ruangan kerjanya dan melihat tn. Park. Dengan ramah, dia menyapa dan memperkenalkan dirinya. tn. Park berbalik dan melihat tanda nama tn. Hwang.
“Dokter Ortopedi, Kang Joon Sang,” perkenalkan tn. Park.
“Ini hari pertamaku di sini. Mohon kerja samanya.”
“Maafkan aku masuk ke ruangan ini. Tadinya ini ruang seniorku.”
tn. Hwang tidak mempermasalahkan hal itu. Dia benar-benar ramah, tapi tn. Park terlihat tidak menyukainya.
--

Di upacara penunjukkan, tn. Hwang memperkenalkan dirinya. Ternyata dia lulusan dari Kampus Kedokteran Bujin. Itu kampus daring.
Presdir menjelaskan kalau dia bertemu dengan tn. Hwang delapan tahun lalu dengan tidak sengaja saat sedang mendaki gunung Himalaya. Seorang kuli angkut jatuh lembah dan tulang punggungnya cedera. Prof.  Hwang merawatnya dengan sangat ramah, hingga dia sangat terkesan dan terharu. Dan dia baru tahu kalau prof. Hwang adalah dokter hebat yang selama 10 tahun telah melayani kesehatan di Kathmandu dan Marpha. Prof. Hwang juga telah berpengalaman dalam bedah tulang belakang        yang menerima Best Paper Award dari Perhimpunan Bedah Tulang Belakang Minimal Invasif. Pokoknya, dia yakin kalau mereka membutuhkan orang seperti prof. Hwang.
tn. Park tampak tidak menyukai pujian-pujian Presdir kepada tn. Hwang.
--

Selesai acara, tn. Woo panik karena menyadari kalau sepertinya Presdir tidak menyukainya. Dia bahkan khawatir kalau tn. Hwang akan di pilih menjadi direktur klinik baru mereka, Klinik Tulang Belakang. Tn. Park berkata kalau itu tidak mungkin. Sepertinya dia memandang remeh pada tn. Hwang yang hanya lulusan kampus daring.
 --

Sue Lim pergi ke rumah Suh Jin. Dia memperkenalkan diri sebagai tetangga yang baru pindah dan membagikan kue beras. Saat memberikan kue itu, Suh Jin melihat kuku jadi Sue Lim yang hitam, dan dia tampak jijik.
“Apa kamu… Mi Hyang?” tanya Sue Lim tiba-tiba begitu melihat wajah Suh Jin dengan seksama. “Kwak Mi Hyang. Ini kamu, bukan? Ini aku. Sue Lim. Lee Sue Lim. Lee Sue Lim dari Panti Asuhan Eden. Kamu ingat aku?”

3 comments: