Saturday, January 5, 2019

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 11 - part 1

0 comments

Network : GMM One

Direktur masuk ke dalam kelas untuk memberikan sebuah tugas kepada mereka, yaitu menulis laporan berjudul ‘Misiku sebagai Siswa Berbakat’. Apa artinya menjadi siswa Berbakat? Tulis itu dalam satu halaman saja.



Mon mengangkat tangannya, dan bertanya,”Kalau aku tidak mau potensiku, apa bisa dihilangkan?” tanyanya. Dan mendengar itu, Guru Pom langsung menegurnya, tapi Direktur menahannya.

“Menghilangkan kekuatan adalah hal besar. Tapi kalau kamu benar- benar mau, itu bisa dilakukan,” jelas Direktur.

T H E      G I F T E D

Diperpustakaan. Pang membaca tulisan milik Namtaan yang menulis setiap detail kejadian sejak awal memasuki kelas Berbakat, dan Namtaan menjelaskan bahwa sebenarnya satu halaman saja tidak cukup. Lalu Namtaan menanyakan apa yang menjadi misi Pang.

“Aku bahkan tidak tahu apa itu misi,” kata Pang.

“Kurasa itu merujuk pada tujuan kekuatan kita,” balas Namtaan.

“Begitukah?”

“Jika misinya bukan ini, aku akan memberikan mu contekan. Tapi untuk kali ini kerjakan sendri,” jelas Namtaan.



Tiba- tiba terdengar suara Ohm yang menyanyikan lagu kebangsaan dengan sangat keras, dan mendengar itu, Namtaan serta Pang pun mendekatinya dan bertanya apa yang sedang Ohm lakukan. Dan dengan sangat gembira, Ohm mengatakan bahwa dia sedang menjalankan misinya.

“Misi terakhirku, membersihkan toilet. Sampai tukang bersih- bersih, bilang, ‘Wah!!” kata Ohm.

“Ohm, itu misi yang berbeda,” jelas Namtaan. Dan sambil tersenyum, Pang mengiyakan.


Walau mengetahui bahwa apa yang dilakukannya adalah salah, tapi Ohm dengan keras kepala tetap mau melanjutkan misinya, karena dia malas untuk membuatnya ulang. Lalu dia menanyakan, apa mereka mau melihat misi selanjutnya.

Namtaan dan Pang pun mendekat serta melihat misi Ohm selanjutnya. “Peluk Pang dan Namtaan erat- erat seakan tidak ada hari esok,” kata Ohm sambil tertawa, lalu dia membuka lengan nya lebar- lebar.



Dikantor. Guru Pom menggeleng- gelengkan kepalanya dengan pelan, ketika melihat Ohm dan Pang serta Namtaan yang sedang bermain kejar- kejaran di koridor. Lalu tepat disaat itu, Bu Ladda masuk ke dalam kelas.

“Meski sudah jadi guru, kebiasaan burukmu tetap sama. Masuk ke kantor orang tanpa izin,” kata Bu Ladda. Lalu dia memberikan semua laporan pelanggaran yang diminta oleh Direktur.

“Aku bisa membantumu bicara padanya,” kata Guru Pom dengan nada pelan.



“Tidak perlu. Aku lelah. Aku sudah tidak sesuai untuk anak- anak zaman sekarang. Mereka butuh orang- orang seperti mu. Kalau sudah tidak ada lagi, pergilah,” balas Bu Ladda.



Guru Pom berhenti di depan pintu, lalu dia berbalik dan bertanya kepada Bu Ladda, apa sebagai seorang guru Bu Ladda pernah merasa dikecewakan oleh para murid, karena mereka tidak sesuai harapan, atau kecewa pada diri sendiri karena gagal membuat mereka mengerti.

“Aku tidak tahu, apa yang kamu alami. Tapi kamu pernah menjadi muridku. Kalau kamu mau terus menjadi guru, ingat ini. Yang dilakukan guru mungkin bukan yang terbaik untuk murid. Berusahalah sebaik mungkin dan berharap yang terbaik untuk muridmu. Sisanya, tergantung pada mereka,” jelas Bu Ladda.


Surat pengunduran diri. Ladda Ngamkul.



Mon berdiri di depan ruangan klubnya, dan memperhatikan semua temannya dulu secara diam- diam. Lalu Art datang, dan karena itu, Mon pun segera berjalan pergi.

“Mereka memang membencimu. Tapi disisi lain, mereka juga menyayangin mu. Mon, lokermu masih ada. Mereka melarangnya dipakai orang lain,” jelas Art. lalu dia masuk ke dalam ruangan klub. Dan Mon menangis mengingat setiap kenangan buruk dan baiknya.



Dikantin. Punn serta Claire saling mengobrol dan bermesraan. Lalu Claire terpikir saal Korn, saat Mon bertanya kepada Direktur soal menghapus kekuatan itu, dia tanpa sengaja melihat emosi Korn menggunakan potensinya.

“Mungkin dia…”




Didalam ruang klub. Korn menuliskan misinya. Aku ingin kembali menjadi orang biasa.

No comments:

Post a Comment