Wednesday, January 23, 2019

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 19 – 2

5 comments

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 19 – 2
Images : Channel 3
Kiew tiba di depan kamar dan masuk dengan menggunakan kartu kamar yang telah di dapatkannya dari front office. Sebelum dia sempat masuk, Kris memanggilnya. Melihat Kris yang berada di depan kamarnya tanpa Chaya, membuat Kiew panik dan langsung berlari masuk ke dalam kamar.

Dan dia melihat Peat yang sedang memasangkan kembali jaket Chaya dan mencium bibir Chaya. Peat tidak menyadari kehadiran Kiew dan Kris. Namun, ketika dia menyadari kehadiran merekapun, tidak ada raut wajah bersalah di wajah Peat.
“Kejam! Aku tidak pernah berpikir kalau aku akan menjadi sangat tidak bermoral seperti ini!” maki Kris.
Dan Kiew langsung menampar Peat. “Kau bilang ingin balas dendam, ingin melihatku dan ayah menjadi sangat terluka. Kau sudah berhasil. Karena sekarang ini, hatiku sudah hancur hingga tidak ada lagi yang tersisa. Jika kau melihatku hingga terluka sampai kau puas, kau sudah berhasil. Aku mohon, biarkan aku pergi (bercerai)! Jangan menyiksaku lebih daripada ini!” ujar Kiew dengan perasaan penuh luka. “Ketika aku kembali, aku akan menceraikannya. Jadi kau dan Peat bisa bersama. Aku mengaku, aku telah kalah.”
Dan usai mengatakan itu, Kiew pergi keluar dari kamar dengan air mata.
“Selamat, kau sudah berhasil. Melihat Kiew seperti ini, kau mungkin sangat senang. Jika kau tidak mau kehilangan Kiew, cepat kejar dia kembali,” ujar Kris pada Peat.
“Apapun yang ku lakukan, itu bukan urusanmu. Jangan ikut campur.”
“Baiklah. Karena kau sudah tidak mencintai Kiew, dan Kiew sudah menyatakan dengan jelas kalau dia akan menceraikanmu, aku punya kesempatan.”
“Kesempatan apa?” tanya Peat, dan tampak marah.
“Kesempatan untuk membuat Kiew mencintaiku.”
Dan Peat dengan amarah meraih kerah baju Kris. Kris tidak takut dan dengan tegas menyatakan kalau Kris dan Kiew sudah resmi bercerai, dia akan mendekati Kiew. “Aku tidak bersedia menjadi simpanan seperti Chaya dan kau lakukan.”
Chaya marah karena perkataan menghina Kris dan menyuruh Kris untuk berhenti bicara. Kris menyuruh Chaya untuk mengakui saja perbuatannya. Kalau apa yang di lakukan Chaya itu …
“Ai-Kris,” marah Peat.
“Baiklah. Aku lebih baik tidak mengganggu kalian. Silahkan merasa bebas melakukan apapun yang kalian inginkan. Oh, dan tugas menjaga Kiew, aku yang akan melakukannya,” ujar Kris dan keluar dari kamar.
Peat marah dan hendak mengejarnya. Chaya segera menghentikan Peat. Dia juga bertanya, kenapa Peat marah? Bukankah bagus jika Kris menjaga Kiew, jadi Kris bisa berhenti mengganggunya. Peat tidak menjawab, tapi dia tampak sangat marah.
--
Kiew berjalan keluar hotel dan menangis penuh kesedihan. Dia teringat perbuatan Peat dan Chaya dan hal itu membuat hatinya terluka. Semua perasaan tulusnya untuk Peat, seolah tidak berarti dan sia-sia saja.
Kris berlari mencari Kiew, dan untungnya dia berhasil menemukan Kiew yang sedang menangis. Dia tampak kasihan pada Kiew.
“Khun Kris, aku terluka. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan lagi,” tangis Kiew dan bersandar di dada Kris. Kris hanya diam, dan membiarkan Kiew menangis meluapkan kesedihannya.
--

Sementara itu, Peat masuk ke kamar mandi dan mengabaikan Chaya. Dia menyalakan shower dan membiarkan air shower membasahi kepalanya. Dia memikirkan ucapan Kiew yang akan menceraikannya dan ucapan Kris yang akan mulai mendekai Kiew.
--
Setelah beberapa saat, tangis Kiew mulai mereda. Kris menghibur Kiew untuk tidak menangis, karena itu juga membuatnya sedih. Menurutnya, senyuman lebih cocok untuk Kiew. Kiew juga tidak mau menangis, tapi, dia tidak bisa menghentikan air matanya. Dan dia meminta agar Kris membawanya pulang ke rumah.
“Lupakan mengenai Peat. Dan kau akan memiliki kebahagiaan. Aku akan selalu berada di sisimu,” ujar Kriss.
--
Esok pagi,
Kiew datang ke kamar dan membawa koper nya pergi. Dia menyatakan pada Peat kalau dia akan kembali tinggal di rumah Khun Nai, dan dia tidak akan kabur. Jika Peat sudah siap bercerai, katakan saja. Jika Peat masih mau balas dendam, itu terserah Peat, karena dia tidak akan peduli apapun lagi.

Peat hanya diam. Dia tidak berani menatap Kiew dan hanya melihat bayangan dirinya yang terpantul di kaca yang ada di depannya. Seharusnya dia merasa senang karena sudah berhasil membuat Kiew terluka, namun, wajahnya tidak menunjukkan hal tersebut.
--
Kris dan Kiew sudah tiba kembali di Bangkok, Thailand. Kris mengantar pulang Kiew ke rumah Khun Nai. Kris mengingatkan Kiew yang dapat menghubunginya jika ada apapun.
Khun Nai keluar dari rumah dan heran melihat Kiew yang pulang bersama dengan Kris, dia bertanya ada apa?
--
Kiew sudah masuk kembali ke kamarnya, bukan kamar pengantinnya bersama dengan Peat. Khun Nai masuk ke dalam. Dia sudah mendengar yang terjadi dari Kris.
“Cintaku mungkin tidak cukup berarti baginya, ayah. Aku minta maaf karena tidak bisa menghancurkan amarah di hatinya.”
“Ini bukan salahmu. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Kau perlu bantuan?” tanya Khun Nai.
“Tidak. Aku sudah berusaha yang terbaik. Mulai dari sekarang, aku akan membiarkan takdir yang bekerja. Biarkan karma yang bekerja,” ujar Kiew dan lanjut mengeluarkan barang dari koper-nya.
--

Peat masih terus berdiam diri dan tampak sedih. Chaya menghampirinya dan bertanya, apa yang sedang Peat pikirkan? Peat langsung bilang kalau dia hendak pulang ke rumah dan tidak mood lagi untuk liburan. Chaya protes karena Peat cepat kali mau pulang.
“Ai-Kriss menggangguku,” alibi Peat.
Dan Chaya malah teringat perkataan Kris kalau Peat tidak mencintainya, dan untuk membuktikannya, dia harus melihat sikap Peat. Sepertinya, Chaya mulai menyadari hal itu, tapi dia berusaha mengabaikannya. Sebaliknya, Chaya setuju untuk pulang dan mengemasi barang-barangnya.
--
Malam hari,
Kris menghubungi seseorang dan berkata kepada orang yang di teleponnya kalau dia punya berita besar. Dan berita itu pasti akan bisa mengguncang perusahaan. Dia memasang senyum sinis di wajahnya.
--
Esok hari,
Chaya dan Peat telah kembali ke Bangkok, Thailand. Dan Chaya kembali ikut pulang ke rumah Peat. Taeng yang membantu membawakan koper sampai ngedumel kalau Chaya itu tidak tahu malu karena berani kembali lagi.
Pas sekali, Kiew turun dari tangga. Dan Chaya langsung menatapnya seolah telah menang. Saat Kiew hendak pergi melewati mereka, Chaya malah menghalangi dan bertanya apa Kiew tidak mau menyapa? Sebagai orang yang tinggal di rumah yang sama.
Kiew tidak menjawab dan terus berjalan sambil menabrak badan Chaya. Chaya malah menyebut Kiew sebagai tukang cari perhatian. Peat mengabaikan ucapan Chaya dan masuk ke dalam kamar pengantinnya. Sementara, Taeng, dengan sengaja dia menabrakan koper yang di bawanya mengenai Chaya.
Dan begitu masuk, dia segera melihat kalau kamar itu tidak terdapat barang-barang Kiew lagi. Dia langsung bertanya kepada Taeng, kemana semua pakaian Kiew? Taeng langsung menjawab kalau semuanya ada di kamar Kiew.
“Ohh… Khun Kiew belum memberitahu Anda? Itu… dia memindahkan semua barangnya ke kamarnya sendiri. Khun Kiew itu sangat baik. Bahkan ketika kau melakukan hal seperti ini, dia tidak mengatakan apapun. Jika itu aku, aku tidak akan setuju jika suamiku sendiri membawa wanita kembali seperti ini. Biar ku beritahu, kalau ini terjadi padaku, aku sudah akan menamparnya hingga patah. Dan aku akan mencari suami baru lagi. Yang lebih tampan! Lebih kaya! Lebih baik! Mmm hhmmm!!” gerutu Taeng.
“Sudah selesai kau bicara?” 
“Belum. Masih bisa aku bicara sedikit lagi?”
Dan melihat muka Peat yang marah, Taeng langsung menyudahi bicaranya dan keluar kamar.
--
Pa sedang melakukan searching dan menemukan sebuah artikel. Berita mengenai keluarga Phrompitak. Ketika Pansakon Phrompitak menjadi pewaris palsu dengan terungkapnya rahasia. Pewaris asli, Kangsadan Phrompitak.
--

Kiew masih belum menyadari mengenai artikel yang telah tersebar hingga Pa menelponnya dan memberitahu mengenai artikel tersebut.
Sementara itu, perusahaan sedang heboh dengan artikel tersebut.

Khun Nai juga sudah mengetahui berita itu. Dan dia langsung bertanya kepada Tee, siapa yang telah membocorkan informasi tersebut? Tee berkata kalau dia sedang menyelidikinya. Khun Nai benar-benar marah dengan berita yang tersebar dan memberi perintah pada Tee untuk mengurus dan menghentikan berita ini.  
--
Peat yang belum tahu mengenai berita itu, datang dengan tenang menuju kantor. Dan baru juga dapat di depan kantor, para wartawan telah mengerubungina dan bertanya mengenai kebenaran berita tersebut. Apa Peat bukan pewaris asli Phrompitak? Dan Khun Kangsadan adalah pewaris aslinya?

Peat bingung mendapat pertanyaan yang bertubi-tubu. Tapi, para wartawan langsung berlari menuju Kiew begitu melihat kedatangan Kiew. Peat tidak terima dan bertanya dengan nada keras kepada para wartawan itu, siapa yang memberitahu?
Tee melihat mereka, dan langsung membawa Kiew dan Peat menjauh dari para wartawan tersebut.
Dari jauh, Kris melihatnya dengan senyum sinis.
BERSAMBUNG

5 comments: