Monday, February 18, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 11 - 1

2 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 11 - 1
Images by : Mango TV
Luo Xi tiba di rumah sakit dengan panik. Tetapi, Fei Yan ternyata sedang bersantai sambil menonton acara Idol Show. Luo Xi melihat kaki Fei yang di balut perban, merasa khawatir. Fei Yan memberitahu Luo Xi kalau kakinya terkilir karena terjatuh di acara Idol Show tadi.
“Kau menakutiku. Tadi waktu He Mo menelpon, ku kira kau terluka parah. Aku sduah sangat takut,” ujar Luo Xi.

Fei Yan tersenyum kecil melihat kekhawatiran Luo Xi padanya. Pas sekali, di TV menayangkan adegan saat Qin Shang menggendong Luo Xi. Luo Xi langsung mematikan TV karena merasa tidak enak pada Fei Yan yang menyukai Qin Shang.
“Luo Xi, apakah Qin Shang benar-benar adalah saudaramu?”
“Eh. Ya,” bohong Luo Xi. Dan dia langsung mengalihkan pembicaraan dengan membahas mengenai kaki Fei Yan yang terluka.
“Luo Xi, jujur saja, aku menyukai Qin Shang. Aku tidak bisa berbohong lagi padamu. Karena dia adalah saudaramu, bisakah kau membantuku mendekatinya?”
“Fei Yan, kau tiba-tiba begini. Aku tidak tahu harus bagaimana.”
“Aku bukan menyukainya tiba-tiba. Aku sudah memperhatikannya dari awal. Hanya saja aku tidak mengatakannya.”
Luo Xi merasa tidak enak. “Fei Yan, aku harus bilang bagaimana ya. Kalian berdua seperti dua garis yang berbeda. Meskipun kau mungkin bisa mendekatinya, tapi mustahil bagi ‘garis’ kalian untuk saling bertemu. Tidak akan ada hasil yang baik,” jelas Luo Xi.
“Maksudmu, aku tidak cukup baik untuk Qin Shang, kan?”
“Bukan itu maksudku.”
“Sudahlah, aku sudah mengerti. Aku tidak cukup baik padanya.”

Untunglah, He Mo tiba di saat yang canggung itu untuk memeriksa keadaan Fei Yan. Fei Yan mengatakan kalau dia baik-baik saja dan menyuruh He Mo dan Luo Xi untuk keluar dari dalam kamarnya jika sudah tidak ada urusan. Luo Xi mengerti kalau Fei Yan mengusirnya secara halus, jadi dia pamit pulang dan akan datang menjenguk lagi kalau ada waktu.
Diluar, He Mo bertanya apa Luo Xi berhasil menemui orang tua Le Xue? Luo Xi menjawab tidak, dia mencari ke kawasan tempat tinggal Le Xue yang tertulis di buku, tapi tidak ada orang dengan marga Le yang tinggal di kawasan tersebut. He Mo merasa aneh dan menduga kalau mungkin orang tua Le Xue pindah rumah? Dia akan mencoba mencari petunjuk.

He Mo kemudian bertanya pada Luo Xi, apa Murong sudah memutuskan untuk tinggal di dunia ini? Luo Xi membenarkan, dan karena itu Murong memotong pendek rambutnya dan mengikuti acara audisi Idol Show itu.
“Apa dia menyukaimu?” tanya He Mo.
“Tidak lah. Dia hanya menganggapku sebagai saudara sama seperti dia menganggap Xiao Xue sebagai kakak.”
“Lalu, bagaimana dengan Qin Shang? Dia selalu mengatakan kalau kau adalah Ratu-nya sejak dia tiba di dunia ini. Dia bahkan memperlakukanmu dengan lebih baik sekarang.”
“Jangan berpikir berlebihan,”potong Luo Xi. “Dia hanya butuh pertolonganku. Coba pikirkan, dia adalah Raja dan di kelilingi oleh banyak orang. Tapi, ketika tiba di sini, dia tidak tahu apapun dan akhirnya malah tampak seperti orang bodoh. Dia tidak bisa melakukan apapun tanpaku dan terus menempel padaku. Karena dia tidak bisa merubah kebiasaannya sebagai seroang raja. Dia ingin menyatakan segalanya sebagai miliknya termasuk aku.”
“Apa itu yang benar-benar kau pikirkan?” tanya He Mo, tapi Luo Xi tidak bisa menjawab. “Luo Xi, Murong Yu ingin tinggal di sini, tapi berbeda dengan Qin Shang. Dia tidak bisa di dunia ini. Dia harus kembali ke dunianya cepat atau lambat.”
--

Jingjing berada di asrama seorang diri. Dan saat Luo Xi pulang, dia malah menyindir Luo Xi mengenai hal tadi dan menuduh Luo Xi yang berusaha mendapatkan perhatian Murong agar bisa mendapat keuntungan. Luo Xi tidak menjawab dan tidak juga mendengarkan perkataan Jingjing, dia hanya masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu. Hal itu membuat Jingjingmakin kesal.
Di dalam kamarnya, Luo Xi memikirkan perkataan He Mo tadi padanya. Dan juga mengenai pertanyaan Qin Shang mengenai jawabannya setelah dia mengatakan dia menyukai Luo Xi waktu itu. Luo Xi benar-benar bimbang dengan perasaannya.
Dan karena kebimbangan itu, dia bahkan sampai tidak bisa menjawab pesan dan mengangkat telepon dari Qin Shang.
--
Qin Shang heran karena Luo Xi tidak membalas pesan ataupun menjawab teleponnya. Pas sekali, Murong pulang dan melihat Qin Shang yang sedang menelpon. Dia bisa menebak kalau Qin Shang pasti menelpon Luo Xi tetapi tidak di angkat.
“Siapa yang bisa suka pria sepertimu,” ejek Murong. “Kau bukan lagi raja Qi. Dan kau tidak punya hak untuk mendapatkan apapun yang kau inginkan. Kau juga tidak punya uang maupun kekuasaan. Kau kasar. Kau tidak bisa membaca. Kau tahu apa sebutan untuk orang sepertimu? Rouge. Ku lihat, kau bahkan tidak bisa hidup tanpa bantuan Luo Xi.”
Qin Shang marah mendengar perkataan Murong tersebut, tapi dia juga menyadari kalau apa yang di katakan Murong benar. Karena itu, dia tidak bisa membantah apapun.
--
Akhirnya, Qin Shang menelpon Zhao Xin. Zhao Xi sangat senang karena Qin Shang menelponnya.
--
Esok hari,
Seorang pria berpakaian rapi dan mengenakan jas, masuk ke dalam ruangan tn. Wei (ini yang mirip seperti Perdana Menteri Li Wei di Dinasti Qi). Dia membawa informasi penting kalau manager Li sudah meninggal. Anehnya, tn. Wei tersenyum senang dan malah bertanya, bagaimana? Pria itu memberitahu kalau manager Li terjatuh dari tangga dan meninggal.
“Apa ada orang yang mencurigai hal itu?” tanya tn. Wei.
“Tidak ada. Itu karena manager Li sudah tua dan kakinya juga baru-baru ini terluka. Dan juga hal ini bukan di sebabkan orang dalam. Jadi, tidak akan ada orang yang mencuriga kita walaupun ada masalah nantinya.”

tn. Wei sangat senang mendengarnya. Tapi, pria itu memberitahu kalau Zhao Xin telah memperkerjakan orang baru untuk menggantikan manager Li melakukan lelang. Orang itu bernama Qin Shang.
“Qin Shang?” ulang tn. Wei merasa tidak asing dengan nama itu.
“Akankah pekerja baru itu sadar kalau peninggalan budaya itu palsu?” tanya pria itu khawatir.
“Qin Shang. Bukankah dia orang yang mengenal Zhao Xin karena penculikan waktu itu? Yang dia menjual gioknya?
“Aku rasa ya.”
“Aku ingat kalau dia mendapat 500ribu dollar yuan dari hasil penjualan giok itu. itu artinya dia amatiran (karena sebenarnya giok itu bisa di jual dengan harga lebih tinggi). Zhao Xin sebenarnya tidak tertarik pada bisnis ini. Dan alasan dia membuat keputusan ini mungkin karena Qin Shang terlihat mirip seperti Leilei. Jadi Zhao Xin ingin membuat Qin Shang bisa terus berada di sekitarnya sebagai bekerja,” simpul tn. Wei.
--
Qin Shang mulai bekerja dan melihat-lihat patung-patung peninggalan budaya. Dia juga membuat penilaian untuk patung-patung itu.
--
Luo Xi seperti biasa, belajar di kampus. Namun, dia tidak bisa berkonsentrasi.
--
Sementara itu, Murong mulai belajar menari.
--


Waktu terus berlalu,
Qin Shang sudah mulai bisa beradaptasi dengan pekerjaannya. Luo Xi mulai bekerja sebagai pekerja magang sambil kuliah. Dan Murong mulai menjalani pemotretan dan hidup sebagai artis terkenal.
--
Luo Xi mulai merasa kesepian. Dia hendak mengirim pesan pada Qin Shang tapi tidak jadi. Dia mendapat telepon dari atasan Li. Awalnya atasan Li berbasa basi sejenak pada Luo Xi, tapi para akhirnya dia ingin meminta bantuan Luo Xi untuk meminta bantuan Murong. Dia ingin Murong datang menjadi juru bicara perusahaan mereka. Luo Xi mulai membuat alasan tidak bisa. Tapi, Atasan Li malah marah-marah dan bahkan membuat janji akan menjadikan Luo Xi menjadi pegawai tetap jika membantunya kali ini.

Luo Xi masih terus berusaha membuat alasan, tapi atasan Li terus saja mendesaknya. Terpaksa, Luo Xi bersedia bicara pada Murong untuk meminta bantuan dapat bekerjasama dengan perusahaan.
--
tn. Wei bertemu dengan beberapa pria dan melakukan penjualan sebuah patung singa dan memberikan harga 130juta yuan. Kebetulan, Qin Shang lewat sehingga dia masuk untuk melihat patung singa tersebut. Dan dalam sekejap saja, dia sudah bisa tahu kalau patung singa itu adalah palsu.

tn. Wei dan anak buahnya panik, takut kehilangan klien mereka. tn. Wei langsung berkata kalau para ahli sudah menilai patung itu dan menyatakan itu bukanlah barang palsu, jadi apa hak Qin Shang mengatakan kalau patung itu palsu?
“Aku tidak cukup yakin apakah benda peninggalan budaya yang lainnya palsu atau tidak, tapi untuk satu ini, tidak ada orang lain yang tahu lebih baik daripada aku,” jawab Qin Shang. Dia bahkan menjelaskan dengan jelas mengenai patung itu dan bagian yang palsu-nya.

Anak buah tn. Wei berteriak menyuruh Qin Shang diam dan memandang rendah Qin Shang yang tidak berpendidikan dan bisa mendapat pekerjaan ini karena boss Zhao Xin. Dia juga berteriak mengusir Qin Shang.

Qin Shang marah. Dan membanting patung singa palsu itu. tn. Wei dan anak buahnya langsung panik. Tetapi Qin Shang tidak takut karena patung itu adalah palsu, dia bahkan tidak takut saat tn. Wei mengancam akan melaporkannya ke polisi karena telah menghancurkan patung senilai 130 juta yuan.
Zhao Xin tiba di sana dan melihat keributan itu. Anak buah tn. Wei langsung melaporkan bahwa Qin Shang mengatakan kalau patung singa itu adalah palsu dan menghancurkannya di depan klien mereka. tn. Wei menambahkan kalau Qin Shang telah membuat kerugian besar untuk perusahaan.
“Reputasi perusahaan akan dalam bahaya jika menjual barang palsu,” jelas Qin Shang.
“Cukup. Aku akan menyelidiki hal ini sendiri,” ujar Zhao Xin dan membawa serpihan pecahan patung itu.
--
Qin Shang dan Zhao Xin berada di dalam ruangan berdua. Zhao Xin memeriksa serpihan patung itu, dan benar, itu adalah barang palsu. Dia juga menyadari kalau sepertinya selama ini tn. Wei sudah menipunya.
“Qin Shang, kau harus tetap tenang jika kau menemukan hal seperti ini di lain waktu. Jangan bertindak gegabah. Kau akan berada dalam masalah besar jika salah menilai. Sekarang, kesepakatan jual beli itu sudah hilang. Kita harus membayar kompensansi kepada klien kita. Kau mungkin harus meminta maaf pada mereka.”
--
Di ruangannya, tn. Wei mengamuk karena harus kehilangan uangnya itu. Padahal dia sudah berusaha membuat replika patung singa itu selama 3 tahun, dan banyak para ahli yang tertipu! Bagaimana bisa Qin Shang mengetahuinya?
Anak buahnya memanasi, mereka harus segera menyingkirkan Qin Shang secepat mungkin.


2 comments: