Sunday, February 17, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 09 - 1

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 09 - 1
Images by : Mango TV

Murong melihat-lihat isi rumah He Mo. Dia tampak kagum melihat banyaknya hal – hal canggih yang belum pernah di lihatnya, termasuk kulkas. Tapi, kesenangannya harus terganggu karena He Mo mengajaknya bicara mengenai masalah Luo Xi. He Mo sadar kalau dirinya tahu jika Luo Xi dalam bahaya, maka Luo Xi akan menjelajahi waktu. Dan karena itu, Murong berusaha menjauhkan Luo Xi dari Qin Shang agar bisa berdua saja dengan Luo Xi kan?
“Murong Yu. Aku dan kakakmu, Xue, kami adalah kekasih. Aku tau kau sangat menyayanginya, tapi di dunia ini, orang yang paling ingin dia kembali adalah aku dan Luo Xi. Kami melakukan segalanya untuk mempelajari mengenai penjelajahan waktu ini. Kami menemukan bahwa kami mungkin bisa membawa Xue kembali dalam enam bulan. Bukankah kau ingin bertemu dengannya lagi di dunia ini setelah dia kembali dengan selamat?”
“Bertemu kembali? Dinasti An adalah rumah kami. Kami harus kembali ke Dinasti An.”
“Apa yang bisa kau lakukan di Dinasti An?” tanya He Mo meremehkan.
“Apa maksudmu?”
“Biar kukasih tahu saja, kau sudah meninggal di perang itu ketika kau menjelajahi waktu kemari. Perdana Menteri-mu, Duan Sui, menjadi raja baru. Jadi, apa yang bisa kau lakukan ketika kembali ke sana? Di Dinasti An juga, kakakmu sudah meninggal. Tidak ada kerajaan. Tidak ada rumah. Kau tidak memiliki apapun di sana. Yang kau miliki hanyalah rasa kesepian dan rasa sakit yang tidak berakhir.”
“Bagaimana aku … bisa mempercayaimu?” ujar Murong dengan mata berkaca, tidak dapat menerima kenyataan yang He Mo katakan.
“Untuk apa aku berbohong padamu? Bagaimana jika aku memberikanmu buku sejarah untuk kau baca sekarang juga?! Jika aku jadi kau, aku akan menggunakan kesempatan ini dan memulai hidup baru di dunia yang damai ini,” nasihat He Mo. “Kau adalah pria yang pintar, kau pikirkan baik-baik semuanya.”
Murong masih sulit mempercayai nasib-nya yang terjadi di Dinasti An. Matanya berkaca-kaca berusaha menahan air matanya.
--

Qin Shang masih berjalan-jalan sendirian di jalanan. Tapi, sialnya dia malah bertemu dengan orang-orang yang menculik Luo Xi waktu itu. Melihat Qin Shang, para pria itu jadi ingin membalas dendam.
--
Luo Xi panik karena Qin Shang tidak kunjung pulang dan bahkan tidak mengangkat telepon.
--
Pria yang waktu itu hendak menembak Qin Shang dan Luo Xi, menyerang tiba-tiba dengan memecahkan 2 botol gelas kaca ke kepala Qin Shang. Hal ini membuat pandangan Qin Shang menjadi buram/ buyar.
--
Luo Xi akhirnya masuk ke dalam asrama nya dan mencoba menelpon Qin Shang lagi. Ternyata, ponsel Qin Shang tertinggal di lantai asrama. Luo Xi tambah panik dan cemas.
--
Murong masuk ke dalam kamarnya. Dia berusaha memikirkan semua nasihat He Mo dan juga mengenai nasibnya di Dinasti An. Jika dia berhasil kembali pulang pun, dia tidak punya apapun dan siapapun lagi.
--
Pagi hari,
Luo Xi tertidur di meja makan saat menunggu Qin Shang. Fei Yan dan Jingjing yang mau ke kampus, melihatnya dan membangunkannya. Fei Yan heran melihat Luo Xi yang tertidur di meja dan menyuruh Luo Xi untuk bersiap ke kampus. Luo Xi menyuruh mereka untuk pergi duluan saja.
“Mana Qin Shang dan Murong?” tanya Jingjing tidak bisa membaca situasi.
“Mereka sudah pindah,” beritahu Luo Xi.
Wajah Jingjing langsung berubah kecewa. Dan Fei Yan segera mengajaknya pergi ke kampus.
--
Luo Xi sudah bertukar pakaian dan dalam perjalanan ke kelas. Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Dan orang yang di telepon memberitahu kalau Qin Shang ada di tangan mereka, dan Luo Xi harus membawakan uang untuk menebusnya. Jika tidak, Qin Shang akan dalam bahaya.
“Temui aku di ruang 3 di Restoran Yisheng,” ujar si pria penculik (yang menculik Luo Xi waktu itu dan menyerang Qin Shang kemarin malam). “Kau hanya punya waktu satu setengah jam. Jika kau menghubungi polisi atau orang lain, Qin Shang akan mati!” ujar nya dan langsung mematikan telepon.
Luo Xi jelas panik. Dia segera memeriksa uang tunai yang di miliknya dan langsung berlari.
--
Luo Xi tiba di restoran yang di sebut pria itu. Di sana banyak pria berbadan kekar dan berpakaian preman yang sudah menunggunya. Luo Xi dengan panik meminta Qin Shan di keluarkan. Dia memberikan kartu atm-nya dan meminta mereka membebaskan Qin Shang.
“Nona Luo Xi, kenapa begitu terburu-buru,” ujar si pria penculik. Luo Xi mengingat muka pria itu dan tambah panik. “Apa yang kalian inginkan?”
Dan tiba-tiba lampu padam. Luo Xi berteriak ketakutan.
Pintu terbuka. Qin Shang masuk dengan memakai tuksedo dan membawa kue yang berhias lilin. Para pria preman langsung mundur ke belakang dan berbaris rapi.
“Qin Shang!! Kau tidak apa-apa?” tanya Luo Xi dengan panik.
Tapi, kepanikannya berubah menjadi rasa heran saat pria-pria preman itu berteriak mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakannya berumur panjang dan hidup bahagia. Mereka bahkan menundukkan kepala dalam-dalam, dan Luo Xi refleks balas membungkuk.
“Kau kemana saja? Kau tahu tidak aku sangat khawatir. Dan juga, kenapa kau bisa bersama mereka?”
“Semua yang aku inginkan adalah beberapa kompensansi dari para penculik itu.”
Flashback
Qin Shang di pukuli menggunakan botol kaca hingga membuat pandangannya buram. Tapi, dia tidak pingsan. Dia masih bisa bangkit berdiri dan menghajar semua preman-preman itu hingga babak belur.
Dan menyadari kalau Qin Shang adalah pria yang benar-benar kuat, para pria preman itu jadi ketakutan dan berlutut. Mereka juga menyebut Qin Shang dengan panggilan : Ta Ke (Boss gitu lah, kalau di dunia hitam). Mereka bahkan bersedia melakukan apapun yang Qin Shang inginkan.
End
Qin Shang memberi tanda agar para preman itu keluar dan meninggalkannya bersama Luo Xi.
“Selamat ulang tahun,” ujar Qin Shang.
“Hah?” bingung Luo Xi.

“Seharusnya kemarin, tapi kita lupa merayakannya karena Murong Yu dan aku. Jadi, aku merayakannya sekarang,” jelas Qin Shang.
Dia mempersilahkan Luo Xi untuk duduk. Dia juga menyuruh Luo Xi untuk membuat permohonan dan meniup lilin. Luo Xi tampak bahagia atas perlakukan istimewa Qin Shang padanya. Setelah Luo Xi meniup lilin, Qin Shang baru menyalakan lampu kembali.
“Apa permohonanmu?”
“Jika ku beritahu, itu tidak akan terkabul.”
Qin Shang tidak memaksa Luo Xi untuk memberitahunya. Suasana sempat canggung.
“Aku minta maaf,” ujar Luo Xi. “Aku seharusnya tidak seperti itu kemarin malam. Aku minta maaf. Aku yang salah tidak bisa menahan diri. He Mo memberitahuku kalau Murong Yu yang ingin mencelakaimu. Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa alerginya sudah sembuh?”
“Tenang saja. Sudah tidak apa-apa.”

Mereka sudah berbaikan dan sudah bicara dengan tidak canggung lagi. Mereka bahkan sudah bisa tertawa bersama.
“Oh ya, siapa yang mengajarkanmu hal seperti ini? (membeli kue dan permohonan sebelum meniup lilin)”
“Shan Gou (pria penculik) yang mengajariku. Kau suka? Dia bilang ini caranya merayakan ulang tahun.”

Luo Xi menjawab kalau dia menyukainya. Qin Shang sangat senang mendengarnya. Saat hendak makan, Qin Shang hendak mengambil kuenya langsung dengan tangan. Luo Xi langsung melarang dan mengajari Qin Shang untuk memotong kue, meletakkannya di piring dan memakannya menggunakan sendok/garpu.
Tiba-tiba saja, Qin Shang meminta Luo Xi untuk menutup mata. Dia mempunya hadiah untuk Luo Xi. Luo Xi langsung menurut dan menutup matanya dengan rapat.
Apa hadiahnya?
Qin Shang menempelkan kue ke wajah Luo Xi, “Ini hal lain yang Shan Gou ajarkan padaku!”
Luo Xi langsung membalas memberikan krim kue ke wajah Qin Shang sambil tertawa.
--
Malam hari,
Luo Xi membawa Qin Shang ke tempat tinggal yang telah di carikan He Mo untuk mereka. Murong keluar dari kamarnya dan menyambut mereka. Qin Shang langsung melarang Luo Xi untuk bicara dengan Murong. Dia benar-benar berusaha melindungi Luo Xi dari Murong.

Luo Xi membawa Qin Shang ke kamar yang akan Qin Shang tempati (sebetulnya, awalnya aku ngira ini tempat tinggal He Mo, tapi kayaknya bukan ya?).
“Qin Shang, aku ingin bicara dengan Murong.”
“Apa yang mau di bicarakan lagi?”
“Kau kan sudah berjanji padaku tadi (di restoran) tidak akan sewenang-wenang.”
“Aku takut dia akan melukaimu.”
“Jangan khawatir. Kau bisa datang menyelamatkanku jika aku dalam bahaya. Alasan aku berani bicara dengannya sendirian adalah karena aku percaya kau akan melindungiku.”
“Baiklah.”
Luo Xi langsung keluar menemui Murong untuk bicara dengannya. Dan Qin Shang dari dalam kamarnya, berusaha menguping apa yang di bicarakan Murong bersama Luo Xi.
Murong berbicara dengan penuh kesedihan, mengenai dirinya yang tidak berhak berada dimanapun baik di Dinasti An maupun di dunia ini. Luo Xi membicarakan mengenai kalau dia tahu sebenarnya Murong bersikap baik padanya karena ada motif tersembunyi, ingin mencelakainya. Dia juga mengerti kalau Murong ingin kembali ke masa lalu.
“Kau tahu?! Lalu kenapa…”
“Aku mengerti tapi aku tidak menyukai cara ini. Karena kami sudah membuktikan kalau Qin Shang akan bisa kembali dalam 6 bulan. Jadi selama waktu itu, aku harus menjaga diriku tetap aman dan tidak terluka, jadi aku bisa membawanya kembali dan membawa Xue dengan selamat ke sini.”
“Luo Xi. Bilang padaku, jika aku tidak ke sini, akankah aku mati di Dinasti An?”
“Kenapa bertanya padaku?”
“Tolong jujur.”
Dengan terpaksa, Luo Xi mengiyakan. Murong tertawa sedih karena hal itu sama seperti yang He Mo katakan padanya. Jadi, dia bisa selamat karena terbawa ke dunia masa depan. Dia mulai mengingat kehidupannya di masa dinasti An dari kecil hingga saat itu, dan hanya kakaknya, Xue, tempatnya bernaung.
“He Mo bilang padaku, Murong Yu di Dinasti An sudah meninggal. Lebih baik bagiku untuk memulai hidup baru di sini daripada hidup penuh ketakutan di era itu.”
“Itu keputusan yang bagus untuk tinggal di sini jika kau menyukainya.”
“Tidak ada yang harus ku khawatirkan lagi di Dinasti An. Tidak ada siapapun juga di sini. Tapi, di sinipun aku tidak memiliki siapapun.”

“Tapi, di sini lebih aman. Kondisi hidup di sini juga lebih baik.”
“Hanya kau satu-satunya yang ku kenal di sini. Dan Qin Shang dan He Mo, aku berbohong pada mereka. Jadi, bagaimana mungkin mereka memperlakukanku dengan baik?”
“Ini adalah hal yang berbeda. Semua yang harus kau lakukan adalah melakukan pekerjaanmu. Tidak akan ada yang menyakitimu jika kau tidak menyakiti mereka. Ini adalah uang yang di gunakan saat ini. Kau ambillah dan gunakan. Jika kau memutuskan untuk tinggal di sini, maka akan ada banyak hal yang harus di pelajari,” jelas Luo Xi.



No comments:

Post a Comment