Monday, March 11, 2019

Sinopsis C- Drama : Easy Fortune Happy Life Episode 5 - part 4

0 comments


Network : TTV

Setelah semua karyawan pergi meninggalkan ruang rapat, maka Fu An pun ikut keluar dari dalam ruang rapat. Dan melihat itu, Da Feng mengejar serta memanggilnya. Tapi karena kesal telah di permalukan, maka sebenarnya Fu An agak sedikit enggan untuk berbicara dan mendengarkan Da Feng.

“Produk baru itu tidak mudah. Kita masih punya waktu seminggu, ketika kamu telah memikirkan sesuatu yang lebih bermanfaat, maka kita akan mengadakan rapat lagi. Apa kamu perlu aku carikan seseorang untuk membantumu?” tanya Da Feng, menawarkan bantuan.



“Kamu menjatuhkan ku di rapat barusan, dan sekarang kamu menawarkan untuk mencari seseorang untuk membantu ku. Apa kamu sakit?” balas Fu An, masih kesal.

Da Feng menjelaskan bahwa di rapat barusan, dia melakukannya karena pekerjaan dan tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi. Lalu dia menawarkan seseorang untuk membantu, itu karena Fu An pasti tidak familiar dengan beberapa hal. Serta dia yang menyeret Fu An ke sini, jadi dia juga bertanggung jawab untuk Fu An.


Mendengar penjelasan Da Feng yang terdengar masuk akal, Fu An tersenyum senang dan mengerti, lalu dia pun pamit dan pergi.


Yan yang tidak sengaja lewat dan mendengarkan semua itu. Dia tampak senang.



Yan menceritakan segalanya kepada Feng Feng sambil tertawa, karena menurutnya mereka punya harapan, sebab ketika Fu An bersama mereka, dia selalu tersenyum. Sementara dengan Da Feng, dia sering bertengkar.

“Bukankah aku sudah bilang jangan banyak nonton drama? Pemeran utama Pria dan Wanita akan bertengkar di awal, kemudian berakhir manis dan saling mencintai,” kata Feng Feng dengan kesal. Dan Yan menjadi kebingungan.


Feng Feng menjelaskan rencana Da Feng yang cermelang menurutnya. Da Feng membantu mencarikan sekolah untuk Pi Dan, lalu membawa Fu An ke dalam pekerjaan untuk menunjukan sisi kerennya. Dan sekarang Da Feng sengaja menawarkan bantuan kepada Fu An, sehingga Fu An akan semakin dekat dan memandang baik padanya.

“Aku tidak bisa membiarkan Yan Da Feng menghancurkan rencana kita,” gumam Feng Feng.



Si Karyawan wanita yang kena marah karena Fu An. Dia menemui seorang Pria, dia mengatakan pada orang tersebut bahwa karena Fu An maka rencananya hancur, dan dia tidak bisa perbuat apapun.

“Jangan membawa kebiasaan mu di Ba Bao Tang ke sini. Kamu tidak memberikan ku hasil apapun. Jangan berani beralasan!” bentak si Pria dengan tegas.



“Ketua, mereka belum menyadari rencana kita. Tolong berikan aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan diriku. Aku pasti akan mendapatkan proposal produk baru mereka,” pinta si Karyawan.

“Kesempatan hanya diberikan kepada orang yang bekerja keras. Jika rencana ini gagal, kamu tahu apa konsekuensinya,” ancam si Pria. Dan si Karyawan mengiyakan.



Didalam kamar. Fu An mempelajari semua obat- obat cina yang dimilikinya, dan memikirkan bagaimana cara membuat produk baru yang bagus serta bisa di jual ke pasaran. Disaat itu, tiba- tiba Fu An merasa kan sakit di kakinya, karena terlalu lama berjalan memakai sepatu hak tinggi.

Fu An lalu melepaskan sepatu yang dipakainya dan mengoleskan obat milik Neneknya agar kakinya bisa baikan. Dan sambil mengomel, mengatakan bahwa sepatu yang dipakainya seperti sebuah senjata, Fu An melemparkan sepatu itu secara sembarangan.



Pi Dan pulang dan masuk ke dalam kamar. Sialnya, ketika dia membuka pintu, sepatu yang Fu An lempar mengenai kepalanya. “Kak, mengapa kamu membuat sepatu? Sakit,” keluh Pi Dan sambil memijat kepalanya sendiri.

“Maaf, maaf. Biar kakak lihat. Maaf ya, okay?” pinta Fu An sambil membantu Pi Dan.

Fu An menjelaskan mengenai sepatunya yang terlalu tinggi, keras, dan menyakitkan. Menurutnya lebih baik sepatu lama yang di pakainya. Kemudian dia mengeluh mengenai roknya yang terlalu pendek dan ketat, sehingga sulit untuk duduk dengan baik.


Pi Dan melepaskan sepatunya dan mengeluh juga, dia merasa Fu An lebih beruntung karena memakai sepatu yang terbuka. Sementara dia kakinya terbungkus kaus kaki dan harus memakai sepatu sekolah yang ketat, sehingga kakinya menjadi sangat bau.

“Pengobatan wangi. Kaus kaki bau. Bukankah di kamar Yan Da Feng ada ruangan uap?” pikir Fu An. Dia tiba- tiba saja merasa seperti telah mendapatkan ide yang sangat bagus. Dengan segera dia menyuruh Pi Dan untuk mengambilkan semua kaki yang ada, kemudian dia mempersiapkan obat untuk di taruh pada kaus kaki itu.


Pi Dan merasa heran dan menanyakan apa yang ingin Fu An lakukan. Dan dengan yakin, Fu An memegang bahu Pi Dan, “Aku akan membantumu menaruh obat herbal di kaus kaki mu, jadi kakimu tidak akan bau lagi,” jelas Fu An.

“Hahaha… Yan Da Feng, aku pasti akan membuatmu melihatku secara berbeda,” gumam Fu An dengan senang dan percaya diri.



Da Feng datang ke apatermen Zhen Zhen untuk bermain dengan Nini, hewan peliharaan nya. Tapi Nini malah menghilang dan sembunyi ntah kemana, Zhen Zhen langsung mengeluh bahwa ini sudah sering terjadi dan merepotkannya. Namun karena Da Feng bersikeras mencari Nini, maka Zhen Zhen pun membantu, dia membawa makanan untuk membujuk Nini agar keluar dari persembunyian. Dan cara itu berhasil.

“Ta~da. Lihat, aku menemukannya,” kata Zhen Zhen sambil tersenyum. Dan Da Feng mengambil Nini, lalu memasukannya kembali ke dalam kandang.

Zhen Zhen tiba- tiba terpikir kan sebuah ide yang menarik. Dia menjelaskan bahwa Fu An itu sama seperti Nini yang sangat sederhana untuk di tanganin. Asalkan Da Feng mengetahui apa yang membuat Fu An tertarik.


Zhen Zhen kemudian mengambilkan sebuah kotak yang berisikan coklat. “Ini aku berikan kamu hadiah yang bisa membantu mu mengurus wanita itu,” kata Zhen Zhen.

“Cokelat?”


“Cokelat adalah senjata terbaik untuk melelehkan pertahanan wanita. Didunia ini tidak seorang pun wanita yang bisa menahan diri dari cokelat. Dan kemudian, kamu hanya perlu menunggu Xie Fu An mengendorkan penjagaannya, lalu serang dia, dan dia akan berada di dalam tanganmu. Jangan lupa tujuan kita adalah 80 miliar,” jelas Zhen Zhen.

No comments:

Post a Comment