Monday, March 25, 2019

Sinopsis Lakorn : Krong Karm Episode 1 - part 4

2 comments


Krong Karm Episode 1 – part 4
Network : Channel 3
Yoi merasa menyesal, karena telah memarahi dan memperlakukan Chai, anaknya sendiri, dengan sikap yang sangat buruk.



Malam hari. Yoi kesulitan untuk tidur karena penyesalan itu, dia khawatir kepada Chai yang pasti tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini karena dia. Dan Ayah pun menasehati agar Yoi membiarkan saja, Chai dan Renu meneruskan hubungan mereka berdua, jangan memaksa kan mereka lagi. Karena jika Yoi terus memaksa kan kehendak sendiri, maka Yoi sendiri yang akan kelelahan.

“Aku melakukan itu semua untuk anak kita,” kata Yoi.

“Mereka sudah besar. Kamu tidak bisa memaksa mereka seperti sebelumnya,” balas Ayah.

“Segala yang aku lakukan. Ku lakukan untuk keluarga kita,” kata Yoi, masih bersikeras.



Atong sebagai seorang biksu, dia berkeliling desa saat pagi hari. Dia menerima apa yang orang berikan kepadanya, lalu memberikan berkat kepada mereka. Namun tidak seperti biasanya, hari ini Atong tampak sangat tidak bersemangat. Dan orang yang sering diberkati olehnya merasakan hal itu.


“Kelihatannya dia punya sesuatu yang ingin di katakan, tapi dia tidak bisa mengatakannya,” kata seorang nenek.



Philai mengingat pembicaraan keluarga nya kemarin malam, dan merenung kan nya dengan serius. Lalu saat kedua orang tua nya, menanyakan mengenai keputusannya, Philai pun menjawab bahwa dia setuju untuk menikah. Tapi dia memiliki dua syarat.



Surat dari Philai di antarkan beserta beberapa buah- buahan. Dan ketika surat itu telah sampai kepada Yoi, dia merasa sangat bahagia dan langsung membaca surat itu.


Dua syarat dari Philai adalah emas pernikahan 10 baht harus diberikan kepadanya, karena Chai telah memutuskan pertunangan secara sepihak. Dan dia setuju untuk menikahi Atong, jadi pihak Yoi harus memberikan emas pernikahan yang baru padanya.

Mengetahui itu, Pikhul merasa khawatir bagaimana bila Yoi tidak setuju. Tapi Philai tidak peduli, jika dia tidak bisa menikah, maka ya sudahlah. Dan Ayah setuju dengan keputusan Philai.

“Aku bisa menikahi siapapun. Tapi orang yang akan merasa menyedihkan sampai hari kematian mereka adalah orang di keluarga itu,” kata Philai sambil tersenyum.



Asa datang ke pabrik, dan berteriak memanggil Ayahnya, karena Ibu ingin bertemu dengan Ayah di toko. Dan Ayah mengerti.


Ayah pulang ke rumah. Dan disana Yoi dengan penuh emosi menceritakan segalanya. Dia menceritakan tentang syarat pertama, yaitu emas pernikahan. Dan syarat kedua dari Philai adalah ketika menikah dengan Antong, Philai mau menjadi menantu dari anak tertua dan bisnis toko ini harus diserahkan hanya pada Atong. Dan Yoi merasa bahwa sekarang dia seperti sedang di peras.

“Jika aku melakukan permintaan mereka, aku akan merasa bersalah sampai aku mati. Karena toko ini seharusnya milik Achai, dia anak tertua. Bagaimana bisa aku memberikannya pada Atong? Pikirkan tentang itu, bagaimana bisa aku menghadapi nenek moyang mu?” jelas Yoi, merasa sangat stress.



“Ayoi, aku mengerti. Aku tahu kamu mencintai Achai lebih daripada anak yang lain, karena dia baik dan penurut,” jelas Ayah, menenangkan You.

Yoi merasa marah pada Chai yang menyebabkan semua ini. Tapi Ayah membela Chai, menurutnya lebih baik bila mereka membiarkan Chai memilih jalan hidupnya sendiri, karena Chai sudah besar. Lalu mengenai toko, jika Yoi mau memberikan kepada Atong, itu bukan berarti semua harta mereka akan habis karena mereka masih memiliki pabrik penggilingan padi. Jika tidak mau, maka Yoi bisa menolak permintaan Philai saja.

2 comments: