Saturday, April 13, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 1 - part 1

0 comments

Network : iQiyi iQiyi
Seorang wanita cantik berbaju putih berlari secepat mungkin di dalam hutan bambu. Dan dibelakang nya, seorang Pria berpakaian hitam mengejarnya, seperti ingin menyakitinya. Tapi akhirnya si Wanita terpojok, di jalan buntu di dalam hutan bambu.



Namun sebelum si Pria berbaju hitam sempat menusuknya, seorang Pria berbaju putih datang dan menyelamatkannya. Tapi di tengah pertarungan antara mereka berdua, si Wanita tidak sengaja terkena tendangan di dada oleh si Pria berbaju hitam. Lalu ketika akhirnya si Pria berbaju putih menang, si Wanita pun pingsan.



Si Wanita terbangun. Kemudian dia melihat ke sekeliling kamar nya, dan dirinya sendiri. Lalu dia bertanya pada dirinya sendiri dengan raut yang tampak kebingungan. “Apa yang terjadi ini? Bukankah aku sedang bermain video game di rumah?”


“Eh, Lin Luo Jing. Kamu benar- benar menyedihkan. Setiap orang yang kamu sukai, memberikan kartu pertemanan padamu. Tidak heran. Mereka adalah seorang kutu buku dan pecandu game. Aku hanya takut, jika ini berlanjut, maka aku akan sendirian selamanya,” pikir Luo Jing. Sambil tiduran, bermaskeran, dan nyemil makanan ringan.


Lalu dia bangun, dan memakai kacamatanya, karena tiba- tiba saja dia teringat bahwa dia ada memiliki sebuah game XR terakhir di pasaran. Game yang seperti kenyataan. Game tentang percintaan. Untuk mencoba bagaimana rasanya jatuh cinta pada karakter didalam game.



Luo Jing kemudian membuka game tersebut di komputernya. Dan ketika melihat tampilan game yang tampak terlalu ke wanitaan, dia pun merasa geli sendiri, karena rasanya itu tidak sesuai dengan dirinya sendiri yang lebih ke tomboy.


Namun akhirnya, dia pun memutuskan untuk tetap mencobanya. Dan ketika game dimulai, tiba- tiba saja layar komputernya bersinar begitu terang, sehingga dia merasa penasaran dan mendekat ke layar. Lalu dia pun terhisap masuk ke dalam komputer, dan menghilang.



Luo Jing melihat ke sekelilingnya. Dan kemudian sebuah layar transparan muncul di hadapannya. Melihat itu Luo Jing merasa terpukau sekali. “Aku benar- benar berada di dalam game. Woah,” gumam Luo Jing.

Admin game menjelaskan bahwa ini adalah sebuah game pertualangan action yang dibuat senyata mungkin. Sehingga game ini akan memberikan Luo Jing pengalaman yang unik. Dan mendengar itu, Luo Jing menanyakan apa yang harus di lakukannya sekarang, apa dia harus mengalahkan ‘bos’ dalam game?



“Game ini tidak melibatkan kenaikan level untuk mengalahkan ‘bos’. Kamu hanya perlu menemukan cinta sejati dan kamu bisa berhasil,” jelas Admin game.

Luo Jing kemudian berpikir sesaat, dan setuju. Karena dia telah memainkan banyak game sejenis ini juga sebelumnya, jadi dia yakin bisa. Dan karena Luo Jing sudah setuju, maka Admin game menyuruh Luo Jing untuk memilih karakter game yang Luo Jing mau.


Karakter pertama (A), sakit cinta dan lemah, sedih dan sendirian. Karakter kedua (B), lembut dan bersahabat, elegan. Karakter ketiga (C), berkarakter meledak- ledak.

Dan sambil tersenyum senang, Luo Jing langsung memilih karakter C, yang mana menurutnya lebih cocok dengan kepribadiannya sendiri.



“Menginstal karakter ini akan berdampak mempersulit level dalam game. Intinya C adalah pilihan yang tersulit. Kamu hanya punya total 5 kehidupan. Dan akan ada bahaya dimana- mana. Kamu harus berdoa semoga beruntung,” jelas Admin game.


Mendengar itu, Luo Jing ingin menukar pilihan nya. Tapi sayangnya tidak bisa. Dan dengan kesal, Luo Jing pun memukuli si Admin game (kupu2), tapi malah tangannya yang kesakitan karena tersetrum listrik kecil.

“Baiklah. Baiklah. Aku akan berhenti komplain. Tapi, kemana aku harus pergi untuk menemukan cinta sejati? Dan juga, apa maksudnya 5 kehidupan?” tanya Luo Jing.

“Kamu hanya memiliki 5 kesempatan untuk memulai ulang. Jadi kamu harus selalu berhati- hati. Bye,” jelas Admin game. Lalu layar transparan di depan Luo Jing menghilang.


Melihat itu, Luo Jing langsung merasa kebingungan dan berteriak. Karena masih banyak hal yang belum di ketahuinya. Tapi Admin game tidak muncul lagi. Dan dengan kesal, Luo Jing pun mengomel, “Dasar!”



Pria berpakaian putih masuk ke dalam kamar. Hua Ying Chi-  Dewa pedang dari Faksi Tian Yi. Melihat kedatangannya, Luo Jing merasa heran, dan bertanya, “Kamu siapa?”

Karena Luo Jing bertanya seperti itu kepadanya, maka Ying Chi pun mendekatinya. Dan melihat itu, Luo Jing langsung mengambil guling untuk perlindungan, karena dia takut diapa- apain. Namun saat melihat betapa ganteng nya Ying Chi, maka Luo Jing langsung merasa kagum.



Luo Jing tertawa sendiri, “Kelihatan nya game ini tidak terlalu buruk,” gumamnya. Lalu dia menatap ke arah Ying Chi sekali lagi, “Apakah aku jatuh cinta padanya?” gumamnya dengan senang. Kemudian saat sadar bahwa Ying Chi menatap aneh kepadanya, dia langsung mengubah sikap menjadi lebih santai.

“Bolehkah saya bertanya, siapa nama Tuan?” tanya Luo Jing dengan sopan, dan sambil tersenyum manis.

“Kamu tidak mengingat ku lagi?” kata Ying Chi, bertanya balik.



Mendengar pertanyaan itu, Luo Jing merasa senang, karena dia tidak percaya Ying Chi mengenal nya. Lalu Luo Jing berpura- pura sakit kepala, dan mengatakan dengan suara lemah,”Aku tidak bisa mengingat apapun. Kepalaku sakit seperti dipukul, setiap kali aku mengingat. Bolehkah aku bertanya, apa kamu yang menolongku?” kata Luo Jing sambil cengengesan sedikit.

Ying Chi membenarkan, dia menjelaskan bahwa dia kebetulan lewat, saat Luo Jing sedang dikejar oleh penjahat. Jadi dia menolong Luo Jing.



Luo Jing berterima kasih, kemudian dia menanyakan, apa dinasti sekarang. Dan Ying Chi menjawab bahwa sekarang adalah dinasti Shen Yuan. Mendengar itu, Luo Jing mulai berpikir sambil bergumam sendiri lagi. Dan melihat itu, Ying Chi pun mendekati Luo Jing untuk memeriksa apa Luo Jing sedang sakit atau tidak. Tapi dengan cepat Luo Jing langsung mengelak.

“Kamu… kamu… apa kamu sedang meremeh kan ku?” tanya Luo Jing sambil cekikan.




Ying Chi mengabaikan Luo Jing dan menyentuh dahinya.”Tidak demam. Jadi mengapa bicara omong kosong?” gumam nya. Lalu dia duduk disebelah Luo Jing dan bertanya,” Apa kepala mu masih sakit?”



“Itu tidak sakit lagi,” jawab Luo Jing sambil menatap terpesona pada Ying Chi.





Ying Chi kemudian pergi, dan Luo Jing pun mengikutinya. Lalu ketika keluar dari dalam rumah, Luo Jing langsung melihat ke sekeliling nya. “Woah. Ini terlihat sangat nyata. Angin dan awan berhembus,” gumamnya, kagum.


Luo Jing lalu mendekati Ying Chi, dan menanyakan siapa nama Ying Chi sekali lagi, karena barusan Ying Chi belum memberitahu nya. Dan Ying Chi pun menjawab bahwa namanya adalah Hua. Kemudian Ying Chi memegang pinggang Luo Jing dengan erat dan membawa nya terbang ke atas atap.

“Oh, mama,” kata Luo Jing, kaget. Namun tiba- tiba saja, Ying Chi kembali memegang pinggangnya dan membawa nya terbang ke arah hutan bambu.



Luo Jing berteriak panik, dan meronta- ronta, karena dia takut akan jatuh ke bawah. Dan karena itu, maka Ying Chi pun tidak bisa fokus, sehingga tanpa sengaja dia menabrak batang pohon bambu. Lalu mereka berdua pun terjatuh ke dalam kolam, yang berada di dekat sana.


“Teirma kasih sudah menangkap ku,” kata Luo Jing sambil cengengesan dan memeras baju nya yang basah. Dan Ying Chi berjalan pergi, mengabaikannya.


“Bukankah kamu mau membawa ku pulang?” tanya Luo Jing, saat melihat itu.

“Aku harus kembali dan berganti pakaian,” balas Ying Chi, singkat.


Sambil cengengesan, Luo Jing mengingat kembali kejadian saat Ying Chi memegang pinggangnya dengan erat dan membawa nya terbang.




Ying Chi yang sudah selesai berganti pakaian, mendekati Luo Jing. Dan dia merasa sangat heran, karena Luo Jing sedang cengengesan sendiri. Lalu Ying Chi pun menggoyangkan tangannya di depan mata Luo Jing, tapi sedikit pun Luo Jing tidak menyadarinya. Jadi Ying Chi pun menanyakan, apa yang sedang Luo Jing pikirkan.

“Kamu sudah berganti pakaian?” tanya Luo Jing sambil memandangin Ying Chi dari atas ke bawah. Dan Ying Chi mengabaikan itu, lalu dia mengajak Luo Jing untuk bergegas.

No comments:

Post a Comment