Monday, April 15, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 3 - part 3

1 comments


Network : iQiyi iQiyi
Luo Jing secara diam- diam, mendengar kan gosip dari para wanita yang berada di dalam Istana. Gosip tentang hubungan Yuan Zheng dan Yang Mulia Kaisar yang kurang baik. Gosip tentang Jing Yuan yang tidak mau menikah lagi, karena dulu dia pernah mempunyai seorang Istri dan mereka berdua saling mencintai, tapi sayang nya Istri Jing Yuan meninggal karena sakit.



Tepat disaat itu, tanpa sengaja, Luo Jing melihat Xiu Wen lewat. Jadi dia pun mengikuti nya. Tapi saat dia mengikutinya, dia malah kehilangan jejak Xiu Wen. Kemudian tiba- tiba saja, dari belakang nya, seseorang memukul lehernya sehingga dia pingsan.

Dan ketika dia terbangun. Ternyata dia berada didalam ruangan yang sedang terbakar. “Tolong!” teriak Luo Jing. Disebelahnya, dia menemukan sebuah bungkusan kain kecil, jadi dia pun mengambil nya. Lalu dia berdiri, berjalan ke arah pintu.

Ketika sedang berjalan didekat lorong Istana, Yuan Zheng melihat seseorang berpakaian biru lewat dengan cepat di depan nya. Dan melihat itu, Yuan Zheng pun mengikuti orang tersebut.




Lalu disaat itu, Yuan Zheng mendengar suara teriakan Luo Jing, dan melihat sebuah ruangan yang terbakar. Jadi dengan cepat, dia pun berlari masuk ke dalam ruangan tersebut, lalu dia menggendong Luo Jing yang tidak sadarkan diri keluar dari dalam ruangan tersebut.


Ketika Yuan Zheng mendengar suara orang- orang yang berdatangan. Dia langsung meletakan Luo Jing bersandar di dekat patung batu. Lalu dia bersembunyi.




Jing Yuan datang untuk melihat apa yang terjadi, dan saat dia melihat Luo Jing yang tidak sadarkan diri di dekat patung batu. Dia pun menghampiri Luo Jing dan membangun kannya. Lalu sambil terbatuk- batuk, Luo Jing terbangun.

“Yang Mulia Jing Yuan, apa kamu yang menyelamatkan ku? Terima kasih ya. Jika bukan karena kamu, aku akan terbakar sampai mati,” kata Luo Jing, salah paham. Yuan Zheng yang berdiri di belakang patung batu, dia tampak kecewa.

Jing Yuan menanyakan kenapa Luo Jing bisa berada disini. Dan Luo Jing menjelaskan bahwa dia juga tidak tahu. Yang diingatnya saat bangun, dia sudah berada didalam ruangan yang terbakar tersebut.

“Jangan khawatir, Nona Lin. Aku akan melaporkan nya kepada Kaisar. Jadi dia bisa menyelidiki ini. Mari,” kata Jing Yuan, membantu Luo Jing untuk berdiri. Lalu dia menjelaskan kesalah pahaman Luo Jing,” Nona Lin, kamu tidak diselamatkan oleh ku,” katanya jujur.


Luo Jing tetap salah paham. Dia mengganggap Jing Yuan adalah orang yang sangat baik, walaupun Jing Yuan telah menyelamatkannya, tapi Jing Yuan merendah dengan mengatakan tidak. Dan Luo Jing merasa kagum kepada Jing Yuan.


Yuan Zheng muncul dengan sedikit berdehem pelan. Dan melihat dia, Jing Yuan pun langsung melepaskan Luo Jing yang dipegang nya. Lalu Jing Yuan menjelaskan mengenai ruangan yang ntah mengapa bisa terbakar seperti itu.



“Udara kering, sehingga terjadi kebakaran. Tidak perlu ada alasan untuk itu,” kata Yuan Zhen, dengan sikap jaim.

“Mengapa kamu begitu tenang? Aku jamin, kamu yang menyalakan api. Jika aku mati, kamu tidak akan perlu menikahi ku,” kata Luo Jing, kesal.



Merasa suasana menjadi tidak nyaman, maka Jing Yuan pun mengucapkan selamat untuk perjodohan pernikahan Yuan Zheng serta Jing Yuan. Tapi dengan sinis, Yuan Zheng membalas bahwa jika Jing Yuan iri padanya, maka Jing Yuan bisa mengambil Luo Jing.

“Bagaimana bisa aku mencuri kekasih orang lain?” kata Jing Yuan, menolak.

“Kemudian tolong jaga jarak dari Permaisuri ku sedikit lagi,” tegas Yuan Zheng dengan penuh penekanan pada kata ‘Permaisuri ku’.


Luo Jing protes, karena Yuan Zheng memperlakukannya seperti barang. Dan Yuan Zheng pun menarik Luo Jing mendekat. Melihat itu, Jing Yuan merasa tidak nyaman untuk mengganggu mereka berdua, sehingga dia pun pamit dan pergi dari sana.



“Wanita bodoh. Kamu lebih baik dengarkan baik- baik. Mulai dari hari ini, kamu adalah Permaisuri ku. Ingat itu,” kata Yuan Zheng penuh penekanan. Dan dengan kesal, Luo Jing pun mendorong Yuan Zheng agar melepaskannya, tapi malah dia sendiri yang terjatuh ke lantai.

“Ini kamu sendiri yang melakukannya. Bukan urusan ku,” kata Yuan Zheng. Lalu dia pergi dari sana. Dan dengan kesal, Luo Jing pun mengeluh.


Mengetahui kalau barusan Luo Jing di bahayakan oleh seseorang. Xi Que menjadi cerewet, karena dia tidak terima Luo Jing, Nona nya, dilukai. Dan capek mendengar itu, Luo Jing pun menyuruh Xi Que untuk berbicara lebih pelan. Lalu dia memanggil Xi Que dengan sebutan Bei.

“Baiklah. Baiklah, Nona. Jangan panggil aku Bei Que,” kata Xi Que, langsung tenang.

“Kamu harus duduk tenang dan jangan katakan apapun lagi, ya,” jelas Luo Jing sambil menikmati teh nya.



Xi Que kembali berbicara. Dia mengatakan bahwa jika Istana adalah tempat yang berbahaya, maka lebih baik bila mereka tidak memasuki Istana mulai dari sekarang. Lalu dari gosip yang di dengarnya, alasan ruangan tempat Luo Jing berada bisa terbakar adalah karena lilin di altar terjatuh dan mengenai kain, jadi terjadi lah kebakaran.

“Hahahah… alasan lama. Kemudian dimana Liu Xiu Wen?” tanya Luo Jing.

“Liu Xiu Wen selalu berjaga di dalam kediaman. Nona, mengapa kamu menanyakan tentang Liu?” balas Xi Que, bertanya.


“Xiu Wen,” gumam Luo Jing sambil berpikir.

1 comment: