Monday, April 15, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 10 – 4

0 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 10 – 4
Images by : SET TV , TTV, iQiyi
Zi Hao masih berada di depan rumah Ke Ai, dan menerima SMS dari Ke Ai yang menyuruhnya untuk tidak tidur larut. Zi Hao tersenyum membaca pesan tersebut, dan membalas kalau dia sudah mau tidur.
Ke Ai yang tahu kalau Zi Hao ada di depan rumahnya, mengomel kalau Zi Hao berbohong. Tapi, dia membalas pesan Zi Hao dan menyuruhnya untuk segera tidur. Zi Hao tersenyum senang dan membalas lagi, apa Ke Ai merindukannya.
Ke Ai : tidak sama sekali.
Zi Hao : jadi, kenapa kau mengirim pesan padaku? Kau pasti sangat merindukanku. Dan kau bilang tidak memikirkanku sama sekali tadi?
Ke Ai bergumam kalau dia memang memikirkan Zi Hao tadi saat menulis blog, tapi dia tidak akan pernah mengakui hal itu.
Ke Ai : Bagaimana jika ya? Berhenti membalas pesanku. Sudah larut. Tidurlah sekarang atau kau tidak akan punya tenaga untuk kerja besok.
Zi Hao : Baik, janji padaku kau akan tidur denganku.

Ke Ai terkejut membaca balasan pesan Zi Hao. Dan dia tersenyum-senyum malu. Saat itu, ibunya berteriak menyuruhnya untuk segera tidur karena sudah larut malam. Ke Ai sangat malu dan lari ke dalam kamarnya dan menutupi diri dengan selimut. Dan dia malah membayangkan Zi Hao yang berada di sampingnya dan menatapnya dengan penuh cinta.
Ke Ai : Okay.
Zi Hao : Tentu saja, kau harus membiarkanku masuk dalam mimpimu.
Membaca balasan Zi Hao, malah membuat Ke Ai semakin tersipu malu.
--
Zi Hao juga sudah pulang ke rumah, dan sama seperti Ke Ai, dia juga membayangkan kalau Ke Ai berada di sampingnya dan menatapnya dengan penuh cinta. Dia sampai heboh sendiri karena merasa malu. Padahal itu kan hanya khayalannya.
Ampun deh mereka, malu malu kucing. Aku yang lihat kan jadi ikutan tersipu malu melihat tingkah mereka.
--
Esok hari,
Ke Ai dan pasukannya mengatur dan memasang dekor untuk pembukaan Single Noble. Selesai mengatur, Ke Ai baru ingat kalau dia masih harus membuat dan makan sarapan dengan Zi Hao. Eh, ternyata Zi Hao sudah menghampirinya terlebih dahulu dengan membawa sarapan. Dia sudah menduga kalau Ke Ai akan lupa dengan sarapan karena sibuk, jadi dia sudah menyiapkannya.
“Kau tahu aku sibuk, kenapa tidak makan duluan?”
“Tidak bisa. Aku tidak bisa membiarkan manager dari toko regular pergi tanpa sarapan di hari opening. Kau harus sarapan untuk mendapatkan kekuatan.”

Ke Ai tersenyum malu. Dan trio pekerja serta Wen Wen memandangi mereka dengan pandangan, “Ah iri-nya~~”
Eh, keromantisan itu harus lenyap saat seorang satpam datang untuk menyerahkan buket bunga dari Jammie untuk Ke Ai. Zi Hao langsung kesal. Saat mendengar suara hak sepatu, Zi Hao berbalik sambil berujar jangan bilang kalau dia juga kemari!

Dan yang datang ternyata adalah ibunya, diikuti oleh kedua tantenya. Zi Hao jelas kaget. Ke Ai sendiri berusaha tetap tenang. Dia dan Fang Jie saling beradu tatapan. Zi Hao langsung berbisik pada Li Jian, bukankah harusnya ibunya liburan di pulau Rhode? Kenapa bisa datang kemari?
“Manager Chang Ke Ai?” kaget Fang Jie. “Kau benar-benar adalah manager dari Single Noble?”
“Kami kan sudah bilang, memang dia,” ujar Fang Ru dan Fang Yu bersamaan.
“Aku sudah mau naik pesawat. Tapi aku merasa tidak tenang dan khawatir kalau ada sesuatu yang salah. Aku meninggalkan ayahmu sendirian di bandara dan kemari. Dan tenyata sudah ada kejutan besar yang menanti ku di sini. Yang Zi Hao, manager yang kau bilang padaku yang hebat, elegant, pintar dan berbakat, dimana dia?”
“Dia memenuhi semua kriteria, ma. Maksudku, Bu Ketua,” jawab Zi Hao.
Fang Jie menatap Ke Ai dan menghela nafas panjang. “Baik. Sekarang, aku akan mewawancara manager baru tokoku secara pribadi.”
Zi Hao hendak melarang ibunya, tapi Fang Jie menyuruhnya untuk tidak ikut campur. Ke Ai sendiri tidak gentar dan tetap tenang. Mereka bahkan saling adu tatap tatapan.
“Umurmu?” tanya Fang Jie.
“28 tahun.”
“Kualifikasi?”
“SMA Qi Ying.”
“SMA?!” kaget Fang Jie.
“Bu Ketua, Chang Ke Ai adalah murid terbaik saat SMA. Dia lulus tes ujian masuk dengan nilai tertinggi,” beritahu Li Jian.
“Aku tanya padamu, hah?” balas Fang Jie. Dan Li Jian langsung takut dan meminta maaf karena sudah memotong pembicaraan.
“Pendapatan NTD 780.000 dalam sehari?” tanya Fang Jie lagi.
“Ya.”
“Kau orang pertama dalam sejarah di perusahaan kami yang melakukan siaran penjualan live?”
“Benar.”
“Bulan lalu, kau menjadi urutan pertama di penjualan departemen pakaian wanita?”
“Benar.”
“Untuk angka penjualan Single Noble, apa kau bisa?”
“Ya, aku akan bertanggung jawab atas segalanya.”
“Baik,” ujar Fang Jie. Dan semua tegang menanti lanjutannya. “Aku sudah tidak punya pertanyaan lain lagi. Bisnis adalah bisnis. Chang Ke Ai menunjukkan penjualan terbaik dan dia bisa mengambil tantangan. Dia dapat menunjukkan performa yang lebih baik di bawah tekanan peraturan baru. Dia juga bersedia bertanggung jawab terhadap masalah. Aku masih ingat apa yang terjadi kepada putri Pembicara Zheng, dan dia mengatasinya dengan baik. Dia adalah manager yang bagus. Jika aku tidak menilai bakatnya, maka aku tidak melakukan pekerjaanku sebagai Ketua.”
Zi Hao sangat senang mendengar kebijaksanaan ibunya. Ke Ai juga kaget mendengar ucapan ibu Zi Hao yang tidak memandangnya sebelah mata. Hanya Fang Ru dan Fang Yu yang protes dengan keputusannya.
“Chang Ke Ai, aku sekarang menunjukmu sebagai manager dari SINGLE NOBLE,” keputusan Fang Jie.
Semua pendukung Ke Ai senang mendengarnya. Fang Jie bahkan mengulurkan tangan untuk berjabat. Ke Ai benar-benar tidak menyangka akan hal tersebut.


Dan akhirnya, SINGLE NOBLE resmi di buka. Di hari pertama pembukaan, sambutan dari para customer sangat bagus. Zi Hao tersenyum melihat keramaian di toko Single Noble.
--
Li Jian memberikan banyak dokumen mengenai data Single Noble dan juga data dari perusahaan dan departemen lain. Tapi, itu masih sebagian, nanti akan menyusul lebih banyak lagi. Zi Hao menghela nafas melihat banyaknya dokumen yang harus di kerjakannya.
“Hufff, karena peningkatan di departemen pakaian wanita, ayahku merelokasi banyak sumber daya dari departemen lain untuk menyeimbangkan pendapatan. Single Noble memilki potensial, tapi kurang dalam sumber daya. Semua bisnis saling berkaitan satu dengan yang lain. Jika kita berharap untuk meningkatkan Hua Li, pertam akita harus menyelesaikan masalah yang sudah berlarut.”
--
Mall sudah tutup, dan Wen Wen serta trio pekerja langsung menghitung pendapatan Single Noble di hari pertama : NTD 2,17 juta. Semua berteriak girang dengan hasil yang memuaskan tersebut. Akhirnya, kerja keras mereka selama beberapa hari ini membuahkan hasil.
Ke Ai tiba-tiba menundukkan kepala dan berterimakasih pada mereka. Mereka juga balas menundukkan kepala dan berterimakasih pada Ke Ai.
--

Ke Ai pergi ke kantor Zi Hao untuk menyerahkan laporan penjualan hari ini. Saat dia masuk, kantor dalam keadaan gelap, dan Zi Hao tertidur sambil memeluk dokumennya. Ke Ai masuk dan menatap wajah tampan Zi Hao yang tampak lelah. Dia juga melihat tumpukan dokumen dan laptop yang masih menyala serta segelas kopi di meja Zi Hao. Dia terus memperhatikan wajah Zi Hao.

Li Jian saat itu masuk untuk mengantar dokumen dan melihat Ke Ai yang sedang berdiri menatap Zi Hao, dan dia langsung keluar lagi. (ah, dia sekretaris yang sungguh perhatian).
“Itulah kenapa orang-orang bilang, seorang pria terlihat paling menawan ketika fokus dengan pekerjaannya,” gumamnya.


Dia kemudian menunduk dan menatap mata Zi Hao. Dengan perlahan, dia mengulurkan tangannya untuk membela wajah Zi Hao. Dan tiba-tiba, Ke Ai merasa kaget sendiri.
Kenapa aku merasa memerah? Jantungku berdetak dengan sangat cepat.
Zi Hao membuka matanya, dan Ke Ai langsung berdiri tegak. Mereka saling menatap.
(adegan ini benar-benar bagus. Ost-nya juga)

Bersambung
--
NB : drama ini tayang hanya 1 episode dalam seminggu. Dan video-nya serta subtitle sangat lama baru di keluarkan. Aku akan usahakan secepatnya untuk posting jika video dan sub sudah keluar. Be patient, guys. And happy reading! Semoga hari kalian selalu menyenangkan. Jangan lupa tinggalkan jejak dan pendapat! Baca juga sinopsis yang lainnya.  
Regards,
Chunov 😊

No comments:

Post a Comment