Thursday, April 18, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 7 - part 3

2 comments


Network : iQiyi iQiyi

Xi Que membangunkan Luo Jing yang ketiduran. Dan dengan kebingungan Luo Jing bangun, lalu dia bertanya apa yang terjadi dan dimana dia sekarang. Dan Xi Que pun menjelaskan, ketika Luo Jing baru meminum segelas Wine, Luo Jing sudah langsung mabuk, dan menyebabkan kekacauan di pesta pernikahan.


Flash back

Luo Jing yang mabuk naik ke atas meja, menjatuhkan semua makanan yang ada, dan menari- nari seperti orang gila. Bahkan Jiang sampai pusing dibuatnya, karena dia menaruh kain di leher Jiang dan membuatnya harus berputar- putar.

Flash back end



Teringat akan hal itu, Luo Jing merasa stress, dan bertanya- tanya apa yang harus dilakukannya. Tepat disaat itu, Yuan Zheng datang. Dan Luo Jing pun merasa takut, “Jangan mendekat! Bibi ku disini!” kata Luo Jing, beralasan tidak jelas.

“Semua kerabat dekat mu berada diluar,” balas Yuan Zheng.



Seorang pelayan mengucapkan selamat untuk Yuan Zheng serta Luo Jing. Lalu dia melemparkan kacang- kacangan kepada Luo Jing, sebagai simbol selamat (adat didalam game mungkin ya ^.^). Kemudian si Pelayan memberikan Wine khusus kepada mereka berdua untuk di minum. Setelah itu, dia dan Xi Que sama- sama pamit dan keluar dari dalam kamar.



Setelah hanya tinggal berdua saja di dalam kamar. Yuan Zheng pun duduk disebelah Luo Jing. Tapi Luo Jing malah menyuruhnya untuk menjauh. Dan dengan sinis Yuan Zheng pun mengatakan bahwa dia sama sekali tidak tertarik dengan bentuk Luo Jing.

“Jadi kamu tidak mau? Woah. Itu bagus! Aku juga tidak mau,” kata Luo Jing dengan senang.

“Kamu!” balas Yuan Zheng, sedikit tersinggung.



Luo Jing mulai berpikiran aneh lagi. Dia menganggap Yuan Zheng adalah gay. Dan Jiang adalah kekasih nya. Sehingga dia tidak perlu khawatir. “Nah… kalau begitu tempat tidur ini…”

“Kamu tidur dilantai,” potong Yuan Zheng, cepat.


Merasa gugup, karena setiap kali dia melihat ke arah Luo Jing sebentar, Luo Jing selalu mengatakan bahwa dia melihatnya. Jadi karena itu, Yuan Zheng pun meminum wine yang diberikan kepada mereka sebelumnya.

Anehnya setelah meminum Wine itu, Yuan Zheng merasa seperti tenggorokan nya sangat kering dan haus, serta tubuhnya terasa panas.


“Kamu melihat ku lagi!” tegur Luo Jing. Lalu dia bertanya, “Kamu memerah. Jangan bilang ini kali pertama mu?”

“Omong kosong apa itu? Kecuali… ini bukan kali pertama mu?” balas Yuan Zheng.

“Ini juga pernikahan pertama ku. Tapi siapa sangka, aku mabuk dan tidak mengingat apapun,” gerutu Luo Jing. Tapi Yuan Zheng tidak mendengar jelas.



Yuan Zheng mulai merasa seperti bergairah. Lalu ketika dia melihat ke arah Luo Jing, dia merasa seperti melihat Luo Jing sedang menggoda nya dengan berpose seksi. Kepadahal Luo Jing tidak ada melakukan apapun.



Jadi karena itu, maka Yuan Zheng pun tersenyum dan mendekati Luo Jing. Dia mendorong dan menahan Luo Jing. Lalu dia bertanya- tanya sendiri, apa yang salah dengan dirinya.

Luo Jing mendorong Yuan Zheng. Dan Yuan Zheng pun sedikit tersadar, lalu dia membuka baju nya untuk menghilangkan rasa panas nya. Melihat itu, Luo Jing merasa panik, dan dia menyuruh agar Yuan Zheng jangan melepaskan baju dan lebih baik berolahraga saja di lantai.


Yuan Zheng setuju, dan langsung melakukan push-up. Namun baru 7 kali push- up, dia berdiri dan kembali ke atas tempat tidur. Lalu dia mendekati Luo Jing. Melihat itu, Luo Jing langsung berteriak meminta tolong kepada Admin game.



“Admin game? Siapa itu? Apa dia orang yang tinggal sekamar denganmu di hari itu?” tanya Yuan Zheng, cemburu.

“Itu Xiao Hua Hua. Admin game itu…”

Yuan Zheng merasa marah, dan mencengkram kuat lengan Luo Jing. Dan dengan kesal, Luo Jing pun berteriak padanya agar melepaskan dirinya. Lalu Yuan Zheng pun melepaskan Luo Jing, kemudian seperti seorang anak kecil, dia menanyakan mengapa Luo Jing begitu membenci dirinya.



Luo Jing menebak bahwa Wine yang Yuan Zheng minum pasti sudah mulai bekerja, sehingga setelah sadar, Yuan Zheng tidak akan ingat. Jadi ini adalah kesempatan bagus baginya untuk meluapkan emosi.

“Dari kepala sampai kaki, tidak ada satu hal pun yang bagus tentang mu. Kamu begitu kasar dan kamu sering menghina ku. Kamu benar- benar barbar. Bajingan,” kata Luo Jing. Dan kemudian dia memperhatikan reaksi Yuan Zheng. Tapi Yuan Zheng diam menerima semua kemarahannya.



Dengan sikap lebih berani, Luo Jing berdiri di depan Yuan Zheng, dan lalu dia melemparkan guling ke arah Yuan Zheng. Sambil mengatakan bahwa tidak ada satupun hal yang bagus tentang Yuan Zheng.

Yuan Zheng teringat akan suara- suara orang yang mengkritik dirinya. Tidak ada satu hal pun yang bagus pada dirinya. Dan teringat akan itu, emosi Yuan Zheng bangkit. “Baik. Malam ini aku akan menunjukan padamu. Jika benar- benar tidak ada yang bagus tentang ku!” kata Yuan Zheng. Lalu dia menarik Luo Jing ke atas tempat tidur.




Luo Jing memukul Yuan Zheng dan meminta agar Yuan Zheng sadar. Lalu dia mengingatkan Yuan Zheng, akan perkataan Yuan Zheng sendiri yang bilang tidak akan menyentuhnya. Jadi Yuan Zheng tidak boleh menarik perkataan sendiri.

“Aku setuju sebelumnya. Tapi sekarang aku menarik kembali perkataan ku,” kata Yuan Zheng dengan marah. Lalu dia mencium bibir Luo Jing dengan paksa. Dan Luo Jing menetes kan air matanya.



Diluar kamar. Xiu Wen dengan sedih menatap pisau yang pernah Luo Jing berikan kepadanya. Dan dia bertanya- tanya, apa benar cinta sejati itu ada.



Di Wen Xiang. Didalam kamar. Jiang bersenang- senang dengan Merah, Hijau, Biru, dan Kuning. Sambil dengan sedih memandangin Tusuk rambut putih yang Luo Jing inginkan.


Diluar kamar Jiang. Yi Yi berdiri dengan raut kecewa serta sedih juga.



Melihat Luo Jing menangis, Yuan Zheng berhenti menciumnya. Dan dengan segera, Luo Jing langsung menjauh dari nya. “Aku tidak ingin berada di situasi ini dengan orang yang tidak ku sukai. Ini cara yang tidak adil.”



Yuan Zheng marah, dan menyebut Luo Jing sebagai wanita plin-plan yang sudah memiliki affair dengan pria lain bernama Hua Hua, jadi intinya Luo Jing juga sudah bertindak tidak adil padanya. Lalu dia memanggil Zhang Ji.




Zhang Ji datang. Dan Yuan Zheng memberikan perintah padanya bahwa mulai dari sekarang, Luo Jing akan menjadi pelayan di kediamannya. Dan tanpa izinya, tidak seorang pun yang boleh memanggil Luo Jing dengan sebutan permaisurinya.

Mendengar itu, Luo Jing merasa kesal. Tapi dia tidak bisa melawan.



Luo Jing di usir ke dapur. Dan dengan kesal, Luo Jing pun mulai mengomel. Lalu dia memanggil Admin game, karena dia mau keluar dari game. Tapi sayangnya, Luo Jing belum bisa keluar dari game, karena Luo Jing belum menyelesaikan misi.



Didalam kamar. Yuan Zheng meminum semua air yang ada didalam teko. Lalu ketika dia melihat sebuah sepatu kecil, dia bertanya,” Ibu. Apa memang tidak ada satu hal pun yang bagus tentang ku?”



Lin Luo Jing. Mungkin kamu tidak mencintai ku. Jadi bila begitu, maka aku akan membiarkan mu membenci ku,” pikir Yuan Zheng dengan raut sedih. Lalu dia menggengam erat gelas keramik ditangannya hingga pecah.

Kemudian setelah itu, Yuan Zheng menlap tangannya yang berdarah di atas kain putih yang berada di tengah tempat tidur.



Dalam tidurnya. Luo Jing bermimpi bahwa dia sedang berlatih pedang bersama dengan Hua Hua (Ying Chi). Lalu setelah itu, Luo Jing mengajarkan Hua Hua sihir bunga, seperti yang telah di janjikannya. Dan kemudian, Hua Hua melemparkan sihir itu ke udara, sehingga kelopak- kelopak bunga bertebangan.


Seseorang datang, dan menembak Luo Jing dari belakang. “Siapa disana?” tanya Hua Hua. Tapi tidak tampak siapapun.



Luo Jing muncul di tempat yang berbeda. Disana Hua Hua datang kepadanya dan bertanya, apa sekarang Luo Jing sudah mengingatnya.

Dan dengan kebingungan, Luo Jing bertanya,” Apa yang seharusnya aku ingat? Aku tidak mengingat apapun. Tapi aku merasa seperti jika aku telah melakukan kesalahan. Seperti jika aku telah melakukan sesuatu yang benar- benar serius. Apa ini semua nyata?”



“Apa yang nyata, apa yang palsu. Itu adalah mimpi kupu2. Juga bukan mimpi kupu2. Bisakah itu ditentukan?” kata Hua Hua, misterius. “Hidup adalah mimpi. Ketika mimpi berakhir, segalanya adalah baru. Mengerti?”

*Butterfly Dream (Mimpi kupu2) adalah mimpi yang terasa cukup nyata. Hingga tidak ada yang bisa tahu, apakah itu mimpi atau kenyataan.


Luo Jing merasa masih kebingungan. Dan Hua Hua menjelaskan bahwa yang harus Luo Jing lakukan sekarang, adalah hidup damai dan ceria. Dan dia akan selalu berada di samping Luo Jing. Lalu setelah itu, Hua Hua menghilang.




Luo Jing terbangun. Dan memegang pipi nya yang basah karena air mata. “Mengapa aku menangis?” tanya nya.

2 comments: