Sunday, April 21, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 8 - part 1

0 comments


Network : iQiyi iQiyi
“Mengapa aku memimpikan Xiao Hua Hua? Mengapa aku menangis?” gumam Luo Jing bertanya- tanya. Lalu dia memperhatikan gelang nya yang bersinar.



Hua Hua (Ying Chi) terbatuk- batuk mengeluarkan darah. Melihat itu, Ying Yun langsung menghampiri nya. “Senior. Kamu melakukan ini lagi. Apa kamu tahu, jika kamu mencoba untuk membawa nya keluar dari mimpi, maka itu akan mengosumsi banyak kekuatan mu? Tapi Ingatannya, tidak akan pernah terhapus. Mereka akan selalu ada. Kamu bisa menahannya sekarang, tapi nanti?”



“Aku benar- benar berharap bahwa dia bisa mengingat. Juga berharap dia akan melupakannya. Aku tidak pernah bisa mengubah masa lalu. Tapi sekarang aku bisa memberikan nya kebahagiaan,” jelas Hua Hua.

“Tapi Lin Luo Jing buka dia,” balas Ying Yun.

“Itu dia. Dia memiliki ingatannya. Semua kesalahan yang telah kita lakukan, aku akan membayarnya,” balas Hua Hua, bersikeras.


Pria bertopeng merasa sangat marah pada  Xiu Wen, karena Xiu Wen tidak menepati janji padanya dan membiarkan Luo Jing menikahi Wu Mei (Yuan Zheng).

Yi Yi datang dan menenangkan si Pria bertopeng agar tidak terlalu emosi. Dia menjelaskan bahwa bisa jadi, ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk mereka. Yaitu jika Xiu Wen berada di kediaman Wu Mei sekarang, maka Xiu Wen bisa membantu mereka dengan mencarikan ‘Token Perintah’ yang di tinggalkan kepada Zhong Wu Mei dari Kaisar terakhir. Dan dengan ‘Token Perintah’ itu, mereka bisa menjatuhkan Perdana mentri, juga memerintah sebuah wilayah.



“Tapi kediaman Zhong di jaga ketat. Sampai sekarang saja, aku masih belum bisa menyentuhnya. Jadi menurutmu, apa yang harus kita lakukan?” kata si Pria bertopeng.

“Yi Yi punya cara,” jawab Yi Yi dengan yakin. Dan Si Pria bertopeng pun mempercayainya, tapi dia tidak mau ada kegagalan.



Pagi hari. Luo Jing terpaksa harus bangun cepat, karena Kepala Pelayan datang membangunkannya dan menceramahinya. Sehingga karena tidak tahan mendengarnya, maka Luo Jing pun bangun.


Didapur. Luo Jing diberikan tugas untuk membuat adonan. Namun dua orang pelayan disana malah menggunakan kesempatan itu untuk mengerjainya. Pelayan pertama menambahkan air ke dalam adonan nya dengan alasan terlalu kering. Pelayan kedua menambahkan tepung ke adonan nya dengan alasan terlalu basah. Begitu seterusnya. Sehingga Adonan yang Luo Jing buat tidak siap- siap.


Seorang pelayan merasa kasihan kepada Luo Jing, dan dia memberitahuka kepada temannya, apakah dua pelayan yang mengerjai Luo Jing tersebut tidak keterlaluan. Namun temannya ini tidak peduli kepada Luo Jing, karena menurutnya Luo Jing pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Sebab Luo Jing pasti telah melakukan perbuatan yang buruk, hingga di usir untuk menjadi pelayan.



Jiang datang ke dapur, dan saat melihat Luo Jing yang sedang membuat adonan, dia merasa heran. Lalu dia pun mengajak Luo Jing untuk keluar bersama nya, dengan alasan ada yang mau dia diskusi kan. Dan Luo Jing pun langsung mengiyakan, lalu dia keluar dari dapur.



Sebelum mengikuti Luo Jing keluar dari dapur. Jiang menunjuk semua pelayan, seperti memberikan peringatan kepada mereka agar tidak perbuat macam- macam.



Ketika mengetahui bahwa semalam Luo Jing serta Wu Mei belum ada melakukan malam pertama. Dan karena alasan itu, Luo Jing dijadikan pelayan oleh Wu Mei. Jiang merasa lega serta senang. Dan mendengar itu, Luo Jing merasa heran. Kemudian Luo Jing menganggap Jiang pasti senang melihat nya di bully.

“Kalian berdua tidak punya hati nurani!” keluh Luo Jing, kesal. Sambil menggosok tangannya yang penuh dengan adonan tepung.



Jiang menuangkan air hangat dan meniupkannya, lalu dia memberikan itu kepada Luo Jing, dengan cara seolah dia mau menyuapi nya. Tapi sebelum Luo Jing sempat meminumnya, Jiang malah menaruh air itu di atas meja. Sehingga Luo Jing merasa semakin kesal, dan pergi meninggalkan Jiang.


“Beritahu aku jika ada sesuatu yang terjadi. Aku akan menolong mu!” kata Jiang, sebelum Luo Jing pergi menjauh. Dan dengan acuh, Luo Jing mengiyakan, lalu dia kembali ke dapur.


Didalam kamar. Zhang Ji melaporkan mengenai sikap para pelayan kepada Luo Jing. Tapi Wu Mei tidak mau peduli. Lalu setelah Zhang Ji pergi keluar dari dalam kamarnya, Wu Mei langsung mengeluh kesal.



“Mengapa sekarang kepala ku penuh dengan wanita bodoh itu? Sial!” kata Wu Mei dengan kesal, lalu dia mengepalkan tangannya dan memukul tempat tidur. Kemudian sambil meringis, dia teringat bahwa tangan nya masih terluka.



Utusan Fei Yu memberikan kabar kepada Fei Yu bahwa Luo Jing serta Wu Mei berhasil melakukan malam pertama dengan baik. Buktinya dari kain putih kecil yang di tinggalkan diatas tempat tidur, di kain tersebut ada bekas darah. Dan Fei Yu tertawa mengetahui itu, karena itu adalah hal yang baik.


Utusan Fei Yu kemudian membisikan sesuatu di telingat Fei Yu. Dan ketika dia telah selesai berbicara. Fei Yu tampak tidak senang.



Para pelayan serta Luo Jing ditugaskan untuk membersihkan salah satu ruangan. Dan selagi melakukan tugas bersih- bersih, para pelayan membisikan tentang Luo Jing. Ada pelayan yang membenci Luo Jing. Dan ada pelayan yang membela Luo Jing. Mendengar semua itu, Luo Jing hanya diam dan mengabaikan mereka.


Ketika Luo Jing sedang berjalan, kakinya di senggol oleh seorang Pelayan yang membencinya. Sehingga tanpa sengaja dia menjatuhkan sebuah vas yang berada disana. Lalu Pelayan yang membenci Luo Jing tersebut, dia menuduh bahwa Luo Jing lah yang telah menghancurkan vas itu. Dan temannya membantunya memojokan Luo Jing.


Kepala Pelayan datang karena mendengar keributan itu. Dan para pelayan itu langsung menuduh bahwa Luo Jing telah memecahkan vas. Tapi dua orang pelayan yang baik, mereka membela Luo Jing dan menceritakan kejadian sebenarnya.


“Sudah! Ini buka hari pertama atau kedua kalian memasuki kediaman Yang Mulia! Tapi kalian malah menyebabkan masalah. Kumpulkan barang mu dan tinggalkan lah kediaman Yang Mulia,” kata Kepala Pelayan kepada para pelayan jahat yang telah menipu dan menuduh Luo Jing.


Mendengar itu, si Pelayan tersebut langsung berlutut dan meminta maaf kepada Kepala Pelayan. “Ayahku masih sakit dan membutuhkan pertolongan ku. Kakak ku juga sudah saat nya menikah. Aku telah bersalah. Tolong jangan usir aku,” pinta nya sambil menangis.


Luo Jing merasa tidak tega kepada pelayan yang jahat padanya itu, tapi dia juga merasa puas karena Kepala Pelayan telah menegakkan keadilan untuknya.

Kemudian Luo Jing pun berpikir untuk mengumpulkan orang di sisi nya, sehingga dia pun mengatakan pada mereka untuk berhenti menangis, karena sebagai orang yang baik dan murah hati, dia memaafkan mereka semua.



“Jika aku bisa memperbaiki vas bunga ini, maka bisakah kamu melepaskan mereka dan memberikan kesempatan lagi?” pinta Luo Jing, bernegosiasi pada Kepala Pelayan.

“Kamu mau menolong kami?” tanya si Pelayan jahat.

“Aku bukan orang jahat yang pedendam,” balas Luo Jing.  Kemudian dia berpikir, “Aku akan menagih hutang ini dari si Barbar itu sebagai gantinya.”



Kepala Pelayan mempertanyakan, apa benar Luo Jing bisa memperbaiki vas tersebut. Dan Luo Jing tersenyum dengan yakin. Karena itu, maka Kepala Pelayan pun setuju untuk tidak mengusir para pelayan yang jahat itu, tapi sebagai gantinya dia ingin mereka semua berlutut panas- panasan. Termaksud Luo Jing.




Ketika Jiang berniat mengunjungin Wu Mei, dia tanpa sengaja melihat Luo Jing serta para pelayan yang sedang di hukum berlutut di halaman. Lalu dia mendengarkan pembicaraan Wu Mei dan Zhang Ji yang berada di dalam kamar.


Wu Mei memarahi Zhang Ji yang telah membiarkan Luo Jing di hukum seperti itu. Dan Zhang Ji pun membalas, bukankah Wu Mei sendiri yang bilang untuk menjadikan Luo Jing sebagai pelayan dan memperlakukannya dengan ketat.



Mendengar semua pembicaraan itu, Jiang masuk ke dalam kamar.  Dia berpura- pura tidak tau apa yang terjadi, dan bertanya. Kemudian, karena Wu Mei tidak bisa menjawab, maka Jiang pun menasehati nya.

“Tidak peduli apa yang dia lakukan, aku merasa ada sesuatu yang tidak beralasan tentang ini. Kalian berdua di putuskan menikah oleh Yang Mulia Kaisar. Xiao Jing adalah anak Perdana Mentri. Tubuhnya lemah. Jika sesuatu terjadi, maka tidak akan bagus,” jelas Jiang.

“Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padanya,” balas Wu Mei.



Wu Mei kemudian bertanya- tanya pada dirinya sendiri, apa benar dia telah membuat keputusan yang salah. Dan lalu dia pun menyuruh Zhang Ji untuk memberitahu Kepala Pelayan agar melepaskan Luo Jing serta pelayan yang lain dari hukuman. Mendengar itu, Zhang Ji merasa heran. Tapi Jiang memberikan kode tegas agar Zhang Ji melakukan nya saja. Sehingga Zhang Ji pun pergi untuk melakukan nya.



Setelah Zhang Ji pergi, Jiang menanyakan kenapa Wu Mei tidak melakukannya sendiri, malah menyuruh orang lain untuk mengakhirinya. Dan dengan acuh, Wu Mei membalas bahwa dia tidak akan melakukannya secara pribadi, sehingga Jiang tidak perlu memojok kan nya. Mendengar itu, Jiang hanya bisa menggeleng- gelengkan kepala.




Si Wan (Wan Er) datang mengantarkan minuman kepada Kaisar, lalu dia memberitahukan tentang hubungan Wu Mei serta Luo Jing yang tampak baik. Dan mendengar itu, Kaisar merasa senang serta lega, karena dia berpikir bahwa Wu Mei akan terus bersikap keras kepala padanya sampai akhir.

“Yang Mulia Yuan Zheng (Wu Mei) sudah besar, dia tidak akan bertindah kekanak- kanakan lagi,” jelas Si Wan. Dan Kaisar tersenyum.

No comments:

Post a Comment