Sunday, April 21, 2019

Sinopsis Lakorn : Krong Karm Episode 4 - part 3

1 comments


Krong Karm Episode 4 – part 3
Network : Channel 3

Sambil makan, Atong menjelaskan bahwa sebentar lagi dia akan pergi berangkat kerja ke toko. Jadi dia ingin Philai untuk membersihkan rumah dan mencuci pakaian. Dan Philai beralasan bahwa air telah habis.

Atong pun menjelaskan bahwa Philai bisa mengambil air nya dengan menimba dari sumur. Dan dia menyarankan agar Philai tidak mengisi ember terlalu penuh, karena jika terlalu berat, maka bahu Philai akan sakit mengangkatnya. Tapi Philai menolak.

“Menimba air, mencuci pakaian, memasak, menyapu, dan membersihkan, aku tidak tahu bagaimana. Dan aku tidak mau melakukannya. Cari saja orang lain untuk melakukannya,” kata Philai. Lalu dia pergi.


Teman- teman Renu datang ke penggilingan untuk mencari Renu. Disana ketika para pekerja melihat Nom yang sudah tampak tua, mereka meyuekin nya karena tidak tertarik. Tapi ketika dua yang lain datang, para pekerja langsung merasa tertarik dan membaik- baikan mereka. Mengetahui itu, Nom pun merasa kesal dan mengejekin mereka.



Lalu mereka bertiga, bertemu dengan Ayah. Dan mereka bertanya, dimana Renu kepadanya.



Ketiga teman Renu membantu Renu untuk memasak sambil mengobrol. Nom menjelaskan bahwa dia harus kembali, karena banyak orang mesum yang telah merindukannya, dan jika dia tidak kembali maka dia tidak bisa makan.

Sementara Tim, dia mengatakan kepada Renu untuk berhati- hati. Karena Renu telah mempermalukan E’Yoi dengan membawa mereka ke pesta Atong untuk menari. Dan membuat  Chai pertengkar dengan nya.



“Mungkin dia tidak tahu bahwa kalian adalah temanku,” kata Renu, tidak peduli. Dan mereka langsung tertawa.

Tim memberitahu bahwa E’Yoi sekarang pasti sedang mencari cara untuk memaksa Renu meninggalkan Chum Saeng. Dan mengangkat menantu kedua nya untuk menjadi menantu tertuanya. Namun Renu tidak peduli.



“Gila! E’Yoi membencimu. Apa yang dilakukannya tidak benar. Bahkan jika kamu memliki anak dengan Achai nantinya, dia tetap tidak akan memberikan mu apapun!” kata Tim.

“Mengapa kamu tidak menyerang balik?” saran Nom.

“Apa yang kamu mau aku lakukan?” tanya Renu.

“Melakukan apa yang kamu lakukan sebelum nya,” balas Nom. Dan Renu menatap nya dengan pandangan terkejut.



Atong menjelaskan caranya mencuci baju kepada Philai. Dan mencontohkan nya. Namun Philai malah beralasan alergi deterjen kepadanya. Sehingga Atong pun tidak tega, dan memutuskan untuk melakukannya sendiri. Tapi dia mau Philai menyapu dan mengepel lantai.

Namun sebelum Atong selesai menjelaskan dimana letak sapu, Philai malah pergi begitu saja, dan mengabaikannya.



Atong datang ke toko dengan wajah tampak kelelahan. Dan melihat itu, Asa sert Asi pun menggodanya. Tapi Atong mengabaikan mereka.

Atong memanggil Boonplook dan menawarkan pekerjaan kepada nya. Dia ingin Boonplook untuk membersihkan rumahnya, setelah selesai bekerja disini. Dan setiap bulan, dia akan membayar Boonplook. Mendengar itu, Yoi marah.



Pikhul datang membantu dirumah Philai. Dan Philai pun memintanya untuk tinggal bersama, tapi Pikhul tidak mau, karena Philai sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri. Lalu Pikhul menanyakan mengenai pekerjaan rumah yang lain, dan Philai menjelaskan semuanya.

“Aku sudah menyuruhnya untuk mempekerjakan seseorang untuk melakukannya,” kata Philai.

“Masalah sekecil itu, kamu harus mempelajari dan melakukannya sendiri. Mengapa menghabiskan uang untuk membayar orang?” balas Pikhul.


“Masalah kecil apa. Menimba air, memasak, menyapu, dan membersihkan. Aku tidak akan melakukannya! Dia perlu memperkerjakan orang!” balas Philai.



Yoi tidak mengizinkan Atong untuk mempekerjakan orang lain. Dan Atong pun membalas bahwa Philai sama sekali tidak bisa melakukan apapun.

“Apa kamu begitu kaya dan punya banyak uang? Huh? Beritahu Istrimu, pekerjaan rumah adalah tugasnya! Apa dia pikir menjadi menantu di keluarga ini, dia bisa bersantai dan menjetikan jarinya untuk mendapatkan ini atau itu? Tidak!” kata Yoi, marah.


Pikhul menceramahi Philai. Untuk memiliki pembantu, itu hanya mimpi, karena Yoi sangat pelit. Jadi Yoi tidak akan mau mempekerjakan siapapun untuk membantu Philai pastinya. Dan Atong begitu mematuhi Yoi. Karena Yoi adalah orang yang paling berkuasa didalam keluarga.

“Semuanya akan menjadi milikku dimasa depan,” kata Philai, tertawa.

“Philai, jangan terlalu keras kepala dengannya. Lakukan yang terbaik untuk memohon padanya,” jelas Pikhul.

Pikhul menjelaskan bahwa hal yang harus mereka takuti selain dari Yoi adalah Renu. Karena Renu berhasil membuat Achai keluar dari rumah. Dan Renu kemungkinan memiliki kesempatan untuk mengambil alih keluarga Yoi.

“Berbeda level dari ku,” kata Philai, sombong.


“Cara terbaik untuk semua ini adalah punya anak dengan Atong. Nang Yoi berjanji akan memberikan tokonya kepada mu dan Atong, jika kamu punya anak,” jelas Pikhul. Dan Philai pun mulai berpikir.

Renu memikirkan perkataan ketiga temannya.


Flash back

Cara bagaimana Renu bisa mendapatkan Chai dulu, dan membuat Chai tergila- gila padanya. Adalah karena dia menggunakan guna- guna dari dukun.

“P’Nom. P’Tim. Aku minta maaf. Apa yang telah aku lakukan sejauh ini. Bukan karena aku ingin memenangkan semua uang kalian,” jelas Renu.

“Aku tau. Itu karena kamu jatuh cinta dengan Achai, jadi kamu memutuskan untuk bermain menggunakan cara rendahan. Aku tidak masalah,” balas Tim.


Renu tidak mau melakukan tindakan kotor dan rendahan seperti itu lagi. Mendengar itu, Tim menasehati Renu bahwa jika Renu ingin wanita seperti Yoi menerima seorang pelacur seperti Renu sebagai menantunya, maka Renu tidak memiliki pilihan lain.

“Hal kotor dan rendahan yang kamu bicarakan, itu berdampak baik pada suami mu, kan? Achai begitu tergila- gila tentang mu. Kamu bisa membuat E’Yoi melihat kamu seperti jika kamu seorang malaikat juga. Sehingga kamu tidak perlu menghadapi kesulitan seperti ini,” kata Tim. Dan Renu diam.

“Dan yang lebih penting. Aku bisa menggunakan mu untuk menanganin E’Yoi,” lanjut Tim.

Flash back end

Renu menutup matanya merasa bingung. Lalu dia menggelengkan kepalanya dengan pelan, berusaha untuk menghilang kan niat jahat yang muncul.
Yam datang ke toko untuk pamit, karena dia sudah harus pulang. Dan Yoi mengucapkan terima kasih kepada Yam, karena telah banyak membantunya.

“Memikirkan tentang semalam, aku mau melakukan sesuatu.  Jika bukan karena aku khawatir padamu, aku mungkin sudah menghajar mereka,” kata Yam.
“Semua ini disebabkan oleh Achai. Aku mengancamnya berkali- kali, jika dia tidak mencampakan pelacur itu, maka aku tidak akan memberikannya apapun sama sekali. Tapi dia tidak merespon. Ketika aku memberitahu dia bahwa Pelacur itu telah punya suami dan anak. dia masih mengabaikan ku. Aku tidak tahu mengapa dia begitu tergila- gila pada wanita ini. Sampai tidak membuka matanya sama sekali!” kata Yoi, emosi.


“Apa mungkin dia diguna- guna?” tanya Yam, terpikirkan sesuatu. “Aku yakin, Chai diguna- guna oleh sihir hitam.”

“Apa yang barusan kamu katakan?”

“Jenis situasi ini, hanya ada satu jawaban, P’Yoi. Pelacur ini melakukan guna- guna pada Achai pastinya,” kata Yam, yakin. Dan Yoi merasa sangat terkejut, lalu dia berpikir.

1 comment: