Friday, April 19, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 13 – 2

0 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 13 – 2
Images by : SET TV , TTV, iQiyi
Ibu Ke Ai dan tante Hua Li telah melihat berita mengenai gossip kalau Xiao Gang  pacaran dengan Jammie, putri dari Bank Ju Bang. Mereka sangat bingung.
“Tapi, kalau Xiao Gang benar-benar pacaran dengan putri dari Ju Bang, maka kau benar-benar mendapatkan jackpot! GM dari Hua Li dan putri dari bank Ju Bang! Kalian akan menjadi keluarga besar sekarang!” senang tante Li Hua.
Ibu Ke Ai langsung menyuruh tante Li Hua untuk tidak bicara ngaco seperti itu. Saat sedang asyik berbincang, Tiger muncul dengan ceria dan menyapa Li Hua. Tapi, saat itu, dia melihat seorang pria berjalan di belakang Tiger, dan melihat pria itu, Tante Li Hua langsung ketakutan dan hendak kabur.


Pria yang berjalan di belakang Tiger malah menarik tante Li Hua, dan menamparnya berulang kali. ibu Ke Ai jelas terkejut melihatnya. Dan Tiger langsung menahan pria tersebut dan menjatuhkannya.
“Kau memukul wanita?! Dan beraninya kau memukul Li Hua!” marah Tiger.
“Aku bisa memukul istriku sesukaku!” teriak pria itu.
“Kau mau pergi atau tidak?! Pasar ini adalah daerahku! Dan dia berada di bawah perlindunganku. Aku bisa memerintahkan anak buahku untuk menghajarmu!”
Mendengar ancaman Tiger, pria itu langsung kabur.
--

Ke Ai tiba di toko dan heran karena Wen Wen tidak kelihatan. Amy langsung berkata kalau mungkin Wen Wen sedang istirahat karena hanya ada sedikit pelanggan. Ke Ai jelas langsung menelpon WenWen, tapi teleponnya tidak di angkat. Awalnya Ke Ai mau marah, tapi jadi khawatir, tidak biasanya Wen Wen tidak mengangkat telepon.
Karena itu, Ke Ai memutuskan untuk menelpon Xiao Gang, bertanya apa Wen Wen ada dengan kak Gang? Xiao Gang menjawab tidak ada dan dia juga baru selesai sidang, sekarang mau ke pasar.
--
Wen Wen ada di rumah ibu Ke Ai. Dia panik setelah mendengar apa yang terjadi pada ibunya. Tante Li Hua malah menyuruh Wen Wen untuk kembali kerja, kenapa malah pulang?
“Ibu terluka. Bagaimana bisa aku tidak pulang?!” marah Wen Wen.
Dan tante Li Hua langsung bisa menebak kalau ibu Ke Ai yang pasti memberitahu Wen Wen.
“Eh, kau hampir di bunuh. Siapa lagi yang harus ku hubungi kalau bukan Wen Wen?” bela ibu Ke Ai.
“Bagaimana jika Wen Wen juga di pukuli? Aiyooo, aku sangat bodoh! Aku lari kemari tanpa berpikir! Jika dia menemukanku di pasar, dia pasti bisa menemukanku di sini! Aku harus bagaimana sekarang? bagaimana?” panik tante Li Hua.
Semua langsung berusaha menenangkannya. Dan begitu mendengar ada suara pintu di ketuk, tante Li Hua langsung panik dan mengajak Wen Wen untuk sembunyi. Ternyata, yang datang adalah Xiao Gang. Dia heran kenapa Wen Wen ada di sini, bukannya di tempat kerja?

Dan dia makin bingung saat melihat tante Li Hua yang ketakutan dan sudut bibirnya terluka. Tiger tampak khawatir pada tante Li Hua.
--
Ke Ai masih menanti kabar dari kak Gang. Saat itu Zi Hao lewat dan langsung merebut ponsel Ke Ai, karena kan tidak boleh ada ponsel selama jam kerja. Ke Ai berusaha merebut ponsel itu, sehingga mereka tampak bermain-main. Daniel dan Amy yang melihat langsung senyum-senyum sendiri.

Zi Hao mencoba membuka ponsel Ke Ai, tapi ternyata pakai password. Dengan pede-nya, dia berkata kalau password-nya pasti tanggal ulang tahunnya. Li Jian langsung menyuruh Zi Hao untuk tidak terlalu narsis. Zi Hao tidak mendengarkan, dan benar-benar memasukkan tanggal lahirnya, dan jelas saja tidak terbuka.  Dengan cemburu, dia bertanya Ke Ai menggunakan tanggal ulang tahun siapa sebagai password?
Ke Ai menyebut Zi Hao sangat kekanak-kanakan dan merebut ponselnya kembali. Dia membaca pesan dari Kak Gang yang memberitahu kalau dia sudah menemukan Wen Wen. Dan ayah Wen Wen sudah muncul kembali. Tante Li Hua bahkan di pukuli, jadi dia meminta Ke Ai membiarkan Wen Wen cuti dan dia akan menangani sisanya.
Ke Ai membaca pesan itu dan semua jelas jadi tahu apa yang terjadi, termasuk Li Jian. Ke Ai langsung mau pulang juga, tapi Zi Hao melarang. Ke Ai berkata kalau ini masalah besar dan dia tidak bisa hanya diam saja.

“Biarkan para pria yang mengurus masalah ini. Kak Gang juga ada di sana. Tidak perlu khawatir. Tugasmu sekarang adalah mengurus toko. Kau harus menggantikan shift untuk Wen Wen juga. Ini yang harus kau lakukan. Biarkan sisa nya pada kami,” ujar Zi Hao. Dan saat dia memanggil Li Jian, Li Jian malah menghilang.
“Dia sudah pergi ketika mendengar masalah Wen Wen,” lapor Amy.
Dan Zi Hao langsung pergi juga.

Setelah Zi Hao pergi, Amy langsung menyuruh Ke Ai untuk pergi saja. Dia punya waktu hari ini, jadi tidak masalah menjaga toko seharian. Daniel membenarkan, lagipula toko tidak akan tutup hanya karena Ke Ai pergi. Dia juga bisa menelpon Ella untuk menggantikan shift Ke Ai. Percaya saja pada mereka bertiga.
Ke Ai sangat berterimakasih pada mereka dan langsung pergi.
--
Ke Ai sudah selesai berganti baju dan hendak pulang, tapi ternyata Zi Hao sudah menunggunya di depan ruang karyawan.
“Aku tahu kau pasti akan mencoba kabur,” ujar Zi Hao.
“Tolonglah, tante Li Hua dan Wen Wen…”
“Aku tidak akan menghentikanmu. Aku tahu kau akan khawatir pada mereka. Dan itu lah kenapa aku di sini, untuk memberikan tumpangan padamu.”
“Yang Zi Hao, terimakasih,” ujar Ke Ai dengan tulus.
--

Tante Li Hua benar-benar ketakutan. Dia sampai meminta Wen Wen untuk membereskan barang-barang karena mereka akan segera pindah. Dia tidak mau kalau orang lain ikut terlibat dalam masalah mereka.
Ibu Ke Ai memintanya untuk tenang. Dan mereka juga harus mengobati luka tante Li Hua juga.
“Kami tidak punya waktu. Dia akan segera di sini sebentar lagi,” ujarnya.
Dan terdengar suara gedoran pintu. Tante Li Hua dan Wen Wen jadi takut, apa ayah benar-benar menemukan mereka di sini?
“Jangan takut! Aku akan melindungi kalian,” ujar Tiger.


Dia dan Xiao Gang langsung berdiri tegak untuk melindungi mereka dari siapapun yang datang. Dan yang datang ternyata adalah Ke Ai dan Zi Hao bersama Li Jian. Melihat kondisi tante Li Hua, Ke Ai langsung meminta Kak Gang untuk menuntut ayah Wen Wen.
“Tidak boleh!” hentikan tante Li Hua. “Kau tidak tahu betapa hebatnya dia. Ketika dia mabuk, dia bahkan bisa memukul pria sampai mati. Aku sangat bodoh karena menikahinya. Aku sangat buta hingga bisa jatuh cinta dengannya. Dan lebih bodohnya lagi, aku baru tahu kalau dia sudah menikah ketika aku sudah menikahinya. Aku bukanlah apa-apa kecuali hanya seorang selingkuhan. Aku tidak mendapatkan apapun dan dia masih terus memukulku. Aku tidak punya siapapun yang mau mendengarkan, dan menyelamatkanku. Tidak ada satupun yang akan tahu jika aku di pukuli sampai mati pun.”
Mendengar curhatan Li Hua, membuat Tiger benar-benar marah! Dia menyuruh Li Hua untuk tidak takut. Dia akan menyuruh semua anak buahnya untuk menghajarnya hingga babak belur dan tidak dapat di kenali lagi! Dia bahkan akan menjadikannya makanan ikan!
Xiao Gang berusaha menenangkannya, masalah ini harus di selesaikan dengan jalur hukum. Dia menyuruh tante Li Hua untuk mengajukan tuntutan atas kekerasan.
“Tidak. Tidak. Bagaimana jika hukum tidak berguna? Kami hanya harus pindah dari sini saja. Wen Wen, ayo. Kita bereskan barang kita dan pergi!” ujar tante Li Hua.
Tapi, Wen Wen tidak mau. Dia sudah tidak mau hidup dengan bersembunyi lagi. Mereka akhirnya bisa keluar dari hidup yang menyesengsarakan. Dia menyukai hidupnya sekarang. Dia suka dengan orang-orang di pasar. Dia tidak mau kabur lagi. Dia tidak ingin hidupnya berubah hanya karena pria brengsek itu (ayahnya). Dia tidak mau lagi.
“Dia benar Li Hua. Dengarkan Wen Wen. Jadilah berani demi dirinya. Semua yang ada di sini akan membantu. Yang lebih penting, kau harus kuat. Okay?” ujar ibu Ke Ai.
“Tante Li Hua, aku yakin kau bisa. Pikirkan Wen Wen. Itu akan memberikanmu keberanian. Kau meminta Li Jian membantu agar Wen Wen bisa punya kerja di Hua Li dan punya hidup lebih baik kan? Kau tidak bisa membiarkannya hidup dalam ketakutan dan bersembunyi lagi. Pria tidak berguna seperti itu harus di masukkan dalam penjara, jadi dia tidak bisa menyakiti siapapun lagi!” ujar Ke Ai.

Semua menyemangati mereka. Dan Zi Hao bahkan menyuruh Xiao Gang untuk menuntut ayah Wen Wen itu dan dia yang akan membayar semua biaya hukumnya. Bukan karena Wen Wen adalah teman dari Ke Ai, tapi karena Wen Wen juga adalah karyawan dari Hua Li. Li Jian juga meminta bantuan Xiao Gang dan bersedia membayar. Xiao Gang menyanggupi.
Tiger juga menyuruh Li Hua dan Wen Wen untuk tinggal di tempatnya saja sementara ini. Bukankah jika mereka berada di daerahnya, mereka akan menjadi lebih aman? Semua setuju dengan ide tersebut.
Ke Ai menyuruh ibunya untuk ikut bersama tante Li Hua dan Wen Wen, jadi bisa membantu menjaga tante Li Hua. Ibu setuju.
“Tapi, Ke Ai jadi akan tinggal sendiri,” ujar Xiao Gang.
“Chang Ke Ai akan tinggal di rumahku,” ujar Zi Hao tiba-tiba.  “Tidak aman bagi seorang wanita itu di rumah sendirian. Sebagai tindakan pencegahan, dia bisa tinggal di rumahku.”

Semua kaget dengan saran Zi Hao yang terlalu mendadak. Li Jian merasa kalau alasan Zi Hao sangat bagus, padahal pasti hanya ingin agar Ke Ai tinggal bersamanya.
“Apa yang dikatakan tn. Yang ada benarnya juga,” ujar ibu Ke Ai.
“Aku punya security 24 jam, jadi ama,” ujar Zi Hao.
“Aku akan tinggal dengan Tiger,” ujar Ke Ai bersamaan dengan Zi Hao.
Semua kembali terdiam. Tiger sih tidak masalah dan mengizinkan semua tinggal di tempatnya. Zi Hao jadi kesal karena rencananya gagal.


No comments:

Post a Comment