Friday, April 5, 2019

Sinopsis Lakorn : Krong Karm Episode 3 - part 3

0 comments


Krong Karm Episode 3 – part 3
Network : Channel 3
Renu menceritakan kisah hidup nya kepada Asa. Cerita yang tidak pernah dia beritahukan kepada siapapun sebelumnya.


Flash Back

Renu menaiki sampan di danau. Dia pergi ke sana unuk mengambil beberapa tumbuhan yang tumbuh  disana. Lalu disaat itu, Dam, suami kakaknya, yang sedang mandi di dalam danau melihatnya. Dam tiba- tiba menariknya sehingga dia terjatuh dari dalam sampan. Kemudian dengan kuat Dam menahan tangannya. Dan Dam memperkosa dirinya.


Setelah kejadian itu diketahui oleh kakaknya, Saithong. Renu dipukuli dan dimaki oleh Saithong dengan kasar. Apalagi ketika dia mengatakan, dirinya sudah hamil 3 bulan.


Beberapa bulan setelah itu. Renu pun akhirnya melahirkan anaknya.

Flash Back End
 “Anakku tidak memanggilku ‘Ibu’, Sa. Tapi dia memanggilku P’ (Kakak),” cerita Renu.

“Kemudian, apa Tua Hia mengetahui tentang ini juga?” tanya Asa.

Dan sambil menunduk, Renu menjawab bahwa Chai belum tahu, karena dia memang belum memberitahu nya. Namun Renu berjanji kalau dia akan memberitahu Chai nanti nya. Lalu Renu menceritakan tentang Ibunya yang telah meninggal. Awalnya setelah Ibunya meninggal dia berencana membawa anaknya untuk tinggal dengannya disini, tapi anaknya memilih tinggal dengan Luang Phor.



“Jika kemarin aku membawa anak ku, tanpa di ragukan, semuanya akan heboh. Kamu tahu dengan baik seperti apa Ibu mu. Dan apa yang bisa di lakukannya,” jelas Renu. Dan Asa tersenyum mengerti.



Ditoko. Yoi menyuruh Atong untuk mengambilkan pena dan kertas, karena dia ingin menuliskan surat kepada Chai. Yoi ingin memberitahu Chai mengenai semua kebusukan dan kebohongan Renu yang sebelum bertemu dengan Chai, Renu sudah memiliki suami serta anak.

“Tidakkah kamu berpikir bahwa Tua Hia sudah mengetahui tentang ini?” tanya Atong.

“Kemudian aku akan memarahi nya!” balas Yoi.


“Ho, ma… biarkan itu antara suami dan istri saja. Jika Chai sudah tahu, berarti itu artinya mereka memang saling mencintai,” balas Atong.



Yoi berdiri dengan marah, dan Atong merasa sedikit takut. Jadi Atong pun menggunakan alasan bahwa mereka sedang ada pelanggan. Tapi Yoi tidak peduli, dia mengambil kaleng dan melemparkan itu pada Atong.

“Bagaimana bisa pelacur benar mencintai? Cinta gila! Pergi! Pergi!” usir Yoi. Dan pelanggan di toko langsung berkumpul untuk melihat ada kejadian apa.

“Aku benar- benar mencintai dia, Sa. Dan aku tahu P’Chai benar- benar mencintai ku juga. Aku memang bukan wanita yang baik. Tapi aku benar mencintai kakak mu. Aku tidak pernah bermaksud menipu nya sama sekali. Kecuali aku berharap, aku bisa tinggal dengan orang yang ku cintai, memiliki hidup baru, dan tidak menjadi budak siapapun. Hanya itu saja,” jelas Renu.


Asa percaya bahwa Chai benar- benar mencintai Renu, karena jika tidak maka Chai tidak mungkin membawa Renu ke sini. Serta sebelum berangkat ke camp, Chai juga menitipkan Renu kepadanya untuk dijaga dengan baik. Mendengar itu, Renu berterima kasih.



“Jika suatu hari, kamu jatuh cinta dengan seseorang, akankah kamu menerima kesalahannya dan mengabaikan masa lalu nya, atau tidak?” tanya Renu. Dan Asa pun berpikir.

“Aku tidak tahu,” jawab Asa. Karena dia tidak pernah jatuh cinta dengan siapapun.



“Untukku. Kebahagian mencintai adalah tinggal bersama orang yang di cintai. Tidak peduli betapa banyak ketidak bahagiaan atau hambatan. Aku bisa menahannya. Dan aku akan bertahan,” jelas Renu, penuh tekad dan keyakinan.


Renu berjalan- jalan dengan Asa sambil mengobrol. Renu menanyakan apa ada gadis yang disukai oleh Asa. Dan Asa pun menjawab tidak ada, lagian pasangannya akan ditentukan oleh Ibunya nanti.

Mendengar itu, Renu mengatakan bahwa sebenarnya dia ingin memasangkan Asa dengan adiknya Wanna. Tapi Asa tidak mau, karena Wanna terlalu cantik serta lebih baik bila Wanna tidak terlibat dengan keluarga nya. Dan Renu mengerti dengan baik maksud Asa.



Asa kemudian pamit pulang kepada Renu. Tapi Renu tiba- tiba teringat bahwa dia harus mengembalikan uang 400 baht Asa, jadi dia meminta Asa untuk menunggu sebentar karena dia akan mengambilkan nya.

Namun Asa meminta agar Renu mengembalikan uangnya nanti saja, karena dia harus mengembalikan kalung emas milik Renu duluan, lalu setelah itu Renu bisa membayar nya 300 baht saja. 100 baht nya lagi dia ikhlaskan untuk Renu. Dan Renu sangat berterima kasih atas kebaikan Asa tersebut.




Dini hari. Renu membelah kelapa tua. Dan tiba- tiba disaat itu, dia teringat akan Chai, serta pertanyaan yang Asa tanya kan kepadanya. “Apa Tua Hia mengetahui tentang ini?”

No comments:

Post a Comment