Thursday, May 16, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 14 - part 3

1 comments


Network : iQiyi iQiyi


Wan Er tersenyum memperhatikan tusuk rambut pemberian Fei Yu kepadanya dulu. Lalu disaat itu, Wu Xie datang menemuinya. Wu Xie datang untuk menyampaikan pesan dari Perdana Mentri. Pesannya adalah segalanya aman terkendali, jadi tolong jangan khawatir.’

“Sampaikan balasan ini pada Fei Yu dariku. Tidak peduli apa, aku akan selalu menunggu nya,” kata Wan er. Dan Wu Xie mengiyakan, lalu dia meninggalkan barang yang dibawa nya dan pamit pergi.



Wan Er tersenyum melihat barang pemberian dari Fei Yu. Kemudian disaat itu, dia merasa seperti ada seseorang yang datang, dan dia mengira itu adalah Wu Xie, makanya dia pun bertanya ‘ada apa lagi.’ Tapi ketika dia berbalik, dia terkejut, karena ternyata orang yang datang menemuinya sekarang adalah Kaisar.

“Yang Mulia. Apa yang membawamu kesini? Kamu juga tidak memberitahu siapapun,” kata Wan Er dengan ramah, mendekati Kaisar.

“Permaisuri ku, apa barusan ada seseorang yang ke sini?” balas Kaisar, bertanya.



Wan Er mengambil buah- buahan kering dari Fei Yu, dan menjelaskan bahwa barusan ada seseorang yang datang membawakan itu kepadanya. Lalu Wan Er memberikan beberapa untuk Kaisar cicipi, tapi Kaisar menolak.

“Selama Permaisuri suka memakan itu. Maka aku akan mengirimkan seseorang untuk membawakannya setiap hari kepada kamu,” kata Kaisar, bersikap baik.

“Yang Mulia begitu baik kepada saya. Saya benar- benar tidak pantas untuk itu,” balas Wan Er, merendah.



Kaisar merangkul bahu Wan Er, dan mengatakan bahwa dia berterima kasih kepada Wan Er, karena telah banyak membantunya disaat susah seperti sekarang, jadi dia tidak tahu bagaimana harus membalas nya. Sehingga Wan Er pantas mendapatkan perlakuan yang baik. kemudian Kaisar menceritakan bahwa masalah yang terjadi dikapal membuatnya sangat sibuk, tapi untung saja ada Fei Yu yang membantu.

“Tuan Perdana Mentri adalah seorang bawahan mu yang paling setia. Kali ini posisinya di cabut. Menurut saya, mungkin Yang Mulia telah terlalu gegabah membuat keputusan pada saat itu,” kata Wan Er dengan pelan.

“Lancang!” tegur Kaisar dengan keras.



Wan Er mundur dan menundukan kepalanya, dia merasa takut. Dan selama sesaat Kaisar diam memperhatikan itu, lalu dia tertawa dan mengatakan bahwa Wan Er tidak perlu takut kepadanya, karena dia hanya bercanda saja.

“Yang mulia, Anda menakuti saya,” kata Wan Er, merasa lega.



Kaisar tertawa dan duduk. Lalu Wan Er pun ikut duduk disebelahnya. Kemudian Kaisar memegang tangan Wan Er, dan mengatakan bahwa akhir- akhir ini dia memang cukup mudah marah. Lalu mengenai Fei Yu, dia berpikir bahwa Fei Yu pasti bisa menyelidiki kasus ini dengan jelas untuk membersihkan dirinya dari gosip, dan membuktikan diri.



“Apakah sudah ada perkembangan?” tanya Wan Er.

“Semua yang ku ketahui adalah pemberontak Persia. Tahun itu, ketika Kaisar dulu menaklukan Persia, dia mengatakan ‘kamu harus menghancurkan pohon sampai ke akarnya’. Ketika aku menempati posisi ini, aku terlalu lemah hati, aku melepaskan Persia. Tidak pernah terpikirkan, memelihara harimau membawa petaka,” jelas Kaisar merasa sedih dan sakit kepala.


Wan Er dengan lembut memijat bahu Kaisar, dan menyarankan agar Kaisar beristirahat.


Su Wen masuk ke dalam ruangan dengan membawa seekor burung merpati berwarna abu- abu. Melihat itu, Kaisar bertanya ‘apa itu?’. Dan Su Wen menjawab dengan berbisik di telinga Kaisar, sehingga Wan Er tidak bisa mendengar.



“Apa?” teriak Kaisar dengan marah sambil memukul meja. “Su Wen. Kirim seseorang untuk diam- diam menyelidiki Lin Fei Yu! Kamu harus mengingat, semua pesan yang dikirimkan ke kota, mereka harus di sita. Aku mau melihat nya,” perintah Kaisar dengan tegas.

Su Wen mengiyakan perintah Kaisar, dan pamit pergi keluar dari dalam ruangan.



Melihat kemarahan Kaisar yang mendadak, Wan Er merasa khawatir dan penasaran apa yang terjadi. Jadi saat Su Wen telah keluar dari dalam ruangan, Wan Er pun bertanya.

“Permaisuri, ikutlah keluar dengan ku,” kata Kaisar. Dan Wan Er pun mengiyakan, dan mengikutinya.


Tabib menjelaskan bahwa denyut nadi Wu Mei tidak sama seperti sebelumnya. Penyakit Wu Mei semakin memburuk, tampaknya penyakit itu mulai muncul saat Wu Mei melihat lukisan Luo Jing, gejolak panas menyerang hati nya. Karena tubuh Wu Mei telah terkena racun langka yang berbahaya, yaitu racun bunga gairah dari Persia.

“Ketika seorang penderita merasa tergerak dan emosional, itu bisa sangat menyakitkan. Darah akan keluar, menuju ke kematian,” jelas Tabib.


Mendengar itu semua orang merasa terkejut. Jiang menanyakan kepada Tabib, apakah ada cara untuk mengobati penyakit tersebut. Dan Tabib pun menjawab bahwa dia takut hanya ada satu cara, yaitu menggunakan ramuan yang sangat langka. Ramuan Pemisahan.

“Ramuan pemisahan? Dimana bisa menemukannya?” tanya Jiang.



“Obat ini berada jauh di pergunungan bersalju. Itu sangat langka dan mahal. Saya takut, itu akan susah untuk di temukan di kota Sheng Jing,” jawab Tabib.

Jiang bertekad untuk menemukan ramuan langka itu. Tidak peduli betapa sulitnya, atau bahkan jika dia harus mengorbankan semua kekayaannya. Dia akan menemukan obat itu dan menyelamatkan Wu Mei.


“Tuan Muda, maaf kan atas kejujuran saya. Walaupun ramuan ini mungkin berhasil mengobati gejalanya, tapi penyakit ini, dalam waktu singkat saya takut akan sulit untuk menekannya. Saat ini Anda harus menjaga Yang Mulia jauh dari memikirkan tentang masa lalu. Dan dari memikirkan tentang Permaisuri juga. Untuk mengurangin racun yang memberikan dampak,” jelas Tabib.

Zhang Ji mengiyakan perkataan Tabib. Lalu Tabib pun pamit untuk merebuskan ramuan obat untuk diminum oleh Wu Mei nantinya.



“Ramuan pemisah?” gumam Jiang sambil menatap cemas pada Wu Mei.

1 comment: