Sunday, May 12, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 16 END – 4

1 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 16 END – 4
Images by : SET TV , TTV, iQiyi
Zi Hao mendapat telepon yang mengabari kalau Ke Ai mengalami kecelakaan. Zi Hao segera menuju ke kampus Ke Ai, dan seorang teman sekelas Ke Ai memberitahu kalau Ke Ai di tabrak saat berada di gerbang depan. Dia terluka parah dan orang di tempat kejadian, dia tidak terselamatkan.
Mendengar kabar itu, Zi Hao langsung pingsan.
--
Seseorang memanggil nama Zi Hao, dan Zi Hao membuka matanya. Dia melihat Ke Ai, dan langsung menangis. Dia mengira itu adalah mimpi dan mulai meluapkan perasaannya. Kenapa Ke Ai meninggalkannya? Bukankah Ke Ai sudah berjanji akan selalu berada di sisinya, kenapa Ke Ai malah pergi duluan?
“Yang Zi Hao, aku benar-benar ada di sini. Kau dapat merasakanku. Aku benar-benar ada di sini.”
“Chang Ke Ai? Ini benar-benar kau?” tanya Zi Hao dan menyentuh wajah Ke Ai dengan perlahan. Nyata. Dia menangis semakin keras, karna Ke AI benar-benar masih ada.
Tapi, orang-orang bilang Ke Ai mengalami kecelakaan parah dan tidak bisa di selamatkan. Walau begitu, dia baik-baik saja karena Ke Ai baik-baik saja.
Eh, tiba-tiba malah berkumpul segerombolan orang berpakaian jas dokter dan membawa alat musik. Zi Hao jelas bingung. Dan Ke Ai berkata kalau Zi Hao waktu itu melamarnya dengan sembarangan dan karena itu, dia memutuskan, dia akan membuat moment tidak terlupakan untuk Zi Hao. Dia akan melamar Zi Hao. Karena itu, dia memalsukan kecelakaannya dan meminta fakultas medis untuk membantunya.
“Empat belas dokter ini berarti ‘untuk keabadiaan’,” jelas Ke Ai.
Para dokter mulai memainkan musik lamaran.
“Yang Zi Hao, aku Chang Ke Ai, saat ini dengan dunia sebagai saksinya, dengan kebanggaan dan tanpa rasa takut. Kau sudah melihat blogku selama bertahun-tahun. Kau juga sudah menulis di seluruh kampus, dan bahkan memberitahu semua orang kau mencintaiku. Dalam rangka untuk mengakhiri semua itu, aku datang saat ini padamu. Yang Zi Hao, akankah kau menjadikanku istrimu?”
“Ya, aku bersedia,” jawab Zi Hao dan tersenyum manis.



Zi Hao kemudian berlutut, mengeluarkan sesuatu dari sakunya, dia berkata akan menjadi pasangan seumur hidup Ke Ai. “Apakah kau mau menikah denganku dan bersamaku sampai maut memisahkan kita?”
“Aku bersedia.”
Zi Hao langsung mencium Ke Ai.
--

Malam hari,
Mereka berdua berada di dalam mobil, dan melihat dari atap mobil yang terbuka, bintang di angkasa. Selama ini mereka selalu melihat langit berbintang sendirian, tapi sekarang, mereka akan melihatnya bersama.
--

Hari pernikahan,
Kepala Sekolah SMA Ke Ai dan Zi Hao dulu, memberikan pengumuman kepada semua murid, kalau hari ini, di sekolah ini akan di adakan pernikahan alumni mereka, Yang Zi Hao dan Chang Ke Ai. Mereka mengadakan pernikahan di sekolah ini, karena sekolah ini adalah tempat mereka pertama kali bertemu.


Musik pernikahan pun dimainkan. Jammie sebagai konduktor mengarahkan jalannya musik. Sementara Li Jian dan Wen Wen menjadi bestman dan bridesmaid Zi Hao dan Ke Ai. Acara berlangsung khidmat.


Tapi, tiba-tiba saja, musik pernikahan berubah menjadi musik permainan. Xiao Gang dan Zi Jie bahkan ikut dalam permainan musik itu. Zi Hao langsung kesal karena itu lagu yang di mainkannya dulu saat mengganggu pidato Ke Ai saat SMA.

Seorang wanita, yang adalah guru disana, muncul dan memarahi mereka karena sudah mengacaukan musik pernikahan. Wanita itu adalah wanita yang rok nya robek tempo hari. Xiao Gang jelas kaget melihatnya ada di sana.
Jammie tertarik pada wanita ini dan langsung ingin mendekatinya. Zi Jie yang melihat itu, langsung memeluk Jammie dan membuatnya menjauh dari wanita itu. Zi Jie juga segera memberi tanda pada Xiao Gang untuk bergerak cepat.
Kali ini, Xiao Gang tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan. Dia segera berlari ke sisi wanita itu, dan berkata : “Dia sudah di taken.
Wanita itu tersenyum malu menatap Xiao Gang. Sepertinya, Xiao Gang akhirnya akan menemukan pasangannya sendiri.
“Ada sebuah perkataan dari Schopenhauer. ‘Semua kebenaran harus melalui 3 tahap berbeda. Pertama, mereka pasti di hina. Lalu, mendapat banyak kritikan. Dan terakhir, di terima semuanya.’  Sama seperti hubunganku dengan Yang Zi Hao. Aku percaya, cinta kami akan bertahan seperti kebenaran, selamanya,” pidato Ke Ai.
Semua murid bertepuk tangan mendengar pidatonya. Acara selanjutnya adalah memasang cincin pasangan. Dan terakhir, tentu saja, ciuman!
Semua langsung berteriak heboh!
“Chang Ke Ai, kebahagiannmu akan menjadi tugasku!” ujar Zi Hao dan menggendong Ke Ai dengan gampang, berjalan keluar gedung.

Ke Ai, Zi Hao, Jammie, Zi Jie, Li Jian, Wen Wen dan Xiao Gang berdiri di depan gedung, menatap gedung SMA itu.
“Dulu sekali, aku pernah bermimpi. Aku mempunyai ambisi dan visi. Tapi karena semua masalah di kehidupan ini, aku harus menyimpan semuanya dalam diriku. Tapi, sekarang, aku mungkin sedikit terlambat untuk mewujudkan semua mimpi ini. Tapi, mimpi itu akan tetap ada. Jika kau pernah punya penyesalan di hidup ini, maka sediakan beberapa waktu untuk memperbaikinya. Apa kau pernah kuliah? Aku pernah.”
--TAMAT—




1 comment: