Saturday, May 18, 2019

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 13 – 1

0 comments

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 13 – 1
Images by : jTBC
Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden dalam drama ini fiktif

Setelah bunyi tabrakan keras tersebut, hubungan telepon Moo Jin dan Dae Gil putus. Moo Jin berusaha menelpon kembali, tapi nomor Dae Gil tidak aktif lagi. In Ha jadi takut kalau Dae Gil berubah pikiran mendadak. Tapi, Moo Jin tidak berpendapat demikian, karena sebelum hubungan telepon mati, terdengar suara tabrakan. Dan dia jadi merasa ada hal buruk yang terjadi. Perasaannya tidak enak.
--
Det. Park dan det. Kim ternyata berada di depan rumah duka, mereka mengintai Mr. Ice yang mungkin akan datang ke pemakaman ibunya. Tapi, sudah seharian mereka tunggu dan bahkan sampai sekarang, Mr. Ice tidak muncul sama sekali. det. Kim bahkan berkomentar kalau Dae Gil pasti tidak melakukan banyak hal baik di masa lalu, karena Dae Gil kan pernah menjadi detektif, harusnya ada banyak orang yang datang tapi hanya sedikit yang datang.

Det. Park menerima telepon dari Moo Jin. Dan dia menangkatnnya. Tapi, saat itu, dia terus memperhatikan seorang pria yang baru keluar dari rumah duka dan tampak mencurigakan. Dan begitu mendengar apa yang di katakan Moo Jin, det. Park langsung berteriak menyuruh det. Kim untuk masuk ke dalam rumah duka dan memeriksa apakah Dae Gil ada di dalam.
--
Esok hari,
Moo Jin mengebut menuju suatu tempat dan raut wajahnya tampak sangat marah.
Sementara In Ha, dia pagi-pagi sudah berada di rumah sakit. Dia melihat wajah Sun Ho, dan teringat ucapan Eun Joo. Ucapan Eun Joo yang berkata akan melindungi putranya, Joon Seok dan dia bukanlah lagi Seo Eun Joo tapi ibu Joon Seok.
In Ha berusaha menahan amarahnya dan berulang kali menarik nafas untuk menenangkan dirinya.
--
Det. Kim dan det. Park sudah kembali ke kantor polisi. Dan wajah keduanya juga tampak marah dan stress. Det. Kim berkata kalau ada pintu keluar di belakang rumah duka tersebut dan dia tidak menyangka kalau Dae Gil akan pergi dari rumah duka saat subuh-subuh buta. Det. Park tampak sangat marah dan menyuruh Det. Kim untuk menelpon polisi lokal daerah sana dan minta agar kasus Dae Gil di alihkan pada mereka. Dan dapatkan juga riwayat telepon ponsel Dae Gil serta CCTV di sekitar daerah kejadian.
Saat itu, Moo Jin juga tiba di sana dan langsung menghampiri det. Park.
--
Di rumahnya, Jin Pyo menyiram tanaman (ingat saat Eun Joo menggila dan hendak mengubur lipstick nya di temukannya di kamar Joon Seok. Dia kan mau nguburnya di tanaman itu) dan melihat ke langit. Wajahnya sulit di baca.
--
Moo Jin berkata pada det. Park kalau itu pasti bukan tabrak lari. Karena kejadian itu terjadi tepat saat Dae Gil menelponnya dan berkata kalau dia akan memberitahu kebenaran mengenai insiden Sun Ho. det. Park setuju, karena dia juga merasa kalau itu bukan tabrak lari sederhana. Mereka juga menemukan truk pelaku yang di tinggalkan dan truk tersebut adalah truk curian. Sidik jari di truk tersebut juga sudah di bersihkan. Dan tampak jelas kalau itu di lakukan oleh orang profesional.
“Seperti yang ku katakan pada Anda di telepon, kami tidak melihat Dae Gil pergi dari rumah duka. Aku tebak dia mencoba lari dari seseorang.”
“Maksud Anda, dia di ikuti?” tanya Moo Jin.
“Ya. Kami sedang mengidentifikasi mobil yang mengikuti Tn. Shin. Dan kami akan menangkap terduga begitu kami menemukannya.”
Moo Jin masih bertanya, apakah det. Park sudah memeriksa apartemen Dae Gil? Mungkin saja diary Sun Ho dan ponselnya ada di sana. Det. Park langsung menjawab kalau dia sudah mencarinya begitu mendengar insiden Dae Gil, tapi mereka tidak menemukan apapun. Bagaimanapun Dae Gil adalah mantan detektif, dan jika dia menyaksikan insiden Sun Ho dan setuju untuk menutupi bukti dia pasti sudah menyembunyikan bukti itu di suatu tempat. Tapi, dia pasti akan berusaha menemukannya.
Moo Jin benar-benar emosi dan beranjak pergi. det. Park langsung berteriak memanggilnya. Dia meminta Moo Jin tidak emosi, dan dia juga tahu siapa yang Moo Jin curigai, tapi mereka tidak bisa melakukan apapun tanpa menemukan bukti. Moo Jin semakin emosi, dia sudah lelah mendengar kata-kata ‘bukti’ dan ‘tunggu’ dan seterusnya.
“Aku tahu ini kesalahanku. Jika saja kami tidak langsung puas dengan hasil penyelidikan waktu pertama kali, pasti hasilnya tidak akan seburuk ini. Aku minta maaf,” ujar det. Park dengan tulus.
Dan Moo Jin menghela nafas dalam.
--
Eun Joo sedang menyiapkan sarapan. Saat itu, Jin Pyo menghampirinya dan berkata kalau mereka akan mengirim Joon Seok ke UK minggu depan. Eun Joo tentu kaget karena minggu depan terlalu cepat, dan mereka bahkan belum mengurus surat-suratnya. Tapi, Jin Pyo berkeras kalau akan mengirim Joon Seok sebelum Joon Seok semakin lemah (mentalnya).
“Shin Dae Gil mati,” beritahu Jin Pyo.
Eun Joo terkejut mendengarnya.
--
Det. Park dan det. Kim terus melihat CCTV yang merekam peristiwa tabrakan Dae Gil. Dan penabrak saat keluar dari dalam truk, menelpon seseorang. Dari yang terekam di CCTV, penelpon mengangkat telepon dengan tangan kiri. Det. Kim berkomentar kalau orang itu sangat pemberani karena dia tahu ada kamera dan masih berani melakukan hal tersebut.
Dan saat itu, terekam ada sebuah mobil yang mendekat ke sana. Det. Park langsung bertanya pada det. Kim, apakah penelpon adalah orang di dalam mobil itu? det. Kim berkata tidak, yang menelpon adalah dari rumah perawatan dan penelpon menelpon di TKP. Det. Park langsung memerintahkan untuk menyelidiki plat nomor mobil tersebut.
Saat itu, reporter Choi datang dengan emosi setelah mendengar yang terjadi pada Dae Gil. Det. Park menyuruhnya untuk diam dan mereka akan bicara nanti. Tapi, rep. Choi terus saja berteriak dan bahkan berkata kalau semua adalah perbuatan Oh Jin Pyo.
Det. Park akhirnya tidak sabar dan menarik rep. Choi ke arahnya. Dia berbisik penuh marah, berkata kalau mata dan telinga Oh Jin Pyo ada di sini (mata-mata).
--
Eun Joo terkejut mendengar Jin Pyo menjelaskan kalau Dae Gil mengalami kecelakaan tabrak lari. Dia tidak percaya, dan bertanya apa itu benar-benar tidak ada hubungannya dengan Jin Pyo? Jin Pyo menyuruh Eun Joo untuk tidak berpikir macam-macam, dia memiliki mata-mata di kepolisian, itulah kenapa dia bisa tahu hal itu.
Dan juga, karena ini adalah tabrak lari, detektif akan memeriksa riwayat telepon Dae Gil. Dan ketika mereka memeriksanya, mereka pasti akan menemukan mengenai Dae Gil yang menelponnya saat hari kejadian Sun Ho, dan juga saat Eun Joo menelpon Dae Gil. Eun Joo jadi cemas.
“Jangan khawatir. Ponsel Shin Dae Gil hilang,” beritahu Jin Pyo. “Mereka tidak akan menemukan apapun selain riwayat telepon dan riwayat SMS.”
“Darimana kau tahu kalau ponselnya hilang?” tanya Eun Joo penuh kecurigaan.
Dan Jin Pyo kembali berkata kalau dia memiliki mata-mata di kepolisian. Eun Joo menatapnya dengan curiga. Dan Jin Pyo bertanya lagi, apakah Eun Joo pernah mengirimkan pesan pada Dae Gil? Eun Joo menjawab tidak ada.
“Baguslah. Kuatkan dirimu dan katakan sesuai yang ku katakan,” ujar Jin Pyo.
Mereka tidak sadar kalau Joon Seok mendengar semua pembicaraan mereka dari sela pintu kamarnya.
-Orang yang berada di Tepi Jurang-
In Ha pulang ke rumah, dan Soo Ho menyambutnya. Soo Ho bertanya apa In Ha baru dari rumah saki? In Ha membenarkan. Dan tiba-tiba, dia meminta Soo Ho untuk memeluknya. Dan tanpa bertanya, Soo Ho langsung memeluk ibunya. Soo Ho berkata kalau dia menyukai aroma In Ha. In Ha balas berkata kalau dia juga menyukai aroma Soo Ho.
“Apa sesuatu yang buruk terjadi?” tanya Soo Ho.
“Ya.”
“Apa itu?”
“Sulit untuk membicarakannya.”
--
Soo Ho sudah tiba di sekolah bersama dengan Dong Hee. Dia meletakkan sebuket kecil bunga berwarna putih di dalam ruang jaga Dae Gil. Dong Hee berkata kalau Dae Gil adalah orang baik, tetapi Soo Ho berkata kalau Dae Gil bukanlah orang baik. Di hari kejadian Sun Ho, Dae Gil melihat sesuatu tapi memilih untuk diam. 
“Maksudmu, dia berbohong?” tanya Dong Hee.
“Aku rasa begitu.”
“Lalu, kenapa kau di sini? Kau tidak membencinya?” tanya Dong Hee, lagi.
“Aku tidak tahu.”
Flashback
Soo Ho sudah mendengar semuanya dari In Ha. Dan dia merasa marah karena Dae Gil sudah membohongi mereka, padahal dia sudah sangat berterimakasih pada Dae Gil. In Ha berkata kalau dia juga dendam pada Dae Gil, tapi Dae Gil sudah berusaha mengumpulkan keberaniannya. Dae Gil sudah mencoba memberitahu mereka kebenaannya. Dan itu hal yang sangat sulit di lakukan untuk mengakui kesalahan.
“Ibu bilang akan memaafkannya?”
“Memaafkan bukanlah hal yang mudah. Tapi, ibu merasa bersalah padanya. Jadi… ibu memutuskan untuk tidak membencinya. Jadi, ibu tidak ingin kau membencinya atau dendam padanya juga. Ibu harap kau berdoa agar ahjussi bisa pergi ke tempat yang lebih baik.”
“Tidak mau. Aku akan membencinya,” ujar Soo Ho, menahan tangisnya.
End
Tapi, berbeda dengan yang di ucapkannya, Soo Ho berdoa untuk mendiang Dae Gil bersama dengan Dong Hee. 
Joon Seok datang ke sekolah dan wajahnya tampak muram. Dan di depan gerbang, dia bertemu dengan Young Chul. Young Chul langsung bertanya kenapa Joon Seok kemarin tidak ke akademi? Bahkan ponsel Joon Seok kemarin juga mati. Ibu Joon Seok juga menelponnya. Apa terjadi sesuatu?
“Tidak ada,” jawab Joon Seok, cuek.
Young Chul langsung merangkulnya dengan akrab, “Ceritalah padaku. Aku teman baikmu.”
Dan Joon Seok mengibaskan tangannya dengan kasar. Dia melotot pada Young Chul, “Jangan melewati batas.”
Young Chul ketakutan melihat mata Joon Seok. Dia menundukkan kepalanya dengan takut dan meminta maaf.
Ki Chan juga tiba di sekolah. Dari gerbang, dia melihat punggung Joon Seok dan Young Chul. Dan melihat hal itu, semakin membuatnya enggan untuk masuk ke dalam gerbang. Tapi, dia juga tidak bisa bolos.
--

Di kelas, semua sedang heboh membicarakan hal yang di alami Dae Gil. Begitu Joon Seok masuk ke dalam kelas, Sung Jae langsung menghampirinya dan memberitahu kalau Dae Gil sudah meninggal karena kasus tabrak lari. Dan sekarang, semua oran menyebut kalau itu karena ‘Death Note’.
“Orang-orang yang terkait dengan insiden Sun Ho meninggal satu persatu,” ujar Sung Jae penuh ketakutan.
Dan wajah Joon Seok juga tampak takut.
--
Di ruang guru, Sang Bok memberitahu hal yang terjadi pada Dae Gil. Tapi, dia berharap kalau semua guru tetap bisa mengajar seperti biasa, dan usai jam sekolah, mereka akan pergi ke pemakaman Dae Gil. Kang Ho merasa kasihan karena pemakaman istri Dae Gil kan belum selesai juga, jadi siapa yang mengatur pemakaman Dae Gil?
“Saudaranya yang akan memutuskan hal tersebut. Tapi, dir. Oh berkata kalau dia ingin berterimakasih pada tn. Shin untuk pelayanannya terhadap sekolah, dan menawarkan untuk membayar semua biaya pemakaman dari uangnya sendiri,” beritahu Sang Bok.

Jin Woo tiba-tiba berteriak kalau dia mendengar itu adalah tabrak lari, apa pelakunya sudah tertangkap? Dan Sang Bok langsung menyuruh Jin Woo untuk tidak banyak bertanya. Dia menyuruh Jin Woo jadi detektif saja daripada jadi guru. Dia memperingatkan semunya agar fokus memperhatikan pada murid saja dan pastikan para murid dapat berkosentrasi untuk belajar.
“Tn. Shin Kang Ho, aku akan menemani dir. Oh untuk melayat, kau ikut dengan kami,” perintah Sang Bok.
“Ya. Saya mengerti.”
Setelah Sang Bok pergi, Nn. Ham menghampiri Jin Woo. Dia tidak menyangkan hal seperti ini akan terjadi. Memang benar, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok.
--
Joon Ha terkejut karena In Ha ingin menghadiri pemakaman Dae Gil. In Ha memberitahu kalau Moo Jin yang akan pergi duluan ke pemakaman, baru nanti menelponnya. Joon Ha tidak setuju kalau In Ha ke sana. Menurutnya, jika saja Dae Gil memanggil 911 sedikit lebih cepat, Sun Ho tidak mungkin akan koma. Dan dia tidak bisa memaafkan Dae Gil sama sekali walaupun Dae Gil telah menyesali perbuatannya.
“Aku melakukan ini bukan karena aku memaafkannya.”
“Lalu kenapa eonni ingin ke sana?”
“Berdasarkan yang dia lakukan, dia masih mengumpulkan keberaniannya untuk Sun Ho sebelum dia meninggal. Aku tidak ingin membencinya demi Sun Ho.”
“Apa yang demi Sun Ho?”
“Jika aku mengosongkan kebencian yang ku miliki di dalam hatiku, sebuah kejaiban mungkin akan terjadi pada Sun Ho. Waktu terus berjalan, aku sangat takut saat memikirkan kalau Sun Ho mungkin tidak akan pernah bangun. Memikirkan hal itu membuatku merinding. Jika aku membenci dan mendendam, aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada Sun Ho.”
Joon Ha tentu sedih mendengar perkataan In Ha. Seharusnya, In Ha tidak perlu merasakan apapun untuk orang-orang yang telah berbuat salah. Dia berteriak menyuruh In Ha untuk tidak pergi.
--

Moo Jin ada di arena pemakaman. Dia menatap foto Dae Gil yang terpajang. Saat itu, seorang pria masuk ke dalam, dan Moo Jin memberikan salam. Dia bertanya apakah pria itu adalah pemimpin pemakaman? Pria itu menjawab kalau dia juga tidak yakin apakah dia layak di panggil seperti itu karena dia adalah sepupu Dae Gil. Moo Jin bertanya, bukankah Dae Gil memiliki seorang putra?
Pria itu memberitahu kalau putra Dae Gil tidak bisa di hubungi. Dae Gil juga mempunyai seorang putri, tapi putrinya tinggal di luar negeri dan tidak bisa kemari.
Mendengar hal tersebut, membuat Moo Jin merasa sedih sekaligus kasihan pada Dae Gil. Saat itu, dia melihat papan bunga berisi ucapan bela sungkawa dari Jin Pyo di antarkan masuk ke dalam rumah duka.
--
Moo Jin datang ke sekolah dan langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Jin Pyo. Sekretaris Jin Pyo berusaha melarangnya masuk karena Moo Jin belum membuat janji temu, tapi Jin Pyo membiarkan Moo Jin untuk bicara dan menyuruh sekretarisnya keluar.
Jin Pyo menyapa Moo Jin dengan ramah dan hal itu membuat emosi Moo Jin semakin tersulut. Dia berteriak penuh emosi  : “Bagaimana bisa kau membunuh orang! Kau bukan manusia. Tidak ada satupun manusia yang akan melakukan hal seperti ini! bagaimana bisa kau membunuh oran?!”
Saat itu, Sang Bok dan Kang Ho yang sedang menuju ruangan Jin Pyo, mendengar teriakan Moo Jin tersebut.

Moo Jin benar-benar emosi melihat Jin Pyo dan bahkan berkata akan membuat Jin Pyo masuk ke dalam penjara bagaimanapun caranya. Tapi, Jin Pyo tidak takut dan berkata agar Moo Jin pergi ke rumah sakit jiwa saja sebelum orang-orang berkata kalau Moo Jin menjadi gila karna Sun Ho.
Moo Jin emosi dan meninju pipi Jin Pyo. Dia bahkan mendorong Jin Pyo ke dinding, dan memaki Jin Pyo sebagai sampah. Mendengar suara ribut-ribut, Sang Bok dan Kang Ho menerobos masuk ke dalam. Kang Ho kemudian berusaha melerai Moo Jin dan Jin Pyo.
Dan pada akhirnya, Moo Jin berjalan lunglai pergi dari ruang kantor Jin Pyo.
Di dalam ruangannya, Jin Pyo merasa sangat kesal. Sementara Sang Bok sibuk menjiat menanyakan keadaan Jin Pyo dan menawarkan diri untuk melaporkan apa yang Moo Jin lakukan ke polisi. Jin Pyo menjawab tidak perlu. Tapi, Sang Bok terus bertanya, hingga Jin Pyo berteriak menyuruhnya diam. Dia tidak ingin ada siapapun yang tahu apa yang terjadi.
“Kita akan melayat besok saja,” ujar Jin Pyo.
--

Kang Ho kembali ke ruang guru dan dia memberitahu apa yang terjadi di ruangan Jin Pyo pada Jin Woo. Kang Ho bercerita dengan semangat dan berkata kalau benar yang di katakan orang-orang untuk tidak pernah memancing amarah orang baik. Jin Woo heran, apa yang membuat ayah Sun Ho begitu marah.
“Aku juga tidak begitu tahu. Tapi, tn. Park berkata hal aneh.”
“Hal aneh?”
“Dia bertanya, bagaimana bisa kau membunuh orang,” bisik Kang Ho. “Dia bicara seorang pak direktur benar-benar membunuh orang.”
“Apa kau yakin itu yang di katakan ayah Sun Ho?”
“Ya. Ini hanya dugaan ku. Itu… siapa orang pertama yang menemukan Sun Ho? itu adalah penjaga sekolah kan? Itulah yang ku maksudkan. Mungkin Joon Seok ada di atap…” dan Kang Ho berhenti bicara. “Tidak ada. Tidak ada. Berpura-puralah kau tidak mendengar apapun,” ujarnya dan beranjak keluar.
Jin Woo jadi curiga dan memikirkan dugaan Kang Ho.
--
Moo Jin pergi menemui Dong Soo. Dan Dong Soo terkejut melihat Moo Jin yang datang ke mini market dan di lehernya ada bekas memar. Dia terkejut karena Moo Jin berkelahi. Moo Jin tidak bisa membantah, dia berkelahi tapi itu tidak membenarkan perbuatannya untuk menggunakan kekerasan.
“Tapi, dengan siapa Anda berkelahi?” tanya Dong Soo.
“Seorang pria yang bahkan bukan manusia.”
“Anda menang? Pak guru harus menang jika memukul orang yang bukan manusia.”
“Aku kalah ketika aku memukul orang yang bukan manusia.”
“Pak guru tidak kalah. Pak guru menang. Aku mengenal pak guru. Jika Pak guru berkelahi, itu artinya ada alasan baik di balik itu.”
Moo Jin sedikit tersenyum mendengar ucapan Dong Soo.
--
In Ha pergi ke sekolah dan masuk ke dalam ruang jaga Dae Gil. Dia melihat – lihat sekitar ruangan itu, berharap ada sesuatu. Saat itu, Jin Woo melihatnya dan bertanya tujuan kedatangan In Ha. In Ha menjelaskan kalau dia datang untuk memeriksa mana tahu ada sesuatu.    
“Oh. Aku juga mampir kemari karena merasa ada yang sedikit janggal.”
“Aku minta maaf karena sudah datang tanpa permisi.”
“Tidak apa. Aku sebenarnya ingin menghubungi Anda.”
--

In Ha berjalan cepat ke rumah sakit. Dan dia menghela nafas lega karena Moo Jin ada di rumah sakit. Dia memeriksa wajah Moo Jin. Dia sudah mendengar yang terjadi pada Moo Jin dari Jin Woo. Dan seperti biasa, dia berusaha menyemangati Moo Jin. (Panjang sih kata-kata semangatnya, jadi nggak ku ceritakan panjang lebar). Intinya In Ha menyemangati Moo Jin untuk tidak down, sama seperti Moo Jin menyemangatinya agar tidak down. Dia bahkan menyuruh Moo Jin untuk beristirahat sebentar jika lelah dan bersandar padanya.
Soo Ho yang juga datang ke rumah sakit, melihat kedua orang tuanya dari balik pintu dan tersenyum tipis.
--

Di kantor polisi,
Det. Kim memberitahu identitas dari orang yang mengikuti Dae Gil. Namanya adalah Jo Heung Gil. Bodyguar dari ketua kolongmerat. Dia pernah terkena kasus kekerasan dan di hukum. Dan sekarang sedang menjalankan bisnis dealer mobil bekas. Det. Park dapat menduga kalau bisnis itu hanyalah kamuflase dan Heung Gil diam-diam menerima uang untuk mengatas masalah-masalah orang kaya.
Mereka mewawancarai Heung Gil. Det. Park memberitahu kalau dari kamera CCTV di SMP Seah, terekam Heung Gil yang sedang mengejar taksi yang Dae Gil tumpangi. Heung Gil beralibi kalau dia sedang menunggu Dae Gil untuk minum bersama, tapi tiba-tiba Dae Gil naik taksi, jadi dia refleks mengikuti. (Heung Gil menyebut Dae Gil dengan panggilan Hyung-nim).
“Kami saling mengenal. Aku bertemu dengannya ketika dia bekerja sebagai dekektif.”
“Pada jam 2 pagi sampai 4 pagi, 2 hari yang lalu, Anda ada dimana?”
“Di pemakaman. Kenapa Anda tidak memeriksa CCTV saja?”
Wawancara sudah selesai, dan det. Park benar-benar kesal karena Heung Gil sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Dia langsung meminta detektif lain untuk terus mengawasi Heung Gil dan periksa dia bertemu dengan siapa saja.
Det. Kim menghampiri det. Park dan memberikan data riwayat telepon Dae Gil. Det. Park langsung memeriksanya. Dan dia menemukan sesuatu.
--
Seok Hee pergi ke toko Hoho untuk mengantarkan obat herbal. Dia menitipkannya pada Joon Ha, dan memintanya untuk menyerahkannya pada In Ha, karena dia merasa In Ha tidak terlihat sehat akhir-akhir ini. Joon Ha berterimakasih.
“Jangan berterimakasih. Aku merasa malu atas apa yang sudah ku lakukan.”
“Kau seperti ini lagi.”
“Aku akan terus seperti ini selamanya. Tapi, aku akan tetap ada di pihak ibu Sun Ho.”
Dan tiba-tiba, Seok Hee membahas mengenai kejadian yang di alami oleh Dae Gil. Dia merasa kasihan. “Harusnya aku menyapanya saat berjumpa waktu itu jika aku tahu hal ini akan terjadi.”
“Apa maksunya, waktu itu?” tanya Joon Ha penasaran.
“Dua hari setelah insiden Sun Ho, aku melihatnya di stasiun kereta. Tapi, aku sangat sibuk hari itu, jadi aku melewatinya begitu saja.”
Setelah selesai cerita, Seok Hee pamit pergi. Joon Ha juga hendak kembali mengatur kue, tapi dia terpikir sesuatu dan memanggil Seok Hee.
“Satpam itu, apa kau berpas-pasan dengannya di stasiun kereta?”
“Ya. Dia mengambil sesuatu dari dalam loker. Kenapa?”
“Apa yang dia ambil?”
“Kelihatannya seperti tas.”
--
Det. Park dan det. Kim kembali berkunjung ke rumah Eun Joo untuk menemui Jin Pyo dan juga Eun Joo. Ada hal yang harus mereka tanyakan. Eun Joo sendiri tampak sangat cemas, dan terus meremas jemari tangannya.
Det. Park menanyakan mereka mengenai kedekatan mereka dengan Dae Gil. Karena dari riwayat telepon, mereka mendapati, di hari insiden Sun Ho, Dae Gil menghubungi Jin Pyo. Dan juga, Eun Joo berulang kali menelpon Dae Gil setelah insiden itu.
Jin Pyo masih bisa tenang. Dia berkata kalau dia memang bicara dengan Dae Gil malam itu di telepon.
--
Joon Ha pergi ke stasiun kereta yang di ceritakan Seok Hee. Dia memeriksa letak loker kereta dan melihat ada beberapa CCTV yang mengarah ke loker tersebut.
--
Jin Pyo beralibi kalau setelah menemukan Sun Ho, Dae Gil panik dan meneleponnya. Dae Gil memberitahunya kalau seorang murid melakukan bunuh diri.
Det. Park kembali bertanya, kenapa Dae Gil menelpon Jin Pyo terlebih dahulu sebelum menelpon 911? Jin Pyo balik tanya, apa masalahnya? Dan det. Park langsung menjelaskan kalau biasanya orang akan menghubungi 911 sebelum menghubungi orang lain.
“Kalau begitu, kau seharusnya menanyakan pertanyaan itu pada satpam (Dae Gil) sendiri,” jawab Jin Pyo dengan tenang.
Dan det. Park mulai membacakan pernyataan Dae Gil pada polisi yang mengatakan dia langsung menelpon 911 tepat setelah menemukan tubuh Sun Ho. Kenapa Dae Gil tidak memberitahu kalau dia menelpon Jin Pyo?
“Mungkin dia berpikir kalau itu tidaklah penting,” jawab Jin Pyo.  
Det. Park masih terus bertanya karena merasa hal itu aneh. Kan kalau panik, harusnya Dae Gil menelpon kepala sekolah atau sejenisnya, tapi kenapa menelpon seorang direktur? Jin Pyo kembali beralasan kalau di sekolah itu tidak memandang posisi. Semua pegawai mempunyai nomor ponselnya.
Dan det. Park kali ini menanyakan pada Eun Joo, kenapa menelpon Dae Gil berulang kali?
--
Moo Jin dan In Ha berjalan bersama ke toko. Dan In Ha bingung karena toko di tutup. Pas sekali, Joon Ha menelponnya. Dia segera meminta In Ha menelpon detektif karena dia ingin memeriksa sesuatu tapi butuh surat pemeriksaan.
--
Eun Joo beralasan kalau dia menelpon Dae Gil karena penasaran mengenai yang terjadi pada Sun Ho. Dia merasa tidak enak jika bertanya langsung pada ibu Sun Ho yang sedang bersedih karena yang di alami Sun Ho. Dan dia juga berkata kalau dia tidak ingat berapa kali menelpon Dae Gil saat itu.
“Apa hubungannya telepon kami dengan kasus tabrak lari?” tanya Jin Pyo.
“Dia menelpon orang tua Sun Ho sebelum kecelakaan tersebut. Dia bilang, dia akan memberitahu dan mengungkap semua rahasia yang di sembunyikannya mengenai apa yang terjadi pada Sun Ho. Dan itulah saat dia mengalami kecelakaan.”
Eun Joo terkejut mendengarnya dan memandang Jin Pyo. Det. Park dan det. Kim menyadari tatapannya pada Jin Pyo tersebut. Sementara Jin Pyo menyuruh mereka pergi karena dia sudah memberikan semua keterangan.
--
Det. Park dan det. Kim akhirnya keluar dari rumah Jin Pyo. Dan mereka bisa melihat kalau sepertinya kejadian tabrak lari itu adalah yang di lakukan Jin Pyo dan Eun Joo tampaknya tidak tahu apapun. Mereka sangat frustasi.
Saat itu, Det. Park mendapat telepon dari Moo Jin. Moo Jin memberitahu mengenai yang dia dengar dari In Ha, yang dilaporkan Joon Ha yang dia ketahui dari Seok Hee.



No comments:

Post a Comment