Sunday, May 19, 2019

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 14 – 1

0 comments

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 14 – 1
Images by : jTBC
Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden dalam drama ini fiktif
In Ha dan Moo Jin akhirnya berhasil menemukan ponsel Sun Ho yang selama ini menghilang. Mereka kembali menemukan harapan baru.
--
Eun Joo berada di kamar Joon Seok dan sibuk mengemas semua baju Joon Seok ke dalam koper. Joon Seok yang melihat hal tersebut tampak marah.
--
In Ha dan Moo Jin segera menggunakan power bank untuk mengisi daya ponsel Sun Ho yang mati. Untunglah ponsel tersebut belum rusak.
--
Eun Joo menjelaskan pada Joon Seok untuk mengemas semua barangnya dan dia akan mengurus sisanya nanti. Joon Seok tampak marah karena mendadak dia akan berangkat besok. Dia tidak mau pergi karena Jin Pyo berkata kalau semua akan baik-baik saja. Jadi, untuk apa dia kabur? Dia tidak mau.
Eun Joo berusaha menjelaskan kalau dia bukannya menyuruh Joon Seok kabur, tapi jadwal Joon Seok keluar negeri hanyalah di majukan beberapa hari lebih cepat. Dan itu adalah yang di putuskan oleh Jin Pyo. Tapi, Joon Seok terus saja menolak hingga membuat Eun Joo berteriak agar Joon Seok mendengarkannya saja.
“Kenapa aku harus kabur karena hal yang ibu lakukan?!”
“Apa yang kau bicarakan?”
“Aku dengar satpam sekolah meninggal karena tabrak lari.”
“Jadi?” tanya Eun Joo. “Apa kau… tidak mungkin.”
“Hanya ibu yang bisa melakukan hal itu,” tuduh Joon Seok. “Apa aku salah?”
“Bagaimana bisa… bagaimana bisa kau berpikir begitu?” tanya Eun Joo terkejut, karena Joon Seok berpikir kalau dia yang merencanakan tabrak lari Dae Gil. “Tidak. Tidak Joon Seok.”
Tapi, sama seperti Eun Joo yang tidak mempercayai Joon Seok, demikian juga Joon Seok tidak mempercayai Eun Joo sama sekali.
--

Ponsel Sun Ho sudah menyala, dan mereka menemukan rekaman pembicaraan Sun Ho dan Joon Seok di atap gedung sekolah pada malam kejadian. Mendengar rekaman tersebut, membuat mereka sangat terguncang. Apa yang mereka pikirkan selama ini benar. Sun Ho tidaklah bunuh diri.
--
Joon Seok membanting barang yang ada di kamarnya setelah Eun Joo keluar. Eun Joo sendiri tampak terguncang karena Joon Seok ternyata menilainya sebagai orang mengerikan yang bisa melakukan apapun.
--
In Ha sampai terjatuh lemas, mendengar rekaman pembicaraan tersebut.
-Hukum Lingkaran-
Tangan In Ha bergetar saat menuang air ke dalam gelasnya. Dia teringat rekaman lain yang di dengarnya di ponsel Sun Ho, adalah saat Eun Joo memohon agar Dae Gil membantunya untuk tutup mulut dan dia akan melakukan apapun yang Dae Gil inginkan.
Ponsel Sun Ho tersebut telah di bawa Moo Jin untuk di serahkan pada det. Park dan det. Kim. Mereka sama-sama mendengar isi rekaman tersebut.
--
Eun Joo kembali meminum obat penenang. Kali ini, dia meminum obat itu dengan bir. Dia benar-benar telah kehilangan semangat hidupnya. Jin Pyo yang melihatnya, menyuruhnya untuk tidak minum lagi. Dia telah menelpon komisiaris polisi, dan komisiaris bilang akan menutup kasus itu. Jadi, jangan mengkhawatirkan apapun lagi.
“Aku tidak bisa tinggal jika tetap sadar. Aku harus minum (alkohol) agar bisa bernapas.”
“Tidak sekarang. Setelah semuanya usai, aku tidak peduli apapun yang akan kau lakukan. Bertahanlah hingga saat itu,” tegas Jin Pyo dan beranjak ke kamarnya.
Tapi, Eun Joo kembali meminum bir-nya.
--

Moo Jin memberitahu det. Park kalau pesan-pesan penuh ancaman dari anak-anak lain juga masih ada di dalam ponsel Sun Ho. det. Park segera memerintahkan det. Kim agar ponsel itu di berikan kepada forensik data digital. Dan juga keluarkan surat untuk membawa Eun Joo dan Joon Seok.
“Kami akan menginvestigasi semuanya termasuk yang sudah di hapus juga. Termasuk yang ada di ponsel Joon Seok,” jelas det. Park pada Moo Jin.
“Akankah Joon Seok di interogasi oleh Divisi Wanita dan Remaja?”
“Tidak. Karena kita mempunyai bukti audio yang memberatkan, kami akan membuat kasus ini menjadi kasus hukum.”
“Tidak akan mudah membuktikan tujuannya hanya dengan sebuah file audio. Jika Joon Seok terus berkeras jika itu adalah kecelakaan, maka akan bagaimana?”
“Kau pikir Joon Seok mempunyai niat membunuh?” tanya det. Park balik.
“Hanya berdasarkan file audio, aku tidak terlalu yakin.”
“Tapi jelas kalau Seo Eun Joo menutupi sesuatu. Kami akan menginterogasinya dan Joon Seok kemudian memberitahu Anda hasilnya.”
Moo Jin berterimakasih. Dan dia kemudian memberitahu hal yang tidak di beritahunya dari kemarin, yaitu dia bertemu dengan orang tua Dae Hee. Dari rekaman di audio, dia merasa kalau Da Hee memberitahu Sun Ho kalau Joon Seok melecehkannya, tapi orang tua Da Hee mengatakan hal lain.
--
Da Hee berada di dalam kamarnya. Dia meringkuk ketakutan di sudut kamar. Dan di depannya, terbuka surat Soo Ho yang di bacanya tadi sore.
--
In Ha ke rumah sakit dan memberitahu Soo Ho serta Joon Seok kalau mereka sudah menemukan ponsel Sun Ho. Dan di dalam ponsel tersebut ada bukti. Soo Ho sangat bersemangat, dan bertanya apa benar kalau Joon Seok ada di atap bersama Sun Ho hari itu? Itu semua bukan kecelakaan-kan?
“Kita tidak bisa mengatakan hal itu,” jawab In Ha.
“Tapi, itu bukti kalau Joon Seok ada di sana bersama oppa,” ujar Soo Ho.
“Benar.”
“Lalu, kita bisa mengungkap semuanya kan? Kita sudah punya bukti, jadi kita bisa membersihkan nama oppa, kan?”
“Ya.”
Soo Ho sangat bahagia mendengarnya dan langsung memeluk In Ha dengan erat. Akhirnya, mereka bisa membuktikan kalau Sun Ho tidaklah bunuh diri. Soo Ho kemudian bicara pada Sun Ho kalau mereka akan segera bisa mengungkapkan semuanya, jadi Sun Ho bisa segera bangun. Dia meminta agar oppa-nya terus bersemangat.
Soo Ho kemudian teringat, dia harus memberitahu Dong Hee.
--
Dong Soo pulang ke rumah dan melihat Dong Hee yang berdiri di depan menatap langit.
“Aku kira tidak ada Tuhan di dunia ini. Tapi, ternyata ada,” ujar Dong Hee.
“Apa yang kau bicarakan?”
“Mereka menemukan ponsel Sun Ho,” beritahu Dong Hee. “Dan ada bukti juga di dalam ponsel itu.”
Dong Soo ikut senang mendengarnya. Dan dia yakin kalau Moo Jin juga pasti bisa sedikit lega.
“Oppa. Ada sesuatu yang ingin ku lakukan. Aku akan menjadi guru,” beritahu Dong Hee.
“Kenapa menjadi guru?”
“Apa yang salah dengan menjadi guru?”
“Bukankah kau lelah menghadapi sekolah? kau tidak mempunya memori indah mengenai sekolah.”
“Aku bisa menjadi guru yang memberikan murid-murid memori indah sekolah. Seperti ayah Sun Ho.”
“Jika kau menjadi seperti pak guru Park, kau akan selalu kehilangan.”
“Jangan bicara seperti itu padahal oppa menyukai pak guru,” tegur Dong Hee.
Dong Soo malu dan membantah hal itu. Dia segera mengalihkan dengan berujar lapar dan menyuruh Dong Hee untuk masuk ke dalam rumah. Dong Hee tersenyum tipis mendengar ucapan oppa-nya.
--
Esok hari,
Barang-barang Joon Seok sudah di masukkan ke dalam mobil oleh supir. Hari ini, Eun Joo akan mengantarkan Joon Seok ke airport. Jin Pyo melihat mereka. Pas sekali, Eun Joo menerima telepon dari det. Park. Jin Pyo segera memerintahkannya untuk tidak mengangkat telepon tersebut. Telepon saja balik setelah kembali dari bandara.
Eun Joo menurut. Tapi, det. Park ternyata menelpon ke ponsel Jin Pyo. Jin Pyo dengan kesal mengangkat telepon tersebut. Dan dia terkejut saat Det. Park berkata akan melakukan panggilan hukum ke kantor polisi.
“Aku berada di depan rumah Anda sekarang,” beritahu det. Park. “Sepertinya kau akan pergi ke suatu tempat. Istri Anda harus ikut dengan kami ke kantor polisi. Joon Seok juga harus datang.”

Jin Pyo menghela nafas kesal. Eun Joo panik dan bertanya ada apa. Tapi, Jin Pyo tidak menjawab dan wajahnya tampak marah. Dia segera menelpon Komisiaris Lee Seong Min untuk meminta bantuan. Dia memberitahu kalau det. Park ada di depan rumahnya, dan apa yang terjadi sebenarnya?
--
Jin Woo tampak terburu-buru keluar dari apartemennya dan mengemudi kan mobilnya ke suatu tempat.
--

Moo Jin dan In Ha berada di rumah sakit. Jin Woo datang tidak lama kemudian dan bertanya ada apa?
--

Eun Joo berada di ruang interogasi bersama pengacaranya. Dia terus meremas ponselnya dengan cemas. Det. Park masuk ke dalam ruang interogasi.

Flashback
Sebelumnya, di rumah, Jin Pyo sudah memberitahu Eun Joo kalau ponsel Sun Ho sudah di temukan. Dan di ponsel itu ada rekaman pembicaraan Joon Seok dengan Sun Ho dan juga pembicaraan Eun Joo dengan Shin Dae Gil. Eun Joo panik dan takut akan terjadi sesuatu pada Joon Seok.
“Jika kau ingin melindungi Joon Seok, kau harus melakukan apa yang ku katakan. Polisi akan mencoba menemukan apakah itu adalah kecelakaan tidak di sengaja atau di sengaja.”
End
Eun Joo memberikan penjelasannya. Dia tidak bisa berpikir dengan rasional di situasi saat itu. dia tahu kalau itu kecelakaan, tapi dia sangat takut dan terkejut. Jadi, dia tidak bisa berpikir benar.
“Jadi, kau membuatnya seperti bunuh diri?” tanya det. Park.
Eun Joo membantah hal tersebut. Dia hanya meletakkan sepatu Sun Ho di atap, tetapi dia tidak mengikat tali sepatu Sun Ho. Dan juga, dia tidak tahu kalau Dae Gil melenyapkan rekaman CCTV. Dia tidak bisa berpikir sampai segitu saat berada di situasai saat itu. Dia baru tahu kemudian kalau Dae Gil ternyata melenyapkan rekaman CCTV.
Det. Park berteriak marah agar Eun Joo tidak berusaha menimpakan semua kesalahan para orang yang telah meninggal. Yang perlu Eun Joo lakukan sekarang, hanyalah jujur. Dan Eun Joo menyakinkan kalau dia jujur. Saat itu, dia bahkan menelpon 911 untuk melaporkan, tetapi tiba-tiba dia teringat dengan Joon Seok dan akhirnya memutuskan untuk melihat keadaan Joon Seok terlebih dahulu. Pengacara Eun Joo menambahkan kalau 911 mempunya data panggilan Eun Joo. Dan det. Park bisa memeriksanya.
“Apapun kasus-nya, kau masih bertujuan menutupi apa yang terjadi. Kau memberikan uang pada Shin Dae Gil, dan membuatnya mengatasi masalah itu.”
“Itu benar kalau aku memberikannya uang. Tapi, aku tidak pernah memintanya mengurus segalanya. Semua yang ku inginkan adalah meninggalkan lokasi. Aku tidak berpikir terlalu jauh mengenai apa yang harus ku lakukan dengan CCTV dan tali sepatu.
“Apa kau pernah memberikannya uang setelah yang terjadi?”
“Dia di ancam oleh Shin Dae Gil,” ujar pengacara.
“Kau di ancam?” tanya det. Park sinis.
“Ny. Seo tidak punya pilihan selain memberikan uang padanya demi masa depan anaknya.”
“Kau punya bukti yang membuktika kau di ancam?”
“Itu…”
“Aku bertanya pada ny. Seo,” teriak det. Park pada pengacara.
“Aku tidak punya bukti. Tapi itu benar. Dia mengancam akan mengungkapkan segala yang ada di ponsel itu jika aku tidak membayarnya.”
“Kau tidak bisa melimpahkan semua kesalahan pada orang yang sudah meninggal,” tegas det. Park. “Semunya sudah sampai sejauh ini… karena para orang dewasa berusaha menutupi apa yang terjadi di antara anak-anak. Jika kau melalporkan situasi ini, Sun Ho pasti akan berada di sekolah saat ini. Joon Seok juga tidak harus mengalami hal seperti ini. Kau harus jujur demi putramu.”
Eun Joo menangis. “Ini semua salahku. Joon Seok tidak tahu apapun. Aku tahu… apa yang ku lakukan salah. Tapi, aku tidak berpikir benar saat itu. Aku seorang ibu, jadi aku hanya memikirkan Joon Seok. Aku pikir… tidak ada satupun yang akan percaya jika itu adalah kecelakaan. Jadi, aku melakukannya untuk Joon Seok. Semua adalah salahku. Aku yang melakukannya. Aku yang bersalah.”
Pengacara langsung berkata kalau interogasi tidak bisa di lakukan karena Eun Joo dalam kondisi tidak stabil. Dan Eun Joo bahkan mengonsumsi obat-obatan. Tapi, det. Park tetap lanjut bertanya, apa itu alasan kenapa Eun Joo menyewa seseorang untuk melakukan tabrak lari? Eun Joo langsung dengan tegas berkata kalau dia tidak melakukannya. Dia bahkan tidak tahu.
“Jadi, suamimu yang melakukannya?”
Eun Joo langsung terdiam. Dan pengacara langsung mengancam akan melakukan komplain atas apa yang barusan det. Park lakukan. Det. Park tidak takut dan terus bertanya, apa Oh Jin Pyo yang menyewa orang untuk melakukan tabrak lari tersebut? Eun Joo benar-benar tidak bisa menjawabnya.
“Suamiku… dia tidak tahu apapun. Dia baru tahu apa yang terjadi pagi ini,” bohong Eun Joo.
--

Joon Seok di interogasi oleh det. Kim. Dan Joon Seok di dampingi oleh Jin Pyo. Joon Seok berkata kalau semua itu adalah kecelakaan. Det. Kim langsung bertanya, siapa yang mengajak bertemu sebelumya?

Flasback
Jin Pyo sudah menasehati Joon Seok sebelumnya, untuk tidak takut. Katakan saja kalau itu adalah kecelakaan dan Sun Ho yang mengajak bertemu pertama kali.
“Itu benar-benar kecelakaan. Dan Sun Ho memang orang yang mengajak bertemu,” ujar Joon Seok.
“Itulah yang ingin ku katakan.”
“Apa ayah juga tidak mempercayaiku?”
“Bukan itu masalahnya,” ujar Jin Pyo dengan suara keras. “Dengarkan ayah baik-baik. Itu adalah kecelakaan. Dan kau tidak melihat apapun karena kau melakukan apa yang di perintahkan ibumu dan tetap berada di dalam mobil. Dan ayah baru tahu hal ini hari ini. Kau tidak pernah membully Sun Ho terus menerus. Itu semua terjadi karena Sun Ho salah paham. Okay?” tegas Jin Pyo.
End

Dan Joon Seok jujur berkata kalau Sun Ho lah yang pertama kali mengajaknya bertemu. Det. Kim jelas sulit percaya dan meminta Joon Seok untuk jujur. Joon Seok menegaskan kalau dia jujur, Sun Ho mengajaknya bertemu di akademi. Dan mereka bisa menanyai Young Chul, karena Young Chul mendengar semuanya.
“Apa kau juga bertingkah sebagai ketua gang dan terus menerus membully Sun Ho?”
“Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu.”
“Kami mempunyai bukti kalau kalian mengirim pesan pada Sun Ho di ponselnya. Kami akan menyelidiki ponselmu termasuk yang lainnya, jadi kau harus jujur.”
“Itu hanyalah candaan yang biasa kami lakukan.”
Mendengarnya, membuat det. Kim jadi emosi. Apalagi Joon Seok berkata dia tidak pernah memukul Sun Ho. Malahan Sun Ho lah yang memukulnya karena salah paham. Yang membuat mereka jadi berkelahi dan akhirnya terjadilah kecelakaan tersebut.  
“Kenapa kau tidak menelpon 911 setelah kecelakaan tersebut?”
“Ibuku bilang kalau dia akan mengurus segalanya dan dia menyuruhku untuk menunggu di dalam mobil.”
“Kau bilang, kau bertengkar dengan Sun Ho karena salah paham. Apa itu mengenai Jung Da Hee?”
Mendengar nama Da Hee, Joon Seok sudah bisa menebak kemana arah pertanyaan det. Kim. Dan karena itu, dia langsung mempertegas kalau bukan dia yang melecehkan Da Hee. Da Hee telah berbohong. Mereka harus menanyai Da Hee. Det. Kim menjawab kalau mereka memang akan menginterogasi Da Hee.
Jin Pyo langsung mengambil alih kalau det. Kim masih terus menyudutkan Joon Seok, dia tidak akan diam. Jelas-jelas harusnya kasus Joon Seok ini di tangani Divisi Wanita dan Remaja, bukannya divisi Kriminal. Det. Kim langsung menjelaskan kalau ada kecurigaan di kasus ini yang mengarah ke kriminal, karena itu merekalah yang menanganinya.
--
Interogasi Eun Joo sudah selesai. Sebelum Eun Joo keluar, det. Park berkata padanya kalau Eun Joo akan di panggil lagi, jadi sebaiknya Eun Joo tidak pergi kemanapun dan hanya istirahat di rumah saja. Dan juga, jangan berpikir untuk mengirim Joon Seok kemanapun.
--

Jin Pyo, Joon Seok dan Eun Joo berjalan bersama keluar dari kantor polisi. Mereka berpas-pasan dengan In Ha dan Moo Jin yang datang ke sana. Moo Jin dan In Ha menatap mereka dengan pandangan penuh kebencian.
Dan Jin Pyo langsung menyuruh Joon Seok dan Eun Joo untuk segera masuk ke dalam mobil.
In Ha hendak menghampiri mereka, tapi Moo Jin menahannya.
--

Rep. choi ada di dalam kantor polisi setelah mengetahui yang terjadi. Dia bertanya pada det. Park, apa Eun Joo dan Joon Seok mengatakan semuanya adalah kecelakaan? Det. Park tidak bisa mengatakan apapun lebih jauh karena semua masih dalam tahap investigasi. Tapi, reporter Choi masih terus bicara kalau itu kan membuktikan orang-orang itu menutupi kecelakaan tersebut dan bahkan menawarkan suap.
“Benar.”
“Apa yang sebenarnya ada di dalam ponsel tersebut? Apa kau memeriksa jika dia mengalami bully terus menerus?”
“Aku bilang, aku masih menyelidikinya,” jawab det. Park dengan kesal.
Rep. Choi masih belum menyerah dan membahas kasus tabrak lari Dae Gil. Dia dengar ada saksi. Det. Park tampak kesal karena reporter Choi terus bertanya.
Dan dia baru berhenti bertanya saat In Ha dan Moo Jin datang.
--

Di dalam mobil, Eun Joo menggenggam tangan Joon Seok untuk menguatkannya, tapi Joon Seok menarik tangannya. Dia tidak mau tangannya di genggam oleh Eun Joo. Sementara itu, wajah Jin Pyo tampak penuh kemarahan.
--
Det. Park bicara dengan Moo Jin dan In Ha. Dan det. Park memberitahu hasilnya tidak terlalu bagus, karena Eun Joo dan Joon Seok tidak mengakui perbuatan tersebut dan terus berkata itu kecelakaan. Dan tidak ada bukti pasti kalau itu bukanlah kecelakaan. Di tambah lagi Eun Joo menyalahkan semuanya ke Dae Gil. Memang benar, Eun Joo telah merekayasa semua menjadi bunuh diri, tapi masalahnya apakah itu sengaja atau tidak.
“Kami akan menginvestigasi lebih jauh, tapi Seo Eun Joo mengklaim bahwa dia bingung, mengira kalau Sun Ho sudah mati, dan memindahkan sepatunya ke atap. Dia takut kalau putranya akan di tuduh karena hal tersebut.”
In Ha benar-benar marah mendengarnya. “Dia harus membayar perbuatannya.”
“Anda benar. Tapi dalam hukum, jika kau tidak bisa membuktikan intensionalitas-nya, hukumannya akan berkurang.”
“Apa yang Oh Jin Pyo katakan?” tanya Moo Jin.
“Dia bilang dia tidak tahu apapun.”
“Kami ingin orangtuanya membayar berat perbuatan mereka, bukan Joon Seok. Joon Seok masih kecil dan memiliki jalan yang masih panjang. Orangtua-nya lah yang melakukan hal yang buruk.”
“Aku setuju dengan Anda. Untuk Seo Eun Joo, tuduhan penyuapan dan perusakan barang bukti telah terbukti. Kasusnya akan di kirimkan ke pengadilan.”
“Kau bilang hukumannya akan ringan? Seberapa ringan?” tanya In Ha.
“Berdasarkan hubungan dosmetik, dia akan di denda. Tuduhan terburuk untuk mereka sekarang ini adalah niat membunuh Shin Dae Gil.”
In Ha menangis, karena Eun Joo kemungkinan hanya akan di denda.
--
Jin Pyo menelpon seseorang dan memerintahkan orang itu untuk tetap diam dan jangan menghubunginya sementara ini. Dia kan sudah membayar orang tersebut untuk seumur hidup tersebut.
“Kau menemukan putra Shin Dae Gil?” terkejut Jin Pyo. “Tidak. Jangan melakukan apapun dan tetap diam sementara ini,” perintah Jin Pyo.
--
Dalam perjalanan pulang, In Ha diam dan tampak memikirkan sesuatu. Dia tiba-tiba berkata agar mereka menghubungi reporter Choi. Jika hukum menolak untuk menghukum orang-orang itu, maka mereka akan melakukan apa yang bisa mereka lakukan.
--
Joon Ha memasang tanda tutup di toko. Dia hendak pergi. Dan saat di depan pintu, dia bertemu dengan Seok Hee. Seok Hee tampak panik dan bertanya kenapa In Ha tidak mengangkat telepon?  Joon Ha menjawab kalau dia akan pergi ke rumah sakit bertemu In Ha, apa ada sesuatu terjadi?
“Seorang detektif tadi menelpon, dia bilang ada beberapa pertanyaan dan ingin aku membawa Young Chul ke kantor polisi. Apa yang terjadi?”
“Ponsel Sun Ho sudah di temukan.”
--
Di tempat lain, orang tua Sung Jae dan Ki Chan bertemu. Dan orang tua Sung Jae langsung memberitahu kalau dia mendapat informasi dari teman di kepolisian, bahwa ada bukti kalau Joon Seok ada bersama Sun Ho di malam kejadian. Dan semua ada di dalam ponsel Sun Ho yang telah di temukan.
Orang tua Ki Chan senang mendengarnya. Dan itu berarti Joon Seok selama ini berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi pada Sun Ho. Dan juga berarti anak mereka Ki Chan benar. Dari awal Ki Chan kan sudah bilang kalau Joon Seok adalah ketua gang.
Tetapi, orang tua Sung Jae mengajak orang tua Ki Chan bertemu bukan untuk membahas hal itu. Mereka ingin membantu, agar orang tua Ki Chan bisa mempersiapkan Ki Chan mempersiapkan jawaban. Karena tujuan detektif ingin menginterogasi putra mereka lagi, bukan untuk bertanya mengenai video, tapi ingin tahu apakan anak-anak mereka sering membully Sun Ho atau tidak. Dan karena itu, mereka harus menjawab semua pertanyaan detektif dengan hati-hati.
--
In Ha menemui orang tua Da Hee. Dia sudah memberitahu rekaman bukti tersebut, dimana Sun Ho mendengar dari Da Hee kalau Joon Seok yang melecehkan Da Hee. Tapi, Da Hee malah menunjuk orang lain sebagai penyerang. Dan orang tua Da Hee juga tidak mengakui ada kasus itu pada polisi.
“Teleponlah polisi demi Da Hee dan ungkaplah kebenarannya,” ujar In Ha.

Dan apa yang di katakan In Ha, sangat mengganggu ibu Da Hee. Ayah Da Hee menyuruh istrinya untuk melupakan apa yang In Ha katakan. Untuk apa Da Hee berbohong pada mereka?
--

Tapi, Ibu Da Hee tidak bisa mengabaikan hal tersebut. Dia akhirnya pergi ke perpustakaan. Karena dia ingat perkataan In Ha waktu itu, bahwa pada hari Da Hee berkata dia di lecehkan, Sun Ho berada di perpustakaan seharian. Dan petugas perpus dapat membuktikan hal tersebut.
Sepertinya, ibu Da Hee hendak membuktikan kebenaran tersebut.
--
Di rumah, Joon Seok kembali berdebat dengan Eun Joo. Joon Seok berkata kalau Da Hee berbohong. Eun Joo memberitahu kalau polisi akan mulai menginterogasi Da Hee, jadi Joon Seok harus memberitahu semuanya padanya.
“Biarkan mereka memeriksanya.”
“Kau yakin kalau itu tidak benar?” tanya Eun Joo lagi.
“Ibu tidak mempercayaiku lagi?”        
“Ibu bukannya tidak percaya. Ibu hanya mencoba memeriksanya. Ibu hanya tidak mengerti kenapa Da Hee harus berbohong mengenai hal itu.”
“Jika penasaran, ibu tanya saja padanya sendiri,” marah Joon Seok.
“Kenapa kau marah? Wajar jika ibu bertanya padamu!”
“Ibu dan Ayah tidak mempercayaiku. Aku tahu kalian tidak percaya padaku. Tapi, aku tidak peduli. Kalian akan menutupi apapun yang salah ku lakukan. Siapa yang peduli jika kalian percaya atau tidak!”
“Ini tidak akan terjadi lagi. Malam itu, apa yang ibu lakukan salah. Ibu kira semua demimu, tapi ibu salah. Ibu salah.”
“Lalu teleponlah polisi. Apa yang Da Hee katakan benar. Jadi, teleponlah polisi.”
Eun Joo jadi bingung. Dia meminta Joon Seok tidak begitu. Dia sadar kalau dia terlalu menekan Joon Seok hingga stress. Dan dia juga sadar kalau Joon Seok benci padanya. Tapi, dia memohon agar Joon Seok tidak merusak dirinya sendiri. Dia hanya ingin Joon Seok bahagia.
“Bagaimana aku bisa bahagia? Bagaimana bisa aku bahagia ketika aku merasa cemas dan tertekan?!” teriak Joon Seok. “Ibu bisa bahagia kalau berada di posisiku? Sekarang, bahkan jika aku bilang itu kecelakaan, tidak ada satupun yang akan percaya padaku.”
“Itu tidak benar.”
“Bahkan kau dan ayah tidak percaya padaku, jadi siapa yang bisa?”
“Ibu percaya padamu.”
“Aku tidak percaya ibu. Aku tidak peduli. Bahagia? Siapa yang peduli akan hal itu? Aku akan sukses. Jika aku menjadi cukup sukses, tidak akan ada satupun yang menyentuhku, itu saja.”
Eun Joo menangis. Keputusannya telah merubah Joon Seok.
--

Moo Jin menemui reporter Choi. Dia memberikan USB yang berisi semua rekaman yang ada di ponsel Sun Ho. Dan dia meminta reporter Choi menulis artikel mengenai hal tersebut. Dan juga di dalam percakapan Joon Seok dan Sun Ho, mereka ada menyebut nama seorang murid lain, dan istrinya meminta agar masalah mengenai murid tersebut tidak di tulis dalam artikel tersebut. Reporter Choi setuju.
“Dan juga aku ingin artikel tersebut tidak berfokus kepada Joon Seok, tapi orangtuanya. Orang dewasa yang menutupi segala sesuatu.”
“Aku harus menyebut Joon Seok karena dia secara langsung terlibat.”
“Aku mengerti itu. Dan dia harus membayar harga atas perbuatan yang telah di lakukannya. Tapi, hal ini menjadi masalah besar karena orang dewasa. Joon Seok masih kecil dan memiliki jalan yang masih panjang. Sekali artikel di publikasikan, segalanya akan menjadi berat untuknya. Tapi, aku tidak ingin dia menjadi target dan menderita daripada yang seharusnya dia rasakan.”
“Aku sudah bilang kalau aku dan Oh Jin Pyo berasal dari SMA yang sama kan? Aku pernah berkata sekali berkata pada diriku kalau aku akan membunuhnya. Jika aku memikirkan bagaimana dia menghajarku waktu itu, aku merasa sangat ingin membunuhnya bahkan di dalam tidurku.”
“Aku tidak tahu hal itu.”
“Aku menyelidiki yayasannya karena dendam pribadi. Dan aku membayar harga atas hal itu. Kasus kekerasan seksual. Itu adalah perbuatannya. Sejujurnya, aku rasa Joon Seok harus menderita lebih lagi. Pelaku tidak pernah melihat kembali dan menyesal. Mereka mungkin belajar hanya jika mereka mengalami hal tersebut dengan rasa sakit yang sama. Aku mengerti apa yang kau katakan. Haruskah aku pergi saja? Aku tidak punya banyak waktu jika aku memiliki deadline,” ujar reporter Choi dan pergi dari sana.
--
In Ha berada di rumah sakit. Dia memandang keluar jendela dan tampak marah.


No comments:

Post a Comment