Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 02


Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 02

Images by : Dragon TV / ZJTV / iQiyi
Ou Qiang ternyata tidak datang sendirian menemui Shangyan dan Shao Fei. Dia datang bersama dengan Solo (nama : Wang Hao), Perwakilan SP distrik China. Begitu melihat kedatangan Solo, Shao Fei langsung berdiri dan memanggilnya : Kapten. Berbeda dengan Shao Fei, Shangyan ternyata tidak menyukai kedatangan Solo dan pamit untuk pergi. Shao Fei berusaha menghentikannya, tapi Shangyan tetap pergi. Sebelum pergi, Shangyan berkata pada mereka kalau Shao Fei mempunyai nomornya dan telepon dia sebelum tengah malam besok.
Ou Qiang berusaha menghentikan Shangyan hingga berkata kalau mereka adalah saudara kenapa tidak duduk dan bicara baik-baik. Shangyan mengabaikannya dan terus pergi. Solo hanya bisa terdiam melihat Shangyan yang tampak tidak suka dengan kedatangannya tersebut.
Setelah Shangyan pergi, Solo menyapa Shaofei dengan ramah. Mereka sudah 10 tahun tidak bertemu. Ternyata, Shaofei juga tidak tahu kalau Solo akan datang. Ou Qiang berkata kalau percuma saja memberitahu Shaofei sebelumnya, karena dengan temperamen Shangyan itu, akan percuma saja. Dia akan mencoba bicara dengan Shangyan nanti malam.

Shaofei tahu kalau Solo dan Ou Qiang mencarinya karena ada tujuan tertentu. Jadi, dia langsung bertanya tujuan mereka mencarinya. Solo awalnya menjawab tidak, tapi Ou Qiang malah menjawab ya. Dan pada akhirnya, Solo jujur. Mereka datang karena ingin membicarakan bisnis. Mereka datang untuk mengajak Shaofei menandatangani kontrak kerja sama dengan SP.
“Kau dan Han Shangyan datang mencariku untuk hal yang sama?” gumam Shaofei.
Solo tidak menyangka kalau Shangyan ternyata sudah mengajak Shaofei duluan. Tetapi, dia cukup senang saat tahu kalau Shaofei sudah menolak tawaran dari Shangyan. Masalahnya, Shaofei juga menolak tawaran darinya. Dia tidak punya niat untuk kembali dalam dunia CTF, jadi jangan habiskan waktu dan tenaga mereka lagi.
Solo masih tidak menyerah. Dia memberitahu Shaofei kalau Ai Qing (manager SP) juga sudah bergabung dengan SP. Jadi, mereka bertiga (Solo, Ou Qiang  dan Ai Qing) sudah menjadi bagian dari team SP.

Flashback
Setengah tahun yang lalu
Solo pergi ke bandara untuk menjemput Ai Qing yang baru kembali. Begitu melihat satu sama lain, senyum langsung merekah di wajah mereka. Mereka saling menyapa dengan canggung karena sudah lama tidak bertemu.
“Aku tidak menyangka kalau kau bersedia menerima tawaranku menjadi manager team SP.”
“Setelah pensiun selama 2 tahun dan melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan CTF, meskipun aku mendapatkan banyak uang, tapi aku paling merindukan masa-masa saat aku masih menjadi pemain.”
“Menurutmu, jika kita tidak bubar dulu, akan seperti apa dunia sekarang ini?”
“Masa lalu tidak bisa di ubah. Tidak ada gunanya mengingat masa lalu,” jawab Ai Qing.
Solo membenarkan. Dia mengingat sebutan Ai Qing dulu saat menjadi pemain adalah Appledog dan menajdi pusat perhatian semuanya. Solo bertanya apa rencana Ai Qing sekarang?
“Rencanaku adalah untuk membuat Xiao Mi (Shaofei) dan Ou Qiang kembali,” jawab Ai Qing. “Aku ingin mengarahkan mereka dan membangkitkan kembali masa keemasan kita dulu. Sama seperti sebelumnya, bertarung sepenuhnya setiap hari demi kebanggan kita.”

Solo setuju dan memberikan tinjunya untuk bersalaman. Kecanggungan mereka mulai sirna dan mereka mulai saling berpelukan.
End
Dan sekarang hanyalah tersisa Shaofei. Ai Qing sudah tanda tangan kontrak dengan SP.  Solo memberitahu kalau dia belum memberitahu Ai Qing mengenai mereka yang menemui Shaofei sekarang. Jika Shaofei mau bergabung dan tanda tangan kontrak, maka Ai Qing akan sangat senang! Dia ingin memberikan kejutan pada Ai Qing.

Shaofei menolak karena dia memikirkan Shangyan. Shangyan sekarang adalah boss dari K&K, apakah Solo tahu hal tu? Solo tampak berbeda saat mereka membahas mengenai Shangyan. Solo menjawab kalau dia baru tahu mengenai Shangyan yang adalah boss K&K karena mereka bertanding beberapa hari yang lalu di kompetisi Singapura. Shaofei berada dalam posisi sulit karena Shangyan dan Solo datang mengajaknya untuk bergabung. Dia tentu tidak tahu harus memilih yang mana.
“Intinya adalah apakah kau masih tertarik atau tidak. Kau masih ingin comeback? Kau sudah tidak muda lagi sekarang. Bagimu, ini bisa jadi adalah kesempatan terakhir,” bujuk Solo.
Shaofei bingung. Dia mulai membuat berbagai alasan untuk menolak dengan berkata dia sduah tidak kuat lagi. Dia sudah terlalu lama tidak bermain.
“Bukan itu intinya! Intinya adalah kau masih mau bermain atau tidak! Kau ingin comeback atau tidak! Apakah kau ingin memenangkan kembali hal yang kita hilangkan? Apakah kau ingin menjadi juara dunia lagi?” tanya Solo dengan keras.
Shaofei cukup kaget dan membuatnya jadi ragu juga. Solo tahu apa yang memberatkan bagi Shaofei. Jadi, dia bertanya, dengan siapa Shaofei ingin bergabung?
“Aku ingin pergi denganmu,” jawab Shaofei. Ou Qiang sangat senang mendengar jawabannya tersebut. “Tahun itu, kaulah yang membimbingku ketika aku baru mulai. Solo, kau adalah kapten team pertamaku. Aku juga ingin kau menjadi kaptem team terakhirku.”
Mendengar ucapan Shaofei, membuat Solo sangat senang. Dia tidak menyangka dengan jawaban Shaofei. Sebenarnya, selama bertahun-tahun ini, dia selalu merasa sangat malu karena merasa telah gagal sebagai kapten. Shaofei memuji Solo adalah kapten terbaik di CTF. Dulu, saat industry cyber masih berada dalam posisi rendah, Solo ada. Dan sekarang, Solo masih tetap ada. Dia salut pada Solo.
Mereka mulai minum bersama dengan riang.
--

Usai pesta, Solo pergi ke hotel tempat Shangyan menginap. Sepertinya, dia tahu dari Shaofei. Begitu melihat Solo yang datang, Shangyan menutup pintu kembali, tapi Solo menahan pintu hingga tidak bisa tertutup. Mau tidak mau, Shangyan membiarkan Solo masuk ke dalam kamar hotelnya.

Solo berujar kalau dia sangat senang karena Shangyan telah kembali. Dia senang karena melihat Shangyan di Singapore dan bahkan menjadi bos dari K&K. Shangyan bersikap sangat dingin, mereka adalah musuh, jadi untuk apa Solo merasa senang?
Solo terdiam. Dia berusaha menanyakan keadaan Shangyan. Tapi, Shangnya menyuruh Solo untuk bicara langsung saja dan kemudian langsung pergi. Solo akhirnya memberitahu kalau dia berhasil mengajak Shaofei (mereka semua manggilnya Xiao Mi / Little Mi, jadi aku tukar aja ya jadi Xiao Mi) bergabung dengan SP. Mereka sudah menyiapkan kontrak dan tinggal meminta tanda tangan Xiao Mi.
“Dan? Kau kemari untuk pamer?”
“Kau juga tahu, aku tidak pernah pamer di depanmu. Dan aku tidak ingin pamer. Karena di dalam hatiku, kau selalu menjadi bintang yang paling bersinar. Sama dengan Xiao Mi. Itu adalah keputusannya untuk menjadi bagian dari team SP. Dia merasa kalau team SP lebih sesuai untuknya. Aku akan memberikan sumber daya terbaik untuk melatihnya dan membuatnya kembali ke kondisi dimana dia siap berkompetisi.”
“Jika itu keputusannya, aku akan menghargainya,” jawab Shangyan.
Solo bingung juga karena Shangyan begitu mudah setuju, tidak seperti dulu.
“Dia lah yang menyerah padaku, bukan aku yang menyerah padanya,” jawab Shangyan.
“Aku akan menjaganya dengan baik.”
“Sebaiknya kau melakukan seperti yang kau katakan. Jika tidak, aku akan menagih janji hutang baru dan lamaku padamu.”
“Dia juga teman baikku,” ujar Solo.
Dan tanpa babibu, Shangyan menyuruh Solo untuk pergi. Mereka sudah selesai bicara. Solo menghela nafas dalam, apakah Shangyan tidak mau memberikannya sedikit waktu? Mereka harus membicarakan beberapa masalah pribadi. Dengan tegas, Shangyan berkata kalau tidak ada masalah pribadi yang harus mereka bicarakan. Sampai jumpa di kompetisi saja.
Solo masih juga tidak pergi. Dia malah memberitahu mengenai Ai Qing yang sangat senang saat melihat Shangyan di Singapore. Sayangnya, Shangyan benar-benar tidak mau mendengarkan. Solo paham dan akhirnya memilih pergi.
“Ini sudah 10 tahun. Untuk beberapa masalah, jika kau yang berada di posisi ku, kau mungkin akan membuat keputusan yang sama seperti yang ku lakukan. Aku tidak akan mengganggumu lagi,” ujar Solo dan keluar dari kamar hotel Shangyan.
Apa yang sebenarnya terjadi 10 tahun lalu?


Flashback
Team Solo yang terdiri dari Solo (Wang Hao), Appledog (Ai Qing), All (Ou Qiang), Xiao Mi (Shaofei) dan Gun (Shangyan) berdiri di atas podium. Di hadapan mereka banyak orang yang bersorak atas kemenangan team Solo.
Semua anggota team Solo tampak berbahagia kecuali Shangyan. Dia hanya menatap saat Solo berpidato : “Kami adalah Team Solo. Kami adalah juara negara.”
Saat Solo, Appledog, All dan Xiao Mi menunduk ke arah para penonton, Shangyan tidak melakukannya. Tatapannya penuh kekecewaan pada Solo. Solo menyadari hal itu, tapi berusaha terus tetap tersenyum.
MC acara memberikan kesempatan agar anggota MVP (Most Valuable Player – Pemain paling berharga) mengucapkan sepatah dua kata. Para wartawan langsung maju untuk mewawancari anggota MVP yang adalah Shangyan (Gun) dan di juluki sebagai Gun God oleh semua orang.
“Selama 2 tahun dan 3 bulan, kami terkadang menang dan kalah. Kami tertawa dan menangis. Kami di curigai, kami di gosipi, kami di cela dan melawan balik. Kami tidak pernah menjelaskan mengenai diri kami. Tidak ada yang perlu di jelaskan,” ujar Shangyan. “Perayaan malam ini akan berakhir pada akhirnya. Untuk mencapai kesuksesan dan ketenaran. Kemustahilan dari setiap sisi. Aku umumkan, mulai dari sekarang, aku secara resmi keluar dari team Solo. Juga, aku secara resmi pensiun,” ujar Shangyan dan melempar cincin team yang di kenakannya.


Tentu pengumuman Shangyan tersebut mengejutkan semua orang, terutama team Solo. Solo bahkan sampai shock, berdiri tidak tahu harus melakukan apa dan hanya bisa melihat Shangyan yang berjalan pergi keluar dari arena.
Semua team mengejar Shangyan dan marah dengan keputusan Shangyan yang tiba-tiba dan tanpa berdiskusi dengan mereka. Mereka baru saja menerima juara dan segalanya akan menjadi lebih baik. jadi, jangan impulsif. Solo juga marah dan menyuruh Shangnya tidak impulsif dan memutuskan pensiun.
“Team kita di sebut Team Solo! Hari ini, kau bilang padaku kalau kita kehilangan anggota team. Lalu, apa gunanya semua ini?” ujar Shangyan. “Dan juga, orang yang hilang adalah dia yang bilang padaku betapa hebatnya dunia ini! Ada banyak hal di masa depan yang menanti kita! Apa lagi yang ingin kau ingin aku percayai?!” marah Shangyang pada Solo. (Sepertinya, orang yang di maksud adalah Solo. Mereka kan team CTF, tapi sepertinya Solo menyerah dalam mengembangkan team dan berpuas dengan menjadi juara negara. Jadi, Shangyan terkecewakan. Tapi, kok rasanya ada alasan besar lainnya juga ya. Mari kita nantikan episode-episode selanjutnya, agar masalah mereka bisa lebih jelas.)
Semua berusaha membela Solo dan menyalahkan Shangyang yang bersikap impulsif di hadapan semua wartawan dan penonton. Segala masalah bisa menunggu hingga pesta perayaan tengah malam mereka.
Shangyan tidak mau mendengar dan malah lari. Ou Qiang berteriak kalau mereka akan menunggu di tempat biasa mereka.
--

Malam hari,
Semua berkumpul di atap restoran, tempat mereka biasa berkumpul. Shangyan tidak datang. Dan Xiao Mi malah mengumumkan kalau dia akan keluar juga dari team. Semua jelas marah karena mereka baru saja mendapat juara, kenapa semuanya malah keluar?! Xiao Mi berkata dia akan kembali ke kampung halamannya. Dia sudah memikirkannya masak-masak. Dia akan pensiun, kembali ke rumah dan menjaga toko serba ada keluarganya.
Solo jelas langsung meminta Xiao Mi untuk tidak bersikap impulsif. Jangan meniru Shangyan. Xiao Mi dengan tegas berkata dia tidak impulsif dan memikirkan dirinya sendiri. Memangnya Solo kira dia hanya peduli mengenai juara dunia? Apa gunanya team mereka jika kehilangan seorang anggota?! Pada akhirnya, emosi Xiao Mi keluar.

Malam itu, tidak ada perayaan kemenangan. Semua minum hingga mabuk karena keluarnya Shangyan dan Xiao Mi. Tidak lama, Shangyan datang dengan membawa tas besar. Ai Qing langsung bertanya, darimana saja Shangyan? Kenapa tidak menjawab teleponnya?

Shangyan tidak menjawab pertanyaan Ai Qing. Dia malah menarik bangun Solo yang mabuk dan menghajarnya. Semua jelas kaget dengan tindakannya. Solo berusaha meminta agar Shangyan mendengarkannya, tapi Shangyan terus memukulinya. Semua berusaha menghentikannya. Tapi, Solo berteriak agar membiarkan Shangyan memukulinya.
“Lihat semua anggotamu! Kau telah mengecewakan mereka!” teriak Shangyan.
“Jangan lupa mimpi Solo! Juga mimpi-mu sendiri untuk mendapat juara dunia!” teriak Solo, membalas.
“Jangan bicara padaku mengenai mimpi,” tegas Shangyan dan pergi.
Semua turun untuk mengejar Shangyan, tapi Shangyan telah menghilang. Solo hanya bisa menangis.
--
Shangyan pergi dengan taksi ke bandara. Tapi, dia tidak memesan tiket dan malah tidur di bangku ruang tunggu.

Jam 6 pagi,
Solo datang dan melihat Shangyan yang tertidur. Shangyan terbangun karna merasakan ada seseorang. Solo duduk di sebelahnya dan memberikan tas Shangyan. Dia juga memberikan passport Shangyang dan juga kartu yang berisi uang hadiah milik Shangyan. Dia menegur Shangyan yang datang ke bandara tanpa membawa uang.
“Mulai dari sekarang, kau tidak bisa menjadi kapten team manapun. Jika kau masih ingin berpartisipasi dalam kompetisi, kau hanya bisa melakukannya secara sendiri. Aku akui bahwa kau memiliki bakat menjadi kapten, tapi kau sudah berbuat salah pada kami semua. Kau tidak layak dan tidak punya kualifikasi menjadi kapten team,” ujar Shangyan pada Solo, penuh amarah.
“Aku tidak layak menjadi kapten. Dalam hidup ini, aku tidak akan menjadi kapten.”
“Ingatlah yang kau katakan itu!” balas Shangyan dan mengambil tas serta passport-nya, tapi tidak mengambil uang hadiahnya.
“Aku janji padamu!” teriak Solo dan menangis.
End
Shangyan mencuci mukanya di wastafel. Walau sudah berlalu bertahun-tahun, dia masih belum tahu, apakah dia sudah memaafkan Solo atau tidak.
--

Esok hari,
Ou Qiang berada di toko Xiao Mi. Mereka membahas masa lalu mereka. Saat itu, Shangyan datang. Semua langsung berdiri dan tampak gugup. Tapi, Shangyan masuk dengan santai dan mengambil minuman di rak dan memberikannya pada Ou Qiang dan Xiao Mi. Mereka bersulang bersama.
“Sudah sepuluh tahun. Sehari menjadi saudara, itu artinya selamanya. Saat kau sampai Shanghai, jika memerlukan bantuan apapun dariku, silahkan hubungi aku kapanpun,” ujar Shangya. “Aku pergi dulu.”
Dan Shangyan pun pergi. Sebelum pergi, dia memberi hormat pada nenek Xiao Mi yang duduk di depan toko. Nenek merasa tidak asing pada Shangyan, tapi tidak ingat. Xiao Mi mengingatkan nenek-nya kalau Shangyan adalah sahabat terbaiknya, Xiao Han. Nenek akhirnya ingat.
Nenek mengingatkan Xiao Mi untuk bersiap. Dia juga menasehati Xiao Mi yang sudah tidak muda lagi, jadi harus lebih bisa di andalkan kelak. Xiao Mi menyuruh nenek tidak khawatir, karena kali ini, dia akan menjadi juara saat pulang.
Lagi asyik berbincang dengan nenek, Ou Qiang malah berkata kalau Shangyan belum membawar minuman tadi. Xiao Mi langsung memukul Ou Qiang, saudara itu tidak boleh perhitungan.
--

Tong Nian lagi galau karna Shangyan tidak membalas pesan line-nya dan tidak juga datang ke internet café. Dia sampai lemas saat sedang berjaga. Dounan (sepupu Tong Nian, akhirnya tahu juga namanya) mengajak Tong Nian untuk pulang ke rumah dan sarapan karena pekerja shift
pagi sudah datang. Dounan yang melihat Tong Nian sangat galau, memikirkan sesuatu dan memutuskan untuk kembali ke café dan menyuruh Tong Nian pulang duluan.
Di dalam café, dia menghampiri seorang pelanggan dan menanyakan game yang sedang di mainkannya. Pelanggan itu mengejek Dounan yang adalah pemilik internet café ini tapi tidak tahu mengenai game. Tapi, dia tetap memberitahu kalau dia sedang memainkan game Chamber Storm.
“Lalu, gimana caraku tahu siapa yang bermain game ini baru-baru ini?” tanya Dounan, lagi.
“Selama kau tahu nama akun-nya.”
“Bagaimana cara aku tahu nama akun-nya?”
“Jika kau saja tidak tahu, gimana aku bisa tahu,” jawab pelanggan.
Dounan membenarkan. Tapi, dia tidak hilang akal. Dia menatap CCTV yang ada di sana dan mengarah ke komputer pelanggan. Dia tersenyum penuh arti.
--

Tong Nian  sampai di rumah. Ibu dan ayah heran karena Tong Nian pulang sendiri, mana Dounan? Tong Nian memberitahu kalau Dounan tiba-tiba saja balik ke café lagi. Ibu kemudian tanya lagi, kenapa Tong Nian akhir-akhir ini selalu pulang terlambat? Apa berjaga bersama Dounan?
“Aku membantunya menjaga café. Emang apa lagi yang ku lakukan?” jawab Tong Nian dan naik ke dalam kamarnya.

Kamar Tong Nian di dominasi dengan warna pink. Dia masih sangat galau memikirkan Shangyan. Dia sampai berpikir kalau mungkin saja Shangyan sudah memblock WeChat-nya. Saat itu, Dounan pulang dan dengan riang memberitahu kalau dia punya cara untuk menemukan Shangyan. Tong Nian langsung bersemangat lagi.
Dounan memberitahu caranya yaitu melalui game. Dia telah melihat CCTV dan melihat saat Shangyan memasukkan nama akun-nya. Dounan bahkan sudah meminjam akun tingkat tinggi temannya, jadi Tong Nian tidak perlu mendaftar lagi. Tong Nian sangat senang.
Tong Nian mulai membuka laptopnya dan membuka game Chamber Storm. Setelah itu, Dounan memsukkan akun name dan password temannya. Nama akunnya adalah : 1 Dash Handsome (si cepat tampan 1). Tong Nian jelas geli dengan nama akun teman Dounan tersebut, dan Dounan dengan malu menyuruh Tong Nian mengabaikan hal itu. Kemudian, Dounan mencari id akun Shangyan yang di lihatnya dari CCTV : s6hy8-tpej dan keluarlah akun dengan nama “Grunt”. Tong Nian langsung berujar pantesan saja nama akun WeChat Shangyan adalah Gn, ternyata untuk Grunt. Dia memuji nama itu sangat manis.

Dounan geli sendiri dan mengejek nama Grunt tersebut. Tapi, Tong Nian tidak terima dan berkata kalau nama itu lebih bagus daripada nama Hu Dounan. Dounan akhirnya mengalah. Dia lanjut menjelaskan pada Tong Nian tombol untuk bermain adalah W A S D untuk maju, kiri, kanan dan belakang. Kalau mau nembak dengan klik kiri mouse. Dan segala pelajaran dasar permainan game.
Dounan memuji Tong Nian yang pintar pasti bisa cepat mahir main game. Dengan pede, Tong Nian membenarkan. Dounan kemudian mulai menekan tombol permintaan teman pada Grunt. Tong Nian mulai menanti dengan cemas. Dia sangat galau karena Grunt tidak kunjung menerima permintaan pertemanannya.

Dan setelah beberapa lama, akhirnya muncul notifikasi kalau Grunt menerima permintaan teman 1 Dash Handsome. Tong Nian langsung senang dan berteriak panik memanggil Dounan. Dounan menyuruhnya untuk tenang dan mengetik Hai pada Grunt. Sayangnya, Grunt malah bukannya bermain memilik di pihak 1 Dash Handsome malah memilih berada di pihak lawan. Jadi, Tong Nian tidak akan bisa melihat Grunt.

Tong Nian panik karena dia sangat ingin melihat Shangyan. Dounan menjelaskan kalau dia bisa melihatnya melalui chat umum atau dalam permainan game. Tong Nian dengan cepat kalau tidak masalah melihat nya hanya melalui game. Dounan menyuruh Tong Nian tenang dan bermain dengan baik saja.
Yah… namanya juga pemula. Mereka tidak bisa menguasai tombol dan dengan cepat mati.
Begitu mati, Tong Nian langsung sedih. Dia bahkan berkata kalau Dounan membantunya untuk mati! Dounan membela diri, dia membantu bermain, tapi Tong Nian terus saja tidak melakukan dengan baik. Mereka saling menyalahkan.
--
Grunt asli sedang bermain game dan menggerutu kesal karena 1 dash handsome hanyalah seorang noob. Temannya berkomentar kalau namanya juga musim liburan jadi banyak anak kecil yang main game. Grunt meminta Dai Feng untuk main menggantikannya sementara dia mengambil passport untuk di berikan pada boss.
Grunt bertanya pada 97 dimana bos (Shangyan)? 97 menjawab kalau Shangyan sedang beristirahat. Dan juga setelah kembali, mood Shangyan terlihat jelek. Grunt langsung cerita kalau waktu itu, dia terus mendengar notifikasi WeChat dari ponsel Shangyan. Apa boss sedang pacaran?
“Bukan. Waktu itu, sebuah internet café kecil menambahkan boss sebagai teman WeChat dan terus mengiriminya notifikasi iklan. Aku bilang padanya kalau aku bisa bantu block, tapi dia tidak mau. Dia bilang tidak ingin menghilangkan semangat berjualan mereka, jadi aku hanya membantu me-muted notifikasinya,” jawab 97.
Grunt langsung memasang tampang tidak percaya, sejak kapan boss jadi begitu baik? yang lain tambah penasaran, soalnya nggak pernah dengar boss ke internet café dan bahkan menambahkan teman WeChat. Ada yang aneh. Matahari pasti telah terbit dari barat.
Grunt lanjut berkata dia akan ambil passport dulu aja. Dan oh, dia memperingati Dai Feng agar tidak menambahkan 1 Dash handsome sebagai teman, karena permainannya sangat buruk. Bahkan tidak cocok menjadi rival-nya.

Tong Nian langsung sedih karena Grunt terlihat offline. Dounan berusaha menghibur, tapi dengan dingin Tong Nian menyuruh Dounan untuk membiarkannya sendirian.
--
Malam hari,
Tong Nian tidak bisa tidur.
Malam itu di internet café adalah pertama kalinya aku berjumpa dengan Han Shangyan. Aku kira dia hanyalah seorang geek yang suka ke warnet, dan kebetulan ingin main di internet café hari itu. Dan kemudian, aku baru tahu… semua dugaanku salah.


Shangyan juga tidak bisa tidur malam. Dia melihat lego kastil yang di buatnya. Dan kemudian keluar kamar. Melihat komputer yang ada di lantai bawah, membuatnya teringat keceriaan team Solo saat dia masih menjadi player.
Akhirnya, Shangyan memutuskan untuk bermain game sebentar. Dia menyalakan komputer. Dan sebelum bermain, dia punya kebiasaan untuk memakan permen.
Tong Nian masih belum tidur. Dan tiba-tiba, dia terpikir sesuatu. Hari itu, Shangyan ke internet café tengah malam, mungkin sekarang dia lagi online. Dan karena itu, setelah memastikan kedua orang tuanya tidur, Tong Nian baru menyalakan laptop untuk bermain. Dia sangat senang karena Grunt ternyata beneran online. Dia segera mengirim pesan untuk bermain dengan Grunt, tapi bukan sebagai musuh.
Shangyan membalas : Okay.
Tong Nian masih belum mengerti mengenai game. Dan dua orang pemain lain, melihat permainan Tong Nian tampak aneh dan amatiran padahal game-nya adalah akun tingkat tinggi. Tong Nian malah tidak sadar dan terus mengirim game pada Grunt. Dia bahkan memamerkan kalau dia tahu semua tombol permainan dan bahkan berjanji akan melindungi Grunt.
Shangyan membalas : …..
Tong Nian bingung, apa artinya “…..” ? apa dia ada salah bicara?

Wu Bai baru saja pulang dan Shangyan langsung bertanya dia darimana baru pulang?  Wu Bai tidak menjawab dan malah membahas Shangyan yang aneh. Sudah lama tidak main game online, tapi kenapa hari ini main? Apa mood-nya lagi jelek?
“Aku bermain sesekali,” jawab Shangyan.
Wu Bai tertarik melihat akun 1 dash handsome yang terus mengirim pesan pada Grunt. Apa Shangyan kenal?
“Tidak. Dia hanya anak-anak,” jawab Shangyan.
“Itu akun level tinggi.”
“Mungkin dia bermain dengan akun anggota keluarganya. Aku sudah pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya. Main saja dengannya.”
Dua pemain lain curiga kalau Tong Nian adalah pencuri akun karena sudah 2 kali kejadian dalam seminggu ini. Dua pemain itu melakukan chat pribadi dengan Grunt tanpa Tong Nian. Shangyan berkata dalam hatinya akan membantu menyelamatkan anak kecil ini. Dia mulai chat pada 2 pemain itu kalau 1 dash handsome hanyalah anak-anak yang menggunakan akun anggota keluarga.
Dan kemudian, Shangyan mengirim pesan pada 1 dash handsome untuk bersembunyi di  dalam tembok hingga permainan berakhir. Tentu saja, tidak ikut bermain dan hanya berdiri diam, membuat Tong Nian jadi mengantuk. Tapi, demi cinta pada Shangyan, dia menahan kantuknya.
Wu Bai akhirnya bertanya kenapa, Shangyan tidak membuat akun daripada selalu menggunakan akun Grunt?
“Jika aku mendaftar (membuat akun), apa yang akan kalian lakukan?” tanya Shangyan balik. “Aku mau mandi dulu, gantikan aku bermain. Oh ya, si 1 dash handsmone, ingat untuk tambahkan dia dalam daftar teman.”

Mau lanjut atau tidak ya? Komentar ya 😊 soalnya di episode 01 pembacanya sedikit dan hanya 1 yang koment. Thanks ya yang sudah koment di episode 1 dan sekarang 😊




17 Comments

Previous Post Next Post