Tuesday, August 6, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 7 - part 1

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 7 - Part 1


Pembawa acara protes kepada Minghao, sebab seharusnya isi rekamannya bukan yang seperti ini. Dan Minghao tidak menjawab, melainkan dia memandang ke arah Han Bing dan menjulurkan lidahnya, seperti mengejek Han Bing.

Gao Sheng menonton ulang rekaman CCTV diarea parkiran. Dan akhirnya dia berhasil menemukan apa yang dicarinya.

Manajer memarahi Han Bing serta si rekan yang telah mengacaukan acara dan melanggar kode etik. Dan si rekan menjelaskan bahwa sebelum rekaman, mereka telah memastikan bahwa bukan itulah isi rekaman milik Minghao. Tapi ntah kenapa, rekaman tersebut berubah ketika siaran berlangsung.
“Mungkin tertukar,” kata Han Bing, membenarkan perkataan si rekan.

Ternyata benar. Saat tidak ada seorang pun yang memperhatikan dirinya, Minghao menukar alat rekaman yang ada.

“Dia dari awal sudah merencanakan ini. Zheng Ming Hao ada hubungannya dengan hal ini,” gumam Han Bing. Dan mendengar itu, Manajer marah.
“Maksudmu kamu membiarkan seorang pembunuh tampil diacara langsung mu yang asal- asalan!” teriak Manajer. Dan Han Bing meminta maaf.

Si rekan dengan segera berpihak kepada Manajer dan ikut menyalahkan Han Bing. “Kamu yang membiarkan Zheng Ming Hao datang. Kamu jelas- jelas tahu dia orang yang begini, kamu masih berani membawa dia kemari?” katanya.

Han Bing membalas bahwa barusan dia sudah meminta agar siaran langsung ditunda, tapi si rekan sendiri yang bilang tidak bisa menghentikan siaran. Mengetahui itu, Manajer langsung memarahi mereka berdua. Tapi si rekan langsung membalas bahwa dia tidak tahu apapun.
Han Bing tiba- tiba terpikir sesuatu. “Harus tangkap Zheng Ming Hao dulu. Maaf ya,” kata Han Bing dengan cepat. Lalu dia berlari pergi darisana.
Han Bing berlari menurunin tangga untuk mengejar Minghao yang sudah keburu turun ke lantai bawah menggunakan lift.

Dilantai bawah. Yifei langsung menghalangin Minghao, ketika Minghao keluar. “Ternyata kamu berkhianat,” kata Yifei, kesal.
Minghao menyentuh tangan Yifei yang memegangnya lengannya dengan erat. Dan ketika dia melakukan itu, Yifei bisa mendengarkan pikirannya.
Minghao : “Aku juga tidak mau melakukan ini. Aku juga takut.”

Mendengar pikiran Minghao itu, maka Yifei pun melepaskan tangannya. Dan dengan serius dia menanyakan, apakah Minghao mengetahui siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Dan Minghao menjawab bahwa dia tidak tahu.
Dengan kesal, Yifei pun mencengkram kerah baju Minghao. Dan Minghao pun memegang tangan Yifei lagi untuk melepaskan dirinya. Sehingga Yifei lagi- lagi mendengar suara pikiran Minghao.

Minghao : “Yang harus kulakukan, telah ku lakukan.”
Minghao mendorong Yifei menjauh, lalu dia berniat untuk pergi. Tapi sebelum dia sempat kabur darisana, tepat disaat itu Gao Sheng serta Xiao Jiang datang.
Xiao Jiang menahan tangan Minghao ke belakang. Lalu dengan paksa dia membawa Minghao pergi bersamanya.


Gao Sheng mendekati Yifei dan memberitahukan apa yang didapatnya dalam rekaman CCTV. Dia menjelaskan bahwa dalam rekaman itu, ada terekam bayangan tersangka. Dan Yifei balas memberitahu apa yang diketahuinya, dia mengatakan dengan yakin bahwa Minghao bukan pembunuh sebenarnya tapi Minghao mengetahui siapa pembunuh yang sebenarnya.
“Apa kamu yakin?” tanya Gao Sheng, memastikan. Dan Yifei mengiyakan. “Kami akan periksa dengan teliti,” balas Gao Sheng. Lalu dia pergi.


Tepat disaat Gao Sheng telah pergi, Han Bing tiba di lantai bawah. Dan Yifei pun memberitahu nya bahwa Minghao sudah dibawa pergi. Lalu dia menanyakan, apakah Han Bing baik- baik saja, karena hape Han Bing terus berbunyi tapi Han Bing tidak ada mengangkatnya.
Mendengar itu, Han Bing pun langsung melihat hape nya. Tapi dia mematikannya dan tidak mau mengangkat telpon itu.

Didalam kantor yang sudah sepi. Han Bing duduk di mejanya sambil memperhatikan kartu tanda pengenalnya sebagai wartawan. Lalu dengan sedih dia mengingat perkataan Manajer tadi siang.

Flash back
Manajer memarahi Han Bing, dan mengatakan akan memecat Han Bing untuk sementara. Han Bing meminta maaf dan berjanji untuk mencari cara dalam menyelesaikan masalah ini.
“Menyelesaikan? Bagaimana caranya? Waktu kamu bekerja, tanpa izin membuat acara sendiri. Kamu bahkan menayangkan isi acara yang tidak berizin. Kamu pura- pura baik untuk kepentingan sendiri. Kamu ini melanggar peraturan berat, tahu tidak? Membuat malu wartawan,” kata Manajar dengan emosi.
Flash back end
Han Bing meninggalkan kantor penyiaran.


Yifei yang telah menunggu sedari tadi, dia langsung memanggil Han Bing, saat Han Bing keluar dari dalam gedung. Dia mengajak Han Bing untuk makan malam bersama.
Han Bing serta Yifei makan dan minum- minum bersama didepan supermarket. Han Bing menceritakan bahwa dia sangat menyukai pekerjaannya dan dia tidak pernah merasa sesedih ini, bahkan ketika mantannya meninggalkannya.
“Waktu yang membuat kamu melupakan luka,” hibur Yifei. Dan Han Bing mengiyakan sambil tersenyum masam.

Yifei meminta Han Bing untuk jangan khawatir, karena Han Bing akan mendapatkan pekerjaan ini lagi. Dan Han Bing menjelaskan bahwa yang di khawatir kan nya adalah karena kesalahan kali ini.

“Bukankah dengan menangkap pembunuhnya sudah beres? Kamu mungkin akan menjadi orang penting yang menyelesaikan kasus ini. Kamu adalah satu- satunya saksi dalam kasus ini dan juga tersangka mengenal kamu. Terlebih lagi, pembunuh bahkan menggunakan kamu bermain permainan dengan semua orang. Acara sudah ditayangkan, selanjutnya akan ada banyak orang yang memberikan butki. Bisa juga pembunuh itu akan mencari kamu,” jelas Yifei tentang idenya.

Mendengar ide tersebut, Han Bing merasa tertarik dan fokus mendengarkan. Dengan yakin Yifei menjelaskan bahwa pasti ada jejak yang ditinggalkan oleh pelaku asli, jadi dengan memeriksa bukti yang di berikan oleh semua orang, maka kasus ini masih ada harapan untuk diselesaikan.


“Bagaimana? Mau tidak bersama kami untuk menghentikan hal yang akan terjadi setelah seminggu kasus pembunuhan,” tanya Yifei memberikan tawaran menarik. Dia mengangkat gelas nya dan mengajak Han Bing untuk bersulang.
Dan Han Bing bersedia untuk bergabung dengan Yifei dalam penyelidikan. “Baiklah, lagipula aku sementara di pecat,” katanya dengan riang. Lalu mereka bertos.

Diruang introgasi. Gao Sheng menanyakan, kenapa Minghao mau begitu saja mengikuti perintah dari orang yang tidak dikenal. Dan Minghao menjawab bahwa itu adalah inspirasi yang diberikan oleh tuan serta Daxie memang pantas mati, karena Daxie adalah orang jahat yang menghukumnya begitu berat.
Mendengar itu, Gao Sheng mendengus. Minghao menjelaskan bahwa Tuhan lah yang telah mengadakan pengadilan, sementara dia hanya menuruti perintah tuan- nya untuk pergi mencari Han Bing saja.

Gao Sheng menghabiskan air diatas mejanya untuk menenangkan emosinya. Lalu dia berdiri. “Kamu di pengadilan beromong kosong, kamu mempermainkan ku, kan?!”
Mendengar itu, Minghao tidak membalas dan hanya tersenyum saja.

Zhao Dui mengadakan konferensi. “Zheng Minghao didalam acara langsung menguak yang mau dikatakan oleh pembunuh. Kami ditempat menahan dia, setelah dua hari pemeriksaan dengan detail. Kami telah mendapatkan beberapa bukti, tetapi belum bisa diumumkan. Kami polisi telah berusaha keras dalam satu minggu menangkap tersangka,” katanya dihadapan para wartawan.

Han Bing lalu mengangkat tangannya dan mengajukan pertanyaan. Serta ada wartawan lain juga yang bertanya. Tapi Zhao Dui tidak menjawab banyak dan mengakhiri konferensi dengan berkata bahwa para polisi akan terus melindungin masyarakat dan sekuat tenaga untuk memecahkan kasus ini.
Han Bing menghampiri Zhao Dui, dan bertanya kenapa Zhao Dui tidak menjawab pertanyaan darinya. Dan Zhao Dui membalas bahwa dia mendengar kalau Han Bing telah di pecat. Dan Han Bing langsung membenarkan, dia tidak pecat, melainkan dia di berhentikan untuk sementara saja. Mendengar itu, Zhao Dui tersenyum kecil.

“15 tahun yang lalu. Zheng Minghao terjadi kecelakaan. Kecelakaan itu apakah ada keanehan?” tanya Han Bing, pantang menyerah.
“Keanehan? Apa maksudmu?” balas Zhao Dui.
“Aku hanya berjaga- jaga,” jawab Han Bing. Lalu dia pamit dan pergi.
Gao Sheng keluar dari ruangan introgasi dengan perasaan kesal. Dan tepat disaat itu, Zhao Dui kembali dan bertanya padanya.

“Bocah itu gila. Penuh omong kosong,” kata Gao Sheng dengan nada bad mood. “Dia itu memang gila. Aku rasa perlu mengetes kejiwaannya. Aku sudah mengundang ahli jiwa datang ke sini,” jelas Gao Sheng.
“Baik. Masih ada satu hal lagi. Kamu periksa dari awal, kasus tabrak lari 15 tahun lalu. Periksa apakah ada keanehan,” balas Zhao Dui. Dan Gao Sheng mengiyakan.

Dicafe. Han Bing mencari dan membaca artikel mengenai kasus tabrak lari 15 tahun yang lalu. Kemudian dia menelpon Yifei dan memberitahu. Han Bing ingin membaca artikel tersebut lebih lanjut, tapi dia tidak bisa mengakses website perusahaannya, sehingga dia tidak bisa melihat laporan yang ada.
“Kamu mau datang kemari, tidak?” tanya Yifei.
“Tidak. Aku berencana menunggu semua orang pulang kerja,” balas Han Bing.

“Bukankah kartu akses mu disita? Bagaimana bisa masuk?”
“Ada satu cara,” balas Han Bing dengan percaya diri.

No comments:

Post a Comment