Wednesday, August 7, 2019

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 10-2

8 comments
 Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 10-2
Images by : Dragon TV / ZJTV / iQiyi
Di Shanghai, Solo juga menonton pertandingan ini secara live. Dan tentu, dia juga merasa gugup.
Pertandingan akhirnya di mulai,
ALL (Ou Qiang) vs PLAYER = pemenang adalah ALL.
Solo dan anggota SP di Shanghai sangat senang melihat kemenangan ALL. Mereka semakin yakin kalau China akan bisa menang di pertandingan CTF individual ini. Entah yang akan menang adalah SP atau K&K, selama itu untuk mewakili China, maka tidak masalah. Jujur saja, DT (Wu Bai) dari K&K adalah kandidat terkuat untuk menjadi juara.

Pertandingan antara Xiaomi vs NAYA dan pemenangnya adalah NAYA. Tampak jelas raut kekecewaan di wajah Xiaomi. Tidak hanya Xiaomi yang sedih, Shangyan pun demikian. Dia menghibur Xiaomi dengan berkata kalau mungkin Xiaomi kalah hanya karena tidak terbiasa pertanding di tempat ini.

Dan setelah pertandingan panjang, maka di mulailah ronde kedua. Di ronde ini DT akan melawan NAYA. Pertandingan mereka adalah yang paling di nanti, karena hasil pertandingan ini akan menentukan siapa yang menjadi peringkat 1 dan 2. Selama ini, peringkat pemain dunia CTF nomor 1 di pegang oleh DT dan peringkat nomor 2 oleh NAYA, tapi mereka berdua belum pernah saling berhadapan.

Sebelum memasuki ronde kedua, para kontestan di berikan waktu untuk istirahat. Selama jam istirahat, Xiaomi tidak bergabung dengan SP dan masih menyendiri di arena. Shangyan yang tahu kalau Xiaomi pasti merasa sedih, menghampirinya untuk menghibur. Xiaomi mengakui kalau dia merasa sedikit menyesal. Ini adalah pertandingan pertamanya di luar negeri. Dia mengira bisa mendapatkan tepuk tangan, tapi ternyata dia kalah di babak pertama. Shangyan menghiburnya dengan berkata kalau masih banyak kesempatan lain.
Xiaomi sedikit tersenyum. Xiaomi kemudian memuji DT yang adalah sepupu Shangyan dan bermain cukup bagus, sepertinya mewarisi bakat Shangyan. Shangyan dengan bercanda berkata kalau di bandingkan dengan dirinya, DT (Wu Bai) itu belum apa-apa.
“Xiaomi, entah siapa yang akan kalah atau menang, kita akan berjuang demi China,” ujar Shangyan.
--

Ai Qing berkeliling belakang panggung. Dan dia menemukan Wu Bai yang sedang duduk di atas rangka-rangka panggung (?). Ai Qing ternyata sudah menduga kalau Wu Bai akan berada di sana, karena sudah banyak mendengar cara Wu Bai menenangkan diri sebelum pertanding. Duduk sendirian. Wu Bai membenarkan, ada orang yang suka keributan, tapi dia suka sendirian.
“Kalau gitu, aku menganggumu?”
“Sejujurnya saja, sedikit mengganggu,” jawab Wu Bai.
Ai Qing tersenyum kecil, “Maaf. Maka aku akan langsung saja. Aku sebenarnya datang untuk mengatakan, ‘Semangat!’. Beberapa tahun ini, aku sudah memperhatikan bakat dan kemampuanmu. Jadi, aku percaya kalau kau akan membantu China memenangkan pertandingan hari ini.”
“Sejujurnya, aku tidak hanya ingin membuktikan pada dunia kalau China bisa melakukannya. Aku lebih ingin, di depan mu, di panggung international, memenangkan pertandingan.”
Ai Qing agak tidak menduga jawaban itu, “Terimakasih… sudah sangat menyukaiku dulu.”
“Kau tahu tidak, dulu, ketika team kalian, SOLO, memenangkan pertandingan, aku masihlah anak SMA. Tapi, setelah melihat kalian yang sangat bersinar di atas panggung, aku diam-diam bersumpah, suatu hari aku akan sama sepertimu, bersinar di atas panggung. Di depanmu, aku akan memenangkan juara untuk China.”
“Entah jika ini di kompetisi Singapore ataupun kompetisi international, aku selalu memperhatikan semua pencapaianmu. Performa mu sangat bagus,” puji Ai Qing, sepertinya mengalihkan topik.
“Itu berbeda. Karena mu aku memilih CTF. Jadi, entah hari ini aku bisa mendapatkan juara atau tidak, sangatlah penting bagiku. Tunggu dan lihat saja,” tegas Wu Bai dan beranjak ke arena.
Setelah Wu Bai pergi, Ai Qing bergumam kalau di matanya, DT telah menjadi bintang yang bersinar.
--
Di Shanghai, Tong Nian ternyata juga nonton pertandingan CTF secara live di laptop-nya. Dia nonton dengan di temani oleh anjing-nya, Summer. Tong Nian sangat bersemangat, seolah menonton secara langsung.
--



Pertandingan final antara DT dan NAYA di mulai. Waktu awal pertandingan di mulai, DT kelihatan kesulitan mengatasi rintangan, sementara NAYA tampak tenang. Tapi, ternyata, kemampuan DT masihlah di atas NAYA, dengan cepat, dia bisa mengatasi semua error dan serangan yang NAYA lakukan pada server-nya. Dan bahkan menyerang balik server NAYA.
Yass! Pemenang adalah DT! China!
Team K&K serta SP bersorak penuh kemenangan. China menang!
Dan di umumkan lah, juara 1 adalah DT (Wu Bai – China) ; juara 2 adalah NAYA (dari Norway) dan juara ketiga adalah ININ (dari China). Sangat membanggakan karena China meraih juara 1 dan 3.
--

Tong Nian yang menonton dari rumahnya juga bersorak penuh kegirangan dan menari bahagia. Tanpa menunggu, Tong Nian bahkan langsung menelpon Shangyan. Karena suara di arena yang sangat berisik, Shangyan tentu kesulitan mendengar suara Tong Nian di telepon. Walau Shangyan kesulitan mendengarkan suaranya, Tong Nian tetap berteriak dan mengucapkan selamat atas kemenangan team K&K. Shangyan tersenyum bahagia. Dia bahkan mengarahkan ponselnya ke arena agar Tong Nian bisa mendengar sorakan para pendukung China atas kemenangan mereka.

Usai itu, Shangyan memberitahu Tong Nian kalau mereka harus di wawancara sebentar lagi, jadi nanti mereka baru lanjut bicara lagi ya. Tong Nian mengerti.


Setelah bicara dengan Shangyan, Tong Nian turun ke ruang tamu sambil berteriak memberitahu ayah dan ibu kalau team K&K adalah juara dunia. Ayah dan ibu tentu tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Tong Nian. Tong Nian masih dengan bersemangat memberitahu kalau K&K adalah klub milik Han Shangyan dan menang juara dunia. Juara ketiganya juga adalah China, tapi dari klub lain. Intinya, Han Shangyan adalah yang terhebat!
Ekspresi ibu tampak malas dan tidak menyukai apa yang di bicarakan oleh Tong Nian. Berbeda dengan ibu, ayah malah ikut senang dan bersorak bersama Tong Nian. Setelah itu, Tong Nian lari ke kamar lagi karena dia ingin melihat acara penyerahan hadiah dan wawancara.
Di arena pertandingan, MC mulai memanggil satu persatu juara untuk maju dan menerima hadiah. ININ (China), NAYA (Norway) dan DT (Wu Bai - China) pun maju dengan penuh kebanggan membawa nama negara masing-masing.

Sebelum pemotretan, Shangyan melemparkan sesuatu pada Wu Bai yang berdiri di panggung. Bendera Nasional China. Ai Qing dan team SP tidak menyangka kalau Shangyan sampai menyiapkan bendera negara mereka. Dengan bangga Shangyan menjawab kalau Wu Bai adalah yang terhebat, dan kalau bukan dia yang menyiapkan, siapa lagi?

Dengan penuh kebanggan, Wu Bai dan ININ mengangkat bendera mereka. China menjadi juara untuk kompetisi ini (asli ya, yang buat naskah-nya bagus banget, dia sangat bangga atas negara-nya, hingga membuat naskah mengenai CTF dan di sini, dia membuat para karakter yang ingin membuktikan bahwa China juga bisa menjadi juara dunia CTF. Aku perhatikan ya, tema drama China ini semakin unik. Contohnya saja drama Hello, Debate Opponent, itu lebih berfokus pada klub debat universitas. Dimana di perlihatkan kalau dalam lomba debat pun ada hal-hal yang harus di perhatikan, di patuhi dan di pahami. Drama Nice To Meet You mengangkat mengenai memadukan unsur perhiasan China dengan barat, tanpa menghilangkan nilai khas China. Drama LOVE 020 yang di dalamnya ada mengenai perjuangan membuat game dan memasarkannya. Drama Go Go Squid memberitahu mengenai CTF. Aku nonton ini baru tahu kalau ada yang namanya kompetisi CTF lho. Semoga saja, tema sinetron-sinetron di Indonesia bisa menjadi lebih kreatif lagi dan tanpa episode ngejelimet yang buat pusing nonton.)

Semua yang menonton secara live, bahkan merasa terharu melihat bendera China yang di kibarkan secara international.
Setelah menerima penghargaan, mereka juga menerima wawancara dari media.
--

Shangyan kembali ke hotel. Nan Wei datang menemuinya untuk merayakan kemenangan China di pertandingan individu hari ini. Shangyan berterimakasih pada Nan Wei karena dulu sudah mau berada di pihaknya saat dia memutuskan untuk mendirikan cabang K&K di China. Nan Wei tertawa karena Shangyan sangat formal padanya.
Nan Wei kemudian ingin membahas hal penting. Mengenai teman Shangyan, Xiaomi, kemampuannya tidak begitu hebat. Dia melihat semua pertandingan dan kompetitor China berada di level atas, hanya Xiaomi yang standar saja kemampuannya. Apa karena mendapatkan tekanan? Shangyan tidak mnejawab dan memikirkan perkataan Nan Wei.
--
Nan Wei sudah pulang. Dan Shangyan mengajak Xiaomi dan Ou Qiang untuk pergi ke suatu tempat. Shangyan juga meminta Ou Qiang yang menyetir mobil karena dia baru saja minum (alkohol) tadi.
Di mobil, mereka memutar lagu lama dan mulai bernyanyi bersama-sama dengan bahagia. Euforia kemenangan itu masih terasa. 

8 comments:

  1. Ga sabar nunggu kelanjutannya kak

    ReplyDelete
  2. Aksesorisnya murah kak,tp berat di ongkir 😌

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya kak, sudah mau kunjung ke tokonya :) Tokonya baru di buka kak dan lagi mau coba daftar program gratis ongkir Shopee, semoga bisa di acc. Atau ajak teman belanja aja kak, biar ongkir-nya bisa kongsian hehhehe.

      Delete