Saturday, August 17, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 9 - part 1

0 comments


Semua karakter, organisasi, tempat, kasus dan insiden dalam drama ini fiktif


Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 9 – part 1

Network : OCN

Won Suk merasa tidak sabaran menunggu programnya berjalan. Dan kemudian, dia menemukan sebuah aplikasi perkiraan cuaca di hape Beom Jin yang tampak mencurigakan, dan didalam aplikasi itu ada foto Su Ah.
“Aku mendapatkan jackpot,” gumam Won Suk, semangat.

Beom Jin mendekat dan mengulurkan tangannya, dia meminta hape nya dikembalikan. Dengan kebingungan, Kang Jae diam dan berpikir. Lalu ketika Beom Jin akan mengambil sendiri hape dari dalam tas, Kang Jae dengan sengaja berpura- pura menyenggol dan menjatuhkan tas hape.

Melihat itu, seisi kelas langsung ribut, karena ada hape mereka di dalamnya. Dan Kang Jae pun meminta maaf serta menenangkan mereka, lalu dia mencopot hape Beom Jin dari hapenya sendiri. Dan dia memberikan hape tersebut kepada Beom Jin.


Dengan curiga, Beom Jin menatap Kang Jae, lalu mengambil hape nya. “Ponselku panas. Aku mematikannya sebelum menyerahkannya. Bagaimana ini bisa terjadi?”
“Mungkin ada sesuatu yang salah dengan baterainya,” jawab Kang Jae dengan tenang.
“Benarkah? Mungkin aku harus memeriksanya. Untuk melihat apakah baterainya bermasalah, atau ada sesuatu yang lain,” balas Beom Jin. Dan Kang Jae tersenyum.

“Astaga! Kubilang jangan putuskan!” teriak Won Suk, merasa frustasi.


Setelah ujian berakhir, Beom Jin memeriksa app cuaca di hapenya. Sambil menatap tajam kepada Kang Jae yang pergi meninggalkan kelas.

Setelah keluar dari kelas, Kang Jae mengangkat telpon dari Won Suk. Dan Won Suk langsung berteriak marah kepada Kang Jae, lalu dia menjelaskan bahwa dia ada menemukan foto Su Ah di ponsel Beom Jin. Serta dia menemukan sebuah aplikasi yang mencurigakan.

Tepat disaat itu, Hye Soo mendekat dan menyentuh Kang Jae dari belakang. Sehingga Kang Jae pun merasa terkejut dan langsung berteriak, tapi kemudian saat sadar, dia pun tertawa hambar agar Hye Soo tidak curiga.
“Kamu tidak akan menyerahkan lembar jawabanmu? Bu Jun akan memarahimu jika kamu terlambat menyerahkannya. Kita harus segera meletakkannya di brankas,” jelas Hye Soo. Dan Kang Jae mengiyakan.
Didalam kamar rawat Ayahnya. Tae Seok tertawa dengan keras. “Ayah, aku sudah bilang tentang itu, bukan? Universitas Woonam akan di kelola oleh Yayasan Cheonmyung. Itu karena prestasi putra Ayah.”


Tae Seok kemudian memandangin Jung Suk. “Yayasan pendidikan juga sebuah bisnis. Itu harus di jalankan oleh seseorang yang kompenten. Alih- alih tikus yang mencari rahasia orang lain,” katanya, mengejek.
Mendengar itu, Jung Suk merasa kesal. Tapi dengan santai Tae Seok menyentuh dasinya, dan menyuruh nya untuk bekerja dengan keras.


Jung Suk menyuruh Tae Seok untuk sadar diri, tapi Tae Seok mengabaikannya. Tae Seok memegang tangan Ayahnya yang sedang tertidur, “Ayah, tolong tunggu sebentar lagi. Akan kupastikan Ayah bisa melihat Universitas Woonam di bagan organisasi Cheonmyung saat masih hidup.”
Dan mendengar itu, Ayah memegang tangan Tae Seok. Dengan senang, Tae Seok pun  tersenyum ke arah Jung Suk yang tampak tidak menyangka.

Didalam mobil. Tae Seok bernyanyi bahagia, dia meminta Ayahnya untuk tetap sehat. Lalu dia mengomentari kakak bodoh nya yang begitu sombong. Dan saat hape nya berbunyi, dia pun menepikan mobilnya dan mengangkat telpon itu.
Ntah apa yang orang ditelpon katakan, tapi yang jelas Tae Seok tampak sangat senang. “Ya. Terima kasih. Aku akan mendatanginmu sekarang.”

App cuaca di hape Beom Jin, ternyata adalah sebuah app mata- mata. Mengetahui itu, Moo Hyuk bertanya kenapa siswa SMA bisa memiliki app seperti itu di hape nya. Dan Won Suk menjawab, karena itu lah dia bilang mendapatkan jackpot.
“Sekilas, sepertinya aplikasi cuaca biasa. Tapi jika kamu menginstal aplikasi ini di dua ponsel, kamu dapat memantau dan mengakses pesan, foto, juga riwayat penjelajahan internet dari satu ponsel di ponsel lain. Dengan kata lain, aplikasi ini dapat melakukan peretasan dan pemantauan,” jelas Won Suk.

“Pemantauan? Tapi memantau siapa?”
Won Suk menjawab bahwa dia tidak tahu, karena Moo Hyuk tiba- tiba memutuskan hubungan. Dan Moo Hyuk pun menceritakan tentang Beom Jin yang terus meminta hape nya untuk di kembalikan, jadi dia pun terpaksa memutuskan hubungan.
“Bisakah kamu mencoba terhubung lagi?” tanya Won Suk.
“Tidak. Itu terlalu berbahaya,” jawab Moo Hyuk.
Won Suk menebak, kalau sepertinya Beom Jin sedang mengawasi Tae Seok, karena hanya Tae Seok yang memiliki foto Su Ah. Tapi untuk apa, itu yang menjadi pertanyaan. Lalu untuk hape Ki Hoon, dia tidak menemukan apapun. Serta di hape Byung Ho, dia menemukan pesan nya dengan Tae Seok, jadi lumayan.
Moo Hyuk memandangi papan informasi nya, dan berpikir. “Yu Yang Ki masuk komite mana?” tanyanya.
“Tunggu sebentar. Akan kuperiksa,” balas Won Suk, mencari informasi Yang Ki di Internet. “Komite Legislasi dan Kehakiman. Komite Pertahanan Nasional. Budaya, Olahraga, dan Pariwisata. Juga Komite Pendidikan. Dia pimpinan Komite Pendidikan.”

Mendengar itu, Moo Hyuk menebak bahwa sepertinya Yang Ki mungkin ada berperan penting dalam usaha Lee Tae Seok untuk mengambil alih Universitas Woonam. Lalu dia bertanya- tanya, bagaimana jika panggilan cepat Nol bukan Lee Do Jin, melainkan Yoo Yang Ki. Karena cuma Beom Jin yang memiliki foto Su Ah di ponselnya.
“Tidak mungkin,” gumam Won Suk, terkejut.
“Kita harus memulihkan data dari ponsel Yu Beom Jin. Itu akan mengungkapkan siapa yang dipantau oleh Yu Beom Jin,” balas Moo Hyuk.

Didalam perpustakaan. Beom Jin masih memikirkan hape nya yang tampak mencurigakan saat Kang Jae mengembalikan padanya. Dan melihat betapa serius nya Beom Jin, maka Tae Ra mengetok meja untuk menyadarkanya.

“Beom Jin,” panggil Tae Ra. “Kenapa kamu sangat berkonsentrasi? Kamu tetap akan menjadi siswa terbaik.”
Beom Jin tertawa pelan. “Omong-omong, kamu baik-baik saja? Kamu menemukan pengganti Bu Jo?” tanya nya. Dan Tae Ra memberitahu kan tentang Kang Jae.

Mendengar nama Kang Jae, Beom Jin langsung menyarankan agar Tae Ra mencari orang lain saja, sebab Kang Jae terus menyelidiki masa lalu dan mencurigakan. Namun Tae Ra tidak bisa perbuat apapun, karena itu adalah keputusan Ibunya.
“Dia pasti pilihan Kepala Pelayan Lee, bukan ibumu, karena guru itu sesuai dengan tujuannya,” kata Beom Jin.
“Tujuannya? Apa itu?” tanya Tae Ra. Dan Beom Jin diam.

No comments:

Post a Comment