Thursday, October 24, 2019

Sinopsis K-Drama : Extraordinary You Episode 13

0 comments

Sinopsis K-Drama :  Extraordinary You Episode 13
Images by : MBC
Psaat! = adegan berpindah ke panggung (cerita Komik)
Syaat! = adegan panggung sudah selesai
======
Kyung datang ke kamar rawat Dan O, tapi Dan O sudah tidak ada. Melihat itu, wajah Dan O tampak kesal dan kecewa gitu.
--


Kyung tiba di sekolah dengan mengenakan seragamnya. Dan begitu masuk kelas, dia segera ke tempat duduk Ha Roo. Dia tampak heran melihat Mo Beom yang duduk di sana. Dan dia menemukan sebuah buku yang terletak di pinggir jendela. Kyung mengambil buku tersebut.
--
Kyung berada di kolam renang dan melihat isi buku tersebut. Itu adalah buku yang berisi kumpulan lukisan Ha Roo. Kyung merobek halaman demi halaman buku itu dan membuangnya ke dalam kolam renang. Hingga dia menemukan lukisan Dan O di sana. Dengan marah, Kyung membuang buku tersebut ke dalam kolam.

Kyung teringat pertengkarannya dengan Ha Roo saat di ‘bayangan’ merebutkan Dan O. Saat itu, Ha Roo mempermalukannya dengan mendorongnya ke dalam kolam renang. Dan dia hanya bisa berteriak kesal.
Tapi, tidak lama kemudian, alarm keamanan berbunyi. Dan tubuhnya sudah kering, tidak basah sama sekali. Tidak hanya itu, dia melihat Ha Roo yang melompat ke dalam kolam renang untuk menyelamatkan Dan O yang tercebur.
--
Dan O pergi ke perpustakaan untuk mencari komik SECRET. Dia tampak sangat panik. Dan Kyung berjalan menghampirinya sambil bertanya, “Apa kau mencari ini?”
Kyung melempar buku tersebut ke bawah Dan O. Dan O terkejut karena Kyung telah membaca komik SECRET.
“Ku rasa kamu terburu-buru datang kemari dengan pakaian itu,” komentar Kyung. “Hari ini sangat menyenangkan?”
“Bagaimana bisa?”
“Kamu bilang kamu menyukaiku selama 10 tahun. Apa aku harus mengejanya untukmu? Aku tahu itu hanya karaktermu, tapi tetap saja mengecewakan,” ujar Kyung sinis.
Flashback
Sejak Ha Roo meninjunya setelah dia menghancurkan jam tangan Dan O dan membuat Dan O menangis, di tengah hujan, Kyung sudah merasakan keanehan. Apalagi kata-kata Ha Roo yang mengatakan kalau Kyung juga tidak ingat padanya meski dia mengatakannya. Dan adegan akan berubah.
Kemudian saat Dan O memutuskan pertunangan mereka dan berbeda sangat berbeda. Dan terus-menerus mengatakan mengenai ‘karakter’, ‘nasib’, dan hal aneh lainnya. Dia menjadi sangat bingung.
Namun, setelah dia membaca komik SECRET, dia menjadi mengerti akan semuanya.
End
Dan O menatap marah pada Kyung karena sudah tahu semuanya, tapi kenapa terus melakukan ini? Kyung membalas dengan emosi kalau Dan O yang duluan membodohinya. Dan O dan tokoh extra itu (Ha Roo) berulah dan akhirnya dia (Ha Roo) menghilang.
“Kamu hanya extra. PIkirmu kamu menjadi salah satu peran utama dengan berbuat sesukamu?” teriak Kyung. “Bagaimana jika kamu juga menghilang?  Dan O. Jangan berkhayal. Kamu hanya extra. Kamu hanya karakter yang mungkin menghilang karena kondisi jantungmu.”
Dan O menatapnya dengan mata nanar dan penuh kemarahan. Dia memungut komik SECRET yang ada di bawah kakinya dan berjalan keluar dari perpustakaan, mengabaikan Kyung.
--
Dan O berjalan di sepanjang koridor membaca komik SECRET. Dia berusaha mencari gambar Ha Roo. Tapi, di adegan saat Nam Ju menunjuk Ha Roo untuk menjadi bagian dari A3, gambar Ha Roo telah berubah menjadi Mo Beom.
“Ha Roo, menghilang,” sadar Dan O.
Saat itu, Ae Il dan Bit Na lewat di depannya. Dan O langsung bertanya pada mereka apakah melihat Ha Roo, siswa no. 13? Mereka tidak ingat siapa Ha Roo dan juga siswa no. 13 adalah Mo Beom. Bit Na lebih khawatir melihat penampilan Dan O yang basah kuyup dan mengenakan pakaian pasien. Dan O mengibaskan tangan Bit Na yang menyentuh tubuhnya dengan kasar dan berjalan masuk ke dalam kelas. Tentu saja, Bit Na jadi jengkel.
Di dalam kelas, semua kaget melihat penampilan Dan O yang mengenakan pakaian pasien. Dan O tidak peduli pada mereka dan hanya menanyakan mengenai Ha Roo. Dan sama seperti Ae Il dan Bit Na, tidak ada yang mengenal siapa Ha Roo.
Do Hwa yang lewat di depan kelas Dan O, melihat penampilan Dan O dan juga sikap-nya yang histeris, segera menghampirinya dan bertanya ada apa?
“Apa yang harus ku lakukan? Ha Roo…,” tangis Dan O.
--
Do Hwa dan Dan O menemui Jinmiche. Dan O juga sudah mengenakan pakaian seragam.
“Dia menghilang. Aku memperingatkan dia membantumu membuatnya menghilang. Dan dia menentukan pilihan,” jelas Jinmiche.
“Dia membantu kami meski tahu dia akan menghilang?” tanya Do Hwa, memastikan.
“Ya.”
“Kamu tidak pernah bilang bahwa dia akan menghilang,” marah Dan O.
“Aku memperingatkanmu beberapa kali. Kubilang mengubah satu hal akan mengubah segalanya. Kamu seharusnya lega bahwa hanya dia yang pergi.”
“Kenapa kamu berkata begitu?”
“Setelah ini terjadi, kita tidak bisa meramalkan masa depan lagi. Berapa banyak lagi kamu akan menghancurkan dunia ini demi dirimu?!”
“Kalau begitu… Maksudmu, dia menghilang karena aku?” tanya Dan O dengan sedih.
“Benar. Kamu yang mengubah ceritanya,” jawab Jinmiche.


Dan O menangis. Dia tidak bisa menerima hal tersebut. Walau tahu Ha Roo menghilang, Dan O terus berkeliling sekolah sambil berteriak memanggil nama Ha Roo, berharap Ha Roo akan muncul di hadapannya. Jinmiche berusaha menyuruhnya untuk berhenti karena hal itu percuma saja. Dan O tidak mau berhenti. Dia takut kalau Ha Roo akan menghilang selamanya. Karena itu, dia akan mencari Ha Roo.


Dan O terus mencari hingga hari menjadi gelap. Tapi, walau sudah mencari kemanapun, Ha Roo tidak ada. Dan O menangis sedih di tengah lapangan. Kyung lewat di sana dan melihat Dan O serta mendengar suara tangisannya. Dia tampak tidak tega melihat Dan O yang demikian.
--

Malam hari,
tn. Baek, istrinya dan Kyung pergi ke toko tas. Kyung terlihat tidak fokus karena masih memikirkan mengenai Dan O yang menangis di tengah lapangan tadi.
Psaat!
tn. Baek membeli sebuah tas dan memberikannya pada Kyung. Tas itu untuk Dan O. Istrinya mengajak tn. Baek untuk pulang, tapi tn. Baek melihat jam-nya, seolah menunggu seseorang. Dan tidak lama, datanglah rombongan tn. Oh dan istrinya. Melihat kedatangan mereka, tn. Baek langsung menghampirinya dan menyapanya dengan ramah.

tn. Oh malah bingung di sapa oleh tn. Baek karena dia tidak mengenalinya. Istrinya, Cha Ji Hyun, memberitahu kalau yang menyapa adalah tn. Baek dari Silver Moon. tn. Baek bahkan memberikan kartu namanya. Dan mulai memuji-muji tn. Oh. Melihat itu, Kyung tesenyum sini.
Ny. Cha berbasa-basi menanyakan untuk apa tn. Oh ke toko ini? tn. Oh dengan bangga menjawab kalau dia menemani Kyung yang bersikeras ingin membeli hadiah untuk tunangannya di toko ini. Ny. Cha ternyata tahu kalau tunangan Kyung adalah Dan O. Dia berbisik memberitahu tn. Oh kalau Dan O adalah putri dari Pimpinan Eun. Walau tersenyum, tapi Ny. Cha menampilkan ekspresi sinis saat tidak ada yang melihat.
Syaat!

Setelah selesai berbincang, tn. Baek keluar dari toko di ikuti oleh Kyung istrinya. Dia sangat senang karena berhasil bicara dengan tn. Oh. Sayangnya, mood nya harus rusak karena Kyung bersikap melawannya dan menyebutnya sudah keterlaluan karena memberikan hadiah untuk Dan O. Dia tahu jelas kalau hadiah itu di berikan untuk memanfaatkan Dan O. Bahkan untuk menunjukkan emosinya, Kyung membuang hadiah tas itu ke lantai dan langsung pergi dari sana. Dia mengabaikan ayahnya yang berteriak memanggilnya.
--

Dan O sudah pulang. Dia memandangi fotonya yang sudah rusak karena terendam air di kolam renang. Dan di foto itu, yang dulunya ada sosok Ha Roo yang terpotret, kini sudah menghilang. Dia teringat pembicaraa dengan Jinmiche bahwa Ha Roo menghilang karena dirinya yang berusaha merubah cerita. Dan O menangis terisak-isak penuh kesedihan.
--
Esok hari,
Dan O kembali menemui Jinmiche. Dia memberitahu kalau dia tidak akan memberontak lagi dan akan melakukan apapun yang penulis rencanakan. Jadi, dia mohon pada Jinmiche aga memberitahunya bagaimana dia bisa menemukan Ha Roo?
“Semuanya memiliki konsekuensi. Kamu mau mengubah karaktermu, bukan? Konsekuensinya adalah Ha Roo,” tegas Jinmiche.
Dan O terhenyak. Ha Roo yang menghilang adalah konsekuensi yang harus di terimanya karena berusaha mengubah cerita.
--
Para trio boy pembully sedang berada di pinggir lapangan dan sok berlatih menendang bola dengan keren. Tapi, yang ada malah memalukan. Bola nya tidak tertendang jauh. Hahahha.
Pas saat Nam Ju lewat, salah satu trio boy pembully malah memberikan pendapat agar meminta Do Hwa bermain sepak bola dengan mereka. Nam Ju jelas mendengar ucapan itu. Dia kesal karena mereka membahas mengenai Do Hwa padahal dia sudah mengusir Do Hwa dari A3. Kedua anggota trio pembully langsung memuji-muji Nam Ju yang jauh lebih hebat dan Do Hwa tidak bisa menandingi Nam Ju.
Nam Ju sedikit senang mendengar pujian mereka tersebut.
--

Dan dengan begitu, saat Do Hwa ingin ikut bermain sepak bola dengan mereka, mereka langsung menolak. Do Hwa tahu kalau itu pasti karena mereka takut dengan Nam Ju. Trio boy pembully tidak menjawab dan langsung pergi dari sana.
Do Hwa sangat kesal hingga menendang bola di hadapannya. Dan bola itu terbang hingga ke hadapan Ju Da. Ju Da melihatnya.
Psaat!
Do Hwa duduk bersama Ju Da di pinggir lapangan. Ju Da berusaha membahas mengenai apa yang Do Hwa katakan saat di pesta ulang tahun Nam Ju, dan belum selesai Ju Da bicara, Do Hwa sudah menyuruh Ju Da untuk melupakannya saja.

Tapi, di dalam hatinya yang sebenarnya, Do Hwa kesal karena harus menyuruh Ju Da melupakan perkataannya yang dia ucapkan dengan tulus. Tapi, mau bagaimana lagi, itu adalah kehendak penulis yang harus di turutinya.
Ju Da tersenyum senang dan memuji Do Hwa sebagai teman yang baik. Sebenarnya, Do Hwa merasa kecewa karena selama di ‘panggung’ dia hanya akan selamanya menjadi teman untuk Ju Da.
Syaat!
--

Do Hwa berada di ruang A3 dan memainkan biola-nya. Nam Ju masuk saat itu dan langsung menegurnya karena berada di ruang A3, padahal dia sudah mengeluarkan Do Hwa dari A3. Do Hwa menghentikan permainan biola-nya.
“Nam Ju. Izinkan aku menanyakan satu hal. Jika kamu melihat Ju Da dan aku menghabiskan waktu bersama seperti dewa, apa yang akan kamu lakukan?”
“Aku tidak akan melihat kalian berdua. Aku tidak akan menjadi pengecut dan melihat gadis yang kusukai bersama pria lain,” jawab Nam Ju.
“Kamu keren bahkan di luar panggung,” ujar Do Hwa dan tampak sedih. “Ini terasa buruk karena aku merasa seperti berbuat curang.”
“Yang benar saja. Kamu pikir kamu selevel denganku?” balas Nam Ju.
“Benar. Akan menyenangkan jika aku tahu lebih awal. Kalau begitu, pesta ulang tahunmu akan lebih keren, Ju Da akan bahagia, dan Ha Roo pasti masih di sini. Lalu, Dan O tidak akan sedih sekarang,” ujar Do Hwa, lebih kepada dirinya sendiri. “Nam Ju. Maafkan aku,” ujar Do Hwa dengan tulus.
Usai mengatakan itu, Do Hwa keluar dari ruangan A3. Dan Nam Ju tampak heran dengan perkataan Do Hwa.
--

Dan O duduk sendirian di tangga sambil memegang suling. Kyung melihatnya dari belakang dan langsung menghampirinya. Dan O mengira kalau langkah kaki yang datang adalah Ha Roo dan sumringah. Tapi, wajahnya kembali redup saat tahu yang datang ternyata adalah Kyung.
Kyung bersikap baik dengan memberi Dan O susu strawberry. Dia bahkan membukakan tutupnya dan meletakkannya di tangan Dan O. Tapi, Dan O hanya diam menatapnya. Jadinya, Kyung pun pergi.
--
Dan O berjalan bersama dengan Soo Chul dan Sae Mi. Dia tampak tidak bersemangat. Sae Mi tidak sadar dan malah dengan heboh memberitahu kalau ada toko roti yang baru buka di dekat sekolah. mendengar toko roti, Dan O langsung bersemangat dan berkata kalau Ha Roo suka roti.
Tapi, kemudian, dia tersadar kalau Ha Roo sudah menghilang. Sae Mi dan Soo Chul tidak mengenal Ha Roo, malah membuat plesetan dari nama Ha Roo, menjadi ‘Ha Loo?”
--


Di kelas musik, guru memberikan pengarahan. Dia menyuruh no. absen 13 untuk maju. Dan O langsung berdiri dan memanggil nama Ha Roo. Tapi yang maju adalah Mo Beom. Semua tentu heran melihat sikap Dan O yang aneh. Kyung juga memperhatikannya.
Dan O menjadi lebih histeris dan marah karena tidak ada satupun dari mereka yang mengingat Ha Roo? Dia berteriak dan menangis terisak-isak. Kyung yang melihat kelakuannya, segera menarik Dan O keluar kelas bersamanya.
Di koridor, Kyung berteriak marah pada Dan O. Dan O tidak peduli dan hanya bertanya, apakah Kyung mengingat Ha Roo? Dia memohon agar Kyung mengatakan padanya bahwa dia mengingat Ha Roo.
“Aku ingat,” ujar Kyung. “Jadi, hentikanlah. Cukup, Dan O,” pinta Kyung.
Dan O menangis terisak-isak. Dan Kyung tampak tidak tega melihat tangisnya tersebut.
--

Do Hwa sedang berbaring di rumput. Kyung menghampirinya dan bertanya apa yang sedang Do Hwa lakukan? Do Hwa menjawab kalau ini adalah hari yang berat baginya. Kyung langsung bertanya, apakah Do Hwa juga sedih karena pria itu, Ha Roo?
Do Hwa membenarkan. Tapi, kemudian dia baru tersadar. Kalau Kyung ingat mengenai Ha Roo, itu artinya Kyung sudah sadar kalau mereka adalah tokoh komik. Do Hwa sangat senang dan menurutnya ini adalah kabar yang membahagiakan.
Dari jauh, Jimiche memperhatikan mereka dan berujuar, “Aku bahkan tidak tahu kemana cerita ini akan menuju.”
--

Dan O di kelas dan berbaring di meja Ha Roo. Mo Beom yang baru masuk kelas dan melihat Dan O ada di mejanya, langsung mengomeli Dan O yang terus saja mencuri tempat duduknya. Dan O menatapnya dengan pandangan menyeramkan dam membuat Mo Beom ketakutan dan memilih pergi.
Dan O menikmati angin dan melihat gorden yang bertiup di tiup angis.
Dan terlihat sosok Ha Roo yang menatapnya, “Dan O.”
Dan O terkejut melihat Ha Roo yang muncul di hadapannya. Dia memanggil nama Ha Roo. Kyung yang masuk ke dalam kelas, mendengar ucapan Dan O. dan Ha Roo menghilang, seolah hanya khayalan Dan O saja.
“Pergilah,” usir Dan O.
“Bagaimana bisa kamu menangisi menghilangnya seorang extra? Hei. Dan O, aku bicara kepadamu,” ujar Kyung dan membalik tubuh Dan O.
Dia terkejut melihat wajah Dan O yang menangis. Dan O tidak mengatakan apapun. Dia mengibaskan tangan Kyung dan pergi keluar kelas.
--

Malam hari,
Di tempat ruangan rahasia perpustakaan, dimana Ha Roo menempelkan lukisan-lukisan Dan O yang dibuatnya. Angin bertiup kencang dan tampak kalau lubang hitam muncul di dinding sana.
--

Dan O berjalan pulang dan Kyung ternyata menunggunya dan bahkan menawarkan tumpangan untuk dan O. Dan O menolak tumpangan Kyung karena supirnya juga akan segera menjemputnya. Kyung memohon pada Dan O untuk masuk saja ke dalam mobilnya, tapi Dan O mengabaikannya dan memilih untuk berjalan pulang.

Kyung masih mengikutinya dengan mobil. Dia meminta Dan O naik ke dalam mobilnya. Dan O berusaha mengabaikannya tapi tiba-tiba dadanya terasa sakit dan jam-nya berbunyi. Melihat itu, Kyung menjadi lebih khawatir.

Pada akhirnya, Dan O masuk ke dalam mobil Kyung dan di antar pulang. Di dalam mobil, Kyung terus memperhatika Dan O. Dan dia memberikan kantong barang untuk Dan O yang terus menangis sendirian. Dan O hanya diam. Jadinya, Kyung mengeluarkan barang di kantong yang dia berikan pada Dan O, seperti sapu tangan dan meletakkannya di mata Dan O. Mungkin, agar mata Dan O tidak bengkak karena menangis seharian.
--
Mereka sudah tiba di rumah Dan O. Kyung bertanya, apakah Dan O merasa sesedih itu? Dan O sampai tidak bisa makan dan terus menangis.
“Aku sangat sedih hingga aku bisa mati. Aku merasa ini semua salahku,” ujar Dan O.
“Aku akan melakukan apa pun yang dia lakukan untukmu. Aku bisa membantumu mengubah ceritanya.”
“Hanya Ha Roo yang bisa melakukan itu.”
“Kamu membahas dia lagi. Itukah yang dia katakan kepadamu? Dia memintamu mengubah dunia ini dengannya? Kamu masih bisa hidup nyaman tanpa melakukan itu. Kamu punya rumah yang layak dan keluarga baik. Kamu pun punya teman yang menyayangimu.”
“Aku sekarat,” ujar Dan O dengan sedih. “Jika penulis menggambar adegan saat aku mati, aku akan segera mati. Itu nasibku. Seorang siswi SMA dengan penyakit parah yang bisa membunuhnya kapan saja. Tapi sisa waktuku hanya digunakan untuk tokoh utama atau tokoh pendukung sepertimu. Aku tunanganmu dan teman sekelas dengan Nam Ju dan Ju Da. Tapi sebelum itu, aku Eun Dan O. Kamu tidak akan tahu betapa putus asanya aku saat menghabiskan waktuku untuk diriku. Kamu tidak akan pernah tahu. Selamat tinggal,” ujar Dan O, dengan tatapan yang nanar.
Dan usai mengatakan itu, Dan O masuk ke dalam rumah. Kyung sendiri hanya bisa terdiam dengan sedih dan menatap sosok Dan O.
--

Esok hari,
Ju Da hendak pergi ke sekolah. Tapi, di depan rumahnya telah menanti Ny. Cha dengan membawa banyak anak buah yang membawa banyak hadiah. Semua hadiah itu di bawa ke dalam rumah Ju Da. Ju Da jelas heran.
“Ambil saja. Siswa SMA Seuli harus hidup dengan martabat. Sepeda rusak dan bekerja paruh waktu? Jika nenekmu sakit, aku yakin kamu butuh uang,” ujar Ny. Cha.
“Bagaimana kamu tahu?”
“Nam Ju memberitahuku. Kamu salah satu murid beasiswa kami, jadi, Nam Ju mencemaskanmu karena citra perusahaan kami, Ini, jika kamu butuh sesuatu, silakan hubungi aku,” ujar Ny. Cha dan memberikan kartu namanya.
“Aku sangat berterima kasih, tapi cukup dengan simpatimu saja.”
“Ambillah selagi aku menawarkannya kepadamu. Ada sesuatu dalam hidup yang lebih penting dari harga diri,” tegas Ny Cha, penuh arti.
Dan Ju Da tampaknya tersinggung. Setelah Ny. Cha pergi, dia memandangi sepatu hadiah Nam Ju untuknya saat di pesta ulang tahun itu.
--
Ju Da yang tiba di sekolah, langsung pergi menemui Nam Ju di ruangan A3. Dia mengembalikan sepatu hadiah Nam Ju itu. Nam Ju bingung melihat Ju Da yang tiba-tiba datang dan dengan ekspresi marah.
“Kurasa aku harus mengembalikan ini kepadamu.”
“Apa yang kamu lakukan?”
“Aku senang memerankan Cinderella. Saat tengah malam, sepatu kaca, gaun, dan kereta menghilang. Rasanya cukup menyedihkan. Selamat tinggal, Nam Ju,” ujar Ju Da dengan sedih.
--
Soo Chul berdiri di lapangan dengan mengenakan seragam olahraga pink terang. Dia mengumumkan dan mengucapkan selamat datang pada semuanya di Hari Olahraga SMA Seuli ke-12.
Semua siswa berkumpul di lapangan. Suasa sangat ceria dan juga heboh. Semua tampak bersenang-senang menyiapkan acara ini.
--

Di dapur, Jinmiche juga sangat sibuk menyiapkan banyak kue dan hidangan manis lainnya. Jinmiche mengeluh sangat lelah dan juga kesal karena penulis tidak membuatkan baju lengan pendek untuknya hingga dia merasa sangat kepanasan. Atau setidaknya, kurangi pekerjaannya. Dan juga, dia tahu kalau ini adalah dunia komik, tapi kenapa para murinya malah tidak pernah belajar.
“Murid-murid SMA ini hidup jauh dari kenyataan,” gerutu Jinmiche.

Saat itu, Do Hwa datang menemuinya. Do Hwa mengenakan seragam warna kuning dan ada gambar anak ayam-nya. Do Hwa dengan ceria memakan cemilan yang ada di sana. Melihat Do Hwa yang ceria, Jinmiche langsung berkomentar kalau kemarin Do Hwa tampak frustasi, apa sekarang sudah lebih baik?
Jinmiche kemudian membaca komik SECRET. Dan dia tampak terkejut.
“Tidak mungkin,” gumam-nya.
Do Hwa jadi penasaran dan ikut melihat komik SECRET. Dan sama seperti Jinmiche, Do Hwa juga tampak terkejut.


No comments:

Post a Comment