Thursday, October 24, 2019

Sinopsis Lakorn- Drama : Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 2 - part 2/5

1 comments

Sinopsis Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 2 – part 2
Network : Channel 3

“Fae! Apa kamu sudah bangun?” teriak Bibi sambil mengendor pintu kamar. Tapi didalam kamar, Fae masih tidur dengan pulas, dan tidak merasa terganggu. Lalu karena capek mengendor, maka Bibi pun langsung masuk ke dalam kamar Fae. Dan dia menanyakan, apakah Fae tidak mau pergi ke sekolah.
Dengan kesal, Fae bangun dan memandangin bibinya. Dan Bibi langsung meneriaki nya supaya bangun dan berangkat ke sekolah. Namun Fae beralasan bahwa dia sakit, dan tentu saja Bibi tidak percaya kepadanya, karena dia tahu Fae hanya malas.

“Apa kamu ingin menjalanin hidup yang keras seperti Ibumu dan aku yang tanpa pendidikan?” tanya Bibi.
“Aku hanya perlu menemukan suami kaya!” balas Fae.
“Cepatlah lakukan itu! Aku ingin tahu siapa yang akan mengambil mu sebagai istri. Pemalas! Kamu tidak ada melakukan apapun. Aku yang melakukan segalanya untuk mu. Kesialan macam apa ini?” omel Bibi.
Mendengar itu, Fae pun merasa capek dan bangun. Dengan kasar, dia menendang pintu kamar nya untuk melampiaskan rasa kesal nya. Kemudian dia pun bersiap untuk mandi.

Bibi mencuci pakaian milik Fae di halaman belakang sambil terus mengomel. Melihat itu, Suami nya menatap ke arah kamar mandi, dimana Fae sedang mandi.

Ampu mengantarkan Tom ke sekolah. Dan sesampainya disekolah, dia memberitahu bahwa nanti sepulang sekolah, dia akan datang untuk menjemput Tom lagi. Mengetahui itu, Tom mengeluh, karena ini sama saja tidak ada bedanya bila dia di tangkap. Dan Ampu menjelaskan bahwa dia melakukan ini untuk kebaikan Tom, karena dia peduli, jadi dia ingin Tom tidak menganggap nya sebagai musuh.

Dengan kesal, Tom pun mengiyakan, lalu keluar dari mobil. Dan Ampu meneriaki nya supaya tidak melarikan diri.
Namun tepat disaat mobil Ampu telah melaju pergi, Tom langsung pergi membolos dari sekolah, bukannya  masuk ke dalam sekolah.


Ketika Fae sudah selesai mandi, diapun masuk kembali ke dalam kamar nya. Tapi sebelum dia sempat mengunci pintu kamar nya, Paman nya datang dan ikut masuk ke dalam kamar nya “Apa kamu sedang mencari suami? Aku bersedia. Kamu tidak perlu mencari orang lain lagi. Aku sudah menunggu sejak lama. Aku tidak kaya, tapi aku enak. Okay?” kata Paman dengan sikap genit.
Mendengar itu, Fae marah dan ingin kabur, tapi Paman nya menampar nya hingga jatuh ke atas tempat tidur. Lalu Paman nya menutup mulut nya supaya dia tidak bisa berteriak.

Bibi yang sedang mencuci baju di halaman belakang, dia terkejut mendengar suara itu.
Fae menjerit sekuat tenaga, walaupun mulutnya sedang di bekap. Lalu ketika Bibi masuk kedalam kamar, barulah Paman nya melepaskan nya, karena terkejut. Kemudian Fae pun langsung bersembunyi di belakang Bibi, dan mengadu padanya serta meminta pertolongan nya. sebab Paman mencoba untuk memperkosanya.
Paman menyangkal hal itu, dan menuduh kalau Fae lah yang telah menggoda nya. Dan mendengar itu, Bibi langsung menampar Fae.


“Mengapa kamu menamparku?” tanya Fae, terkejut. “Dia mencoba untuk memperkosa ku! Dan kamu adalah Bibiku,” jelas Fae dengan sedih.
“Kamu sama seperti Ibumu! Kamu masih muda! Dia adalah suamiku! Tapi kamu malah mencoba menggoda nya?” balas Bibi, marah.

“Benar, sayang. Dia mencoba mengodaku selama ini. Khusus nya, ketika kamu tidak ada dirumah, dan barusan dia juga menggoda ku, aku tidak bisa menahan diriku sendiri,” kata Paman sambil memeluk Bibi dengan mesra. Dan Bibi meneriakinya untuk diam.
Bibi mengatakan bahwa dia mempercayai Paman, yang adalah Suaminya. Tapi dia tidak mempercayai keponakan nya, yaitu Fae. Mendengar itu, Fae merasa sedih dan sakit, sehingga dia pun memutuskan untuk pergi saja. Dan Bibi setuju.


“Dari hari ini, kita berpisah! Jangan pernah panggil aku Bibi mu lagi! Keluar! Pergi! Aku bilang pergi!” teriak Bibi. Dan Fae pun langsung mengambil semua pakaiannya, dan memasukan nya ke dalam tas.
Melihat itu, Bibi diam, menahan tangis nya.

Fae keluar dari dalam rumah. Dan dengan sopan, dia memberikan penghormatan kepada Bibi untuk terakhir kalinya, sebelum pergi darisana.
Namun menyadari itu, Bibi sama sekali tidak mau memandangin nya.
Ampu menceritakan kepada teman nya, SP (Suami Ploy) mengenai Urawee serta Unthiga yang sama sekali tidak akur. Dia tidak mengerti kenapa, tapi menurutnya itu mungkin karena orang tua, sebab Urawee dan Unthiga memiliki Ayah yang sama dan beda Ibu. Mengetahui itu, SP merasa mengerti, menurutnya itu adalah permasalahan yang klasik, yaitu anak dari Istri pertama vs anak dari Istri kedua. Mereka mewarisi kemarahan dan kebencian Ibu mereka, kecuali keluarga Ampu.

“Setiap rumah berbeda. Ibuku tidak bisa menerima nya juga. Tapi aku tidak melihat keuntungan dari apa yang dirasakan nya. itu saja,” jelas Ampu. Karena dia juga berbeda Ibu dengan Tom, tapi sama Ayah.
“Jadi? Kamu akan benar- benar bekerja disana?”
“Ya. Pekerjaan itu stabil dan penghasilan nya juga bagus. Jadi aku bisa mengurus Tom sambil bekerja,” jawab Ampu.

Ampu kemudian tiba- tiba menerima telpon dari Ploy yang memberitahu bahwa seperti nya Tom membolos sekolah, karena dia tidak melihat Tom di sekolah, dan yang lain juga tidak ada melihat Tom.
Mengetahui itu, Ampu menghela nafas capek, dan menjawab bahwa dia mengerti.


Tom duduk merenung di bangku jalan.
Tidak jauh dari tempat Tom duduk, Fae ada disana dan sedang merenung juga, sebab dia telah menelpon setiap teman nya, tapi tidak ada yang bisa memberikan nya tumpangan untuk sehari saja, sehingga dia pun merasa sangat bingung.
Ampu merasa emosi, dan ingin mencari Tom untuk memarahinya. Tapi SP memintanya untuk tetap tenang. SP mengomentari kenapa Tom bisa tenang menghadapi orang lain, daripada menghadapi adik sendiri. Dan mendengar itu, Ampu pun kembali duduk di tempatnya.
“Hey, apa kamu tidak pernah muda?” tanya SP. Dan Ampu menjawab bahwa dia tentu saja pernah muda. “Jadi sejak kapan ada anak muda yang suka di paksa dan di kontrol?”
“Tapi kamu harus melakukan nya pada seseorang seperti dia. Jika tidak itu akan merepotkan,” balas Ampu.

SP menyarankan supaya Ampu menggunakan cara baik yang  sesuai dengan Tom, jadi Ampu bisa berkomunikakasi dengan Tom. Serta Istrinya, SP, juga telah memperingatkan Ampu, karena Ploy merasa kalau Ampu terlalu ketat pada Tom. Jadi Ampu bukannya menarik Tom kembali ke jalan yang benar, melainkan Ampu malah mendorong Tom semakin menjauh.
Mendengar itu, Ampu pun diam, dan memikirkannya.


Dengan gugup, Urawee mencoba untuk menelpon Anik lagi. Dan kali ini, Anik pun mengangkat nya.
Urawee dan Anik makan siang bersama. Namun Anik makan dengan sedikit terburu- buru, dan dengan heran, Urawee pun bertanya. Dan Anik beralasan bahwa  dia harus segera kembali ke kantor. Tapi Urawee tahu kalau Anik seperti ini, pasti karena Anik merasa marah, jadi dia pun meminta maaf.
“Memang apa yang kamu lakukan?” tanya Anik, berpura- pura tidak mengerti.

“Jika Oun ada memberitahumu apapun, kamu harusnya tahu kalau itu tidak benar,” jelas Urawee. Dan Anik bertanya, Urawee peduli padanya sebagai apa, dan Urawee bingung harus menjawab bagaimana.
“Tidak perlu menjawab. Sejak aku sudah tahu,” sela Anik, paham.

Urawee dengan lembut berbicara bahwa Anik seharusnya yang paling mengenal baik, dia peduli pada Anik sebagai apa. Dan dia berterima kasih, karena Anik sudah mau mengerti. Lalu dia menanyakan, apakah benar Anik yang mendekati Unthiga duluan.
“Itu tidak benar. Khun Oun bilang, itu karena dia marah padamu,” jawab Anik.
“Dan apa kamu mengatakan ini adalah karena kamu ingin melindungin dia, benar?” tanya Urawee, mulai emosi lagi.
“Tidak. Aku hanya bicara sejujurnya,” balas Anik.
Dengan kesal, Urawee menanyakan, kenapa setiap orang berpihak kepada Unthiga. Dan tanpa menjawab itu, Anik pamit, dan pergi darisana.
Urawee merasa heran, dan mengikuti Anik serta memanggil nya. Dia menanyakan, apakah Anik masih marah kepadanya. Karena biasanya Anik tidak pernah seperti ini kepadanya, dan mereka selalu berbicara secara terbuka.

“Aku bosan,” jawab Anik. “Kamu juga melakukan ini padaku sebelumnya. Kamu akhir- akhir ini tidak beralasan. Kamu selalu bad mood. Ketika kamu denganku, kamu selalu kesal karena orang lain. Aku bosan,” jelas Anik.
“Anik,” panggil Urawee, terkejut.
“Mari berpisah untuk sebentar,” balas Anik. Lalu dia pun berjalan pergi.

1 comment: