Thursday, January 23, 2020

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 10 - part 3

0 comments

Network : tvN Netflix
Jung Hyuk merasa ada yang mencurigakan tentang kejadian penembakan semalam. Dia yakin itu semua sudah di rencanakan. Dan Myeong Seok setuju, sebab banyak petinggi yang telah menerima suap dari Cheol Gang, maka dari itu mereka membunuh Cheol Gang sebelum semua lepas kendali.
“Ada lima orang di mobil itu, tapi hanya ada empat saja,” kata Jung Hyuk, curiga.
“TKP sungguh kacau. Mereka akan segera menemukannya. Jasadnya tidak mungkin terempas saat tabrakan,” balas Myeong Seok.

“Ada kemungkinan para pendukungnya yang menyebabkan kecelakaan itu.”
“Jangan asal membuat kesimpulan. Lihatlah faktanya. Sudah sepantasnya. Dia mati sama seperti korbannya,” jelas Myeong Seok dengan tegas. Tapi Jung Hyuk masih merasa ragu.

Saat Jung Hyuk kembali ke kantornya. Dia menemukan sebuah amplop coklat di atas meja nya. Dan didalam amplop tersebut terdapat koran dengan foto Se Ri. Melihat itu, Jung Hyuk merasa terkejut. Kemudian tiba- tiba telpon berdering. Dan Jung Hyuk mengangkatnya dengan waspada.
“Kapten Ri,” sapa Cheol Gang dari telpon. “Sudah terima hadiahku? Kamu tampak terkejut. Aku tidak seperti kakakmu yang lemah. Kau tidak bisa menyingkirkanku semudah itu,” jelasnya.
“Aku bersumpah atas nama kakakku. Aku akan menangkapmu apa pun caranya, dan membuatmu menjalani hidup lebih buruk dari kematian,” balas Jung Hyuk dengan kebencian.
Cheol Gang sama sekali tidak takut dengan Jung Hyuk. Malahan dia mengancam Jung Hyuk dengan berani. Dia memberitahu bahwa dia akan pergi ke Selatan untuk membunuh Se Ri, sebelum Jung Hyuk sempat menghancurkannya. Dan dia mempersilahkan Jung Hyuk untuk coba menangkapnya kalau bisa. Setelah mengatakan itu, Cheol Gang mematikan telpon.

Jung Hyuk segera berlari keluar dari dalam kantornya. Dia melihat ke sekeliling untuk mencari dimana Cheol Gang, tapi dia tidak bisa menemukannya. Dan dia merasa sangat stress.


Direstoran ayam dan bir. Su Chan mengajak Chang Sik untuk cepat makan, karena dia ingin pergi untuk berdoa bersama. Sebab ada banyak hal yang di syukurinya. Lalu dia menanyakan, bagaimana keadaan Se Ri sekarang, apakah Se Ri ada sakit atau cedera. Dan Chang Sik pun menceritakan bahwa Se Ri baik-baik saja, tapi Se Ri tampak agak aneh.
“Apa maksudmu?” tanya Su Chan, tidak mengerti.


Malam hari. Saat Chang Sik dan para karyawan masih sibuk bekerja. Tiba- tiba Se Ri datang mendekat dan menyentuh bahunya. “Jangan lupa istirahat,” kata Se Ri sambil tersenyum lembut.

Su Chan merasa tidak mengerti, apa yang aneh dari itu. Dan Chang Sik menjelaskan bahwa sejak dia masuk ke dalam perusahaan, Se Ri tidak pernah mengatakan itu, sebab Se Ri mempunyai motto ‘Kamu bisa tidur saat kamu mati.’
“Ah, begitu,” gumam Su Chan, mengerti.
“Dan akhir pekan lalu, tiba-tiba dia ingin pergi ke Gunung Bukhan.”

Digunung Bukhan. Se Ri melihat ke arah perbatasan Utara menggunakan teropong, dan dia merasa seolah- olah melihat ada orang yang lewat. Jadi dia menyerahkan teropong nya ke Chang Sik, dan menyuruhnya untuk melihat apakah ada orang yang bergerak di sana. Dan Chang Sik pun mencoba melihat menggunakan teropong.
“Aku tidak yakin,” kata Chang Sik dengan jujur. Dan Se Ri memintanya untuk melihat lebih dekat. “Ya, tapi aku masih tidak yakin,” jelas Chang Sik.

“Aku hanya bicara jujur, tapi… dia mulai menangis.”
“Bu, ada apa?” tanya Chang Sik dengan bingung, karena Se Ri tiba- tiba saja mulai menangis. Tapi Se Ri hanya diam saja. “Katakan jika aku salah. Aku akan berusaha memperbaikinya. Jangan begini kepadaku,” pinta Chang Sik dengan frustasi.
“Tidak. Jangan lupa istirahat,” balas Se Ri.

Chang Sik merasa kalau sikap Se Ri yang sekarang semakin menakutkan. Dia lebih suka dengan Se Ri yang dulu.

Se Ri sibuk bekerja di kantornya.
Seseorang mengikuti Se Ri secara diam- diam dari belakang. Tapi Se Ri tidak sadar.
Ditempat parkir, orang tersebut ingin mendekati Se Ri. Namun karena ada dua orang penjaga malam yang datang, maka orang tersebut pun langsung bersembunyi. Dan tanpa menyadari hal tersebut, Se Ri masuk ke dalam mobil nya dan melaju pergi.
Orang yang mengikuti Se Ri. Dia adalah Cheol Gang.
Saat Man Bok sedang bekerja. Seorang rekan memanggilnya, dan memberitahu nya bahwa ada seseorang yang menunggu nya di luar.

Man Bok keluar dan menemui orang yang menunggu nya. Tapi dia tidak mengenal orang tersebut.

Sersan Pyo dan ketiga rekannya berjalan pulang sambil mengobrol serta tertawa dengan senang. Tapi kemudian tiba- tiba saja beberapa orang bersenjata datang dan menghadang mereka dari arah depan serta belakang. Sehingga mereka pun terkepung di tengah- tengah.

Se Ri bersiap untuk tidur. Dia menepuk tangannya dua kali dan lampu kamar pun mati dengan sendiri nya. Se Ri kemudian berbaring dan berusaha untuk tidur. Tapi tidak peduli apapun yang di lakukannya, dia sama sekali tidak bisa tidur.

Se Ri ingin meminum obat tidur miliknya, tapi sayangnya obat tidur nya habis. Jadi Se Ri pun duduk terbengong di tempat tidur nya.

Se Ri memutuskan untuk berjalan- jalan keluar. “Aku penasaran yang manakah cinta. Semoga kamu mencemaskanku, sama seperti aku mencemaskanmu. Semoga kamu merindukanku, sama seperti aku merindukanmu. Inikah cinta?” pikir Se Ri.

Se Ri berjalan tanpa arah. “Tapi di sisi lain, semoga kamu tak mencemaskanku. Semoga kamu melupakanku, dan semua momen yang kita alami. Inikah cinta?” pikir Se Ri.

“Jika bukan keduanya, inikah cinta, jika aku bahkan rela menjalani semuanya dari awal agar aku bisa menemuimu sekali lagi?” pikir Se Ri bertaya- tanya didalam hatinya dengan sedih.

Tepat disaat Se Ri berpikir seperti itu, Jung Hyuk muncul di hadapannya. Dan dia menatap Jung Hyuk dengan kaget.


Jung Hyuk berjalan mendekat ke arah Se Ri. “Aku mencarimu ke mana-mana. Kamu bilang tinggal di sekitar Cheongdam-dong, Gangnam-gu, Seoul. Kamu tidak beri tahu alamat pastinya,” jelas Jung Hyuk dengan tenang ketika dia sudah berada di hadapan Se Ri.
Dan Se Ri terdiam karena sangat terkejut.
Jung Hyuk tersenyum kepada Se Ri. Dan Se Ri tetap diam karena dia merasa tidak menyangka bisa bertemu dengan Jung Hyuk lagi.
Sersan Pyo, Ju Meok, Eun Dong, dan Letnan Park. Mereka berempat dibawa ke dalam suatu ruangan, dimana Man Bok sudah ada disana juga. Lalu seseorang keluar ke hadapan mereka. Orang tersebut adalah Ayah Jung.

“Putraku, yang juga kapten kalian, dan sesama prajurit, telah pergi ke Selatan. Ini rahasia. Aku ingin meminta lima orang yang paling dia percaya, termasuk Jung Man Bok, karena menawarkan bantuan untuk menyingkap kematian putraku. Sebagai permohonan dari ayah Jung Hyuk. Mohon bawa dia kembali,” jelas Ayah Jung, meminta bantuan mereka berlima.
Dan mereka semua merasa terkejut dengan permintaan itu.

Sersan Pyo, Ju Meok, Eun Dong, Letnan Park, dan Man Bok. Mari kita sebut mereka sebagai TJ5, yaitu anggota Tim Jung Hyuk. Mereka berlima pergi dengan menyamar sebagai atlet cadangan dari Korea Utara yang sedang menuju ke Selatan.
Sesampainya di Selatan. Karena baru pertama kali nya melihat mobil sebanyak itu di jalanan, mereka jadi merasa kagum. Kecuali Man Bok, dia duduk dengan tenang di tempatnya dan mendengarkan.


Sesampainya di tempat tujuan, semua atlet turun dari dalam mobil. Sementara TJ5 tetap berada didalam mobil. Pelatih secara diam- diam masuk kembali ke dalam mobil dan menemui mereka berlima. “Upacara penutupan kompetisi ini dua pekan lagi. Kalian harus jalankan misi kalian dan kembali pada saat itu. Jika kalian gagal, aku tidak bisa bantu,” jelas nya dengan tegas.
“Baik!” jawab TJ5 dengan kompak. Lalu mereka berlima mulai menukar seragam mereka.
Disupermarket. Ju Meok, Eun Dong, serta Letnan Park, mereka bertiga merasa kagum karena ada begitu banyak jenis mie instant di Selatan. Dengan sinis, Sersan Pyo mengomentari bahwa Selatan memiliki begitu banyak jenis mie, itu karena Selatan tidak mempunyai cukup beras.

Tepat disaat, Sersan Pyo mengatakan itu. Man Bok datang dengan membawa sesuatu yang panas. Dan mereka semua pun mermperhatikannya dengan seksama. Ternyata yang di bawanya adalah nasi instant. “Lihat semua nasi ini,” katanya sambil menunjuk ke arah rak instan. Dan mereka merasa terkejut.

Berita di TV menyiarkan tentang pesta Olahraga Militer Dunia yang sedang diadakan. Dan salah satu persertanya adalah dari Korea Utara. Tapi mereka berlima sama sekali tidak peduli dan tidak mendengarkan berita tersebut, sebab mereka sedang sibuk memakan makanan mereka.
“Selanjutnya kita kemana?” tanya Eun Dong.
TJ5 berusaha untuk membaur dengan kerumunan orang di jalan. Namun karena mereka masih merasa sangat gugup, jadi mereka semua pun berjalan dengan sikap yang sangat kaku. Lalu tiba- tiba seseorang berbicara di belakang mereka.
“Jangan tegang jika sungguh ingin membaur. Maju jalan. Jangan lihat ke belakang,” perintah orang yang ntah siapa. Dan TJ5 mengikuti arahannya.
“Berhenti. Sejak kapan kalian datang?” tanya orang tersebut. Dan Ju Meok menjawab kalau mereka baru datang 2 hari lalu. “Kalian pasti belum mendapat bantuan dari Hanawon. Kalian diutus Divisi 11 untuk misi?” tanya orang tersebut lagi.
“Bukan. Kami harus memulangkan seseorang,” jawab Sersan Pyo.
“Itu takkan mudah,” balas orang tersebut.
“Tapi kamu siapa?” tanya Man Bok, memberanikan dirinya.


Orang tersebut maju ke hadapan mereka berlima. Dia menaruh kotak pengantar makanan di lantai dan memperkenalkan dirinya. “Sebenarnya, aku datang lebih lama dari kalian. Tapi aku belum dapat perintah, dan menunggu selama ini. Itulah aku,” jelas nya.
“Kamu mirip dengan mereka,” kata Sersan Pyo dengan kagum. “Tampaknya, kamu sudah terbiasa,” jelasnya memuji. Dan si pria (Dong Gu) merasa senang di puji seperti itu.


Dong Gu menyemangati mereka supaya jangan takut. Dan mereka berlima mendengarkan perkataan nya sambil tersenyum senang.

Kemudian tiba- tiba saja pemilik restoran datang dan meneriaki Dong Gu untuk segera mengantar kan makanan. Dan sikap Dong Gu langsung berubah drastis, dia bersikap seperti orang bodoh. Melihat itu, mereka berlima merasa sangat heran dan terkejut.


Dong Gu memberitahu mereka berlima tentang jumlah bayaran yang di terimanya sebagai pengantar makanan. Sesudah itu dia mendorong kotak pengantar makanan nya kepada mereka berlima dan berlari pergi dari sana sambil tertawa seperti orang bodoh.
Dengan keheranan serta kebingungan, TJ5 berdiri diam di tempat. Dan memperhatikan Dong Gu yang berlari pergi darisana.

No comments:

Post a Comment