Monday, February 24, 2020

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 02-2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 02-2
Images by : TvN

Junior Gang Hwa menyerahkan kartu akses Gang Hwa yang Yu Ri kembalikan. Gang Hwa lega karna kartunya bisa ketemu. Tapi, kenapa letak kartunya terbalik di tempat kartu? Gang Hwa membalik kartunya, dan terlihat kalau ada coretan di luar tempat kartu itu.

Flashback
Di dalam bus, karena iseng, Yu Ri mencoret-coret tempat kartu itu dengan spidol.  Itu kebiasaannya. Tapi, pas mau di hapus, Yu Ri baru sadar kalau spidol yang di gunakannya adalah spidol permanent. Karna panik tidak bisa menghapusnya, Yu Ri jadi membalikkan kartu itu.
End
Lagi memikirkan hal itu, seseorang datang menemui Gang Hwa dan memintanya melakukan operasi.
Para suster di tempat Gang Hwa juga berdebat dengan suster staff ruang operasi. Mereka menyuruh Gang Hwa melakukan operasi, tapi suster Gang Hwa menegaskan kalau Gang Hwa hanya menerima pasien rawat jalan.
Saat Gang Hwa datang, suster menjelaskan kalau pasien di IGD mengalami gagal jantung. Semua dokter lain sedang melakukan operasi. Dan yang paling cepat selesai juga masih 5 jam lagi. Jika pasien di rujuk ke tempat lain, juga terlalu beresiko. Hanya Gang Hwa yang bisa menolongnya.
Mendengar itu, Gang Hwa jadi teringat traumanya.
Flashback
Gang Hwa berdebat dengan dr. Jang mengenai operasi Yu Ri. Gang Hwa memohon agar di izinkan mengoperasi Yu Ri karna jika di biarkan, Yu Ri bisa meninggal. Dr. Jang tidak mau dan menyuruh untuk merujuk Yu Ri ke rumah sakit lagi.
“Aku bisa melakukannya. Kenapa tidak boleh? Aku bisa menolongnya, Dokter,” marah Gang Hwa.
End
Gang Hwa akhirnya bersedia melakukan operasi.
--
Berita mengenai Gang Hwa yang akan melakukan operasi setelah 4 tahun, tersebar di kalangan para suster dan sampai ke telingan Geun Sang.
--

Gang Hwa masuk ke ruang operasi. Dada pasien sudah di bedah dan tinggal menunggu Gang Hwa mengoperasi. Begitu masuk, Gang Hwa langsung menegang. Dia berusaha untuk tetap tenang, tapi sangat sulit.



Pandangan Gang Hwa juga menjadi goyah. Dia terus teringat tubuh kaku Yu Ri di meja operasi. Dia ingat saat mencoba membangunkan Yu Ri dan memohonnya untuk bangun, tapi Yu Ri tidak bangun sama sekali. Yu Ri sudah meninggal. Saat itu, Geun Sang sampai harus berusaha keras menenangkannya.
Dan trauma itu, membuat Gang Hwa tidak sanggup melakukan operasi.
Semua suster di dalam ruang operasi juga jadi tegang karena Gang Hwa tidak kunjung melakukan operasi sementara pasien sudah mengalami pendarahan.
--

Min Jeong menemui para orang tua murid TK lainnya. Para orang tua itu mengeluhkan mengenai Seo Woo yang kemarin terjebak di dalam kulkas dan sering bertingkah aneh. Anak-anak mereka bilang kalau Seo Woo suka bicara sendiri dan menunjuk ke arah yang tidak ada siapapun. Dan karena itu, mereka menawarkan untuk memperkenalkan therapy untuk Seo Woo.
“Apakah anak-anak kalian didaftarkan ke TK berbahasa inggris?” tanya Min Jeong.
“Tentu saja. Kenapa? Kau ada kenalan? Karena kau membahasnya, kita harus saling bertukar informasi. Mari kita...”
“Apa kalian tak punya kesibukan? Kenapa sempat memikirkan keluarga lain?” balas Min Jeong dengan dingin. “Aku akan merawat Seo-woo dengan caraku. Bisakah kalian berhenti ikut campur?” ujar Min Jeong dan langsung pergi.

Para ibu-ibu itu jelas kesal. Mereka menyebut Min Jeon tidak peduli pada Seo Woo. Dan juga, mereka bahkan menuduh Min Jeong menikah dengan Gang Hwa hanya demi harta.
--
Min Jeong mendapat telepon dari seseorang dan berjanji bertemu dengan orang itu. Karena itu, Min Jeong menelpon pengasuh penjemput dan meminta tolong untuk menjemput Seo Woo di TK.
--

Yu Ri pergi ke TK Seo Woo. Dia ingin melihat Seo Woo dari luar. Tapi, dia malah melihat Seo Woo yang sedang bermain bersama arwah anak-anak yang waktu itu membuat Seo Woo masuk ke dalam kulkas. Merasa khawatir, Yu Ri jadinya masuk ke dalam TK dan mencari Seo Woo yang menghilang lagi.
Seo Woo sedang bermain bersama arwah anak itu di sebuah ruang kelas yang kosong. Yu Ri terus mencari mereka. Dan dia sangat lega saat menemukannya.

Seo Woo berlari ke arahnya dan Yu Ri langsung memeluknya. Dia bisa memeluk Seo Woo. Dia bisa memegang tubuh Seo Woo.  Hal sederhana itu, membuat Yu Ri begitu bahagia hingga menangis. Dia mulai mengingat saat menajdi arwah, dia tidak pernah bisa memeluk Seo Woo. Tapi kini, Seo Woo bisa berada dalam pelukannya.



Seo Woo bingung di peluk begitu dan berusaha mendorong tubuh Yu Ri, tapi Yu Ri mendekapnya semakin erat.
“Halo. Halo, Seo Woo-ah,” ujar Yu Ri dengan suara bergetar karena menangis.
Guru menemukan mereka berdua. Dia tentu heran melihat Yu Ri, tapi karena dia sudah mendapat telepon dari Min Jeong sebelumnya, guru itu jadi mengira Yu Ri adalah pengasuh yang menjemput Seo Woo menggantikan Min Jeong.

Dan karena itu juga, guru mengizinkan Yu Ri membawa pulang Seo Woo. Yu Ri bingung, tapi demi bisa bersama Seo Woo lebih lama, Yu Ri tidak bertanya lebih lanjut. Apalagi, Seo Woo menggenggam tangannya dan tersenyum padanya.
--

Dr. Jang memarahi Gang Hwa dengan begitu keras. Dia marah karena Gang Hwa tidak melakukan operasi sama sekali dan hanya membiarkan pasien kritis begitu saja! Untung dia datang dan mengambil alih operasi! Saking marahnya, dr. Jang sampai menyuruh Gang Hwa untuk membuang lisensi dokternya saja.
Geun Sang datang saat itu dan meminta dr. Jang untuk tenang. Dia memohon agar dr. Jang ikut dengannya sebentar.
--
Geun Sang bicara dengan dr. Jang dan memberitahu kondisi Gang Hwa sebenarnya. Gang Hwa menderita fobia ruang sempit.
“Dokter Jang, ini bukan ketakutan biasa. Ini muncul di beberapa tempat spesifik.”
“Tempat itu ruang operasi?”
“Benar.”
“Seorang dokter bedah toraks punya fobia ruang operasi? Aku tak percaya. Kenapa baru sekarang? Selama empat tahun, kau selalu mengarang alasan! Jika tahu dari awal, kita bisa mengatasinya!”
“Dokter Jang, dia tidak mau menjalani pengobatan. Aku sudah melakukan banyak hal, tapi dia tidak mau melakukan pengobatan.”
“Kenapa bisa begitu?”
“Aku juga tidak tahu. Aku pikir dia sudah melupakannya. Sepertinya tidak.”
--
Gang Hwa dalam perjalanan pulang. Tidak seperti biasanya, Gang Hwa tidak bernyanyi-nyanyi di dalam mobil. Sebaliknya, wajahnya tampak sangat tegang.
--


Gang Hwa tidak pulang ke rumah, melainkan ke rumah duka. Dia mengunjungi abu Yu Ri. Di dalam lemari abu, ada foto-foto mereka. Dan ada satu foto yang wajahnya di coret sama seperti coretan yang ada di kartu aksesnya hari ini.


Flashback
Dulu, saat masih hamil, Yu Ri sangat kesal karena Gang Hwa tidak membelikan strawberry untuknya. Untuk melampiaskan kekesalannya, Yu Ri mencoret wajah Gang Hwa di foto itu. Gang Hwa berusaha meminta maaf dan bahkan berjanji akan membelikan semua strawberry yang ada di dunia ini besok.
End
Gang Hwa tertawa kecil dan getir mengingat kenangan hari itu.
Di saat seperti itu, dia mendapat telepon dari Min Jeong. Gang Hwa tidak langsung mengangkatnya. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri dulu.
--
Yu Ri membawa Seo Woo pulang. Seo Woo terus menatap Yu Ri dengan tersenyum. Yu Ri sangat senang melihat Seo Woo dan memuji Seo Woo manis dan cantik.
“Seo-woo, apakah kau mengenalku?”
“Ya.”
“Sungguh? Siapa aku?”
“Tidak tahu,” jawab Seo Woo.
Yu Ri hanya terus tersenyum. Dia mengajak Seo Woo untuk pulang, tapi Seo Woo malah ingin bermain di taman sebentar. Jadinya, Yu Ri mengajaknya bermain.
--
Gang Hwa akhirnya mengangkat telepon dari Min Jeong. Min Jeong ada di TK Seo Woo dan panik karna Seo Woo menghilang.

Usai menepon Gang Hwa, Min Jeong mulai mencari Seo Woo di sekitar TK. Gang Hwa yang sudah kembali dari rumah pemakaman juga mencari Seo Woo. Keduanya sama-sama panik mencari Seo Woo.
--
Geun Sang sudah pulang ke rumah dan curhat pada Hyeon Jeong mengenai Gang Hwa yang bilang melihat orang yang mirip seperti Yu Ri.
“Aku pikir dia sudah melupakannya,” ujar Geun Sang.
“Walau sudah melupakan, pasti akan teringat saat melihat yang serupa. Jika aku melihat orang yang mirip Yu-ri di jalan, pasti akan teringat.”
“Yu-ri seperti hidup kembali katanya. Apa yang harus kita lakukan?”
“Seperti hidup kembali? Aku berharap itu terjadi,” gumam Hyeon Jeong.
“Jangan bilang begitu. Bagaimana kalau benar-benar terjadi?” marah Geun Sang.
“Hei. Walau tak masuk akal, kenapa menanggapinya seolah-olah itu buruk?” marah Hyeon Jeong balik.
“Tentu saja. Coba kau pikir. Dalam kondisi sekarang? Itu bencana bagi Min-jeong.”
“Bukan bencana, tapi keajaiban! Orang mati bisa hidup kembali,” balas Hyeon Jeong.
--
Yu Ri membawa Seo Woo bermain ayunan. Yu Ri yang mendorong ayunan dan senang karena Seo Woo sangat menikmatinya. Dan karna itu, dia mendorong ayunan Seo Woo dengan keras. Awalnya terasa menyenangkan, tapi Seo Woo malah melepaskan pegangannya dan akhirnya terjatuh dari ayunan.


Yu Ri panik. Seo Woo juga menangis karena kesakitan. Yu Ri juga menangis apalagi saat melihat tangan Seo Woo yang terluka. Yu Ri memeluknya dengan erat dan terus meminta maaf. Mereka berdua menangis terisak-isak.

Yu Ri teringat di saat-saat dia mengalami kecelakaan itu. Saat itu, dia begitu ketakutan dan kesakitan. Dalam kondisi kritis seperti itu, Yu Ri dengan suara lirih dan nyaris tidak terdengar, memohon agar bayinya bisa di selamatkan.

Gang Hwa masih terus mencari Seo Woo. Dan dia menemukannya. Seo Woo dengan seorang yang mirip dengan mendiang istrinya, Cha Yu Ri.
--
Kita mendengar perdebatan antara Gang Hwa dan Hyeon Jeong.
“Gang-hwa sudah melewati masa yang sangat sulit. Kasihan jika dia harus menderita kembali,” ujar Geun Sang.
“Justru yang paling kasihan adalah Yu-ri. Setelah sepuluh bulan mengandung, dia meninggal sebelum melihat anaknya. Jika bisa, apa pun caranya dia harus hidup kembali,” balas Hyeon Jeong.
--

Yu Ri masih terus menangis. Dan kemudian, dia melihat Gang Hwa yang berdiri di depan-nya. Mata mereka saling bertemu.
====

Prolog,
Di saat Gang Hwa kesulitan merawat Seo Woo dan menangis di pinggir jalan di hari bersalju, sebenarnya, Yu Ri ada di sisinya. Melihatnya dan ikut menangis serta merasa bersalah karena harus meninggalkan Gang Hwa begitu saja. Arwah Yu Ri juga menangis dengan pilu dan terus mengucapkan kata, “maaf.”


Yu Ri selalu ada di sana, di sisi Gang Hwa. Menemaninya dan melihatnya.
Akan tetapi, Gang Hwa tidak pernah bisa melihatnya.
Hari-hari seperti itu terus berlalu.

Hingga, Gang Hwa akhirnya menikah dengan Min Jeong dan mereka tampak seperti keluarga bahagia, Yu Ri tetap ada dan melihat mereka.
Aku hidup tanpa suara di musim yang terlupakan. Tapi, di dunia ini, tak ada yang abadi terlupakan.



No comments:

Post a Comment